Please Love Me

Please Love Me
Part 51


__ADS_3

Ting tong


Ting tong


Terdengar bel berbunyi menandakan ada orang yang datang.


"Biar aku saja Kak," Teriak Liora yang baru saja dari dapur dengan nampan berisi minuman 3 jus jeruk. Dia meletakkan nampan beserta isinya di atas meja. Kemudian dia berjalan menuju ke arah depan untuk membukakan pintu.


Begitu membuka pintu, dilihatnya Jack bersama beberapa orang wanita. 


"Jack, ada apa? Siapa mereka?" Tanya Liora penasaran sambil menatap mereka satu persatu yang kini menunduk hormat padanya.


"Nona bisakah kami masuk terlebih dahulu? Dan jangan menghalangi kami! Apa Anda tidak kasihan pada mereka yang membawa banyak barang?" Tanya Jack memandang Liora yang masih aja di tengah-tengah pintu hanya menatap para wanita-wanita yang dibawanya tanpa mempersilahkan masuk.


"Kau belum menjawab pertanyaanku Jack, siapa mereka dan untuk apa di jam segini kamu berada di apartemen Kakakku. Dan apa Kak Max tahu?"


"Ck!" Jack berdecak kesal pada adik Tuan Mudanya itu.


"Nanti Anda juga tahu jika mereka sudah masuk ke dalam. Sekarang biarkan kami masuk Nona!" Kesal Jack yang sampai saat ini tidak dibiarkan masuk oleh Liora.


Di dalam, Bunga yang merasa Liora begitu lama, akhirnya dia pun keluar untuk menyusul adik iparnya.


"Liora kenapa lama sekali?" Teriak Bunga begitu akan sampai ke pintu, hingga kemudian dia melihat Jack yang ada di depan pintu.


"Ada apa ini?" Tanya Bunga yang melihat adik ipar dan asisten suaminya itu sedang saling menatap tajam.


"Bunga, dia tidak mengizinkan aku untuk masuk," adu Jack pada Bunga.

__ADS_1


"Liora biarkan Jack masuk!" Perintah Bunga agar Liora menggeser tubuhnya dan membiarkan Jack masuk.


"Tapi Kak.."


"Liora tolonglah jangan buat keributan disini, tidak ada yang perlu kau khawatirkan, lagian kalian juga masih disini kan? Kau takut kakakmu salah paham itu tidak akan pernah terjadi," kata Bunga memberikan pengertian kepada adik iparnya.


"Apa maksud Kakak?" Tanya Liora penasaran apa maksud ucapan terakhir Bunga.


"Mmm itu…"Bunga terlihat bingung akan menjawab apa.


"Karena Tuan Max terlalu percaya sama istrinya, dan dia tidak akan salah paham hanya karena ini, dan lagi Nona yang perlu Anda tahu, kami kesini karena Tuan Max yang menyuruh," kata Jack menjawab pertanyaannya.


Liora pun menganggukkan kepala mengerti dan akhirnya menyingkir dari pintu, agar Jack dan para wanita itu bisa masuk. Terlihat Kakak Iparnya yang tadi sedang menonton televisi sambil bersandar, kini menegakkan tubuhnya begitu melihat Jack dan beberapa wanita masuk. Para wanita yang datang bersama Jack terlihat menunduk hormat kepada Kakak Iparnya itu.


"Ada apa Jack dan siapa para wanita ini?" Tanya Bunga Kakak Ipar keduanya yang sedari tadi juga tampak penasaran dengan para wanita yang dibawa oleh asisten Kakak keduanya itu.


"Mereka ini dari butik ternama, mereka membawakan beberapa gaun untukmu, dan kamu bisa mencobanya sekarang dan ambil beberapa," kata Jack menjelaskan.


"Tu..tunggu dulu, gaun..? Untuk apa? Aku tidak memerlukannya!" Kata Bunga Kakak Ipar keduanya kemudian ikut duduk di sampingnya.


"Ini perintah Tuan Max, dan kamu harus mau!" Kata Jack tidak ingin dibantah.


"Untuk apa? Aku tidak akan pernah pergi kemanapun dan hanya di rumah saja, kenapa perlu memakai gaun yang harganya sudah dipastikan mahal," kata Bunga Kakak Iparnya sambil melihat gaun-gaun yang dibawa para wanita itu.


"Tuan Max ingin mengajakmu ke pesta salah satu rekan bisnisnya sekaligus sahabat dari Tuan Besar besok malam. Jadi Tuan Max memberi perintah agar kamu memilih beberapa gaun ini untuk dikenakan dan tidak ada penolakan!" Tegas Jack.


"Apa pesta Tuan Scot yang kamu maksud Jack?" Tanya Jasmine yang sedari tadi diam dan hanya memperhatikan.

__ADS_1


"Benar Nyonya, Tuan Muda Stevano juga pasti diundang, apalagi Tuan Besar tidak bisa datang dan memilih menemani Nyonya Besar di rumah sakit.


Jasmine menganggukkan kepalanya, "Iya Papi sudah memberitahu hal itu dan meminta suamiku untuk mewakilinya. Aku juga akan pergi bersamanya. Ayo Bunga lebih baik kamu mencobanya!" Kata Jasmine kemudian. Kamu harus berpenampilan cantik, dan tunjukkan pada dunia bahwa kamu adalah Nyonya dari Maxime Anderson yang terkenal," tambah Jasmine.


Liora memperhatikan Kak Jasmine yang  kemudian mendekat dan berbisik di telinga  Kak Bunga. Dan bisa lihat Kakak Ipar keduanya itu tampak berpikir setelah mendengar bisikan Kakak Iparnya pertamanya yang Liora tidak tahu tentang apa.


"Bagaimana?" Tanya Kak Jasmine pada Kak Bunga setelah melihat jika Kak Bunga tampak memikirkan apa yang tadi dibisikkannya.


Tak lama terlihat Kak Bunga menganggukkan kepalanya mantap. "Baiklah, tapi kamu dan Liora juga harus membantuku," putus Bunga pada akhirnya.


Liora dan Jasmine saling pandang, sepertinya dirinya kini tahu apa yang Kak Jasmine bisikan kepada Kak Bunga. Kemudian Liora pun tersenyum dan mengangguk bersamaan Kak Jasmine dengan antusias.


Setelah itu, Liora dan Kakak Ipar pertamanya itu membantu Kak Bunga pun mencoba gaun itu, sementara Jack dia bilang akan pergi lebih dulu dan akan kembali nanti jika Kak Bunga sudah selesai memilih beberapa gaun.


"Kenapa hanya satu Kak? Yang ini, itu dan itu terlihat cocok di tubuhmu, paling tidak sedikitnya pilihlah 3 gaun yang indah, Kak Max tidak akan bangkrut hanya karena membelikan 3 gaun ini untuk istrinya," ucap Liora kepada Kak Bunga.


"Apa yang dikatakan Liora benar, sekali-kali tidak apa-apa menghabiskan uang suamimu, tidak ada salahnya mengambil kesempatan dalam kesempitan bukan? Maksudku selagi Kak Max memberikan kamu kesempatan untuk memilih beberapa gaun, kamu harus menurutinya dan ambil saja."


Liora tersenyum puas saat Kak Jasmine membenarkan apa yang dia katakan pada Kak Bunga.


"Kak, Kak Max itu adik iparmu, kenapa kau memanggilnya Kakak? Tanya Liora yang memang penasaran sedari dulu karena Jasmine memanggil Max dengan panggilan Kakak, padahal Max adalah adik iparnya.


"Apa kalian sungguh ingin tahu?" Tanya Jasmine membuat Liora dan Bunga mengangguk bersamaan, apalagi Liora yang sebenarnya begitu penasaran dengan kisah cinta Kakak pertamanya itu, karena dia tidak menyaksikan bagaimana awalnya mereka bertemu sampai akhirnya menikah.


Liora menunggu dengan sabar jawaban yang akan keluar dari Kakak Ipar pertamanya begitu pun dengan  Kak Bunga.


"Kak cepat katakan! Kau membuat kita penasaran," kesal Liora karena Jasmine tidak kunjung menjawab.

__ADS_1


"Tidak ada alasan apapun, aku hanya memanggil dia Kakak karena dia lebih tua dariku, dan yang paling penting Suamiku juga menyetujuinya," kata Jasmine tersenyum.


"Oh kirain kenapa, tapi kenapa Kakak tidak memanggil Kak Vano Kakak? Bukankah Kak Vano juga lebih tua dari Kak Jasmine?" Tanya Liora lagi masih penasaran menanti jawaban Kakak Ipar pertamanya itu.


__ADS_2