Please Love Me

Please Love Me
Bab 339


__ADS_3

"Sudah siap sayang?" Jason membuka pintu kamar putrinya, disana ada Lily yang tengah membantu putrinya bersiap-siap. Hari ini mereka akan datang ke ulang tahun anak Liora dan Ronald.


"Cinta sudah siap ayah," gadis kecil yang kini mengenakan bando dengan gaun berwarna biru itu langsung mendekat ke arahnya.


"Cantik sekali putri ayah," puji Jason hendak mengecup pipi Cinta tapi ketiga perempuan yang Jason cintai itu berteriak kompak, melarang Jason untuk melakukannya, bahkan Cinta mundur beberapa langkah untuk menghindari ayahnya.


"Kenapa?" Tanya Jason heran menatap ketiganya bergantian.


"Apa kamu ingin merusak dandananku?"


Jason menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Oh iya lupa. Ya sudah kalau begitu, ayah tunggu di luar, ambil mobil sama manasin dulu."


"Iya," jawab Lily yang masih fokus dengan apa yang dilakukannya.


Jason mendekat ke arah Cinta saat anak gadis pertamanya lengah, Jason mencuri ciuman di pipi sang putri, membuat ketiga perempuan tadi kembali kompak berteriak akan keisengan Jason, bahkan bibir Cinta sudah mengerucut karena bedak khas anak kecil yang ada di wajahnya terhapus karena ulah ayahnya.


Dan Lily kesal saat mendengar tawa suaminya begitu keluar dari kamar putri mereka.


"Uda sayang jangan cemberut gitu, nanti ibu benerin, tunggu adek selesai dulu ya, hmm sini duduk dulu!" Lily menarik tangan Cinta meminta putrinya untuk duduk di samping Aulia.


"Masih lama tidak bu?" 


"Tidak kok sayang, bentar lagi."


Cinta duduk masih dengan wajahnya yang ditekuk.


"Jangan ditekuk gitu dong sayang wajahnya, nanti cantiknya hilang, nanti kak Ian tidak suka lagi loh," goda Lily.


"Tidak kok."


Lily tersenyum godaannya rupanya mempan juga, terbukti kini putrinya sudah tersenyum lagi sambil bertanya-tanya, siapa saja yang nanti akan datang ke acara ulang tahun Alvi, apa kak iannya datang atau tidak, banyak lagi yang putri pertama Lily itu tanyakan dan Lily tentu saja dengan sabar menjawab rasa keingintahuan sang putri, hingga tak terasa kini dia sudah selesai urusannya dengan Aulia, Lily memanggil Cinta untuk mendekat dan duduk di hadapannya ketika Aulia bangun dan berpindah.


"Sudah selesai, sekarang kalian temui ayah, ibu ganti baju dulu ya."


"Kita tunggu ibu saja, nanti ayahnya nakal lagi," jawab Cinta yang masih ingat bagaimana keisengan ayahnya tadi.


Lily tersenyum mengelus lembut pipi keduanya.

__ADS_1


"Tidak akan, ada kakek tadi di bawah sama nenek, ayah tidak berani macam-macam," ucap Lily mencoba membujuk kedua putrinya, karena jika sampai Cinta dan Aulia sampai menunggunya di kamar, maka dia tidak akan selesai-selesai.


"Beneran kakek dan nenek ada?" Tanya Cinta memastikan.


"Iya, apa mau coba ibu telepon kakek tanya kakek dimana?"


Keduanya mengangguk kompak. Lily mengambil ponsel lalu menghubungi ayahnya, menanyakan pria itu sedang dimana, Lily bahkan menyalakan speaker agar Cinta dan Aulia bisa mendengar sendiri.


Begitu mendengar kakek mereka yang memang benar bersama sang ayah, Cinta dan Aulia pun setuju dengan permintaan ibu mereka untuk turun menemui ayahnya yang sudah turun lebih dulu sembari menunggu ibunya yang tengah berganti pakaian.


*


*


"Lama  banget sih sayang, lihat ini sudah jam berapa?" Kata Jason yang sebenarnya tadi akan menyusul Lily ke atas, tapi berhubung Alan tadi mendapat telepon dan pamit meninggalkanya, sedangkan Dea tadi memang berpamitan ke kamar mandi. Dan karena tidak ada seorangpun yang menjaga Cinta dan Aulia, membuat Jason akhirnya mengurungkan niatnya, dia tidak tahu apa yang terjadi nanti jika sampai meninggalkan kedua putrinya yang terlampau aktif, bisa-bisa nanti rumah akan kembali seperti kapal pecah dan berakhir dengan keluarganya yang bisa saja tidak bisa datang ke acara karena sibuk merapikannya.


"Ini juga karena ulah kamu, siapa suruh tadi kamu rusuhin anak kita," jawab Lily tak bersahabat.


"Hehehe maaf, habisnya gemas."


"Lihat ini, kayak Cinta dan Uli saja," Jason mencubit bibir Lily gemas, yang tentunya langsung mendapatkan tabokan di tangan oleh sang istri.


"Sakit sayang!" Rengek Jason manja, berpura-pura kesakitan padahal Lily melakukannya tanpa tenaga ekstra.


"Stop sayang dramanya, nanti kita akan terlambat."


"Ya sudah ayo!" Jason menghampiri kedua putrinya yang asyik menonton video di ponselnya, menggandeng keduanya berjalan keluar. Sedang Lily mengikuti di belakangnya, dalam hati berbisik sambil mengelus lembut perut besarnya.


"Ibu sudah tidak sabar sayang menanti kehadiranmu."


"Kenapa?" Tanya Jason yang kini berbalik menghadap ke arah istrinya setelah membuka pintu mobil, menatap istrinya khawatir, karena Lily berjalan sambil mengelus-ngelus perutnya.


"Tidak apa-apa," Lily masuk meninggalkan Jason yang masih menatapnya cemas.


"Ayo sayang!" Lily membuka kaca pintu mobilnya karena Jason masih saja berdiri di tempatnya tadi.


"Oh iya," memutar langkahnya masuk ke kursi kemudi dan segera melajukannya ke kediaman William karena Liora dan Ronald masih tinggal disana, hingga menunggu rumah yang Ronald dirikan untuk keluarga mereka jadi.

__ADS_1


Baru saja jalan, suasana mobil langsung ramai, tentunya karena diisi ocehan kedua putri Lily dan Jason itu.


Lily tentu saja menanggapi dengan senang hati pertanyaan kedua putrinya, Jason hanya sesekali menanggapi karena fokus pada jalanan yang dilaluinya. Hingga akhirnya mobil yang membawa keluarga Jason itu akhirnya sampai di kediaman William.


Jason membuka pintu, membantu anak-anaknya turun, yang dengan segera berlari masuk, apalagi saat melihat mobil Stevano sudah ada di sana yang berarti jika Vira serta yang lainnya juga sudah datang.


"Hati-hati sayang!" Peringat Jason.


"Iya ayah," teriak keduanya masih terus berlari.


Jason menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya.


"Lihat tuh anak-anak, tidak sabaran banget," adu Jason pada Lily yang baru saja turun.


"Biarkan saja, namanya juga anak-anak," Lily menggamit tangan suaminya mengajaknya untuk masuk.


"Lily, akhirnya kamu datang juga, aku kira kamu tidak ikut," Liora berjalan menghampiri mengelus perut Lily sambil tersenyum.


"Jadi yang ini jagoan?" Tanyanya yang diangguki Lily.


"Iya lengkap sudah jadinya."


"Benar, aku juga berharap punya anak lagi, biar Alvi ada temannya." 


Jason berpamitan pada kedua wanita itu, membiarkan sang istri mengobrol dengan Liora.


"Alvi masih kecil kamu yakin mau nambah lagi."


"Cinta saja saat itu berumur dua tahun kan waktu Aulia ada," kata Liora menatap Lily.


"Iya juga ya," Lily menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena melupakan hal itu.


"Senang aja gitu, kalau jarak mereka tidak terlalu lama, jadi bisa besar bareng, main bareng."


"Kau benar kak, tapi kadang pusing juga kalau mereka ribut dan salah satu diantara mereka tidak mau mengalah, untung banyak yang bantu aku waktu itu."


Liora mengangguk membenarkan perkataan Lily kemudian mengajaknya untuk masuk ke dalam, dimana disanalah tempat acara yang sesungguhnya.

__ADS_1


__ADS_2