Please Love Me

Please Love Me
Part 87


__ADS_3

"Apa yang mau kamu lakukan?" Lily semakin mundur saat Suaminya itu mendekat dan terus mendekat hingga Lily tubuh kaki Lily menabrak tempat tidur dan jatuh di atasnya.


"Jason tolong jangan bercanda seperti ini, aku tadi hanya tidak mau kamu dan Kak Al terus ribut apalagi sampai Kak Al tadi terlihat kesal," Lily menjelaskan kenapa tadi dia marah hingga tidak mau ikut ajakan suaminya.


Jason kini naik ke atas ranjang dan menghimpit tubuh istrinya, wajahnya mendekat ke wajah Lily.


Cup


Jason mengecup bibir Lily.


Bibir Lily mengerucut saat tiba-tiba suaminya mengecup bibir itu sekilas.


Cup


Sekali lagi benda kenyal mendarat di bibir Lily dengan durasi yang cukup lama.


"Jangan memanggilku dengan nama saja, dan sekarang lebih baik kamu bersiap-siap sekarang, kalau tidak…," Jason sengaja menggantung kata-katanya.


"Kalau tidak kenapa memang?" Tanya Lily kesal karena Suaminya itu kalau bicara hanya setengah-setengah.


"Aku akan menghukummu lebih dari ini!" Kata Jason dengan senyum menyeringai.


Lily menelan salivanya susah payah, "Ba..baiklah, kamu keluar dulu, aku akan bersiap," putus Lily pada akhirnya.


"Tidak, aku akan menunggumu disini," kata Jason menyingkir dari atas tubuh istrinya dan merebahkan diri di atas ranjang tepat samping istrinya.


"Tapi…


"Cepat atau aku akan menghukummu," potong Jason membuat Lily langsung bangun dan berlari ke kamar mandi.


Jason terkekeh geli melihat tingkah istrinya, "Rasanya senang sekali mengerjaimu," gumam Jason menatap istrinya yang menghilang di balik pintu kamar mandi.


Sambil menunggu istrinya, Jason mengambil ponselnya dan memainkannya.


Tak lama pintu kamar mandi terbuka sedikit, kepala Lily menyembul dibalik pintu.


Lily mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Suaminya,terdengar Lily menghembuskan nafas berat saat melihat Suaminya kini berbaring di atas ranjang. Lily menggigit kukunya bingung harus bagaimana.


Lima menit, sepuluh menit, Lily tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Jason yang khawatir langsung turun dan berniat menghampiri istrinya.


Tok


Tok


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Tanya Jason benar-benar cemas takut terjadi sesuatu pada istrinya.

__ADS_1


"Sayang!" Jason kembali memanggil Istrinya lagi saat tidak mendengar sahutan dari dalam.


"Sayang!"


"Hmm, aku baik-baik saja," jawab Lily dengan lirih.


"Ya sudah cepat keluar! Nanti kamu masuk angin jika terlalu lama di kamar mandi," perintah Jason yang takut istrinya sakit jika terlalu lama di dalam kamar mandi.


"Hmmm, tapi.."


"Kenapa?" 


"Bisakah aku minta tolong?" Ucap Lily ragu.


"Minta tolong apa?" 


"Aku lupa membawa handuk, bisa tolong ambilkan?" Kata Lily dengan suara yang sangat pelan.


"Apa yang kamu katakan sayang? Aku tidak mendengarnya, bisakah kamu katakan lebih keras?" Teriak Jason dari luar pintu kamar mandi.


Lily mendengus kesal, tubuhnya sedikit menggigil tapi Suaminya itu seperti sengaja ingin menggodanya.


"Sayang, aku mohon, dingin nih, kamu mau aku sakit?" Ucap Lily memelas.


Jason yang tidak tega pun langsung mengambilkan handuk untuk sang istri. 


"Ini handuknya, sekarang buka pintunya!" Perintah Jason menyerahkan handuk yang tadi diambilnya.


Lily pun membuka pintu sedikit dan mengulurkan tangannya. "Mana?" Tanyanya.


Bukannya memberikan handuk, Jason justru mendorong pintu agar dirinya bisa masuk.


"Akh!" Teriak Lily yang terkejut dengan aksi Suaminya itu.


Lily langsung merebut handuk itu untuk menutupi tubuh polosnya.


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Lili memegang handuk itu erat.


"Untuk apa kamu menutupinya? Bahkan aku sudah melihat semuanya," kata Jason sarkas.


"Dasar me*sum!" 


"Tidak apa sama istri sendiri juga," jawab Jason tanpa dosa.


"Minggir dulu, aku mau memakai baju dulu," kata Lily sedikit mendorong tubuh Suaminya.

__ADS_1


"Tidak perlu dipakai jika nantinya  akan dilepas kembali," Jason terlihat tersenyum menyeringai, senyum yang belakangan ini selalu Lily lihat.


"Jason ayolah aku tidak sedang ingin bercanda!" 


Tanpa banyak kata, Jason langsung kembali mendaratkan bibirnya ke bibir istrinya untuk kesekian kalinya.


"Aku sudah bilang, jangan panggil aku hanya dengan nama, jika kamu tidak ingin aku menghukummu," kesal Jason karena istrinya susah sekali untuk mengganti panggilan, dirinya akan memanggil sayang jika ada maunya seperti tadi contohnya, saat dirinya minta diambilkan handuk.


"Baiklah, tapi kamunya minggir dulu," Lily kembali mendorong pelan tubuh Suaminya.


"Tidak, sebelum kamu memanggilku dengan benar," kata Jason tidak mau kalah.


"Sayang, tolong minggir dulu, bukankah tadi kamu bilang mau mengajakku pergi, jadi aku akan segera bersiap-siap dan kamu tunggulah di luar biar akunya cepat selesai," pinta Lily dengan tatapan memohon.


"Bukannya kamu tidak ingin pergi," Jason minggir memberi jalan untuk istrinya agar bisa keluar.


"Dan kamu ingin aku ikut, jadi aku akan bersiap-siap dulu," kata Lily mengecup pipi Suaminya dan langsung melangkah pergi dengan sedikit berlari.


Jason memegang pipi yang tadi dicium istrinya dan menggelengkan kepalanya, istrinya benar-benar membuatnya takjub dengan segala tingkahnya.


"Kenapa hanya dipipi," gumam Jason dengan senyuman lebar.


Jason pun keluar dari kamar mandi dan menuju sofa duduk di sana, mengirim pesan pada seseorang bahwa dirinya akan kesana sekarang juga.


"Kalau tidak ada urusan penting, lebih baik jika aku menghabiskan waktuku di rumah untuk bersamamu," kata Jason menatap pintu walk in closet tempat istrinya sekarang sedang bersiap.


***


"Ibu dimana sekarang? Ibu kirim lokasinya, aku akan segera datang menjemput Ibu," ucap gadis cantik yang sedang berbicara lewat telepon.


"Baiklah, Ibu jangan kemana-mana, aku akan segera kesana dan ingat pastikan ponsel Ibu aktif terus, agar aku bisa terus menghubungi Ibu," kata gadis itu yang tidak henti-hentinya berbicara pada sang Ibu yang sepertinya terjadi masalah.


"Ya sudah, aku akan kesana sekarang dan ingat pesanku," gadis itu lagi-lagi memperingatkan Ibunya sebelum akhinya dirinya benar-benar memutuskan panggilan.


Eliora Anderson gadis yang sedang berteleponan dengan Ibu angkatnya yang mobilnya mogok di tengah jalan, membuatnya khawatir.


Dia kemudian berjalan cepat, keluar dari rumah menuju ke mobilnya. Padahal  dirinya baru saja sampai rumah setelah berjalan-jalan dengan Jack, asisten pribadi Kakak keduanya. Setelah masuk, dirinya pun langsung melajukan mobil tersebut membelah jalan Ibu kota yang cukup padat kendaraan hari ini.


"Semoga Ibu tidak apa-apa," harapnya saat menyusul Ibu kedua yang sangat disayanginya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, sekitar satu jam lamanya, akhirnya Liora pun sampai di lokasi yang tadi Ibunya kirimkan. Liora mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang sudah membesarkannya.


"Hingga tak lama kedua netranya menangkap sosok wanita itu sedang bersandar di depan badan mobil.


Liora langsung mempercepat lajunya, merasa kasihan pada sang Ibu yang menunggu dirinya selama satu jam an, di tempat yang sepi dan jarang sekali ada kendaraan lewat.

__ADS_1


Liora langsung turun dan segera berlari ke  arah Ibunya, dan memeluk wanita itu memastikan bahwa Ibunya baik-baik saja.


Saat semakin dekat, Langkah Liora berhenti, saat dirinya melihat ada seorang pria menghampiri Ibunya.


__ADS_2