Please Love Me

Please Love Me
Bab 322


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Jason sudah bersiap, dirinya segera berjalan ke arah kamar sang putri untuk melihat apakah putrinya sudah siap atau belum. Semalam Jason sempat berbisik-bisik pada putrinya, untuk ikut dengannya, tapi meminta agar putrinya itu tidak bilang pada ibunya, kata Jason ini rahasia mereka. Dan Cinta pun mengangguk setuju, gadis kecil itu kini bahkan sudah bangun dan bersiap sendiri, saat Jason datang ke kamarnya.


"Sudah siap sayang?" Ucap Jason pada putri pertamanya dengan suara teramat pelan, tak ingin membuat putri keduanya bangun.


"Sudah, kita berangkat sekarang ayah?"


Jason mengangguk dan segera menggandeng putrinya keluar.


"Ibu?"


"Ibu masih tidur, nanti ayah kirim pesan saja."


Cinta mengangguk kemudian keduanya pun segera keluar. Jason membantu putrinya masuk ke mobil, lalu dirinya berlari  kecil ke sisi yang lain dan buru-buru masuk lalu mulai melajukannya, hari masih tampak begitu pagi saat mereka keluar. 


"Ingat kan nanti jika ibu bertanya?"


"Iya ayah."


Jason mengangguk kemudian mengemudikan mobilnya ke tempat yang cukup jauh, tepatnya di kediaman Stevano yang dulu, dimana disana Stevano dan juga putranya Alno juga sedang menunggu mereka disana.


*


*


Lily meraba ranjang sampingnya, kosong, suaminya sudah tidak ada disana.


"Kemana dia?" Gumam Lily yang kini segera turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi, mengira jika Jason ada disana, tapi begitu membuka pintu kamar mandi juga kosong. Lily kemudian masuk dan membersihkan diri terlebih dahulu. Dia akan mencari suaminya nanti, yang Lily yakini jika suaminya mungkin saja ada di kamar anak-anak mereka.


Begitu selesai dengan kegiatan mandinya, Lily keluar dan menuju kamar Cinta dan Aulia. Aulia tampak masih tertidur pulas, tapi Cinta?"


Lily kemudian duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan Aulia.


"Apa Cinta bersama ayahnya ya?" Tanya Lily entah pada siapa.


"Ibu…"


Lily menoleh saat mendengar sang putri memanggil. Dia tersenyum kala melihat bahwa ternyata kini aulia sudah bangun.


"Jangan digosok seperti itu sayang, ayo kita mandi, lalu langsung ke bawah, Uli sudah lapar kan?"


Gadis kecil itu hanya mengangguk dan mengulurkan kedua tangannya. Lily bangun dari duduknya kemudian membantu putrinya bangun dan menggendongnya menuju kamar mandi untuk memandikannya.

__ADS_1


"Uli tau Kak Cinta pergi?"


Uli hanya menggeleng, dia memang masih tertidur lelap saat tadi kakaknya keluar dari kamar.


"Ya sudah ayo, mungkin ayah sudah dibawah bersama kakak." Ucap Lily begitu sudah selesai mendandani putrinya.


"Ayah kira kalian ikut bersama Jason," Lily menatap ayahnya yang tengah duduk di ruang tengah sambil menonton berita.


"Loh, memangnya suami Ale kemana yah?"


"Kamu tidak tahu suami kamu pergi?"


Lily menggeleng, kemudian berjongkok di depan putrinya dan berkata.


"Dek Uli sama kakek dulu ya."


Aulia mengangguk lalu berjalan menghampiri kakeknya yang langsung disambut Alan dan membantu cucunya untuk naik.


Sementara itu, Lily kembali ke kamarnya untuk mengambil ponsel, yakin jika suaminya mengirimkannya pesan. Begitu masuk, buru-buru diambil ponsel miliknya lalu langsung membuka dan benar saja ada pesan bahkan panggilan tak terjawab. Baru saja, Lily akan memanggil nomor suaminya, Jason justru lebih dulu menghubunginya dan segera saja Lily menjawab panggilan itu.


"Halo sayang, kamu dimana?"


"Iya ingat, kok kamu tidak mengajakku," rajuk Lily.


"Lain kali ya, nanti aku akan ajak kamu kesini, kalau kamu mau nanti aku akan bilang pada Tuan Stevano untuk meminjamkannya padaku, dan kita naik kuda sama-sama. Dan maaf, aku tadi tidak berpamitan langsung, habisnya kamu tidur nyenyak sekali, aku jadi tidak tega membangunkanmu, oh ya, juga jangan bilang sama Uli ya, nanti takutnya dia iri sama kakaknya," jelas Jason panjang lebar.


"Ya sudah, tapi beneran ya, nanti pinjam kuda Tuan Stevano, terus kita naik kuda sama-sama."


"Iya sayang, tapi kamu yakin sudah bisa naik kuda sendiri?"


"Kata siapa aku sendiri, ya berdua sama kamu lah."


"Oh kirain, ya uda, sudah dulu ya, itu Tuan Stevano sudah datang," kata Jason yang kemudian mengakhiri panggilan mereka setelah sang istri mengiyakan.


Lily meletakkan ponselnya kembali, dia tersenyum saat melihat pesan Jason setelahnya. 


Lily kembali turun, karena perutnya memang sudah sangat lapar. Dan sampai di bawah ayah, Ibu dan juga putrinya sudah berkumpul tinggal menunggu dirinya juga.


"Bagaimana sayang?"


Lily melirik Aulia yang sibuk dengan makanannya. Barulah dia menjawab pertanyaan ayahnya dengan suara teramat pelan.

__ADS_1


Alan mengangguk mengerti, kemudian mereka mulai menyantap sarapan.


*


Lily sedari tadi hanya mengganti-ganti saluran yang ditontonnya.


"Membosankan," ucapnya yang kemudian memilih untuk mematikan televisi.


Lily menunduk merapikan rambut putrinya yang kini tidur berbantalkan pahanya.


Kemudian buru-buru mengambil ponsel miliknya yang berbunyi takut membangunkan tidur Aulia.


"Iya sayang," jawab Lily saat melihat bahwa suaminya lah yang saat ini menghubungi.


"Hmmm apa ya? Yang segar-segar saja deh," jawab Lily saat Jason bertanya dia mau dibeliin apa.


"Kamu mau pulang sekarang kan?" Lily lalu tersenyum saat suaminya bilang jika dalam perjalanan pulang.


"Ya sudah cepetan tapi harus hati-hati juga," ucapnya.


"Iya kangeeen banget, rasanya sepi jika tidak ada kamu. Apalagi Uli sedang tidur," jawab Lily.


"Ya udah hati-hati bawa mobilnya," kata Lily hingga panggilan pun akhirnya berakhir.


Lalu kembali dia letakkan ponsel di sampingnya dan juga mengambil remote dan menyalakan lagi televisinya sambil menunggu suaminya pulang.


*


*


Dengan kedua tangannya yang penuh dengan barang belanjaan, Jason melangkah masuk ke dalam rumah. Cinta putrinya itu tidak ikut pulang bersamanya tapi pulang bersama Stevano, katanya mau main bersama dengan Vira. Dan Jason pun mengizinkan karena bagaimanapun Cinta memang masih dalam masa yang ingin bermain dengan teman-teman sebayanya.


Jason membawa barang belanjaannya ke dapur, barulah setelah itu dia akan memanggil istrinya. Dan saat akan menaiki anak tangga menuju kamarnya, Jason mengurungkan niat saat melihat ada seseorang yang duduk di sofa. Jason mendekat dan istrinya ternyata sudah tidur, bukan lagi menonton televisi karena yang ada televisi yang sekarang menonton. Pandangannya juga jatuh pada Uli yang juga sama lelapnya dengan sang ibu.


Jason dengan perlahan mengangkat tubuh Uli putrinya dan langsung membawanya ke kamar. Jason mengecup kening Uli, lalu berlalu pergi menghampiri sang istri yang tidur dalam posisi duduk dan berniat memindahkannya ke kamar agar tidur wanitanya itu nyaman.


"Malah ketiduran sih sayang, padahal aku sudah bawa banyak makanan dan beberapa pesanan kamu tadi," gumam Jason menyelipkan rambut Lily ke belakang telinga wanita itu.


Jason mengangkat tubuh Lily dengan hati-hati, lalu membawa ke kamar.


"Akhirnya kamu pulang juga," ucap Lily begitu membuka mata dan wajah suaminya lah adalah hal yang pertama kalinya dia lihat.

__ADS_1


__ADS_2