
"Jack? Ngapain kamu disini?" Ucap Liora melihat siapa orang yang duduk di sebelahnya.
"Menunggumu, sudah selesai? Jika sudah ayo pergi!"
"Kenapa kamu bisa disini? Jangan bilang kamu mengikutiku? Apa ini perintah Kak Max, iya kan Jack? Kak Max yang menyuruhmu untuk mengawasiku."
"Liora ayo kita pulang, pria itu sudah pergi," Jack meraih tangan Liora dan menariknya agar bangun
"Jack, kamu belum menjawab pertanyaanku!" Liora segera menepis tangan Jack.
"Tidak ada yang perlu aku jawab Liora, ayo sekarang kita kembali."
"Aku tidak mau, aku masih ingin disini," kata Liora yang kembali duduk, dan Jack pun ikut duduk di samping Liora.
"Baiklah aku kasih kamu waktu sepuluh menit disini, setelah itu aku akan mengantarmu pulang."
"Jack…"
"Liora dengarkan aku, turuti perintahku, sebelum nantinya kamu menyesal, kakakmu masih memerintahku dan aku masih toleran terhadapmu, tapi nanti jika kamu tidak mendengarkanku, dan kakakmu melemparkan kepada orang lain untuk mengawasimu, aku tidak tahu apa orang itu akan sepertiku yang bahkan kini bisa memberimu waktu untuk tetap berada disini."
"Jadi benar, kau hanya disuruh oleh Kak Max, Jack tidak bisakah kau melakukan sesuatu karena keinginanmu sendiri bukan karena perintah orang lain?"
"Itu tugasku Liora dan aku tidak bisa menghindar," tegas Jack.
"Dengan menuruti semua perintah Kak Max dan mengabaikan dirimu sendiri?"
"Liora!"
Keduanya pun sama-sama terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Jack apa kelak jika kamu memiliki kekasih, dan saat kau bersamanya, ketika Kak Max menyuruhmu untuk datang kau akan meninggalkan kekasihmu?" Tanya Liora menatap Jack setelah hening untuk beberapa saat.
"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Tidak apa-apa hanya bertanya saja, ayo kita pergi dan makasih karena sudah membiarkan aku di sini walau cuma sebentar."
Liora kemudian bangkit dari duduknya, dan berjalan lebih dulu.
"Dimana mobilmu?" Tanya Liora begitu sampai di parkiran mencari-cari mobil Jack.
"Disana!"
__ADS_1
"Mobilmu baru? Pantas saja aku tidak tahu kamu mengikuti." Liora hendak membuka mobil berwarna hitam itu.
"Tunggu Liora!" Cegah Jack saat Liora akan membuka pintu mobil.
"Kenapa?"
"Maaf bisakah Anda minggir? Ini mobil saya," kata seorang wanita yang tiba-tiba sudah ada di belakang Liora.
"Ini?" Liora menunjuk mobil yang tadi akan dibukanya.
Wanita itu tersenyum dan mengangguk.
"Oh maaf, salah mobil," kata Liora menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hmm tidak apa-apa."
Liora tersenyum kaku, kemudian minggir, membiarkan wanita itu untuk masuk ke mobilnya.
"Jack," Liora menarik telinga Jack hingga Jack mengaduh kesakitan bahkan telinga pria itu sudah tampak memerah.
"Aww, sakit Liora! Liora lepas!"
"Kamu membohongiku?"
"Kamu masih mengelak, jelas saja tadi kamu membohongiku, kamu tahu, aku sangat malu, bagaimana jika wanita itu mengira aku...Jack ini semua gara-gara kamu."
"Aku tidak berbohong benar mobilku ada disini, itu mobilku!" Kata Jack menunjukkan mobilnya yang tepat ada di sebelah mobil tadi.
"Ini?"
"Hmm."
"Ya sudah cepat buka!"
Jack pun segera menuruti perintah Liora.
Begitu mobil sudah terbuka, Liora segera masuk, Liora sungguh malu mengingat kejadian tadi, bagaimana dirinya bisa salah mobil.
"Tidak perlu malu, hanya aku yang melihatnya, lagian wanita itu, kita juga tidak akan bertemu lagi," kata Jack yang menyusul masuk, menenangkan Liora, tahu jika gadis itu pasti malu karena kejadian tadi.
"Tidak perlu dibahas," Liora menyilangkan kedua tangannya menatap keluar jendela.
__ADS_1
Jack menggelengkan kepala dan tersenyum menatap Liora. Pria itu pun kini mulai melajukan mobilnya.
"Jika aku memiliki kekasih, aku akan lebih mengutamakannya," ucap Jack tiba-tiba membuat Liora langsung menatapnya.
"Disaat aku bersamanya dan Tuan Max menyuruhku di luar jam kerja aku pasti akan menolaknya, dan perlu kamu tahu, aku mengikutimu bukan karena Tuan Max yang menyuruhku, tapi itu murni keinginanku sendiri," tambah Jack lagi.
"Kenapa? Kenapa kau ingin mengikutiku?" Tanya Liora selesai Jack berbicara.
"Apa harus ada alasan kenapa aku mengikutimu?"
"Jack, kau tidak…"
"Ya Liora seperti yang kau pikirkan, aku menyukaimu," ucap Jack setelah menepikan mobilnya.
"Jangan Jack! Jangan menyukaiku jika tidak ingin terluka."
"Apa salah aku menyukaimu? Apa aku ingin menyukaimu? Aku bahkan tidak tau kenapa ada perasaan semacam itu di hatiku, lantas aku bisa apa Liora?"
"Jack...aku…oke kamu tidak salah, tapi Jack lebih baik lupakan itu semua."
"Kenapa? Karena kamu sudah menyukai dia?"
"Jack kamu…"
"Iya aku tahu, aku tahu jika kamu menyukai dia, jika tidak, untuk apa-apa kau buru-buru pergi untuk menyusulnya? Padahal dia pergi hanya sebentar, dia pasti akan segera kembali."
"Jack maaf, bukan cuma karena itu," Liora menatap jauh jalanan di depannya.
"Aku tahu rasanya mencintai dan tidak terbalaskan, aku menunggunya cukup lama tapi dia berakhir dengan yang lain, aku mencoba menghapusnya tapi aku selalu gagal, aku terjebak dalam perasaan semacam itu, dan kamu Jack, aku tidak ingin kamu mengalami apa yang aku rasakan, aku tidak mau kamu jadi seperti aku yang terjebak dan sulit untuk keluar, jadi Jack sebelum perasaanmu semakin dalam, kamu lupakanlah perlahan."
"Jika kamu tau rasanya bagaimana cinta tak terbalaskan, jika kamu tidak ingin aku merasakan seperti apa yang kau rasakan, kenapa tidak kau balas perasaanku? Dan belajar untuk mencintaiku sekaligus melupakannya," Jack menatap Liora dengan pandangan sendu.
"Tidak bisa Jack, maaf aku benar-benar tidak bisa, karena cinta tidak bisa dipaksakan, jika pun aku menerima perasaanmu, dan nyatanya hatiku bukan untukmu, kamu akan lebih terluka."
"Bagaimana kalau aku tidak peduli hal itu, bagaimana jika aku hanya ingin kamu selalu di sampingku, itu saja sudah cukup untukku.
"Tidak, kamu salah, itu semua tidak akan cukup, karena apa? Karena kamu nantinya hanya akan berpura baik-baik saja, berbeda dengan apa yang hatimu rasakan. Dan lagi Jack seperti yang kau bilang tadi, aku menyukai dia Jack, aku berhasil melupakannya karena dia."
"Liora kamu tahu jika Tuan Max tidak akan mengijinkan kamu berhubungan dengan dia? Kamu tahu siapa dia dan bagaimana kehidupannya sebelum bertemu denganmu? Apa kamu sudah mencari tahu itu semua? Kau hanya akan terluka Liora, dia…"
"Memiliki banyak wanita, itu yang kau maksud? Aku tidak peduli Jack, jika dia juga menyukaiku. Karena bagaimana kehidupannya sebelum bertemu aku, itu hanya bagian dari masalalunya."
__ADS_1
"Liora!"
Liora pun menoleh dan kembali menatap Jack, gadis itu tersenyum, "Kamu tenang aja, dan tidak perlu mengkhawatirkan aku Jack, kamu pikirkan dirimu sendiri, sebelumnya terima kasih karena sudah menyukaiku, tapi Jack, aku ingin mulai sekarang kamu lupakanlah aku, hapus perasaan yang kamu rasakan terhadapku," kata Liora menatap Jack yang masih terus memandanginya. Liora berharap Jack mau mendengarkannya.