Please Love Me

Please Love Me
Bab 198


__ADS_3

"Kamu dari mana saja?" Tanya Jason pada adik Tuannya itu.


"Hmm itu… oh ya Kak, Lily mana? Aku mau bertemu dengannya," jawab Liora yang langsung mengalihkan pembicaraan.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku Liora?" Jason menatap curiga pada gadis yang pernah dia sukai itu.


"Hmmm itu… aku habis dari rumah, memang dari mana lagi? Oh ya Lily mana?" Liora langsung menerobos masuk, membuat Jason hanya menghela nafasnya saat gadis itu malah mencari kesana kemari.


"Lily ada di kamar," jawab Jason dan Liora langsung menoleh.


"Dimana kamar kalian?" Tanyanya.


"Di atas sebelah kiri tangga," Jawab Jason dan Liora pun segera menaiki anak tangga menuju kamar Lily.


Jason menggelengkan kepala, kemudian kembali ke dapur, tadi saat dirinya akan membuatkan su*sunya untuk istrinya, bel berbunyi terus menerus, hingga dia pun buru-buru membukakan pintu, karena Bibi sedang pergi berbelanja, sementara ayah mertuanya sudah pergi pagi-pagi sekali.


Tok


Tok


"Lily buka pintunya!" 


"Lily!"


Liora terus saja mengetuk pintu kamar Lily.


Ceklek


Tak lama, Lily muncul dengan rambutnya yang masih dibungkus handuk, terlihat jika wanita itu baru saja selesai mandi.


"Kok Kakak disini?" Seperti suaminya, Lily juga merasa heran melihat keberadaan Liora di rumahnya pagi-pagi. Tidak biasanya.


"Hmm ayo, ada yang ingin aku katakan, Liora menengok kiri kanan, dan begitu melihat sofa dia menarik tangan Lily pelan untuk duduk disana.


Sementara Lily mengernyitkan dahinya bingung dan hanya menuruti apa yang dilakukan gadis itu.


"Kenapa Kak?" Tanya Lily yang sedari tadi menahan rasa penasarannya.


"Mulai hari ini kamu harus mengajariku memasak," ucap Liora mantap.


"Memasak?" 


"Iya, aku akan buktikan kalau aku bisa memasak, seorang Liora tidak boleh diremehkan seperti tadi," tambahnya dengan menggebu-gebu.


"Memangnya siapa yang meremehkan? Memangnya ada yang berani meremehkan Kakak?" 


"Ada, ayah buaya. Aku harus buktikan padanya bahwa dia salah menilaiku."


"Ayah buaya?" Lily semakin tidak mengerti apa maksud yang Liora ucapkan.


"Iya jadi hari ini kita pokoknya harus belajar memasak."

__ADS_1


"Tapi hari bukankah kita tidak bisa?" 


"Kenapa tidak bisa? Atau kamu tidak mengajariku? Ayolah Lily kalau pintar itu dibagi-bagi, jangan disimpan sendiri," kata Liora dengan tatapan kecewa mendengar jawaban Lily.


"Bukan seperti itu, tapi bukankah hari ini Jasmine pulang dari rumah sakit?"


Liora menepuk pelan keningnya, dia baru ingat tentang itu.


"Oh iya, kenapa aku bisa lupa ya?" Liora buru-buru mengambil ponselnya.


"Yah mati lagi, aku pinjam charger kamu," kata Liora kepada Lily.


"Sayang, aku cari-cari ternyata ada disini," ucap Jason yang membawakan nampan berisi su*su ibu hamil dan meletakkannya di atas meja.


"Terima kasih," ucap Lily dan langsung meminum su*su yang dibuat oleh suaminya.


Jason kemudian ikut duduk di samping istrinya.


"Untuk apa kau pagi-pagi kesini, bukannya ke rumah sakit, apalagi hari ini Nyonya muda akan pulang," kata Jason dengan tatapan menyelidik.


"Iya nanti habis dari sini, lagian ponselku juga lowbat," jawab Liora kesal karena Jason secara tidak langsung mengusirnya.


"Oh ya sebentar Kak, aku ambilkan dulu," kata Lily yang baru teringat jika tadi Liora mau meminjam chargernya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Jason yang melihat istrinya bangun dari duduknya.


"Ke kamar, Kak Liora mau pinjam charger," kata Lily menatap suaminya.


"Biar aku saja," kata Jason menyuruh istrinya duduk kembali.


"Merepotkan," gerutu Jason saat berjalan melewati Liora.


Liora hanya mengerucutkan bibirnya saat mendengarkan ucapan pria itu yang memang benar adanya.


"Sudah jangan diambil hati," kata Lily melihat wajah Liora setelah mendengarkan ucapan suaminya.


"Iya tidak apa-apa, lagian juga sudah biasa dia seperti itu," ucap Liora.


"Oh ya terus bagaimana belajar memasaknya?" Tambah gadis itu.


"Siapa yang mau belajar memasak?" Tanya Jason yang tiba-tiba saja sudah ada di belakang keduanya.


"Aku, kenapa? Apa ada masalah?" 


"Kamu? Mau belajar memasak? Ada angin apa?" Ucap Jason mencibir.


"Memang harus ada alasan jika mau belajar memasak? Lagian aku juga tidak meminta kamu ajari? Kenapa kamu yang kelihatan sewot gitu?"


"Iya kau tidak meminta aku mengajarimu, tapi kau meminta istriku yang mengajarimu."


Lily menggelengkan kepalanya melihat mereka berdebat. Lily bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya.

__ADS_1


Begitu sampai di dalam kamar, Lily melihat ponselnya berdering dan segera mengangkatnya, saat melihat nama Ibu Liana lah yang menghubunginya.


"Iya halo Bu," ucap Lily setelah menggeser ikon berwarna hijau.


"Lily, bisa tidak kemari sayang, Alno tidak ada temannya, Ibu sama Ayah mau ikut jemput Jasmine dan anak-anaknya," jawab Liana, Ibu Jasmine dari seberang telepon.


"Iya Bu, bisa kok, tapi aku siap-siap dulu ya, Ibu berangkat jam berapa?"


"Hmm sekitar lima belas menit lagi sih sayang, tidak apa-apa kamu siap-siap dulu  saja, Ibu dan Ayah akan menunggu, eh kamu tidak ikut ke rumah sakit kan?"


"Nanti aku tunggu di rumah saja kali ya Bu, buat kejutan untuk menyambut kepulangan Jasmine," kata Lily memberikan pendapatnya.


"Iya seperti itu saja, Jasmine pasti senang, hmm Jason tidak ikut menjemput Jasmine?"


"Tadinya sih rencana mau ikut jemput, tapi tidak tahu, aku belum tanya lagi, soalnya Kak Liora juga ada disini," jawab Lily.


"Liora ada disitu?" 


"Iya tadi pagi kesini."


"Siapa sayang?" Tanya Jason memeluk sang istri dari belakang.


"Itu Jason?" Tanya Liliana yang mendengar suara Jason. 


"Iya Bu."


"Boleh Ibu bicara dengannya?"


"Hmmm sebentar Bu," Lily menjauhkan ponselnya.


"Siapa?" Tanya Jason lagi.


"Ibu Liana mau bicara," ucap Lily menoleh ke arah suaminya yang masih setia memeluknya.


Jason pun mengangguk dan menerima ponsel istrinya.


"Kamu nanti mau ke rumah sakit jemput Jasmine?" Tanya Liliana.


"Iya Nyonya, baru saja tadi Tuan Muda menghubungiku, untuk menjemputnya sekarang," jawab Jason.


"Oh ya sudah, nanti Liora saja ya sama istri kamu jemput Alno di rumah dan ajak sekalian ke kediaman mertua Jasmine, karena Jasmine akan kembali pulang kesana," kata Liliana dan Jason pun mengangguk setuju.


"Baiklah Nyonya, nanti biar saya yang mengatakannya kepada Liora," jawab Jason dan panggilan telepon pun berakhir.


"Kenapa? Kamu mau ke rumah sakit?" Tanya Lily yang kini berbalik badan, hingga kini posisi keduanya saling berhadapan.


"Iya, tadi Tuan Muda mengirimkan pesan, nanti aku antar kalian dulu, baru ke rumah sakit, kamu tidak apa-apakan?"


"Tidak apa-apa kok, lagian aku lebih baik menunggu di rumah saja, untuk menyambut kedatangan mereka," jawab Lily tersenyum.


"Baiklah, tapi ingat jangan capek-capek, kalau butuh apa-apa kau bisa meminta tolong pelayan disana, kalau tidak, kau minta tolong saja sama Liora, kalau merasa lelah sedikit saja, harus segera istirahat, oke?" pesan Jason kepada sang istri, sebelum dirinya pergi untuk menjemput Nyonya Mudanya.

__ADS_1


__ADS_2