
"Sudah selesai?" Tanya Bunga yang baru keluar, setelah menidurkan Ken.
"Sudah Kak, tinggal memasang itu saja, Kak Max mana? Biar Kak Max yang memasangnya," ucap Liora.
"Kenapa namaku disebut-sebut?" Max dengan menggendong Alno menghampiri para wanita yang tengah sibuk mempersiapkan kedatangan Jasmine.
"Honey kok kamu keluar, Ken sama siapa?"
"Bibi Sekar ada di dalam," kata Max yang kemudian duduk di samping istrinya.
"Oh kirain Ken ditinggal sendirian, oh ya honey tolong pasangin ini" kata Bunga menyerahkan tulisan untuk menyambut kedatangan Jasmine.
Max pun kembali bangkit dan menuruti apa yang istrinya perintahkan.
"Bibi, Alno mau ke kamar mandi," ucap Alno kepada Bunga.
"Ya sudah ayo Bibi antar," jawab Bunga yang akan bangun tapi dengan cepat menolaknya.
"Alno bisa sendiri Bibi, kan Alno sudah gede," ucap Anak itu yang kemudian berlari ke kamarnya.
"Alno hati-hati jangan lari-lari," teriak Bunga.
"Iya Bibi!" Jawab Alno juga berteriak.
"Loh kok Ken sudah bangun saja sayang," ucap Max melihat putranya dalam gendongan Bibi Sekar.
Max yang memang sudah selesai, menghampiri Bibi Sekar dan segera mengambil alih menggendong putranya.
"Oh ya Bi, tadi Alno ke kamarnya mau pipis katanya, Bibi tolong lihatin ya," ucap Max meminta tolong pada wanita paruh baya itu.
"Iya, ya sudah kalau begitu Bibi ke atas lagi," pamit Bibi Sekar yang kini kembali naik ke atas tepatnya menghampiri Alno di kamarnya.
Max kemudian berjalan mendekat ke tempat istrinya berada yang sedang mengobrol dengan adik dan teman adik iparnya di ruang keluarga, hingga tak lama akhirnya seorang pelayan datang membawa banyak barang.
"Kak Olive sudah pulang Bi?" Tanya Liora yang langsung bangun dari duduknya.
__ADS_1
"Iya Nona," jawab pelayan.
Liora, dan ketiga orang lainnya pun keluar menuju ke ruang tamu dan hal itu bertepatan dengan beberapa orang masuk ke dalam rumah.
Lily melihat jika sahabatnya masuk dengan menggendong seorang bayi, sementara bayi yang satunya bersama Ibu dari sahabatnya itu. Lily tersenyum melihat pemandangan itu, rasanya dia sendiri sudah tidak sabar untuk menunggu kelahiran anaknya nanti.
Lily berjalan menghampiri Jasmine, sahabatnya itu pun tersenyum menatapnya.
"Selamat Jasmine sudah menjadi seorang ibu," ucap Lily dan mengecup Zavier yang terlelap dalam gendongan sahabatnya, hingga membuat bayi itu menggeliat.
Jasmine pun tersenyum, "Makasih, oh ya selamat juga untukmu, sebentar lagi juga akan menjadi seorang ibu," ucapnya tulus.
"Gak nyangka ya Mine," ucap Lily dan Jasmine mengangguk membenarkan.
"Lily memandangi bayi yang ada dalam gendongan Jasmine, dan mengelus pipi bayi itu yang begitu lembut. Jasmine pun ikut memandangi putra kecilnya itu.
Dan saat keduanya sedang memperhatikan Vier, tiba-tiba saja dari arah dalam, Lily melihat Alno berlari menghampiri mama dan papanya, bocah itu juga tampak antusias menyambut kedua adik-adiknya.
"Mama, Papa!" Teriak Alno begitu melihat mama dan papanya pulang. Lily melihat Stevano langsung berjongkok dan menyambut Alno dalam pelukannya dan sahabatnya juga itu juga tersenyum melihat hal itu.
Terdengar sahabat Lily itu bertanya kepada Alno putranya.
"Iya Ma, Alno baik-baik saja, ini.." kata Alno tanpa meneruskan perkataannya sambil melihat ke arah zavier.
"Ini adiknya Kak Alno, namanya vier, dan yang sama nenek namanya vira." Ucap Jasmine menjelaskan. Alno pun memandang Vier dan Vira bergantian.
"Sebaiknya kita ke kamar dulu sayang," Lily menoleh saat mendengar suara Ibu mertua Jasmine yang meminta sahabatnya itu untuk masuk ke kamarnya, dan langsung diiyakan. Bersamaan dengan itu Jason datang menghampiri Lily dan mengajaknya untuk ikut ke kamar Tuan dan Nyonya nya.
Sesampainya di sebuah kamar, Lily memperhatikan Jasmine yang tengah membaringkan Vier di tempat bayi yang sudah disiapkan. Arah pandang Lily dan Jason beralih pada Ibu Jasmine yang ikut membaringkan Vira di tempat bayi satunya.
Semua menatap Jasmine yang meminta suaminya menurunkan Alno dan meminta Alno untuk mendekat padanya.
Kemudian dilihatnya Jasmine meraih tangan mungil Alno dan membawanya untuk menyentuh adik-adiknya yang kini terlelap.
Anak laki-laki itu kemudian tersenyum, "Ini, adik-adik Alno Ma? Adik Alno yang ada di dalam perut Mama uda keluar? Berarti Alno nanti tidak sendirian lagi mainnya, Ada adik Ken, adik Vier dan adik Vira," katanya polos membuat Lily dan yang lainnya tersenyum mendengar celotehan bocah itu.
__ADS_1
"Wah ternyata putra Mama sudah punya panggilan kesayangan nih ke adik Keanu!" Kata Jasmine sambil mengelus lembut kepala putranya.
"Alno mau cium adik bayi boleh?" Kata Alno membuat semua orang saling pandang.
"Sayang," Lily menoleh dan menatap suaminya.
"Kenapa?" Tanya Jason yang kini juga menatap istrinya.
"Rasanya sudah tidak sabar menunggu anak kita lahir, pasti suasana rumah akan ramai," ucap Lily pelan menatap Alno yang kini sedang memperhatikan adik-adiknya.
"Sama sayang, apalagi jika anak-anak kita banyak," bisik Jason.
"Itu sih maunya kamu," kata Lily mencubit suaminya, membuat Jason berteriak meringis kesakitan mendapat cubitan pedas dari sang istri, membuat semua orang yang sedang menatap Alno kini beralih menatap pasangan suami istri itu.
"Sayang aku bisa laporkan kamu atas tindakan kdrt," ucap Jason yang sepertinya belum sadar, jika semua orang kini tengah menatapnya.
"Mana ada begitu."
"Ya ada, aku bisa tunjukkan bekas cubitan kamu nih yang pasti merah," ucap pria itu.
"Aku tidak menyangka jika pria yang biasanya bermuka datar sepertimu bisa bertingkah seperti itu," cibir Max mendengar interaksi Jason dan istrinya.
"Honey!" Tegur Bunga tapi tampaknya Max tidak mempedulikan teguran istrinya, karena dia paling suka membuat Jason kesal.
Jason melirik Max dan hanya bisa mendengus kesal, malas untuk menanggapi pria itu.
"Kamu tidak tahu saja Max, kadang bahkan pria tanpa ekspresi itu bersikap manja pada istrinya bahkan belakangan ini sering merengek agar tidak dikirim jika ada pekerjaan di luar kota, dia bilang tidak bisa jauh-jauh dari istrinya," tambah Stevano ikut membicarakan tentang asisten pribadi sekaligus sahabat yang selama ini sudah menemaninya, bahkan sedari mereka kecil.
"Seperti dirinya sendiri tidak saja," ucap Jasmine dan semua orang beralih menatap wanita yang baru saja melahirkan anak-anaknya itu.
"Sayang kok gitu sih," Stevano menatap Jasmine kesal karena istrinya itu justru membela Jason.
"Benar tuh Olive, Vano juga sering meminta Papi untuk tidak memberinya banyak pekerjaan, katanya agar bisa pulang lebih cepat dan bisa segera memeluk kamu," kini William ikut menambahi.
Stevano hanya bisa mendengus kesal saat istri dan papinya malah memojokkannya.
__ADS_1
"Ternyata kita sama saja Tuan Muda," kata Jason yang membuat semua orang disana tertawa.