Please Love Me

Please Love Me
Part 96


__ADS_3

"Apa yang Anda katakan? Apa maksud Anda mengatakan hal seperti itu kepada Putriku?" Kata seorang pria dengan mengenakan pakaian jas berwarna putih mendekat datang dari arah belakang Lily dan Jason.


"Ayah," lirih Lily melihat Alan yang datang menghampirinya dengan raut wajah yang tidak pernah Lily lihat sebelumnya.


Niat Alan yang ingin menjenguk gadis yang berarti dalam hidup putrinya, Alan langsung terkejut begitu seorang wanita yang mungkin seumuran dengannya, memaki Putrinya bahkan merendahkannya.


Tidak terima, tentu saja, mana ada orang tua yang akan terima jika Putrinya diperlakukan seperti itu oleh orang lain, terlebih lagi hal itu terjadi tepat di depan matanya, walaupun pelakunya adalah wanita yang bisa Alan tebak jika dialah yang membesarkan putrinya.


Alan akan berterima kasih, Alan bahkan merasa berhutang budi padanya, tapi melihat perlakuan yang didapat putrinya, niat yang akan tulus dia ucapkan, dia urungkan akhirnya.


"Anda siapa? Seorang dokter?," Vega tersenyum miring menelisik penampilan Alan dari atas ke bawah.


"Jangan hanya Anda seorang dokter, Anda bisa ikut campur dengan urusan kami, cukup lakukan tugas Anda, sembuhkan Putriku, dan bawa dia padaku dengan keadaan yang kurang suatu apapun," ucap Vega meneteskan air mata.


Dirinya takut, sangat takut, takut jika putrinya,  keluarga yang dia miliki satu-satunya harus pergi meninggalkannya. Tubuh Vega bergetar bahkan wajahnya basah entah itu basah karena air mata atau keringat, atau justru keduanya.


Vega mendekati Alan, menarik kerah  jas dokter Alan, "Tolong selamatkan putriku, aku mohon dokter!" Tubuh Vega meluruh jatuh di atas lantai yang dingin.


Alan akan kembali meluapkan kemarahannya, tapi dengan cepat Lily melepaskan diri dari pelukan Jason dan menghampiri Ayahnya, menggenggam tangan pria itu, membuat Alan menoleh, ke samping tatapannya dengan sang putri bertemu. Lily dengan wajah yang tak kalah basah dengan wanita yang bersimpuh di hadapannya, menatap Alan sendu, menggeleng memberi isyarat pada Alan untuk tidak dulu membicarakan masalah tadi tentangnya.


Alan hendak bicara lagi dengan Vega, tapi tangan Lily semakin erat menggenggamnya.


"Aku mohon Ayah," ucap Lily tanpa suara.


Melihat Putrinya yang memohon, Alan tidak tega, dan akhirnya hanya bisa menghembuskan nafas berat. Hal yang sama juga dilakukan Al dan Jason.


Alan menunduk membantu Vega, agar wanita itu berdiri.


"Bangunlah Bu, jangan seperti ini, putri Ibu ada di dalam dan sedang ditangani oleh dokter," ucap Alan datar.

__ADS_1


Lily melepaskan genggamannya pada tangan sang Ayah.


"Biar Ale saja Yah," Lily menawarkan diri untuk membantu Ibunya.


Dada Lily kembali merasa sesak, saat Ibunya kembali menghempaskan tangannya.


"Ibu!" Air mata yang tadi sempat terhenti, kini kembali mengalir deras saat mendapat penolakan Ibunya untuk kesekian kalinya.


"Berhentilah bersikap seperti itu kepada Putriku! Jika tahu Putri saya mendapatkan perlakuan seperti ini dari Anda, aku tidak akan repot-repot meluangkan waktu untuk berterima kasih kepada Anda, dan Anda tenang saja, saya akan mengganti uang yang Anda keluarkan selama ini untuk membesarkan Putri saya, dan jangan pernah mengatakan kata-kata kasar itu lagi kepada Putri saya kedepannya," ucapan Alan begitu menusuk hati Vega.


Vega bangun menatap Alan dengan tatapan yang sulit diartikan, tidak ada seorangpun yang mengerti apa yang dipikirkan wanita beranak satu itu, termasuk Lily sendiri.


"Anda Siapa? Anda tidak berhak mencampuri urusan keluargaku, aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk Putri-putriku, ingat Anda hanya orang luar," ujar Vega menarik tangan Lily agar menjauh dari Alan.


"Sudah berapa lama kamu meninggalkan rumah, hingga bahkan pria berumur pun sampai membelamu seperti ini!" Vega mendudukan Lily di kursi tunggu dan berucap sambil menunjuk Lily dengan jarinya.


"Ibu!" Lily menatap Ibunya sendu.


"Cukup! Jaga ucapan Anda Nyonya! Berhenti menghina Istriku, atau aku tidak segan-segan untuk menghancurkan hidup Anda. Paling mengerti putri-putri Anda, apa Anda yakin dengan itu?" Kata Jason yang pasang badan berdiri di depan Lily.


"Siapa kau? Kau juga korban dari wanita kecil ini?" Kata Vega lagi dengan ucapan yang cukup menohok.


"Anda!" Jason akan segera menampar Vega tapi Lily menahannya dengan memeluk suaminya dari belakang.


"Sayang lepaskan! Aku tidak terima jika wanita itu terus menghinamu seperti itu," Jason berkata pada sang istri yang masih memeluknya erat.


"Tidak, aku mohon jangan lakukan itu! Dia Ibuku, bagaimanapun Ibu tetaplah Ibu yang telah membesarkanku," isak Lily.


Plak

__ADS_1


Saat Jason dan Lily sibuk dengan perdebatan mereka. Alan kembali maju mendaratkan telapak tangannya di pipi Vega. Alan bahkan tidak peduli jika citranya sebagai dokter di sana menjadi buruk, bahkan Alan siap mundur jika memang harus, walaupun Alan adalah pemilik rumah sakit itu, anggap saja itu untuk menebus kesalahan Alan pada Putrinya, apalagi saat Alan tahu bahwa selama ini hidup Putrinya menderita.


"Ayah!" Lily menatap Ayahnya tak percaya.


"Kita semua pulang sekarang!" Alan mengajak mereka semua untuk kembali ke rumahnya.


Semua orang yang berada di dekat ruangan itu menatap mereka. Perawat yang akan mendekat, terpaksa menghentikan langkah, saat tahu bahwa pemilik rumah sakitlah ada di antara mereka, bahkan terlihat bahwa dokter Alan horison memasang wajah yang terlihat menakutkan, tidak seperti yang biasa pria itu tunjukkan. Hingga perawat pun memilih diam daripada terlibat masalah dengannya.


"Ayo sekarang kita pulang, untuk apa disini jika tidak dihargai keberadaannya," kata Alan tajam.


"Tapi Ayah.."


"Ale, dengarkan Ayah kali ini," ucap Alan tegas.


"Sayang sebaiknya kita pulang," bisik Jason yang mengerti situasi di sekitarnya.


Lily mendongak menatap Suaminya. Jason mengangguk, dan kembali berbisik, "Nanti kita kesini lagi, tapi tidak untuk sekarang, biarkan semuanya tenang dulu," ucapnya menenangkan istrinya.


"Janji?" Ucap Lily pelan, dan kembali mendapat anggukan dari suaminya.


"Baiklah kita pulang," putus Lily akhirnya.


"Kamu tenang saja, dan ikutlah pulang bersama Ayah, Kakak akan tetap disini, dan nanti Kakak akan kabari perkembangannya," ucap Al yang menghampiri adiknya, setelah tadi hanya diam menyaksikan.


"Bawa Ale pulang sekarang," Al kemudian menepuk pundak Jason pelan.


Jason mengangguk dan meraih tangan Lily, menggandengnya untuk segera menyusul Alan yang sudah pergi terlebih dahulu,


"Ibu, aku pulang dulu," pamit Lily pada Ibunya tapi Vega hanya memalingkan wajahnya tidak melihat Lily sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2