
Pagi-pagi sekali, Lily sudah mengantarkan suaminya yang akan berangkat kerja, ke depan berjalan menuju mobilnya. Lily melambaikan tangan dan segera masuk begitu melihat mobil suaminya benar-benar sudah menghilang dari pandangan.
Lily berjalan menuju ke kolam renang dimana Al sedang disana. Lily duduk di kursi yang berada tidak jauh dari posisi Al.
"Kenapa?" Tanya Al saat menyadari keberadaan adiknya yang tengah memperhatikannya.
"Ada yang ingin aku bicarakan."
Al bangun dan menghampiri Lily, dan duduk di sampingnya.
"Kak Al beneran akan berangkat nanti malam?"
"Iya, Kakak tidak bisa izin lama-lama."
"Apa Kakak sudah bertemu dengan Kak Lia?"
Al mengangguk lemah, pandangannya tiba-tiba menerawang jauh, waktu itu Al tidak ada jadwal dia memutuskan untuk mencari Dahlia, dari alamat yang Jason berikan, Al memang pergi ke negara yang sama dengan Dahlia walaupun mereka tinggal di kota yang berbeda. Saat itu Al yang akan menemui Dahlia terpaksa harus mengurungkan niatnya saat melihat Dahlia bersama seorang pria, Al tidak mengenalnya dan Al yakin jika ada sesuatu di antara mereka apalagi melihat Dahlia terus tersenyum pada pria itu.
"Kak Al kenapa? Apa ada masalah? Apa Kak Lia menolak bertemu Kakak?"
Al menggeleng dan mengacak rambut Lily. "Tidak ada apa-apa, ayo kamu mau ikut tidak?" Al bangun menatap adiknya.
"Mau kemana?"
"Jalan-jalan selagi masih di sini."
"Oke aku ikut, aku ambil ponsel dulu tapi," jawab Lily dan Al pun mengangguk. Keduanya berjalan bersama masuk dan Al menunggu Lily di sofa sambil menunggu adiknya itu mengganti pakaian dan mengambil ponselnya.
"Ayo Kak!" Kata Lily yang sudah siap.
Al memasukkan ponsel ke dalam saku celana, kemudian bangun dan merangkul adiknya keluar menuju mobilnya yang sudah di parkirkan di halaman.
*
*
__ADS_1
*
"Kak sebenarnya Ronald orang yang seperti apa?" Tanya Liora kepada Bunga yang sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Liora pagi-pagi sudah berada di rumah Bunga karena semalam dia memutuskan untuk menginap di rumah kakaknya.
Bunga menghentikan apa yang dia lakukan kemudian menatap Liora yang sudah duduk di kursi ruang makan. Bunga pun menarik kursi dan duduk tepat di samping Liora.
"Aku tidak begitu mengenal Ronald, sejak kecil kami tinggal terpisah, dan hanya beberapa kali bertemu saja, tapi menurut yang aku dengar dari Paman, Ronald memang sering membawa wanita-wanita yang berbeda ke apartemennya," Bunga terdiam mengingat cerita pamannya.
"Sebenarnya aku tahu kenapa Ronald jadi seperti itu, itu dulu karena ibunya meninggalkan paman dan dirinya yang masih kecil untuk menikahi pria yang lebih kaya, semenjak itu Ronald terhadap wanita…hmm intinya dia menganggap semua wanita itu sama seperti ibunya," jelas Bunga, kemudian kembali menatap Liora.
"Tapi mungkin Ronald melihat kamu berbeda, makanya dia ingin dekat sama kamu, tapi Liora," Bunga menggenggam tangan Liora.
"Jika Ronald tidak tulus padamu dan mendekatimu hanya karena penasaran saja, kamu lebih jauhi dia, aku tahu aku sepupunya tapi kamu juga adikku, dan aku tidak ingin kamu kembali terluka. Tapi jika dia memang tulus padamu, dan dia bisa membuktikan bahwa dia memang mencintaimu, aku pasti akan mendukung kalian dan aku akan bantu berbicara pada kakakmu," ucap Bunga sungguh-sungguh.
Liora memeluk Bunga, dia senang bisa memiliki dua kakak ipar yang begitu baik dan pengertian padanya.
"Terima kasih Kak," Liora tersenyum dan memeluk Bunga.
Tak lama, Max datang membawa Keanu yang sudah terlihat tampan.
Liora segera melepaskan pelukan dan bangun mendekat ke arah Ken yang berada dalam gendongan kakaknya.
"Ken keponakan Bibi yang tampan," kata Liora, menggenggam tangan mungil bayi itu.
"Sini Kak, biar aku yang gendong," Liora mengambil Ken dari gendongan Max.
"Pelan-pelan!" Peringat Max, membiarkan Liora menggendong putranya. Sementara dirinya berjalan menghampiri istrinya, mengecup bibir Bunga tidak peduli jika disana ada Liora.
"Mau makan sekarang? Apa mau mandi dulu?"
"Makan dulu saja, ayo makan sama-sama, selagi Ken, anteng sama Liora," Max menunjuk Liora yang sedang menimang-nimang Ken.
"Ya sudah ayo, tapi bagaimana dengan Liora?"
__ADS_1
"Dia bisa makan nanti," jawab Max menerima makanan dari istrinya dan mulai melahapnya.
"Kak ini Ken nya, aku harus ke kantor sekarang!" Kata Liora memberikan kepada Bunga yang untungnya sudah selesai makan.
"Tidak sarapan dulu, terus bagaimana pakaianmu?" Tanya Bunga yang melihat Liora masih memakai pakaian santainya.
"Gampang nanti ganti, yang penting aku sudah mandi, ya sudah aku berangkat dulu by Kak," Liora mencium Ken yang sudah kembali tertidur setelah kenyang.
Setelah itu Liora pun berjalan keluar menuju mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju kantor.
Tak lama Liora pun segera sampai karena dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Liora buru-buru turun masuk ke dalam, tak peduli tatapan orang-orang, Liora tidak lupa jika saat ini dia masih mengenakan pakaian santainya, tapi yang penting dia harus menemui Jason lebih dulu, karena pria itu meminta file yang kemarin dikerjakannya, karena Jason bilang klien mereka akan datang ke kantor untuk membicarakan perihal pengajuan kerjasama.
"Kak maaf aku terlambat," kata Liora menunduk merasa bersalah.
Jason dan seorang pria dengan posisi membelakangi Liora kini menoleh ke arah sumber suara.
"Liora apa yang kamu pakai sekarang? Apa kamu lupa jika tujuanmu kesini bukan untuk bermain melainkan untuk bekerja."
"Maaf Kak, aku tadi buru-buru, ini yang Kakak minta," kata Liora menyerahkan apa yang diminta Jason masih dengan posisinya yang menunduk.
"Ganti pakaianmu sekarang! Kamu tidak malu dengan Tuan Niko?"
"Tuan Niko?" Liora kemudian mengangkat kepalanya dan dirinya merasa malu ketika melihat jika ternyata di dalam ruangan itu ada orang lain selain Jason.
"Hai, perkenalkan aku Niko," sapa seorang pria mengulurkan tangannya.
"Ah iya Tuan, maafkan saya, saya tidak tahu jika ternyata…"
"Tidak apa-apa, tapi kamu terlihat cantik tampil seadanya seperti ini," kata Niko menatap Liora dari atas ke bawah.
"Ah tidak Tuan, maafkan saya karena kurang sopan," Liora membungkukkan badannya meminta maaf pada pria itu.
"Kalau begitu saya permisi dulu," pamit Liora kemudian berlalu untuk ke ruangannya mengambil pakaian kerjanya dan segera menggantinya.
"Secepatnya kembali ke sini Liora!" Kata Jason dan Liora hanya mengangguk dan keluar dari ruangan atasannya.
__ADS_1
"Iya Kak, maaf, maaf Tuan," kata Lily membungkuk ke arah Jason dan Niko bergantian.
"Saya permisi dulu Tuan," Liora hendak berbalik tapi kaki kanannya justru tersandung kakinya sendiri, Liora hampir saja jatuh jika seseorang tidak dengan segera menangkapnya.