
Haiiii..... π€π€
Ini novel pertamaku mohon dukungannya, maaf jika ada tulisan yang salah banyak kekurangan
Cerita ini murni hasil buah pemikiran thor semata tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya jika nama atau memiliki kasus yang sama itu hanya sebuah kebetulan ππ
Selamat menikmati ππ
Jangan lupa di π dan β€
Di tunggu kritik dan sarannya π
********
"Alex kumohon lepaskan aku" ucap Rara sambil menangis ketakutan melihat Alex sedang membuka bajunya
Alex tak mendengarkan apa yang di ucapkan Rara dia tetap mencium leher dan membuat tanda kepemilikkannya di leher dan di dada Rara
Rara semakin ketakutan melihat Alex bukan seperti pria hangat dan bersikap lembut padanya
"ALEX!?? . . . . Kalau kau melanjutkan apa yang kau lakukan ini aku jamin kau tak akan pernah melihatku lagi" teriak Rara menyadarkan Alex yang hendak membuka celananya
Alex langsung bangun dan duduk di samping Rara
Rara langsung duduk dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya
"Maafkan aku Ra. . . " ucap Alex sambil menahan air matanya
"Alex lepaskan tangan ku, ini menyakitkan" ucap Rara
Alex melepaskan ikatan tangan Rara dan memeluknya
"Maafkan aku. . . , aku sangat takut dan cemburu melihat kau bersama pria lain" ucap Alex menangis
"Aku takut kau akan meninggalkan ku, aku takut kau pergi seperti wanita lain" ucap Alex
"Ahkir-ahkir ini aku sangat tertekan Ra, perusahaan ku ada yang berkhianat membuat perusahaan rugi ratusan miliar, tadi aku tau siapa ya orang ya Ra, dia salah satu orang yang aku percaya. " ucap Alex menjelaskan apa yang dia rasa
Rara hanya diam di pelukan Alex mendengarkan cerita Alex
"Aku hilang kendali melihatmu bersama pria lain, aku berjanji aku tak akan seperti ini lagi ya." ucap Alex melepaskan peluknya membuat mereka berhadapan
"Aku memaafkanmu untuk kali ini, tapi tidak untuk yang kedua kalinya." ucap Rara sambil mengelap air mata Alex
Rara tersenyum dan berkata "Kau pasti sangat tertekan dan stress memikirkan hal itu, lain kali ceritakan apa yang kau rasa walaupun aku tak bisa banyak membantu setidaknya kau tidak menanggungnya sendiri"
(Kau pasti sangat tertekan, jabatan tinggi berarti mempunyai tanggungjawab yang besar pula) batin Rara
Alex memegang tangan Rara
__ADS_1
"Aaaaww" rintih Rara
Seketika Alex melepas tangannya
"Maaf sayang sakit sekali ya" ucap Alex
"Tunggu sebentar aku akan memanggilkan dokter" ucap Alex bangun dan mengambil hpnya melakukan panggilan
Rara hanya diam melihat Alex bangun dan menelpon
tak berapa lama Alex mematikan telponnya dan mendekat ke Rara lagi
"Ganti baju mu sayang, aku mulai tak tahan melihatnya" ucap Alex sambil tersenyum
Setika wajah Rara memarah dan menutup dadanya
"Dasar pria gila . . . . mesum" Teriak Rara bangun dan berlari ke kamar mandi
"Sayang jangan lari nanti kau jatuh" ucap Alex khwatir melihat Rara berlari
*********
Dokter sedang memasangkan perbanΒ di kedua pergelangan tangan Rara, yang mulai biru akibat Alex
" Tolong jangan melakukan aktivitas mengangkat yang berat dulu dan kalau bisa jangan terlalu mengerakkan tanganmu" ucap dokter itu kepada Rara
"Hhheeemmmm. . . " ucap Alex pura-pura batuk karna melihat dokter itu tak melepas tangan Rara
Dokter yang Alex panggil adalah dokter pria membuat Alex kesal melihat tangan Rara di pegangnya
Dokter itu langsung melepaskan tangan Rara dan berdiri mengucapkan salam lalu pergi dari rumah Rara
"Kau ini kenapa sih." ucap Rara melihat ke Alex
"Kau harus ya tersenyum seperti itu." ucap Alex sambil berjalan ke dapur
"Kau ini bisa tidak jangan berpikir yang aneh-aneh aku hanya tersenyum kok." ucap Rara sambil mengikuti Alex ke dapur
Alex hanya diam lalu membawa nampan berisi nasi goreng, susu dan air minum lalu berjalan ke ruang tamu lagi
"Kapan kau masak ini" ucap Rara sambil ikut Alex kembali ke ruang tamu
"Tadi pas kau mandi, kau tau kalau kau mandi sama dengan waktu untuk orang keliling dunia." ucap Alex sambil menaruh nampan tadi di meja depan tv
"Emamg aku mandi lama sekali ya." ucap Rara
"Sudah duduk lah, buka mulutmu " ucap Alex hendak menyuapin Rara
"Aku bisa makan sendiri Lex." ucap Rara mau ambil piring dari Alex
__ADS_1
"Kau mau aku suap pake mulut atau sendok, sudah buka aja mulutmu." ucap Alex
Rara mendengar itu langsung membuka mulutnya dan pasrah makan di suapin Alex
"Hhhmmm enak. . . aku tak tau kau pintar masak Lex." ucap Rara sambil menguyah makanannya
"Jangan bicara kalau mulut penuh." ucap Alex
" Aku belajar masak dari ibu asuh ku." ucap Alex
"Wow. . . kau punya ibu asuh, pasti enak ya punya dua ibu lalu di mana ibu asuh mu karna saat aku sakit kemaren hanya orang tuamu yang datang." ucap Rara
Alex tak menjawab, dia hanya diam lalu mengelamun
"Alex. . ." ucap Rara membuat Alex sadar dari lamunannya
"Dia sudah meninggal 7 tahun yang lalu." ucap Alex
"Oohhh maaf aku tak tau." ucap Rara dengan nada pelan
"Tak apa-apa sayang kau tidak salah kok." ucap Alex
"2 minggu lagi kita akan menikah, bagaimana kalau besok kau ikut aku pindah ke rumahku." ucap Alex
"Tidak. . . kau sudah janji aku akan tinggal di rumah mu saat kita sudah menikah, biarkan aku tinggal di sini Lex." ucap Rara
"Kenapa kau tak ingin tinggal bersamaku Ra." ucap Alex
"Aku hanya ingin merasakan tinggal di rumah ini lebih lama lagi." ucap Rara sambil tersenyum
"Baiklah kalau begitu malam ini aku akan tidur di sini." ucap Alex
"Tidak boleh, bahkan kau tak punya baju ganti Lex, sebaiknya kau sekrang pulang." usir Rara
"Aku akan di sini menjagamu Ra, kau tak ingat kau tak boleh terlalu mengerakkan tanganmu." ucap Alex
"Tapi kau tak punya baju ganti Lex." ucap Rara mencari alasan untuk Alex pulang
"Punya kok tadi anak buahku membelikan baju untuk ku." ucap Alex sambil menunjuk plastik besar di belakang sofa
"Banyak sekali bajunya kau ingin menginap di sini terus." ucap Rara melihat 2 koper besar yang berisi baju Alex
"Aku akan di sini terus jika kau tak ingin tinggal bersamaku di rumahmu." ucap Alex sambil tersenyum
"Kenapa kau selalu berbuat seenakmu Lex." ucap Rara
Alex hanya tersenyum
"Oh ia kulkasmu kosong bagaimana kita belanja besok, aku membaca di internet bahwa jika pasang belanja bersama-sama hubungan mereka akan bertambah erat." ucap Alex sambil tersenyum
__ADS_1