
"Katakan! Apa yang ingin kau bicarakan?" Ucap Jason to the point.
"Bisakah kita berbicara berdua saja," Dion menatap Al dan Lily bergantian.
"Sayang aku mau bicara dengannya kamu lebih baik masuk sekarang untuk bersih-bersih," pinta Jason memandangi Lily.
Lily yang mengerti akhirnya masuk, dan Al pun mengikuti Lily di belakangnya.
"Ikut saya!" Kata Jason pergi lebih dulu meninggalkan Dion menuju ke mobilnya dan langsung masuk ke dalamnya.
"Ada apa?" Jason rupanya masih sama, tidak ingin berbasa-basi pada pria yang katanya teman lama sang istri.
"Anda mencari Ayahku? Ada urusan apa?" Tanya Dion yang mendengar cerita Ayahnya jika seorang bernama Jason Louvis mencarinya.
Di kalangan bisnis siapa yang tidak mengenal Jason, selain dia asisten pribadi dari Stevano Anderson, Jason juga dikenal sebagai tangan kanannya, bahkan yang mengurus perusahaan secara langsung adalah Jason, jadi wajar saja Dion mengenal Jason karena sering mendengar cerita Ayahnya yang seorang pengusaha. Ditambah dirinya mendengar dari Dahlia, bahwa Lily menikah dengan Jason.
Dion yang melihat ada kecemasan di wajah ayahnya saat tahu Jason mencarinya, ayah Dion takut jika dirinya tanpa sengaja membuat Jason tersinggung, hingga membuat Jason menemuinya secara pribadi ayah Dion mengira Jason akan menghancurkan perusahaan kecil miliknya, hingga Dion pun memutuskan bahwa dirinyalah yang harus bertindak. Dia meminta alamat Lily kepada Dahlia, selain untuk melihat Lily, dia juga ingin mencari tahu kenapa Jason mencari ayahnya, padahal perusahaan ayah Dion hanya perusahaan kecil, bagaimana bisa Jason setega itu akan menghancurkan usaha yang ayahnya bangun sejak nol. Dion merasa tidak tega, melihat Ayahnya seperti itu.
"Tuan Banu Atmajaya?" Tanya Jason memastikan, karena terakhir memang Banu lah yang dia cari dan dia dapatkan nama itu dari informasi orang suruhannya.
"Iya itu nama Ayah saya," jawab Dion jujur.
"Kemana beliau, kenapa kau yang datang menemuiku?"
"Ayah sedang sakit, jadi jika ada yang Anda pinta dari ayah saya, katakan saja Tuan," ucap Dion yang langsung bicara ke intinya.
"Kamu tidak tahu, jadi lebih baik pertemukan saya dengan Ayahmu," ucap Jason kemudian membuka pintu mobil, tapi gerakannya terhenti, saat mendengar apa yang Dion katakan.
__ADS_1
"Apa ini berhubungan dengan Bibi Felicya? Apa tebakanku benar? Saya yakin memang itu tujuan Anda mencari ayah saya, " ucap Dion melihat Jason yang hanya diam saja.
"Darimana kamu tahu tentang Nyonya Felicya?" Jason menatap pria di hadapannya dengan tatapan menyelidik.
"Saya tanpa sengaja mendengar pembicaraan Ayah saya dengan dokter Riu, dokter Riu bilang mungkin saja akan ada yang mencari tahu tentang Nyonya Felicya, dokter Riu bilang itu kemungkinan adalah putranya, dan saya tanpa sengaja melihat Anda di kantor ayah saya, dan saya mendengar Anda berpesan pada asisten ayah ingin berbicara hal penting dengannya, kemarin saya juga baru tahu dari Dahlia bahwa Anda suami Lily, jadi tidak menutup kemungkinan jika yang memang Anda sedang cari tahu adalah tentang Bibi Felicya."
"Dokter Riu, dia adalah Kakak dari ayah Lily, maksudku Ayah Dahlia. Dan Ayah Dahlia dengan Ayahku bersahabat cukup lama, termasuk dengan Bibi Felicya," Jason terkejut mendengar fakta baru tentang itu, Jason berpikir kenapa dokter Riu, kemarin tidak menjelaskan tentang itu.
"Ayah sering bercerita tentangnya, ya karena bagi kami, Bibi Felicya adalah penolong kami," Dion kembali teringat cerita ayahnya tentang siapa itu Felicya.
"Apa maksudmu?"
"Bibi Felicya adalah orang yang membantu ayah, ketika perusahaannya sedang kritis, dan itu juga sebagai ungkapan terima kasihnya pada ayah karena sudah mendonorkan ginjalnya untuk Bibi Vega."
"Tunggu maksudmu?"
"Baiklah mungkin untuk lebih jelasnya, Anda memang harus bertemu ayah saya, Anda bisa beritahu saya, jika Anda memiliki waktu luang dan akan saya aturkan pertemuan itu," Dion pun membuka pintu mobil, tapi sebelum dirinya keluar, Dion kembali berbicara pada Jason.
Jason terdiam masih mencerna ucapan yang tadi Dion katakan, jika ketiganya bersahabat, pasti ayah mertuanya tahu tentang itu, Jason segera turun untuk bertanya pada Alan, semoga informasi yang didapatnya tadi dapat segera menemukan titik terang.
"Sayang apa yang kalian bicarakan tadi? Kenapa lama sekali? Apa benar dia Dion Atmajaya? hmm dia tidak berbicara denganmu yang aneh-anehkan? misalnya seperti tentang masa lalunya" Lily langsung memberondong Jason dengan pertanyaan begitu melihat suaminya masuk ke dalam kamar.
Jason mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan istrinya, ada satu yang membuatnya bingung yaitu saat istrinya mengatakan tidak berbicara yang aneh-aneh tentang masa lalunya.
"Masa lalu? Maksudmu apa?" Jason kini menatap Lily mencari tahu lewat tatapan matanya.
Lily menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Hah maksud apa? Tidak ada maksud apa-apa hanya bertanya saja, iya hanya bertanya saja kok," jawab Lily gugup.
__ADS_1
"Sial!" Umpat Jason begitu mengingat ucapan Dion tadi, jika ingin menghubunginya lewat istrinya saja, "Kenapa perasaanku jadi tidak enak," gumam Jason amat pelan hingga tidak bisa didengar oleh Lily.
"Sayang!" Jason menatap mata istrinya benar-benar ingin tahu.
Lily yang mengerti arti tatapan itu, hanya menghela nafas pasrah, "Baiklah aku akan mengatakannya," ucapnya kemudian.
Lily kemudian berjalan dan duduk di tepi tempat tidur, Jason pun mengikuti apa yang istrinya lakukan. Kini mereka duduk saling berhadapan.
Lily menarik nafas dalam sebelum memulai bercerita. Lily menatap suaminya takut-takut.
"Hmm tapi kamu jangan marah ya," Lily mewanti-wanti takut suaminya marah setelah mendengar ceritanya.
"Hmm," jawab Jason hanya dengan gumaman.
"Ih jawab dulu yang benar, dan juga senyum jangan pasang wajah yang menyeramkan seperti itu," Lily menarik sudut bibir suaminya ke atas.
Jason pun hanya bisa pasrah dengan apa yang istrinya lakukan.
"Sudah, sekarang cepat ceritakan," kata Jason yang sudah tidak sabar, ingin tahu ada hubungan apa antara istrinya dan pria yang bernama Dion-Dion itu.
"Sebenarnya aku sama Dion itu.." Lily meremas kedua tangannya gugup.
Jason menatap Lily, sabar menunggu istrinya itu melanjutkan ceritanya.
"Iya kamu sama si Dion kenapa?" Tanya Jason yang sudah tidak sabar, menyebut nama Dion saja rasanya dirinya sudah enggan.
"Sayang kenapa diam saja? Cepat lanjutkan ceritamu, bukan malah digantung gitu sudah seperti jemuran saja," protes Jason karena istrinya masih tidak melanjutkan perkataannya tadi.
__ADS_1
"Sebenarnya aku sama Dion dulu saling suka," ucap Lily dengan cepat.
Mendengar itu mata Jason langsung melotot lebar, tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.