
Lily meminta diturunkan, dan Jason hanya menurutinya.
"Lama ya?" Tanya Jason.
Dan Lily pun hanya mengangguk.
"Maaf tadi memang belinya harus ngantri dulu jadi lama."
"Dimana?"
"Di dapur, sudah aku masukin kulkas tadi."
"Ya sudah ayo!" Lily menarik tangan suaminya menuju dapur dan dengan segera membuka kulkas.
Jason hanya membiarkan saja tanpa banyak mata, apalagi saat istrinya kembali menarik tangannya untuk duduk di kursi. Lily mengambil mangkuk dan memindahkannya lalu dengan segera melahap makanan berkuah itu.
"Enak," ucap Lily tidak jelas karena mulutnya yang penuh dengan makanan.
Jason tersenyum senang saat istrinya menyukai makanan yang dibelinya itu, terutama karena dirinya yang menunggu lama demi mendapatkan apa yang istrinya inginkan.
"Kamu mau?" Tanya Lily menatap suaminya dan mangkok di hadapannya dengan tatapan sedih, sebenarnya tidak rela membaginya tapi kasihan melihat Jason yang hanya melihat saja.
Untungnya Jason peka, hingga gelengan kepala pria itu berikan membuat senyuman terbit kembali di sudut bibir Lily, lalu kembali melahap makanannya hingga tandas.
Bahkan Lily sampai mengangkat mangkuknya dan langsung meneguk kuah yang membuat Jason hanya bergidik ngeri melihat kuah yang warnanya begitu kemerahan karena sang istri memasukkan sambal cukup banyak.
"Kenyang!" Lily menyandarkan tubuh dan mengelus perutnya.
Jason mengambil tisu dan membersihkan mulut sang istri.
"Makasih sayang," ucap Lily menarik Jason memeluknya.
Jason membalas pelukan suaminya tapi baru sebentar, Lily mendorong pelan tubuh Jason.
"Aulia mana? Tadi Aulia tidur di…"
"Aku sudah memindahkannya ke kamar," potong Jason cepat.
Lily menghela nafas lega begitu mendengarnya.
"Cinta juga tidur?"
"Cinta di rumah Tuan Stevano, mau main sama kak Vira katanya."
Lily pun menganggukkan kepala mengerti.
"Oh ya, Ibu dan ayah…"
"Pergi ke rumah sakit, ada rapat penting katanya."
"Kapan kita jemput Cinta?"
"Hmm nanti sore saja, bagaimana kalau kita olahraga dulu," jawab Jason sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Sementara Lily hanya mengernyitkan dahi bingung.
"Mana ada olahraga siang-siang begini sayang."
"Adalah, buat bayi," jawab Jason frontal membuat Lily bahkan sampai mendelik.
"Sayang, untung tidak ada orang di rumah."
"Bagaimana?"
__ADS_1
"Hmm tidak bisa deh."
"Kenapa?"
"Sepertinya tamu bulananku datang."
Jason pun mengangguk, "Ya sudah sini, biar aku yang cuci," pria itu lalu mengambil bekas makanan istrinya tadi membawa ke wastafel lalu mencucinya.
Setelahnya keduanya pun kembali ke ruang keluarga menonton televisi bersama. Hingga kemudian mereka mendengar bel berbunyi. Keduanya tidak ada yang beranjak karena melihat bibi yang saat ini berjalan cepat menuju pintu untuk membukakannya.
Keduanya baru menoleh saat mendengar langkah kaki mendekat.
"Kak Al?"
Al tersenyum, merentangkan kedua tangan membiarkan adiknya masuk ke dalam pelukannya.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Al pada Lily yang memeluknya begitu erat.
"Aku baik-baik saja kak."
"Bagus kalau gitu. Oh ya, kakak mau kenalkan kamu dengan seseorang," ucap Al kemudian meminta bibi untuk membiarkan tamunya masuk.
Lily terus menatap ke arah pintu, dimana tak lama seorang wanita cantik berjalan dengan anggun menghampirinya.
Al menarik pinggang wanita itu, membuat jarak mereka semakin dekat.
"Ve kenalkan ini adik aku," ujar Al memperkenalkan Lily pada wanita yang datang bersamanya.
Wanita itu tersenyum seraya mengulurkan tangannya.
"Velove," ujarnya memperkenalkan diri.
"Aleandra," jawab Lily menyambut uluran tangan wanita itu.
"Ayo Ve duduk!" Masih dengan tangan yang melingkari pinggang wanita itu, Al mengajaknya untuk duduk bersama di sofa.
"Ini Jason suami Ale," ucap Al yang mengerti arti tatapan wanita yang belum lama ini menjadi kekasihnya.
"Jason," ucap suami Lily, yang pandangannya tetap fokus pada layar di depannya.
"Velove," jawab kekasih Al ramah.
"Ayo duduk!"
Velove pun hanya mengangguk, duduk dan bergabung di samping Lily.
"Oh ya, kakak tinggal dulu ya, mau bawa koper ke kamar," pamit Al meninggalkan Velove bersama adiknya.
Dua wanita itu mengangguk, sementara Jason hanya diam saja.
"Maaf membuat kalian tidak nyaman," ucap Velove sambil melirik Jason yang sama sekali seperti tidak menanggapi keberadaannya.
Lily mengikuti arah pandang Velove lalu tersenyum, "Tidak kok kak, hmm suamiku memang seperti itu," jawabnya agar Velove merasa nyaman.
Jason kemudian meletakkan remote lalu berbalik menatap istrinya.
"Aku tinggal dulu ya sayang, mau ngecek adik di kamar, takutnya dia terbangun," pamit Jason mengalihkan tatapan Velove yang tadi menatap Lily.
"Iya," jawab Lily tersenyum setelah akhirnya mendapatkan kecupan di keningnya.
"Saya tinggal dulu," pamit Jason pada Velove dengan suara datarnya.
Dan Velove pun hanya mengangguk. Lily menggeser tubuhnya menghadap Velove dan bersiap memberondongnya dengan banyak pertanyaan yang sejak tadi disimpan di pikirannya.
__ADS_1
*
*
Lily bersiap, dirinya dan Jason akan menjemput Cinta di kediaman Stevano.
"Sudah siap sayang?" Tanya Jason begitu membuka pintu kamarnya, dia baru saja dari kamar Uli membantu putrinya untuk bersiap juga, karena putrinya itu terus merengek minta ikut. Padahal hari sudah malam, dan Vira bahkan Cinta sudah tidur.
Tadinya Jasmine izin agar Cinta tidur di tempat mereka saja, tapi Lily yang tidak enak menolak dengan halus tawaran sahabatnya itu, tak ingin merepotkan.
Mobil Jason kini sudah terparkir di halaman rumah kediaman Stevano. Ketiganya turun, dan langsung masuk. Rupanya Stevano dan Jasmine tengah menunggu mereka di ruang tengah juga menemani para putranya yang masih asyik menonton televisi.
"Jasmine!"
Yang dipanggil menoleh dan tersenyum.
"Lily!" Jasmine bangun dari duduknya lalu menghampiri sahabatnya itu.
"Cinta ada di kamar Vira, ayo aku antar!" Jasmine merangkul Lily mengajaknya ke kamar Vira yang ada di lantai atas.
"Beneran nih tidak mau menginap malam ini? Lalu kita tidur bersama seperti dulu."
"Hmm…." Lily tampak berfikir.
"Ayolah Li! Kita sudah jarang loh menghabiskan waktu bersama, bukan Cinta saja yang menginap disini, tapi kamu, suami kamu juga Aulia, semuanya menginap disini ya! Ya!" Pinta Jasmine.
Anggukan pelan akhirnya Lily berikan yang tentunya membuat senyum lebar terbit di wajah Jasmine.
"Ya sudah, kamu lihat Cinta dulu di kamar Vira, aku akan bilang suamiku dulu." Jasmine yang sudah di tengah-tengah tangga kembali turun.
Lily kemudian melanjutkan langkahnya ke kamar Vira, untuk mengecek tidur putrinya. Dan begitu masuk, dia melihat Cinta yang tertidur lelap sambil memeluk guling.
"Lily!"
"Sstt!" Lily meletakkan jari telunjuknya di bibir membuat Jasmine langsung menutup mulut lalu berjalan menghampiri Lily dengan langkah yang teramat pelan.
"Sudah? Kalau sudah, ayo tidur!"
"Dimana?"
"Tentu saja di kamarku, anak-anak juga sudah tidur, sebentar lagi Jason juga akan memindahkan Aulia kesini.
"Kita jadi tidur berdua? Lalu suamimu?"
Jasmine hanya tersenyum kemudian menarik Lily keluar dan menuju kamarnya.
*
*
Sementara itu di kamar lain
"Diamlah Jas! Jangan banyak bergerak, aku tidak bisa tidur!" Stevano menoleh ke belakang karena Jason yang sedari tadi tidak tenang berbaring.
"Kamu pikir aku bisa tidur? Biasanya aku tidur selalu memeluk istriku, kalau tidak ya seperti ini, ada yang kurang rasanya," ucap Jason yang kini dalam posisi terlentang.
Stevano yang tadi tidur membelakangi Jason, kini juga mengubah posisinya seperti Jason. Keduanya sama-sama menghela nafas.
Tiba-tiba Jason menolehkan wajahnya menghadap Stevano.
"Kalau tidak, bagaimana jika aku memeluk Anda Tuan Stevano?" ucap Jason sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Stevano mendelik, lalu kembali tidur dengan posisi memunggungi Jason, "Jangan harap, dalam mimpi pun aku tidak mau."
__ADS_1
Jason pun tertawa, mengambil guling yang tadi ada di tengah-tengah mereka, kemudian dia juga melakukan hal yang sama, merubah posisi miring berlawanan dengan Stevano, lalu berusaha memejamkan matanya sambil memeluk guling yang tadi diambilnya.