
"Kenapa dengan kalian?" Tanya Jasmine saat mereka sedang sarapan bersama.
Stevano dan Jason hanya saling melirik kemudian mereka kembali menyantap makanan dengan tidak semangat.
"Sayang!"
"Hmm."
"Kenapa?" Tanya Lily menatap suaminya.
"Tidak apa-apa."
"Sayang!"
"Aku hanya mengantuk."
"Mengantuk?"
Jason meletakkan sendok dan garpunya. Lalu menatap sang istri.
"Ya, semalam aku tidak bisa tidur, kamu tahu sendiri sayang, aku tidak bisa tidur jika tidak memeluk kamu," ucap Jason memelas.
"Kamu juga sayang?" Kini giliran Jasmine yang bertanya pada suaminya.
Stevano hanya mengangguk lesu, kedua wanita itu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya sudah ayo kita lanjut makan dulu, setelah itu kita langsung pulang," ucap Lily.
Kemudian arah pandang Lily tertuju pada Jasmine dan Stevano.
"Tidak apa-apa kan Mine, Tuan Vano?" Tanya Lily menatap pasangan suami istri itu bergantian.
"Ya." Jawab Stevano singkat.
Jasmine tersenyum dan mengangguk sembari mengangkat ibu jarinya.
Mereka pun kembali melanjutkan makan, hingga sesudah selesai. Jason, Lily dan anak-anaknya pun berpamitan untuk pulang.
"Biar sopir saja yang mengantar kalian," ucap Stevano sebelum Jason dan istrinya pergi.
Jason mengangguk, dan Stevano memanggil salah satu pengawalnya untuk mengantarkan Jason ke kediamannya.
*
*
Begitu sampai di rumah, Jason dan Lily langsung menuju kamarnya. Awalnya Jason diminta Lily untuk naik sendiri, tapi pria itu menolak dan ingin sang istri menemaninya. Akhirnya Lily pun meminta anak-anaknya untuk bermain dengan Al yang kebetulan kakaknya itu tadi sedang mengobrol di depan bersama ayahnya. Bahkan Cinta yang tadi melihat Al begitu senang, hingga langsung menempel pada sang paman.
"Ya sudah kamu tidur!" Kata Lily yang hendak beranjak tapi Jason menahan tangan istrinya itu.
"Kenapa?"
"Temani! Sambil diusap-usap kepalanya," pinta Jason manja.
"Tapi sayang aku…"
"Ya sudah kalau tidak mau," Jason melepas tangan Lily lalu membalik badannya memunggungi Lily.
"Sayang!"
"Kalau tidak mau menemani ya sudah."
__ADS_1
"Kok malah ngambek sih, apa gini efek orang kurang tidur?" Gumam Lily dengan suara teramat pelan.
"Sayang!"
"Pergi aja gak papa."
"Yakin? Tapi bicara kayak gak ikhlas gitu."
Jason hanya diam saja, Lily pun kemudian memutuskan untuk keluar, dia ingin melihat anak-anaknya dulu.
Sementara itu, Jason terus saja berguling ke kiri ke tengah, ke kanan lalu ke kiri lagi, dia terus melakukan berulang-ulang tanpa henti sambil mulutnya yang terus ngedumel karena keinginannya tidak dituruti istrinya.
Lily yang baru saja kembali dan hendak masuk berhenti, melipat kedua tangannya di depan dada sambil melihat apa yang suaminya tengah lakukan.
Hingga tak lama…
Bugh
Jason terjatuh dari ranjang.
Lily buru-buru melangkah cepat, membantu suaminya untuk bangun.
"Kamu ngapain sih sayang, dari tadi aku perhatikan…"
"Sakit sayang!" Rengeknya yang seperti anak kecil.
"Sudah tahu sakit, tapi tidak mau anteng."
"Sakit sayang, jangan terus mengomel," ucap Jason manja.
"Ya udah ayo sini!" Lily menuntun Jason dan membimbingnya untuk duduk di pinggiran ranjang.
"Mana yang sakit?"
Dan Lily langsung mengusap lembut bahkan meniupnya berharap agar suaminya tidak kesakitan lagi.
"Sudah tidak sakit lagi kan?"
"Hmm iya, sudah mendingan. Aku mau tidur."
"Ya sudah, tidur aja."
"Tapi temani!"
Lily diam kemudian mengangguk.
Jason kemudian merebahkan dirinya di atas kasur disusul Lily yang ikut berbaring di sebelahnya.
Jason menarik tangan Lily untuk bantalannya satu tangannya lagi tentunya untuk memeluk istrinya.
"Ya sudah, tidurlah!" Ucap Lily menepuk-nepuk punggung Jason yang wajahnya kini bersembunyi di dada Lily.
"Sini dielus!"
Jason kemudian membawa tangan Lily untuk mengelus rambutnya, baru setelah itu, kini mata Jason sudah terpejam."
Lily mencoba melepaskan pelukan suaminya, tapi Jason justru semakin mengeratkan pelukan mereka.
"Belum tidur?"
Gelengan Jason berikan, Lily kembali mengusap lembut rambut sang suami.
__ADS_1
"Sayang!"
"Iya kenapa?" Lily menunduk dan sedikit mengurai dekapannya agar bisa melihat wajah suaminya saat ini.
"Besok aku mau keluar kota selama tiga hari."
Lily melepas pelukan mereka, Jason sedikit mundur agar bisa juga melihat wajah Lily.
"Kenapa kamu baru bilang?" Lily langsung saja bangun dari rebahannya.
"Tuan Stevano juga baru memberitahu tadi pagi."
Lily menghela nafas, lalu hendak turun dari ranjang.
"Kamu mau kemana?"
"Ya mengemas baju kamu dong sayang."
"Nanti saja, jika aku sudah tidur."
Lily kembali menghela nafas, dirinya kemudian kembali berbaring membuat sudut bibir Jason terangkat sempurna, dan dengan cepat di lingkarkan tangannya di pinggang Lily.
"Ya sudah kamu tidur sekarang, atau perlu di nina boboin?"
"Ide bagus," jawab Jason tersenyum.
Lily justru mengerucutkan bibir karena suaminya itu justru menanggapi ucapannya.
"Kok diam saja? Katanya mau nina bobo in!"
"Nina nya sudah bobok jadi lain kali saja," ucap Lily yang kini kembali mengusap-usap lembut rambut milik suaminya, hingga tak perlu waktu lama, dengkuran halus pun sudah bisa di dengarnya, menandakan jika suaminya sudah benar-benar terlelap.
Begitu memastikan tidur suaminya pulas, Lily dengan perlahan melepas tangan Jason dari pinggangnya. Setelah berhasil Lily segera turun, mengecup pipi Jason dan membenarkan selimut pria itu, lalu dirinya baru menuju tempat koper, mengambilnya satu lalu membawanya ke dalam walk in closet, mengemasi keperluan suaminya yang memang akan dibutuhkan di sana nanti.
"Akhirnya selesai," Lily meregangkan tubuhnya, mengangkat koper dan menariknya ke luar.
"Masih bareng aja kamu bilang tidak bisa tidur jika memeluk aku, apalagi kalau tinggal di luar, bagaimana dia nantinya akan tidur," gumam Lily yang melihat suaminya masih tertidur nyenyak.
Lily kemudian memilih keluar untuk bermain dengan anak-anaknya, tidak ingin mengganggu suaminya yang kekurangan tidur.
"Cinta dan Uli pergi bu?" Tanya Lily begitu turun dan melihat ibunya.
"Iya tadi sama Velove juga."
"Kak Velove datang?"
"Iya, belum lama. Lalu dia langsung ikut sama kak Al dan anak-anak."
"Oh ya, kalian sudah makan belum, jika belum ibu akan masakkan buat kalian."
"Tidak usa bu, kami sudah makan kok sebelum tadi pulang dari rumah Tuan Stevano."
Dea mengangguk lalu mengajak Lily untuk sekedar mengobrol. Lily hanya menurut karena dirinya juga bingung mau ngapain apalagi anak-anak juga sedang pergi.
Keduanya kemudian melangkah menuju ruang keluarga, agar mereka bisa mengobrol lebih santai.
"Jason mana?"
"Tidur, nyenyak banget, ya sudah kasihan juga, apalagi katanya semalam Jason tidak bisa tidur," jelas Lily.
"Kenapa? Apa memang Jason tidak terbiasa tidur di tempat baru? Tapi dulu bukannya dia…"
__ADS_1
"Bukan karena itu, tapi karena dia tidak bisa tidur jika tidak memelukku," jawab Lily yang mengundang tawa Dea.