
Mike tampak terkejut, dia tahu jika putranya selama ini berusaha mencari sang ibu, tapi dia tidak menyangka jika Ronald akan secepat itu menemukan wanita itu. Mike sendiri sebenarnya belum siap bertemu dengan mantan istrinya itu.
"Ayah juga datang hari ini? Ayah bilang tidak bisa?"
"Hah, oh itu, Ayah tadi menyelesaikan urusan ayah secepatnya lalu menyempatkan kesini. Ya sudah kalau begitu ayah masuk dulu," Mike menepuk bahu Ronald ekor matanya melirik mantan istrinya yang tidak mau menatapnya sama sekali.
Saat melihat sepatu yang sedari tadi dipandanginya menjauh, barulah ibu Ronald memberanikan diri mengangkat wajahnya.
"Bu, ibu?"
"Hah? Kenapa?" Wanita itu menatap Liora bingung.
"Oh ya dimana Ronald?"
"Ronald tadi masuk menyusul ayah? Ibu kenapa? Ibu baik-baik saja kan?"
"Ah iya, Ibu baik-baik saja kok, oh iya kita mau apa kesini?"
"Oh itu, lebih baik ibu ikut masuk, nanti begitu sampai di dalam ibu akan tahu," Liora merangkul calon ibu mertuanya itu mengajaknya masuk.
"Mbak, yang kemarin dibuat tolong bawa kemari!" Ucap Liora pada pegawai butik yang membantu Liora menyiapkan gaun yang Liora rancang khusus untuk keluarganya.
"Oh ini calon Ibu mertuamu Ra?"
"Ah iya mbak." Liora kemudian menatap ibu Ronald.
"Kenalkan Bu, ini Mbak Karin yang membantuku membuat gaun ini.
Ibu Ronald tersenyum, "Perkenalkan saya Nadia, ibunya Ronald," wanita itu mengulurkan tangan memperkenalkan diri yang langsung dibalas Karin dengan senang hati.
"Wah kamu memang hebat Ra, sepertinya gaun ini akan cocok untuk ibu mertuamu, oh ya tadi ayah mertuamu juga datang, beliau sekarang sedang mencoba jas yang kamu buat juga khusus untuknya," beritahu Karin sambil mengambil gaun dan meminta ibu Ronald untuk mencobanya.
"Wah ini benar-benar cocok, Anda cantik sekali Nyonya," puji Karin.
Liora hanya tersenyum mendengar pujian yang Karin lontarkan pada calon ibu mertuanya.
"Baby, ini ayah mau…."
Ronald yang baru masuk bersama Mike kini menatap ke arah wanita yang masih menatap dirinya di depan cermin.
"Bagaimana Tuan Mike? Bukankah istri Anda begitu cantik mengenakan gaun ini?" Ucap Karin meminta dukungan pada Mike bahwa apa yang dikatakannya bukan hanya bualan semata.
Ronald dan Liora langsung memandang Mike, ingin tahu bagaimana ekspresi pria itu saat ini.
"Sepertinya suami Anda terpesona melihat penampilan Anda ini Nyonya, bahkan beliau sampai tidak bisa berkata-kata," ucap Karin lirih tapi masih di dengar oleh ketiga orang lainnya.
__ADS_1
"By, kamu sudah mencoba jas nya, aku belum melihatnya, ayo kamu coba ulang!" Kata Liora yang berjalan ke arah Ronald.
Liora menoleh kemudian kembali berbalik dan melihat Karin yang masih menggoda ibu Ronald, dengan cepat Liora menarik tangan wanita itu dan menarik Ronald untuk pergi dari sana.
"Liora, kan Mbak belum selesai, bagaimana jika ada kekurangan?" Protes Karin begitu mereka sudah berada di luar ruangan.
"Masalah itu nanti saja, mbak bisa lanjutkan pekerjaan mbak dulu, jika perlu sesuatu aku pasti akan segera menghubungi mbak Karin."
"Serius?"
"Iya."
"Baiklah, cepat panggil aku jika butuh bantuan."
"Siap," jawab Liora kemudian pandangan matanya tak sengaja bertabrakan dengan tatapan Ronald yang menatapnya seakan butuh penjelasan.
"Kamu lupa jika waktu aku mencoba jas itu saat sama kamu."
"Hmm aku ingat."
"Lalu?"
Liora memberi kode menunjuk ke arah pintu yang kini posisinya sudah tertutup.
"Maksudnya? Kamu sengaja?"
"Tapi ibu…" Ronald berusaha bertahan di tempatnya.
"Kan tadi aku bilang mereka butuh berbicara, jadi beri mereka kesempatan, aku yakin ayah akan mengantarnya pulang nanti, jadi kamu tidak perlu khawatir."
"Kamu yakin?"
"Hmm sangat yakin," jawab Liora yang kemudian melanjutkan niatnya tadi untuk membawa Ronald menjauh, agar ayah dan ibu mertuanya menyelesaikan apa yang memang harus mereka selesaikan.
"Sudah ah ayo!"
Dan kali ini barulah Ronald pasrah saat gadisnya kembali menarik tangannya, apalagi setelah memikirkan semuanya, bahwa apa yang Liora katakan memang benar, jika mereka memang hanya perlu waktu untuk berbicara.
Keduanya kemudian memutuskan untuk pulang membiarkan Mike yang nantinya akan mengantarkan mantan istrinya.
"Kita mau kemana lagi?" Tanya Ronald menoleh menatap Liora yang sedang asyik bermain ponsel.
Liora menghentikan kegiatannya lalu menatap Ronald, "Hmm bagaimana kalau kita ke rumah Lily, sudah lama rasanya aku tidak ke rumah, aku merindukan ibu."
Ronald tahu siapa ibu yang Liora maksud, pria itu pun langsung mengangguk menyetujui keinginan calon istrinya itu. Dan dengan segera dia melajukan mobilnya menuju ke rumah Alan.
__ADS_1
Sesampainya di kediaman Alan keduanya pun segera turun. Senyum langsung terukir di bibir Liora saat melihat Dea sedang asyik bermain dengan Cinta.
"Ibu!" Panggil Liora membuat Dea langsung menoleh.
"Liora," Dea tersenyum melihat putrinya itu datang.
Liora berjalan cepat lalu langsung menghampiri Dea dan memeluknya.
"Liora sangat merindukan Ibu, kenapa Ibu tidak pernah main ke rumah sih?" Ucap gadis itu dengan wajah cemberutnya.
"Hmm maaf sayang, nanti kapan-kapan ibu pasti main ke rumah, lagian kan kalau ibu ke rumah kamunya juga jarang di rumah.
"Kan ada mami, ibu bisa mengobrol sama mami."
Liora kemudian menunduk saat merasa ada yang menarik-narik celananya.
"Eh Cinta sayang, kamu sudah tambah besar saja," Liora jongkok dan mengangkat tubuh Cinta.
Cinta tampak memperhatikan Liora, membuat ketiga orang dewasa itu gemas melihatnya.
"Ini Bibi Liora, Cinta lupa, waktu itu Bibi Liora kesini," ujar Liora kembali memperkenalkan dirinya karena terlihat anak Lily dan Jason itu seperti lupa padanya.
"Bibi Lola?" Kata Cinta memiringkan kepalanya sambil mengerjapkan matanya lucu
"Bibi Liora sayang," kata Dea membenarkan ucapan cucunya.
"Bibi Lola."
"Hmmm kamu menggemaskan sekali," Liora kemudian mengecup seluruh wajah Cinta membuat gadis kecil itu tertawa kegelian.
"Oh ya Bu kok sepi, Lily kemana?" Tanya Liora menghentikan aksinya, lalu kembali menatap ke arah Dea.
"Lily dan Jason sedang pergi."
"Oh," Liora manggut-manggut mengerti.
"Ibu sama yayah mau bawa pulang dedek bayi," sahut Cinta yang tahu jika Liora dan Dea sedang membahas ayah dan ibunya.
Liora kembali menatap Cinta sambil mengernyitkan dahinya, kemudian bergantian menatap Dea lagi meminta penjelasan pada apa yang gadis kecil itu katakan.
"Lily hamil, memangnya Olive belum memberitahumu?"
"Lily hamil?"
Dea tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Akhirnya keponakanku akan semakin banyak," ucap Liora senang.
"Iya karena keponakanmu sudah banyak, sekarang tinggal kamu yang harus memberikanku keponakan yang banyak," sahut seseorang yang baru saja datang membuat Dea, Ronald, Liora juga Cinta yang sangat mengenali suara itu langsung menoleh dan menatapnya. Bahkan gadis kecil itu meronta meminta turun.