
"Jack kau mengagetkanku saja!" Kata Liora menatap Jack kesal.
"Salahmu berjalan tidak melihat ke depan, justru menatap sekeliling," jawab Jack.
Liora melirik Jack tidak suka, dan berlalu begitu saja. Jack menatap kepergian Liora, kemudian buru-buru menghadang jalan Liora.
"Apalagi?" Liora memutar bola matanya.
"Tidak ada, Tuan Max memanggilmu," Jack menarik tangan Liora membawanya ke hadapan kakak gadis itu.
"Jack aku bisa jalan sendiri!"
Liora berusaha melepaskan tangan Jack, tapi nyatanya tidak juga berhasil tenaga Jack lebih kuat dari tangannya.
Jack terus menarik Liora untuk menemui Tuannya, sejak kejadian bersama Ronald, Liora seperti menghindari Max, dan Max menggunakan kesempatan ini untuk menangkap Liora, dan Jack sama sekali tidak tahu rencana Max sebelumya, Max tiba-tiba saja diperintah menarik Liora dan membawa gadis itu kehadapannya.
"Jack!"
"Tidak, jika aku lepaskan kamu pasti akan kabur."
"Tidak Jack, aku tidak akan kabur," Liora mencoba menahan kakinya agar tidak tertarik Jack.
"Baiklah aku lepaskan," Jack melepaskan Liora setelah kini mereka tiba di hadapan Max.
Liora menatap Jack tajam, dirinya tidak menyangka jika Jack benar-benar membawa dirinya ke hadapan Max.
"Bawa dia ke mobil, aku akan pamit dulu, jangan sampai istriku tahu," setelah mengatakan itu Max pun segera berlalu menghampiri istrinya yang sedang berada di kamar tamu menidurkan putra mereka, mengajaknya untuk berpamitan.
Setelah mendengarkan perintah Max, Jack segera berlalu menuruti perintah Tuannya, membawa Liora ke mobilnya.
"Jack kau ini apa-apaan!" Liora menepis tangan Jack yang sedari tadi memegang pergelangan tangannya.
"Masuk Liora!"
"Tidak."
"Baiklah jika itu yang kau mau," Jack memegangi tubuh Liora dan membuka pintu memaksa gadis itu untuk segera masuk ke mobilnya dan buru-buru Jack mengikuti masuk dan melajukan mobil ke tempat yang sudah diberitahu Tuannya.
"Jack buka! Aku mau turun, sebenarnya kau akan membawaku kemana? Jack!" Liora merebut kemudi hingga mobil melaju tidak beraturan.
__ADS_1
"Diam Liora! Aku sedang menyetir!" Jack berusaha mengendalikan kemudi.
"Liora apa yang kau lakukan? Apa kau ingin kita celaka bersama?" Teriak Jack setelah berhasil menepikan mobil dan menghentikannya, walaupun mobil itu harus menabrak pohon.
Liora memegang dadanya, dirinya masih begitu terkejut, "Maaf," ucapnya setelah berhasil mengatur keterkejutannya, di lihatnya tangan Jack yang menahan agar kepala Liora tidak terbentur.
Liora menoleh ke samping menatap Jack takut-takut, apalagi mendengar pria di sampingnya tadi berteriak kepadanya.
"Jack, Jack kau tidak apa-apa?" Liora buru-buru menyeka cairan merah yang keluar dari dahi pria itu.
Tapi sebelum itu, Jack menahan tangan Liora dan menyingkirkan tangan Liora dari dahinya, dan menyeka cairan itu sendiri.
"Jack aku…"
Tak mendengar ucapan Liora, Jack kembali melajukan mobilnya.
Liora menatap Jack, wajah pria itu terlihat menyeramkan tidak seperti biasanya.
"Jack aku minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja," kata Liora penuh rasa bersalah.
"Jack kau marah? Ya tentu saja mau marah, kau sampai berdarah seperti itu."
"Aku tidak marah Liora, kau tahu jika tadi sangat berbahaya, kau bisa saja celaka kapan saja, bagaimana jika terjadi sesuatu lagi denganmu seperti dulu, bagaimana jika nanti kamu...kau tahu aku begitu takut tadi, aku takut jika sampai karena tadi, kau terluka," ucap Jack tanpa sadar air matanya menetes dan Jack buru-buru menghapusnya.
"Jack kenapa kau menangis? Apa rasanya sakit? Kau tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja kau melindungiku. Justru sekarang kau yang terluka," kata Liora mengangkat tangannya dan hendak kembali menyeka cairan merah yang keluar.
"Aku baik-baik saja, dan jangan kotori tanganmu!" Jack kembali menahan tangan Liora dan menurunkannya.
Liora menatap ke depan, Jack menolak bantuannya yang ingin membersihkan lukanya.
"Jika hal itu kembali terjadi, lebih baik kau lindungi dirimu sendiri, tidak perlu melindungiku dan membahayakan dirimu sendiri," kata Liora dengan pandangan lurus ke depan.
Jack menangkup wajah Liora agar menghadap ke arahnya.
"Kau masih berharap hal seperti ini kembali terjadi lagi? Tidak akan Liora, aku tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi lagi. Ingat itu baik-baik!"
"Jack," Liora menatap tepat ke dalam mata pria itu. Ada keyakinan yang dalam mendengar ucapan Jack tadi.
Jack segera menurunkan tangannya, mengalihkan pandangannya kemanapun asal tidak ke arah Liora. Rasanya Jack tidak sanggup, jantungnya berdebar kencang saat tatapan keduanya bertemu. Jack tidak ingin Liora sampai mendengar detak jantungnya saat ini.
__ADS_1
"Jangan seperti ini lagi," kata Jack yang kemudian kembali melajukan mobilnya, membelah jalanan yang tampak sepi di sore itu.
"Kamu begitu baik Jack, tapi maafkan aku," ucap Liora dalam hati, menatap Jack yang terlihat fokus pada kemudi dan jalanan di depannya.
"Jangan menatapku seperti itu, nanti kamu jatuh cinta," ucap Jack tanpa menoleh.
"Tidak akan," jawab Liora cepat, menyandarkan tubuhnya, melipat kedua tangannya di depan dada dan memejamkan matanya.
Merasa sepi, tidak lagi mendengar Liora berbicara, Jack melirik ke kursi sampingnya, tidak melihat Liora bergerak, Jack menoleh dan menatap Liora yang kini malah tertidur. Jack tersenyum, mengatur tempat duduk Liora agar posisi tidur gadis itu nyaman. Jack mengulurkan tangan ingin menyentuh wajah Liora tapi dengan cepat ditariknya kembali, tidak ingin jika sampai Liora terganggu hingga bangun dari tidurnya.
*
*
*
"Kenapa?" Tanya Jason begitu masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya meluruskan kakinya dan memijatnya sendiri.
Selesai acara tadi, Lily juga berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk pulang, begitu sampai rumah Lily langsung menuju kamarnya, ke kamar mandi dan membersihkan diri, sementara Jason, pria itu tengah mengobrol dengan Al.
"Hanya pegal saja, oh ya Kak Al gimana? Jadi besok akan berangkat lagi?" Tanya Lily yang mendengar kakaknya jika besok akan pergi lagi.
"Iya, kamu tidak apa-apa kan?" Jason berjalan menghampiri istrinya dan duduk di sisi ranjang kosong samping Lily.
Lily menggeleng dan tersenyum, "Tidak apa-apa, lagian Kak Al disana juga belajar. Oh ya bagaimana? Apa Kak Al bertemu Kak Lia disana?"
"Iya Al sudah datang ke tempat Dahlia tapi dia tidak menemuinya."
Lily mengernyitkan dahinya, bingung kenapa jika Al sudah datang ke tempat Lia, kenapa pria itu justru tidak menemuinya.
"Kenapa?"
"Kamu bisa tanyakan itu pada Al langsung, lagian Al juga berangkat besok malam, jadi kau bisa menghabiskan waktu bersamanya seharian."
Lily mengangguk, "Iya besok aku akan tanyakan pada Kak Al."
"Sini biar aku saja yang pijit!"
Lily mengangguk dan tersenyum dan membiarkan suaminya memijat kakinya yang terasa pegal, sementara dirinya duduk bersandar memejamkan matanya.
__ADS_1