
"Berhati-hatilah Liora!" Kata Jason menegakkan tubuh Liora yang hampir saja terjatuh.
Liora merasa lega, setidaknya dia tidak malu untuk kedua kalinya di depan kliennya.
"Makasih Kak, ya sudah kalau begitu saya permisi dulu," pamit Liora kepada Niko.
Niko hanya mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah Tuan semoga kerjasama kita berjalan lancar," Jason bangun dan menjabat tangan kliennya dan mengantarkan kliennya ke depan.
Begitu kembali, Jason melirik ruangan Liora tidak melihat gadis itu di ruangannya, mungkin saja Liora sedang berganti pakaian.
Jason kemudian melangkah kembali menuju ke ruangannya. Mengambil ponsel dan tersenyum melihat pesan yang istrinya kirimkan. Disana ada foto istrinya yang tengah memakan es krim.
"Seperti anak kecil" komentar Jason karena bibir istrinya itu sampai belepotan.
"Jadi kangen," tambahnya terus melihat beberapa foto yang kembali istrinya kirimkan. Di foto itu, kini perut Lily sudah mulai terlihat membuncit dan Jason sudah tidak sabar ingin melihat anaknya lahir ke dunia.
"Sedang apa Kak?" Tanya Liora yang tiba-tiba saja ikut mengintip apa yang sedang dilihat Jason.
"Liora kau tidak sopan! Kenapa kau masuk ke ruanganku tanpa mengetuk pintu terlebih dulu?"
Jason segera mematikan layar ponselnya dan meletakkannya di atas meja.
"Aku sudah mengetuk berkali-kali, tapi Kak Jason saja yang tidak mendengar, oh ya tadi Lily ya, apa dia sedang jalan-jalan? Kenapa tidak mengajakku sih?"
"Kau harus bekerja!"
__ADS_1
"Tapi Kak, aku juga butuh liburan."
"Salahmu kemarin libur tidak digunakan sebaik-baiknya, kenapa tidak kamu ajak saja kekasihmu?"
"Sudahlah Kak jangan bahas dia lagi, sekarang bersiap kita akan meeting sepuluh menit lagi, ini yang proposal yang Kak Jason minta, aku pergi dulu," Liora kemudian berjalan gontai keluar dari ruangan Jason, semangatnya hilang gara-gara Jason mengungkit Ronald.
"Jangankan mengajak jalan, dia pergi sudah beberapa hari saja sama sekali tidak memberi kabar," gerutu Liora kembali duduk di kursinya dan mengambil ponsel mengecek apakah ada pesan dari pria itu atau tidak, dan Liora harus kecewa karena tidak ada satupun pesan yang masuk ke dalam ponselnya.
Liora melipat satu tangannya di atas meja, dijadikan bantalan kepalanya, sementara tangan satunya dibiarkan lurus ke depan.
"Liora ayo kita berangkat sekarang!" Kata Jason tiba-tiba dan Liora yang sedang melamun langsung berdiri mendengar ucapan pria itu.
"Iya Kak," kata Liora kemudian berjalan mengikuti Jason di belakangnya menuju ke ruang khusus rapat.
*
*
"Tapi Kak…"
Lily merasa enggan saat kakaknya sudah mengajak pulang saja, padahal dirinya belum merasa puas.
"Kamu sudah setengah hari ini berjalan-jalan Ale, kakak takut kamu kelelahan dan keponakan Kakak nantinya kenapa-napa, kalau kamu mau jalan-jalan lagi, kamu bisa pergi bersama suamimu nanti," kata Al yang tahu jika adiknya masih ingin berjalan-jalan.
Lily mencebikan bibirnya dan akhirnya mengangguk setuju. "Baiklah, oh ya Kak, bagaimana kalau kita ke kantor aja," ucap Lily yang tiba-tiba merindukan suaminya.
"Kakak hanya akan mengantarmu ke sana, setelah itu Kakak akan langsung pulang, bagaimana?"
__ADS_1
"Ya sudah," jawab Lily tidak ingin memaksa kakaknya.
Mereka pun kemudian berjalan menuju basement, menuju ke mobil. Begitu sampai, keduanya pun segera masuk dan Al pun segera mengendarai mobilnya menuju ke kantor Jason.
Lima belas menit menempuh perjalanan, akhirnya mobil Al pun sampai, Lily turun dan setelah memastikan adiknya sudah masuk ke dalam, Al kembali melajukan mobilnya pulang.
Sementara itu, Lily berjalan dan semua karyawan yang mengenalnya menyapa dan menunduk hormat.
Lily membalas sapaan mereka tak lupa dengan senyuman yang selalu terukir di sudut bibirnya. Lily langsung berjalan menuju ke ruangan suaminya tapi ternyata kosong, suaminya sedang tidak berada di tempat, Lily mengambil ponsel untuk menghubungi suaminya, menanyakan keberadaannya, tapi sayangnya ponselnya keburu mati. Hingga akhirnya Lily pun memutuskan untuk menunggu suaminya.
Lily mengitari ke sekeliling ruangan Jason, tampak rapi, itulah yang Lily suka. Kemudian Lily berhenti di atas meja kerja Jason, dimana disana ada sebuah pigura, foto pernikahannya. Lily duduk di kursi kebesaran suaminya memperhatikan foto itu, dan mengusapnya, tersenyum saat mengingat bahwa perjalanan cintanya juga tidak mudah, bahkan sampai saat ini Lily tidak menyangka jika sudah menikah dengan pria yang dicintainya. Setelah puas menatap foto itu, Lily bangun dan berjalan menuju ke sofa, kemudian mendudukan dirinya di sana, mengangkat kakinya dan meluruskannya. Tak lama akhirnya Lily pun tertidur.
Jason yang sedang rapat, terus saja melihat ponselnya gelisah, karena terakhir mengirim pesan pada Lily justru tidak langsung terkirim, dan saat mencoba menghubunginya justru tidak aktif, mencoba menelpon kakak iparnya ternyata sama juga, kakak beradik itu seolah kompak tidak menjawab panggilannya dan bahkan menonaktifkan ponsel mereka membuat Jason cemas.
Liora yang melihat kegelisahan Jason, mempercepat pembahasan rapat dan meminta Jason segera mengakhirinya.
"Kenapa Kak?" Tanya Liora saat semua orang kini sudah bubar.
"Nomor Lily tidak aktif, Liora kamu bereskan sisanya, aku akan pulang sekarang," ucap Jason yang kemudian segera pergi.
Jason berjalan cepat menuju ruangannya, mengambil kunci mobil, dan saat berbalik betapa terkejutnya Jason saat melihat Lily tidur di sofa ruangannya. Jason mendekat melepas jasnya untuk menyelimuti sang istri dan berjongkok menatap wajah Lily yang tidur begitu nyenyak, tidak merasa terusik sama sekali saat Jason menciumi seluruh wajah Lily bahkan menyingkap sedikit baju Lily untuk mengusap perut sang istri langsung dan menciuminya.
Sementara itu, Liora yang sudah menyelesaikan pekerjaannya segera bersiap untuk pulang, hari ini dirinya akan kembali pulang ke rumah kakaknya Max karena mami dan papinya bergantian menjaga anak kakak pertamanya.
Liora hendak berpamitan pada Jason, tapi memilih tidak jadi, tidak ingin mengganggu keduanya. Liora pun segera keluar mengambil mobilnya.
Dengan kecepatan tinggi Liora mengemudi membuatnya cepat sampai ke alamat tujuan. Tapi saat akan turun, Liora memelankan langkahnya melihat beberapa mobil terparkir di halaman rumah Max.
__ADS_1