
Haiiii..... 🤗🤗
Ini novel pertamaku mohon dukungannya, maaf jika ada tulisan yang salah banyak kekurangan
Cerita ini murni hasil buah pemikiran thor semata tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya jika nama atau memiliki kasus yang sama itu hanya sebuah kebetulan 🙏🙏
Selamat menikmati 😊😘
Jangan lupa di 👍 dan ❤
Di tunggu kritik dan sarannya 😊
******
1 minggu sudah berlalu semenjak Rara bangun dan hubungan mereka mulai berjalan dengan baik tapi Rara belum juga keluar dari rumah sakit bukan karna masih sakit tapi karna Alex yang masih khwatir bahkan dia membuat Rara konsul sama psikiater ternama dan hasilnya menunjukkan bahwa Rara bisa sembuh 80% dari ganguan atau fobianya akan hubungan asmara dan pernikahan
Pagi itu Alex masuk ke kamar Rara membawa buket bunga mawar putih
"Hai. . . sayang bagiamana perasaanmu hari ini." ucap Alex masuk dan melihat Rara sedang berdiri dan melihat keluar melalui jendela
Rara hanya diam, bukan karna tak mendengar tapi dia sedang marah sama Alex yang tak memperbolehkan dirinya pulang dari rumah sakit ini bahkan ada 2 penjaga yang menjaga Pintu masuk kamar Rara
"Sayang ada apa?" ucap Alex sambil memeluk Rara dari belakang dan mencium pipi Rara
Rara hanya tetap diam tak menjawab atau merespon apa yang di lakukan Alex
"Baiklah kau bisa pulang hari ini." ucap Alex yang sadar bahwa Rara sedang marah kepadanya
Rara langsung tersenyum dan berbalik menghadap ke Alex
"Benarkah itu, awas kau berbohong." ucap Rara sambil tersenyum
Alex bukan ya menjawab dia malah mencium Rara dan mempererat pelukkannya
awalnya Rara kaget namun tak berapa lama Rara malah membalas ciuman itu dan menaruh tangannya dileher Alex
Tak berapa lama pintu kamar Rara terbuka sontak mereka dua kaget dan melepaskan ciumanya
Rara malu dan menundukk sedangkan Alex kesal karna momen romantisnya rusak lagi
__ADS_1
"Uuppss, aku masuk tanpa mengetuk maaf jika mengangu kalian." ucap Rio
Rara yang malu berbalik dan bersembunyi di samping Alex
"Kenapa selalu ada yang merusak suasana hatiku" ucap Alex dengan nada jengkel
"Mau apa kau kesini" ucap Alex marah ke Rio
"Maaf bro, aku ke sini hanya mau mengantar tas Rara yang ketinggalan di acara waktu itu, dan lain kali tolong berikan peringatan bahwa tak boleh di gangu di pintu." ucap Rio sambil tersenyum
"Tas ku?!, oh ia mana dia, apa ada hpku di dalamnya." tanya Rara sambil menambil tasnya
"Terima kasihM" ucap Rara sambil membuka tasnya dan mengecek isinya dan menambil hpnya
"Kalau kau mau berterima kasih seharusnya dengan sebuah makan siang." ucap Rio dengan entengnya
"Ternyata kau benar-benar bosan hidup ya Rio." ucap Alex melotot ke arah Rio
"Hahaha... aku hanya bercanda bro santai, aku heran kenapa Rara mau menerima pria pemarah sepertimu." ucap Rio sambil melangkah ke pintu keluar
"Ra aku tunggu undangan makan siangmu" ucap Rio sambil pergi karna kalau dia tetap di situ Alex pasti akan memutilasi dirinya
Rara hanya tersenyum melihat mereka berdua.
Rara mencoba menghidupkan hpnya tapi ternyata tak bisa hidup, jelas saja sudah berapa hari tak di ces
Setelah semua urusan Rara di rumah sakit selesai ahkirnya Rara sampai rumahnya
"Hallo.... rumahku aku kangen padamu" ucap Rara sambil masuk kedalamanan rumahnya dan melihat sekelilingnya tampak bersih dan terawat padahal Rara berpikir akan kotor mengingat terahkir kalinya rumah ini tak ada tanda-tanda kehidupan
"Kok bisa rumah ini bersih" ucap Rara kebingungan
Alex hanya diam tak menjawab pertanyaan Rara
tak lama hp Alex berbunyi lalu Alex mengeluarkan hpnya dari kantong celananya dan menjawab panggilan itu
"Maaf sayang sepertinya aku harus pergi kekantor ini ada urusan mendesak" ucap Alex sambil mencium kening Rara dan berjalan keluar
"Hati-hati pria gila" ucap Rara dengan nada sedikit teriak karna Alex sudah keluar
__ADS_1
Rara masuk ke kamarnya dan mengeces hpnya lalu duduk di kasur, (semuanya bersih tidak ada noda dan debu sedikit pun) batin Rara sambil melihat sekeliling kamarnya
"Bagaimana dengan butikkku." ucap Rara sambil mengambil kuncinya mobilnya
Sekitar 15 menit Rara sampai di butik.
Rara keluar dari mobil dan masuk ke butiknya
"Hai semuanya." ucap Rara ke pegawainya
Semua pegawainya tersenyum dan mendekat ke Rara "owner kau kembali" kata pegawai satu "kami sangat kangen padamu" ucap pegawai dua
"Bagaimana keadaan butiknya?" tanya Rara
saat pegawainya hendak menjawab seorang wanita datang dan mendekat
"Selamat atas kesembuhanmu nona Rara." ucap Seorang wanita cantik di depan Rara
"Kau siapa?" tanya Rara
"Perkenalkan saya Adelia menejer baru butik ini owner Rara." ucap Adelia
"Menejer?!, lalu kemana Yeni?" tanya Rara
"Yeni sudah izin untuk istarhat persiapan mau melahirkan." ucap Adelia dengan tersenyum
"Mari owner ada laporan yang perlu anda cek." ucap adelia lagi
"Baiklah, ayo keruang ku." ucap Rara beranjak ke ruangannya
Di dalam ruangan Rara mulai mengercek semua laporan, dan tak menemukan masalah dan bahkan penjualan meningkat
"Siapa yang memperkerjakan kamu?" ucap Rara sambil mengecek laporannya tanpa melihat ke Adelia
"Tuan Alex yang merekomendasi saya lalu di setujui oleh bu Yeni." ucap Adelia menjelaskan apa yang terjadi dalam 1 minggu ini
"Hhhmmmm baiklah kalau begitu, laporan ini juga tidak ada yang salah bahkan desian-desain gaum mu sangat cantik, aku rasa kau mampu menjalankan butik ini." ucap Rara sambil tersenyum
"Terima kasih atas kepercayaan anda owner." jawab Adelia sambil sedikit membungkuk
__ADS_1