Please Love Me

Please Love Me
Bab 182


__ADS_3

"Sampai jumpa Dahlia, aku akan benar -benar menunggumu, maaf karena aku mengingkari janji atas perkataanku yang bilang akan membuat kenangan indah bersamamu, kau tahu kenapa? Karena aku tidak sanggup jika nantinya kamu akhirnya pergi, makanya aku memutuskan untuk menjaga jarak darimu, kalau tidak, aku pasti akan jadi orang egois yang akan menahanmu di sisiku, tanpa peduli kau akan kehilangan mimpimu. Sekarang aku akan mendukungmu, dan aku berharap kau akan segera kembali dan disaat itu, barulah kita menjalani kehidupan kita yang sesungguhnya, dimana hanya ada aku dan kamu," kata Al yang menatap kepergian Dahlia dari jauh, dirinya benar-benar tidak bisa menemui Dahlia, bukan dia pengecut melainkan dia tidak ingin menjadi orang yang egois nantinya.


Al memandangi adiknya yang juga sepertinya enggan untuk meninggalkan bandara. Dan setelah menunggu 2 jam an lebih, akhirnya Al ikut beranjak disaat adik dan adik iparnya memutuskan pergi.


*


*


*


"Sekarang kamu mau kemana? Apa mau jalan-jalan?" Tanya Jason menoleh pada istrinya sebentar yang duduk di sampingnya, kemudian kembali fokus pada kemudi.


"Memangnya kamu tidak bekerja?"


"Hmm aku bisa meminta libur, sehari kurasa tidak masalah, lagian juga sekarang ada Liora," jawab Jason tanpa mengalihkan pandangannya pada jalanan yang ada di depannya.


"Apa sekarang Kak Liora akan aktif di perusahaan Tuan Stevano?" Tanya Lily begitu penasaran.


"Kenapa? Apa kamu cemburu dan takut jika aku akan selalu bersamanya?" Tanya Jason.


"Tidak, siapa juga yang cemburu. Aku hanya bertanya saja," jawab Lily mengalihkan pandangan dan menatap keluar jendela.


"Benarkah kamu tidak cemburu? Berarti aku bisa pergi sama dia besok," kata Jason yang membuat Lily langsung menatapnya tajam.


"Kamu berani? Istrimu sedang hamil, kamu malah mau jalan sama gadis lain?" Lily begitu kesal mendengar ucapan suaminya tadi.


"Ya kan tadi kamu bilang tidak cemburu, ya sudah sekali-kali tidak apa-apa kali ya jika aku ajak Liora jalan-jalan," kata Jason yang sengaja ingin menggoda istrinya.


"Ya sudah sana kalau mau jalan sama dia, awas saja kamu, nanti lebih baik tidur di kamar tamu," ancam Lily.


"Sayang, aku tadi hanya bercanda kok, kamu malah jadi serius gini," sudah di ancam seperti itu, membuat nyali Jason untuk kembali menggoda istrinya pun menciut.


"Bercanda, tapi kamu ada niatan seperti itu kan?"


"Tidak sayang, sama sekali tidak terpikirkan aku punya niatan seperti itu, aku berani bersumpah. Lagian kamu juga tidak perlu khawatir, Liora sudah memiliki kekasih, bahkan kekasihnya itu sudah dikenalkan sama Tuan dan Nyonya besar, Tuan Muda juga sahabat kamu yang waktu itu juga ada di sana, kalau kamu tidak percaya, kamu tanyakan saja sama Nyonya Olivia," jelas Jason tidak ingin istrinya salah paham.

__ADS_1


"Iya, iya aku percaya, tapi lain kali jangan bicara sembarangan lagi, aku takut kamu benar-benar melakukan itu," ucap Lily lirih.


Jason segera menepikan mobilnya, kemudian memeluk istrinya yang tiba-tiba saja menangis.


"Maaf sayang, sungguh aku tadi hanya bercanda, lagian saat aku bilang kamu cemburu kamu malah menyangkalnya."


"Ya sudah, ayo katanya mau jalan-jalan," kata Lily mendorong dada suaminya kemudian menghapus sisa air matanya.


"Oke kita jalan-jalan sekarang!" Kata Jason yang langsung menuruti keinginan istrinya, kembali melajukan mobilnya.


"Oh ya sayang, tadi katanya Kak Liora punya kekasih, hmm dia siapa? Orangnya tampan atau tidak?" Tanya Lily menatap Jason dengan tatapan penasaran sambil menunggu jawaban pria itu.


"Aku tidak tahu dia siapa, soalnya saat itu, begitu aku melihat dia dan Liora memperkenalkan, aku langsung pergi," jawab Jason.


"Kenapa kamu pergi? Kamu cemburu melihat Liora memperkenalkan kekasihnya?"


"Jason sepertinya kamu harus banyak-banyak bersabar dan hati-hati menjawab, takutnya nanti kamu akan salah lagi," ucap Jason dalam hati.


"Waktu itu, aku menggendong Alno yang tertidur," jawab Jason tersenyum, dia yakin mendengar ini, istrinya tidak akan menyalahkannya lagi.


"Tuhkan jadi salah jawabannya," gerutu batin Jason.


"Ya bukan seperti itu juga sayang, aku memang tidak ada niat untuk tetap ada disana, kan waktu itu aku ingin cepat-cepat kembali dan bertemu dengan kamu."


Lily terdiam dan Jason kini tengah berharap dalam hati, semoga jawaban yang tadi disampaikannya benar, Jason menanti dengan was-was, Lily yang kini tidak kunjung kembali membuka mulutnya.


"Oh, bagus jika seperti itu, oh ya kamu belum menjawab pertanyaanku yang kedua, ayo sekarang jawab!"


"Pertanyaan kedua? Memangnya ada?" Bukannya menjawab Jason justru bertanya balik.


"Ada tadi, masa kamu lupa, atau kamu pura-pura tidak ingat," kata Lily kesal.


"Coba ulangi, pertanyaan kedua yang seperti apa?" Ucap Jason yang tidak ingin kembali disalahkan karena memberi jawaban yang salah.


"Kekasih Kak Liora bagaimana? Tampan tidak?"

__ADS_1


"Menurutku biasa saja, karena sudah sangat jelas jika aku yang lebih tampan darinya," jawabnya percaya diri.


"Benarkah?"


"Ya tentu saja, sudahlah jangan membahas orang lain lagi, sekarang kamu mau kita kemana?"


"Terserah kamu saja, aku tidak tahu banyak tempat," jawab Lily menyerahkan semua kepada sang suami.


"Baiklah, aku akan mengajakmu ke tempat yang belum kamu pernah kamu kunjungi."


*


*


*


"Berapa lama lagi kita harus menunggu Kak?" Liora tampaknya begitu kesal karena harus menunggu klien yang tidak juga datang, padahal mereka sudah menunggu setengah jam dari waktu yang sudah dijanjikan.


"Kenapa sih Kakak tidak batalkan saja kerjasama dengan klien ini, dengan mereka datang terlambat berarti mereka tidak kompeten, kali ini sudah terlambat bukan tidak mungkin jika lain kali mereka akan seperti itu lagi," Liora tidak henti-hentinya mengomel membuat pusing Stevano.


"Kita tunggu lima menit lagi, kita tidak bisa membatalkannya begitu saja, karena perusahaan yang akan bekerjasama kali ini, perusahaan Tuan Gomes, sebenarnya bisa, tapi kakak memandang beliau adalah bagian dari keluarga kita."


"Tuan Gomes? Tunggu bukankah Paman…"


"Beliau akan membangun perusahaannya juga disini, Tuan dan Nyonya Gomes tidak ingin berjauhan lagi dengan Flo, tapi untuk sementara perusahaannya di pegang oleh keponakannya selama Tuan Gomes menyelesaikan urusannya disana" jelas Stevano.


"Apa Kak Bunga tahu?"


"Sepertinya tidak, karena mereka bilang ini akan menjadi kejutan untuk Flo, jadi kamu juga jangan sampai Flo tahu tentang hal ini, bisa-bisa rencana Tuan dan Nyonya Gomes akan berantakan."


Liora mengerucutkan bibirnya, "Memangnya Kakak kira aku orang yang tidak bisa menjaga rahasia apa," ucap gadis itu.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menunggu lima menit lagi, semoga saja Paman Davian tidak salah memilih orang untuk menggantikan sementara posisinya," tambah Liora yang memilih mengambil ponsel untuk memainkannya.


"Maaf saya terlambat," ucap tiba-tiba seseorang di belakang posisi duduk Liora dan Stevano, dan membuat kedua orang itu langsung menoleh.

__ADS_1


"Kau!" Kata Liora yang terkejut melihat siapa orang yang sedari tadi ditunggunya.


__ADS_2