
Haiiii..... 🤗🤗
Ini novel pertamaku mohon dukungannya maaf juga ada tulisan yang salah dan kurang
Cerita ini murni hasil buah pemikiran thor semata tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya jika nama atau memiliki kasus yang sama itu hanya sebuah kebetulan 🙏🙏
Selamat menikmati 😊😘
Jangan lupa 👍 dan ❤
Komen kritik dan saran ya di tunggu
********
Sekitar 30 menit di jalan ahkir nya mobil Alex berhenti di sebuah bangunan yang sesuai dengan alamat yang sesuai Rara ketik tadi
"Berhenti ini tempatnya." ucap Rara
"Kira-kira berapa lama lagi makanannya sampai." ucap Rara sambil membuka pintu mobil
"Mungkin sebentar lagi." ucap Alex yang ikut keluar dari mobil
Alex berdiri dan melihat bangunan itu dan melihat ke arah papan nama yang bertulisan "Panti Asuhan Kasih Bunda."
Tak berapa lama mobil box pengangkut berhenti di belakang mereka
"Pas banget." ucap Rara sambil tersenyum
Rara mengambil 1 plastik besar berisi makanan tadi
"Tolong sisanya bawa ke dalamnya." ucap Rara ke kurirnya sambil masuk ke dalam
"Sayang!!!!, aku datang." teriak Rara sambil masuk ke panti asuhan itu
Seketika Alex yang mendengar itu langsung berlari masuk juga di pikiran Alex ada seorang pria yang berkerja di sini dan dia adalah pacarnya Rara makanya Rara sampai berbuat seperti ini
namun saat masuk ke dalam Alex melihat Rara di peluk oleh banyak anak
pikiran Alex langsung tenang dan mendekat Rara yang sedang mambagikan kotak nasi tadi
Alex hanya diam dan memperhatikan Rara yang sedang membagikan kotak makan tadi
Beberapa saat kemudian seorang wanita datang ke Rara dan tersenyum
"Bagaimana kabarmu Ra?" ucap suster Maria sambil memeluk Rara
Wanita itu adalah suster Maria, dia berkerja sebagai kepala suster di panti asuhan ini, dia yang mengawasi semua anak-anak di sini
__ADS_1
" Aku baik sus, bagaimana kabar suster" tanya Rara lagi sambil melepas pelukkannya
"Kami semua baik-baik saja Ra" ucap suster Maria
"siapa dia?!, apakah dia pacarmu?!" tanya suster Maria sambil melihat Alex yang berada di belakang Rara
"Bukan Sus, dia hanya teman ku dan juga ini bantuan dari dia, perkenalkan dia Alexsander William." ucap Rara memperkenalkan Alex
"Oohhh begitu, terima kasih pak Alex atas bantuannya." ucap suster Maria sambil tersenyum
Alex hanya diam dan tersenyum
Rara melihat jam di tangannya dan ternyata susah mau sore, Rara pun berkata "Sus kaya kami tidak bisa lebih lama lagiM" ucap Rara
"Ya sudah hati-hati ya RaM" ucap suster Maria
Saat Rara dan Alex mau keluar, anak-anak tadi langsung bergerumbung memeluk Rara dan mengucapkan salam ke pada Rara
"Kakak ke sini lagi yaM" ucap salah satu anak
"Ia nanti kakak ke sini lagi" ucap Rara
"Bye-bye semuanya." ucap Rara lagi sambil melambaikan tangannya
"Bye-bye." suara anak-anak itu serentak
Rara dan Alex masuk ke mobil dan Alex menjalankan mobilnya
"Aku sangat suka anak-anak, mereka lucu dan mengemaskan" ucap Rara sambil memijit pergelangan tangannya yang membiru akibat di remas Alex dan di paksa untuk mengangkat makanan tadi
"Apa masih sakit". ucap Alex sambil melihat tangan Rara
"Tidak paling sebentar lagi sembuh." ucap Rara sambil tersenyum
Tak lama kemudian mobil Alex berhenti di sebuah apotek, Alex membuka pintu mobil sambil berkata "Tunggu di sini jangan ke mana-mana"
Sekitar 10 menit Alex masuk lagi ke mobil sambil membawa seplastik obat
"Sini tanganmu." ucap Alex sambil menjulurkan tangannya
Rara hanya diam dan memberikan tangannya
Alex mengoleskan salep ditangan Rara
"Aaww." rintih Rara
"Sabar bentar lagi selesai aku tinggal menempelkan koyo ini" ucap Alex sambil menempelkan koyo di tangan Rara
__ADS_1
Tiba-tiba hp Alex berbunyi awalnya tak di hiraukan Alex, tapi hp nya berbunyi berulang-ulang
"Angkat Lex siapa tau penting" ucap Rara
Alex mengkat telpon itu
"Ada apa?!, bukankah sudah aku katakan aku tak ingin di gangu" ucap Alex dengan nada marah
"Maaf pak ini mendadak, pak Yohanes ada di ruang bapak sekarang dalam keadaan marah" suara dari telpon Alex
"Baiklah aku akan ke situ" ucap Alex sambil menutup panggilan itu
"Sepertinya kita harus pulang, aku akan mengantarmu" Ucap Alex sambil melihat ke Rara
"Bisa antar aku ke butik, karna mobil dan tas ku masih di butik" ucap Rara
"Baiklah" ucap Alex sambil menjalankan mobilnya
Tak berapa lama mobil Alex sampai di depan butik, Rara pun turun dan berkata " terima kasih"
"Jam 6 aku akan ke rumah menjemputmu" ucap Alex sebelum pergi
Rara hanya tersenyum dan menganguk
Lalu Rara masuk ke butik dan naik ke atas masuk keruangannya mengambil tas,hp dan kunci mobilnya dia melihat ruang Yeni tertutup dan dia berpikir Yeni sudah pulang lalu Rara beranjak pergi dari butik dan pulang kerumah
Sampai di rumah Rara langsung membaringkan dirinya ke sofa depan tvnya,
"Cape nya, hari ini cukup melelahkan" ucap Rara sedang berbaring di sofa tak berapa lama Rara tertidur
Sementar itu di sebuah ruangan ada seorang pria sedang marah-marah
"Kemana saja kau Alex? kenapa kau selalu meninggalkan tanggung jawabmu" ucap Yohanes dengan nada tinggi
"Bukannya Rehyan sudah cukup memimpin rapat itu" ucap Alex
"lalu untuk apa aku menbayar mereka kerja jika aku harus ikut kerja" ucap Alex dengan santainya
"Seorang pemimpin yang baik tidak meninggalkan tanggung jawabnya dan sesikap seenaknya" ucap Yohanes memarahi Alex
Alex diam dan malah memainkan hpnya
"Siapa dia?!, siapa wanita itu!?, hingga membuatmu lupa dengan tanggung jawabmu" ucap Yohanes
Seketika Alex langsung melihat ke arah ayahnya dan berkata " jangan pernah mencampurin urusan pribadiku atau kau akan menerima akibatnya"
"Kau anak ku Alex, ancamanmu tak mempan terhadapku" ucap Yohanes sambil tersenyum sinis
__ADS_1
Alex marah dan keluar dari ruang tersebut dengan menendang pintunya
"Anak itu tidak pernah berubah, semoga wanita itu bisa merubah dirinya" ucap Yohanes sambil memegang sebuah dokumen di atas meja Alex dan dokumen itu adalah data Rara yang di kumpulkan anak buahnya