
"Liora bisa tidak jika kamu mau masuk ketuk pintu dulu."
Sementara Lily yang merasa malu, akhirnya memeluk suaminya dan menyembunyikan wajahnya di dada sang suami
"Maaf Kak, aku lupa," jawab Liora kemudian memicingkan matanya saat melihat seorang wanita duduk di pangkuan pria yang bisa dikatakan atasannya itu.
"Siapa dia Kak? Apa jangan-jangan Kakak selingkuh? Kak kamu benar-benar jahat, istri sedang hamil di rumah kamu justru mencari wanita lain yang tubuhnya jauh lebih berisi dari Lily, Kak aku bisa melaporkan ini ke istri Kakak loh, serius aku tidak bercanda," Liora kemudian segera mengambil ponselnya.
"Terserah kau saja, jika mau melaporkan ya laporkan saja," jawab Jason enteng.
"Aww sakit sayang, kenapa kamu malah mencubitku?" Terdengar Jason mengaduh.
"Wah parah, kamu benar-benar keterlaluan Kak, bahkan kamu memanggil dia sayang, di depanku lagi? Aku harus benar-benar melaporkan ini kepada Lily, biar nanti kamu disuruh tidur di luar."
"Ini ya, aku benar-benar telepon," kata Liora tidak main-main dia langsung mencari nomor Lily dan menghubunginya.
Dan Jason hanya mengedikkan bahu. Liora menunjuk-nunjuk Jason sambil menempelkan ponsel di telinganya.
"Tunggu! Kenapa terdengar bunyi seperti dering telepon di ruangan ini?" Gumam Liora yang kemudian mencari-cari ke sekeliling dimana bunyi itu berasal.
Liora mematikan panggilannya, bunyi itu pun berhenti, kemudian kembali memanggil dan bunyi dering ponsel terdengar lagi.
"Sayang suruh Kak Liora keluar, sumpah aku malu," bisik Lily di telinga suaminya.
"Liora keluarlah! Apa yang sedang kau lakukan? Apa kau kekurangan pekerjaan jika iya, aku akan menambahkan pekerjaan untukmu."
"Sstt! Diam lah Kak, aku sedang fokus, masalah kerjaan tenang saja, aku akan mengerjakannya nanti," kata Liora yang semakin gencar mencari-cari, hingga terdengar jelas saat dirinya berada dekat dengan kursi kebesaran Jason.
"Bunyinya seperti dari sini," gumam gadis itu lagi.
"Kenapa kamu sampai kesini-sini segala, cepat minggir jangan disini!" Jason mengusir Liora yang kini sudah ada di samping dirinya duduk.
"Yes, aku menemukannya." Kata Liora yang memperhatikan wanita yang duduk di pangkuan Jason.
__ADS_1
"Siapa kamu?" Tanya Liora kemudian menatap Jason penuh tanya.
"Ini aku Kak," kata Lily akhirnya yang sudah pegal dengan posisinya saat ini.
"Kamu? Ya ampun Lily kamu semakin gemukan ya ternyata," kata Liora mencubit kedua pipi Lily yang tampak lebih tembem dari sebelumnya.
"Kak sakit!" Ucap Lily tidak jelas.
"Oh iya, iya maaf, habisnya kamu menggemaskan," ucap Liora kemudian menarik Lily pelan meminta wanita itu turun dan memintanya duduk di sofa.
"Bagaimana keadaan kamu dan bayinya?" Tanya Liora yang kini duduk di samping Lily dengan posisi menghadap ke arah wanita yang tengah berbadan dua itu.
"Aku baik, dan bayiku juga sehat, lihatlah bahkan tubuhku lebih berisi."
"Ya, ya, kau benar juga, oh ya kamu tahu, aku kemarin melihat Ibu pergi dengan ayahmu, sepertinya rencana kita lancar untuk menyatukan mereka kembali, akh aku akhirnya lega karena Ibu bisa menemukan kebahagiaannya," Liora melepaskan genggaman tangannya pada Lily kemudian duduk bersandar di sofa mengingat senyuman ibunya yang lebar untuk pertama kalinya dia lihat disaat bersama seorang pria.
"Iya, aku juga senang, kemarin aku melihat Ayah menonton televisi tapi justru senyum-senyum sendiri," kata Lily ikut bersandar di samping Liora. Kemudian keduanya menolehkan kepalanya saling tatap dan tertawa, Liora pun kemudian memeluk Lily, Lily balas memeluk Liora.
"Sudah ngobrolnya?" Jason bersedekap dada, menatap kedua wanita yang saling berpelukan.
"Sekarang kamu lakukan pekerjaanmu, kamu dibayar bukan hanya duduk saja Liora, kasihan Tuan Muda rugi mempekerjakanmu," ucap Jason duduk di samping istrinya.
"Dan kamu juga sayang, kamu kesini itu untuk menemaniku, malah kamu ngobrol sama Liora dan aku di cuekin," kata Jason kesal pada sang istri.
"Bukannya kamu dari tadi juga cuekin aku, kamu bawa aku kesini, tapi kamu malah sibuk sendiri, sekarang giliran aku punya teman ngobrol kamu juga yang kesal."
Liora yang melihat pasangan suami istri itu ribut sendiri, dengan perlahan bangun dan melangkah pelan-pelan meninggalkan ruangan Jason.
"Akhirnya," ucap Liora mengelus dadanya merasa lega karena bisa keluar dengan selamat.
Sementara itu, yang di dalam ruangan tampaknya masih asyik berdebat, "Kan sebelumnya kamu yang bilang jika disini aku bisa mengobrol dengan Kak Liora, karena Mira hari ini libur."
"Iya aku tahu, tapi kamu juga jangan cuek gitu sama suami kamu sayang, kamu tahu, aku disini tadi sudah seperti orang ketiga."
__ADS_1
"Ya kan kamu bisa melanjutkan pekerjaan kamu, dan aku bisa mengobrol, gimana sih?"
Jason menghela nafas, sepertinya berdebat dengan sang istri tidak akan ada habisnya jika dia tidak mengalah.
"Sayang, aku tidak fokus bekerja mendengar kalian mengobrol," jelas Jason.
"Ya sudah kalau begitu kamu bisa lanjutkan pekerjaanmu, aku tidak akan mengganggu, ayo cepat kerjakan, biar aku tidak menunggu terlalu lama, aku bosan soalnya," ucap Lily mendorong suaminya untuk kembali ke kursinya.
"Baiklah, aku akan selesaikan ini secepatnya," kata Jason mengecup kening Lily kemudian duduk dan kembali berkutat dengan laptopnya.
"Ya sudah, kalau begitu aku akan mengobrol dengan Kak Liora di ruangan dia saja," kata Lily kemudian dan segera keluar dari ruangan suaminya.
"Ujung-ujungnya aku yang diabaikan," gumam Jason yang melihat istrinya menghilang setelah pintu ruangannya ditutup, kemudian memutuskan untuk membiarkan istrinya mengobrol Liora agar dia tidak merasa bosan dan kesepian selama menunggunya.
**
"Kenapa tadi tiba-tiba pergi?" Ucap Lily mengejutkan Liora yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Kamu mengejutkan saja, kenapa?" Tanya Liora melirik sekilas Lily kemudian kembali melanjutkan mengerjakan laporan yang diminta Jason.
"Kak Liora sibuk?" Tanya Lily yang masih berdiri di samping Liora duduk.
"Hmm iya, hmm tidak," jawab Liora.
"Jadi gimana? Sebenarnya kakak sibuk atau tidak? Kenapa jawab iya dan tidak?"
"Sibuk, sebentar lagi tapi selesai, kenapa?" Kini Liora benar-benar menatap Lily.
"Aku bosan, ingin mengobrol dengan Kak Liora, tapi Kak Lioranya sibuk, ya sudah aku kembali masuk saja."
"Tunggu! Baiklah kita mengobrol tapi tunggu 5 menit lagi, aku kerjakan ini dulu bagaimana?" Ucap Liora membuat Lily berpikir akan menyetujui Liora atau tidak.
"Lama deh mikirnya, uda lebih baik kamu tunggu saja" putus Liora kemudian menarik Lily untuk duduk di kursinya. Sementara dirinya duduk di meja sambil kembali mengetik.
__ADS_1
Sementara itu Jason yang diam-diam mengintip keduanya tersenyum, "Akhirnya hubungan mereka bisa baik-baik saja dan justru semakin akrab," katanya yang awalnya takut jika hubungan mereka tidak baik hanya karena dirinya.