Please Love Me

Please Love Me
Part 146


__ADS_3

"Maaf Kak, hari ini aku tidak bisa, aku harus menemani ayah, sekali lagi, aku minta maaf ya, aku jadi tidak enak, sampaikan juga permintaan maafku pada Ibu," ucap Lily penuh penyesalan karena kedua kalinya harus membatalkan janjinya yang akan datang ke rumahnya.


Lily memutuskan panggilan setelah kakaknya Lia mengiyakannya. Untung saja, Lia mengerti posisi Lily saat ini tanpa perlu menjelaskannya panjang lebar.


Bagaimanapun Lily tidak tega meninggalkan ayahnya sendirian, kecewa tentu saja terbesit perasaan kecewa dan marah tapi itu semua sudah berlalu dan tidak diubah lagi. Ibu kandungnya tidak bisa hidup lagi dan berkumpul dengan mereka kembali. Dan Lily memilih berdamai dengan masa lalu. Lily tahu ayahnya salah, tapi bagaimanapun Lily tidak berhak menyalahkan ayahnya sepenuhnya, karena Lily tidak mengerti kondisi ayahnya saat itu.


Suaminya sudah pergi ke kantor sekitar 1 jam yang lalu, setelah menceritakan apa yang terjadi. Lily menghela nafas panjang dan bangun dari duduknya, saat dirasa waktu merenungnya sudah cukup. Lily bangun dan segera turun ke lantai bawah, satu tujuannya adalah menuju ke kamar ayahnya.


Tok


Tok

__ADS_1


Lily mencoba mengetuk pintu kamar yang tertutup rapat, beberapa kali mengetuk tapi Lily tidak juga mendapatkan sahutan dari dalam. Hingga membuat Lily mencoba membukanya, dan beruntung pintu tidak dikunci. Lily masuk dan melihat ayahnya duduk melamun di tepi ranjang, menatap sebuah foto.


Lily duduk di samping ayahnya, dan seperti ayahnya tampaknya tidak menyadari keberadaan Lily yang sudah duduk di sampingnya. Lily bisa melihat foto itu dengan jelas, foto ayah yang sedang berjongkok memeluk Kak Al yang masih kecil, dengan tangannya menunjuk sesuatu di depannya yang tidak tahu itu apa, sementara Ibunya berdiri di samping ayahnya sedikit menundukan kepala menatap Ayah dan Kakaknya dengan dirinya ada dalam gendongannya masih tampak tertidur pulas. Bukankah di foto itu menggambarkan cinta dan keharmonisan, dimana letak ayahnya yang tidak mencintai dan menyayangi mereka padahal terlihat jelas jika ada senyum tulus di bibir ayahnya tanpa dibuat-buat saat foto itu diambil.


Lily menggenggam tangan Alan, membuat pria paruh baya itu menoleh.


"Ayah, Ayah belum makan apapun sejak tadi pagi kan? Ayah makan ya, Ale sudah menyiapkan makanan kesukaan Ayah, Ale sendiri kok yang masak spesial untuk Ayah," ujar Lily dengan senyuman manis di bibirnya.


Lily menggeser posisi duduknya hingga menjadi berhadapan dengan ayahnya. "Ayah jujur saja Ale sangat kecewa saat tahu jika Ayah lebih mementingkan dunia Ayah sendiri daripada keluarga Ayah, tapi semua sudah berlalu, dan tidak bisa diubah lagi, sekarang Ale tanya sama Ayah, apa Ayah benar menyayangi kami terlepas dari kami adalah anak dari seorang wanita yang tidak Ayah cintai?"


"Ale kenapa bertanya seperti itu? Tidak perlu bertanya pun bukankah semuanya sudah jelas, Ayah menyayangi kalian sangat menyayangi kalian, Ayah juga menyayangi Ibu kalian, jika tidak bagaimana mungkin kalian bisa lahir ke dunia ini?" Ucap Alan penuh keyakinan.

__ADS_1


Lily menatap mata Ayahnya mencari kebohongan disana, tapi Lily tidak menemukannya.


"Ya, Ayah akui kita menikah memang tanpa rasa cinta, Ayah dan Ibu kalian tidak pernah saling suka, apalagi saat itu ayah juga sudah memiliki kekasih, hmm sebenarnya bukan Ayah yang di jodohkan dengan Ibu kalian tapi kembaran Ayah, kami sangat mirip, dan orang yang baru bertemu kami pasti mengira jika kami adalah orang yang sama. Suatu hari Ayah kami datang ke suatu tempat untuk memeriksa pasien yang juga berstatus sebagai sahabat baiknya selagi sma. Karena kesepian Aldan saudara kembar Ayah ikut kesana. Dia bertemu dengan Ibu kalian. Sebenarnya tidak hanya Ibu kalian yang menyukai Aldan, tapi Aldan juga menyukai Ibu kalian. Dan terjadilah perjodohan itu. Aldan dia meneruskan perusahaan Opa kalian karena memang cita-citanya memang jadi pengusaha yang hebat. Sedangkan Ayah lebih memilih menjadi dokter seperti Kakek kalian. Dan di kampus lah Ayah bertemu dengan seorang gadis yang hebat dan dia akhirnya menjadi kekasih Ayah. Kami memiliki cita-cita yang sama yaitu menyelamatkan nyawa orang lain. Selain itu secara kebetulan kami juga menjadi koas di tempat yang sama.


Tapi suatu hari, terjadi kecelakaan yang menimpa Aldan dan Kakek kalian, Kakek kalian meninggal di tempat dan Aldan masih sempat dilarikan ke rumah sakit. Aldan meminta Ayah untuk menggantikannya menikahi Ibu kalian di hari yang sudah direncanakan, dia meminta Ayah untuk tidak mengungkap jati diri Ayah yang sebenarnya. Untungnya saat itu mereka hanya saling pandang dan tidak berkenalan hingga keluarga Ibu kalian benar-benar tidak tahu bahwa dia Aldan. Setelah mengatakan itu, kondisi Aldan kritis dan dokter menyatakan jika Aldan koma. Banyak orang yang tidak tahu kalau kami kembar, karena sedari kecil disaat Aldan berumur 6 tahun dia tinggal bersama Opa dan Oma, di negara Opa berasal. Dan di saat umur 22 tahun dia baru kembali, setelah Opa dan Oma meninggal. Dan di waktu itulah pertemuan pertama dirinya dan Ibu kalian.


Dengan berat hati, Ayah menemui kekasih Ayah, Ayah memutuskannya sepihak, Ayah bilang padanya bahwa Ayah tidak mencintainya lagi, tapi kamu tahu saat itu Ayah berbohong, Ayah masih sangat mencintainya, tapi Ayah tidak punya pilihan lain. Ayah harus menikahi Ibu kalian seperti hari yang sudah ditentukan. Setelah Ayah menikah kekasih Ayah pun menjauh, dia pergi dari kota ini.


Hidup bersama Ibu kalian membuat Ayah lama kelamaan jatuh cinta padanya. Ayah bahkan saat itu melanggar janji Ayah kepada kembaran Ayah, untuk tidak menyentuh Ibu kalian. Tapi Ayah tidak bisa, Ayah selalu meyakinkan diri Ayah sendiri, bagaimanapun status Ayah adalah suaminya dan Ayah berhak untuk menyentuhnya. Hingga akhirnya karena hari itu kami memiliki Al. Dan tidak berhenti disitu saja, Ayah kembali menyentuh Ibu kalian dan benar-benar memutuskan untuk menjadikan Ibu kalian istri Ayah sesungguhnya. Keserakahan melingkupi hati ayah, membuat Ayah ingin terus menjadikan Ibu kalian satu-satunya seorang Ibu dari anak-anak Ayah, dan berakhirlah Ayah juga memilikimu, tapi entah kenapa setelah menyentuh Ibu kalian, Ayah benar-benar dikuasai oleh rasa bersalah, Ayah seakan menjadi pengkhianat bagi saudara Ayah sendiri. Hingga hal itu terus menghantui Ayah, membuat Ayah bimbang dengan keputusan yang sudah Ayah ambil. Ayah bahkan selalu  menghindar, untuk menekan perasaan Ayah yang terus tumbuh, Ayah tidak bisa menyakiti perasaan saudara Ayah.


Dan pada suatu hari saat itu kondisi Aldan memburuk, Ayah buru-buru untuk ke rumah sakit. Tapi Ibu kalian tiba-tiba ingin ikut dengan Ayah, Ayah yang sedang kalut juga panik takut Ibu kalian tahu yang sebenarnya hingga tanpa sadar Ayah berbicara yang menyakiti hatinya, dan hal itu adalah pertengkaran pertama kami. Ayah sebenarnya ingin minta maaf, tapi dering ponsel menyadarkan Ayah bahwa Ayah harus segera bergegas. Ayah pun meninggalkan Ibu kalian yang menangis.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, dunia terasa kejam pada Ayah, karena dokter yang merawatnya menyatakan jika Aldan tidak bisa diselamatkan, Aldan meninggal. Tubuh Ayah langsung limbung saat itu, tapi untungnya ada seseorang yang langsung membantu Ayah. Saat itu Ayah tidak tahu jika Ibu kalian ternyata mengikuti Ayah, dia tahu kebenarannya, dan sesampainya di rumah, Ayah kembali terasa dihempaskan dengan permintaan Ibu kalian untuk berpisah, dia tidak lagi mau hidup dengan Ayah yang hanya seorang pembohong besar. Dia tidak mencintai Ayah, yang dia cintai saudara Ayah. Dia membawa kamu dan meninggalkan Al bersama Ayah," Alan melepaskan genggaman tangan putrinya dan mengambil sesuatu yang ada di laci dan menyerahkannya kepada Lily.


__ADS_2