
"Apa terjadi sesuatu antara kamu dan dia?" Tanya Jasmine yang memperhatikan arah pandang Lily.
"Ah kenapa Mine?" Tanya Lily begitu dia sadar sahabatnya sedang berbicara dengannya.
"Ayo ikut aku! Kita bicarakan di tempat lain saja, tentunya yang lebih nyaman!" Ajak Jasmine menarik tangan Lily menuju ke taman.
Lily hanya pasrah saja mengikuti kemana sahabatnya akan membawa.
Jason terus melihat langkah kedua perempuan itu tanpa mau mengalihkan pandangannya, dia lihat tangan Lily ditarik oleh Nyonya Mudanya, menurut dugaannya Nyonya Mudanya pasti mengajak gadis yang dicintainya ke taman.
"Apa kamu mencintainya? Jika iya kenapa kamu tidak berjuang untuk mendapatkannya? Jangan bilang jika kamu belum menyadari perasaanmu terhadapnya. Yang aku lihat dia juga mencintaimu, aku tahu adikku juga mencintaimu, dan kamu aku harap kamu beri dia ketegasan jika kamu lebih memilihnya daripada Liora. Kamu harus kasih pembatas hubungan kamu dan Liora jika kamu tidak mencintainya, katakan dengan jelas padanya bahwa kamu hanya menganggap dirinya sebagai adik bukan orang yang kau cinta, aku tahu mungkin dia akan terluka saat kau mengatakan itu, tapi itu lebih baik, lebih baik terluka sekarang daripada nanti bukan? Aku tidak mau kamu terlalu dalam menyakiti keduanya Jason," kata Stevano yang sedari tadi mengamati Jason yang terus saja menatap Lily dan istrinya.
Jason menoleh, kini dia menatap Tuan Mudanya dengan tatapan yang sulit diartikan, "Aku sudah menyadari perasaanku sebenarnya, dan aku juga sudah menyatakan perasaan cintaku padanya tapi…" Jason mengacak rambutnya frustasi.
Stevano melihat Jason, dengan sabar menunggu apa yang akan Jason katakan selanjutnya.
"Tapi dia tidak memberi aku kesempatan, dia menolakku, dia sudah memberi kesempatan itu pada pria lain yang lebih dulu menyatakan perasaan cinta padanya, aku terlambat, aku sangat sangat terlambat Tuan Muda, jika seperti ini aku harus bagaimana?" Jason menunduk, menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Jika dia tidak memberi kesempatan, kenapa kamu tidak mencari kesempatan itu sendiri? Buktikan jika kamu memang mencintainya, tunjukkan perjuanganmu untuknya. Aku yakin setelah dia melihat perjuanganmu, dia akan memberimu kesempatan, karena terlihat jelas jika di matanya cintanya hanya untukmu," jelas Stevano.
"Tapi bagaimana jika aku gagal? Bagaimana jika aku berjuang untuknya, tapi akhirnya dia tetap memilih pria itu? Bagaimana jika semakin aku mengejarnya dia akan kembali terluka?" Kata Jason putus asa.
"Apa kau ini lelaki? Kamu belum mencoba bukan? Kenapa harus takut gagal? Jika gagal terus coba lagi sampai berhasil, selama hubungan mereka belum resmi, semua tidak ada yang sia-sia, membuatnya kembali terluka? Hah yang benar saja, bahkan saat ini kau hanya diam saja, dia juga pasti terluka, jangan terlalu banyak berfikir yang ada kesempatan itu akan semakin kecil kamu dapatkan hingga pada akhirnya kamu tidak akan mendapatkan kesempatan itu sama sekali," kata Stevano menepuk bahu Jason, lalu bangun dari duduknya membawa Alno untuk ke ruang keluarga.
**
Begitu sampai di taman, Lily langsung memeluk sahabatnya dan menangis, "Jasmine aku harus bagaimana?"
Jasmine melonggarkan pelukannya, menatap wajah sahabatnya itu, kemudian Jasmine hapus air mata Lily yang terus saja menetes tanpa henti "Kamu tenangkan dirimu, ceritakan semua beban yang kamu rasakan saat ini pelan-pelan kepadaku, mungkin aku tidak bisa sepenuhnya membantumu, tapi aku akan menjadi pendengar yang baik," kata Jasmine kemudian memeluk kembali sahabatnya.
"Aku harus bagaimana Jasmine?" Isak Lily di pelukan sahabatnya.
Jasmine melepas pelukannya dan kembali menatap Lily, "Lily maaf, aku tidak bermaksud mencampuri urusan keluargamu, tapi..bolehkah aku bertanya? Kenapa sikap Ibumu dari dulu seperti itu terhadapmu, tapi dengan Kak Dahlia sikapnya sungguh berbeda, beliau terlihat lebih menyayangi Kakakmu," kata Jasmine hati-hati takut akan semakin membuat sahabatnya itu terluka.
"Aku..aku bukan anak kandung Ibu, Mine. A..aku anak yang tidak diinginkan, aku anak Ayah dengan wanita lain yang merebut Ayah dari Ibu..aku anak ha.."
__ADS_1
"Cukup Lily tidak perlu dilanjutkan!" Potong Jasmine cepat, dia tidak ingin Lily melanjutkan ucapannya yang pasti akan menyakitkan, Jasmine kembali menarik Lily ke dalam pelukannya.
"Aku takut Mine, Ayah Kak Al ingin bertemu denganku nanti malam, bagaimana jika dia bertanya hal itu? Apa yang harus aku katakan? Apa aku juga harus mengatakan hal seperti itu kepada beliau? Aku tidak apa-apa jika akhirnya dia melarang hubungan kita, tapi bagaimana jika Kak Al nanti disalahkan Ayahnya karena mengenalkan anak sepertiku kepadanya? Anak yang tidak jelas siapa Ibunya," Lily malah semakin terisak mengucapkan itu.
"Ssttt jangan berbicara seperti itu, kamu jangan berkecil hati dulu Lily, aku yakin Ayah Kak Al bukan orang yang melihat orang dari derajat dan asal-usulnya, beliau orang yang baik dan ramah, aku sudah sering bertemu dengannya dan banyak mengobrol juga, jadi jangan merendahkan diri kamu lagi ya," kata Jasmine menenangkan Lily sambil menepuk pelan punggungnya.
"Apa kamu sudah bisa mencintai Kak Al?" Tanya Jasmine.
Lily menggeleng, "Aku belum mencintainya, tapi aku akan belajar mencintainya," jawab Lily yakin.
"Baiklah, aku akan mendukung apapun keputusanmu, asal kamu bahagia, dan aku yakin jika kamu bisa menentukan pilihan yang terbaik untukmu. Untuk masalah pekerjaan, aku akan bantu carikan, jadi kamu tenang saja ya," ucap Jasmine.
"Terima kasih Mine, terima kasih karena selama ini kamu terus membantuku," kata Lily merasa lega setelah menceritakan semua ini pada sahabat baiknya itu.
"Tidak ada kata terima kasih, kita ini sahabat, dan maaf aku tidak bisa membantu banyak, tapi aku sarankan kamu lebih baik mencoba hidup sendiri, jangan terus ikut Ibumu seperti itu, selama ini kamu juga sudah berbakti untuknya. Jika sikapnya tidak keterlaluan mungkin saja aku tidak menyuruhmu seperti ini, tapi ini sudah sangat keterlaluan Lily, aku tidak mau kamu semakin menderita terus tinggal bersamanya," ucap Jasmine memberi saran.
"Aku akan pertimbangkan saran darimu," katanya Lily menggenggam tangan sahabatnya dan saling menatap kemudian mereka berdua tertawa bersama.
__ADS_1
Jason mengusap air matanya yang menetes mendengar kenyataan bagaimana hidup gadisnya itu. Ternyata dia sudah menderita, dan dia justru menambah luka di hatinya, "Pria macam apa aku yang tidak tahu bahwa gadis yang aku cintai ternyata harus menghadapi kepahitan hidupnya sendirian, aku bahkan tertipu dengan sikap ceria yang dia tunjukkan selama ini, b*d*h kau Jason!" Jason mengusap wajahnya kasar. Niatnya hanya ingin melihat Lily sebentar saja, tapi akhirnya dia mendengar kenyataan yang selama ini dia tidak tahu.