Please Love Me

Please Love Me
Part 40


__ADS_3

Kak Al, Kakak ada disini?" Tanya Lily begitu melihat Al ada di depan rupanya.


Al yang sedang memainkan ponsel dan bersandar di depan mobilnya langsung menoleh saat mendengar suara gadis yang sedari kemarin di carinya.


"Iya aku menunggumu, sudah sarapan?" Tanya Al sambil tersenyum.


Lily menggeleng, karena dirinya memang belum sarapan, dia tadi hanya memasakkan sarapan untuk Jason saja.


Al berjalan dan membukakan pintu mobil, "Ayo masuk! Kita cari sarapan dulu."


"Terima kasih," Lily pun masuk ke dalam mobil Al.


Al kemudian berputar dan masuk ke kursi kemudi.


"Mau makan apa?" Tanya Al yang sudah menjalankan mobilnya.


"Terserah Kak Al saja, Kak Al tau sendiri aku pemakan segalanya," kata Lily sambil tertawa.


Al hanya tersenyum menanggapi gadis yang disukainya itu.


Lily menatap Al yang kini fokus mengendarai mobilnya. "Bagaimana aku bisa menyakitimu Kak, jika kamu sangat baik padaku, aku tidak peduli tentang perasaanku, karena yang terpenting saat ini adalah perasaanmu," kata Lily dalam hati.


"Kenapa?" Tanya Al menoleh pada Lily.


"Hah? Kenapa apanya?" Lily bertanya saat baru sadar Al bertanya padanya.


"Kenapa terus menatapku? Apa aku terlalu tampan sampai kau tidak berkedip sama sekali ketika memandangku" ucap Al dengan percaya diri.


"Haha, aku kira kenapa? Ternyata Kak Al hanya bertanya seperti itu, tidak perlu bertanya Kak Al sudah tahu sendiri jawabannya, bukankah Kak Al ini idola saat Sma, dan banyak gadis yang mengejar bahkan ada beberapa yang dengan berani menyatakan cinta pada Kak Al," Lily mengingat saat masa sekolah mereka, dan ada seorang gadis memberi Al surat cinta tapi Al menolaknya ya walaupun secara halus tapi tentu saja, hal itu membuat si gadis sangat malu karena disaksikan banyak orang.


"Hahaha kamu benar juga, dan hanya satu orang yang tak pernah peduli dengan pesonaku," kata Al ikut mengingat. "Dan kau termasuk salah satu fansku benarkan?" Tanya Al pada Lily dan Lily pun dengan semangat mengangguk. 


"Kau benar Kak, aku adalah salah satu dari banyak orang yang menjadi idolamu," kata Lily terlihat antusias saat menceritakan hal itu.

__ADS_1


"Kita sudah sampai," kata Al kemudian dan turun dari mobil.


Lily pun ikut turun dan berjalan beriringan dengan Al.


Al memesan makanan untuk mereka berdua, sementara Lily mencari tempat duduk, dan hanya menunggu saja.


Tak lama Al membawa nampan berisi makanan dan minuman, dan tersenyum ke arah Lily.


Al meletakkan makanan pesanannya di meja mereka. "Ini punyamu dan ini punyaku," Al memberikan makanan untuk Lily dan meletakkan punyanya.


"Terima kasih," kata Lily tersenyum ke arah Al.


Mereka kemudian menikmati makanannya dengan lahap. 


"Oh ya Kak, katanya ada hal yang penting yang ingin dibicarakan, emang Kakak mau membicarakan apa?" Tanya Lily menatap Al.


"Oh soal itu, Ayah ingin bertemu denganmu," jawab Al dengan santainya.


"Uhuk, uhuk," Lily terbatuk mendengar jawaban yang baru saja Al katakan.


Dan Lily pun langsung meminumnya. "Terima kasih," ucapnya setelah meminum minuman yang Al berikan tadi.


Lily menatap Al serius, "Kak Al serius dengan apa yang Kak Al tadi katakan?" Tanya Lily memastikan.


"Iya sayang, aku serius dan lusa apa kamu ada waktu? Ayah kebetulan lusa juga libur," jawab Al.


"Kak apa ini semua tidak terlalu cepat?" Aku belum siap bertemu Ayah Kakak," ucap Lily dengan suara sangat pelan dan dengan wajah yang menunduk.


Al tersenyum dan meraih tangan Lily kemudian menggenggamnya. "Apa kamu takut? Ada aku yang selalu ada disampingmu, dan kamu tahu Ayah bukan orang yang menakutkan, aku jamin tidak akan terjadi apa-apa, dan kamu tidak perlu khawatir, ini hanya pertemuan biasa saja," kata Al menenangkan Lily.


"Kak Al tidak bohong?" Lily kini menatap Al yang kini tengah menatapnya.


"Tidak, aku tidak bohong, jadi bagaimana? Kamu mau kan ketemu Ayah?" Tanya Al pada Lily setelah memastikan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


Lily tampak berpikir keras, menimbang-nimbang permintaan Ayah Al, dan setelah beberapa menit berpikir Lily pun akhirnya mengangguk.


Betapa senangnya Al saat mendapat jawaban itu dari Lily, "Terima kasih sayang, aku akan memberitahu hal ini pada Ayah, aku yakin Ayah akan senang mendengar jika kamu mau bertemu dengannya lusa.


Lily tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Al, saat Al mendapatkan persetujuan darinya untuk bertemu Ayah pria itu. 


"Bagaimana aku bisa menghilangkan senyuman itu? Bagaimana bisa aku melukainya dengan jawaban yang tidak sesuai keinginannya? Maafkan aku Kak Al, maaf karena sampai saat ini aku belum bisa membalas perasaanmu," batin Lily berkata.


"Hei kenapa melamun? Kalau kamu memang belum siap tidak apa-apa, kamu bisa bertemu Ayah lain kali, dan aku yakin Ayah juga tidak masalah soal itu, dan Ayah pasti akan mengerti," jelas Al.


"Tidak, bukan karena itu Kak, aku tadi hanya sedang memikirkan bagaimana cara minta ijin pada Ibu, biar Ibu tidak tahu jika aku akan pergi ke rumah Kakak."


"Oh ya soal Ibu kamu, tadi aku tidak melihatnya?" Tanya Al saat mengingat saat dirinya tadi ke rumah Lily dan tidak mendapati Ibu Lily ada di rumahnya.


"Ibu sedang pergi bersama Kak Lia, dan aku tidak tahu Ibu pergi kemana dua hari ini, aku hanya mendapat telepon dari Kak Lia jika mereka tidak pulang," Lily menjelaskan tentang kepergian Ibunya pada Al.


"Kenapa kamu baru bilang, jika kamu bilang sejak kemarin, kamu kan bisa menginap di rumah, setidaknya agar kamu tidak tinggal sendirian, bahaya seorang gadis di rumah sendirian," kata Al.


"Bukankah lebih bahaya jika seorang gadis, menginap di rumah pria?" Tanya Lily.


Al hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ah mungkin yang kamu katakan ada benarnya juga, tapi kan di rumah ada pelayan, dan kita tidak hanya berdua," jawab Al setelah menemukan alasan yang tepat.


"Haha Kak Al terlihat serius sekali, aku hanya bercanda," Lily tertawa saat berhasil menggoda Al dengan pertanyaannya.


"Kamu ini, aku pikir tadi kamu serius, tapi aku penasaran dengan apa yang kamu katakan tadi," ucap Al datar.


"Maksud Kak Al?"


"Kamu menginap di rumahku malam ini dan aku ingin tahu bahaya apa yang tadi kamu maksud.


Gleg


Lily menelan salivanya susah payah saat Al mengatakan jika malam ini dirinya akan menginap di rumah Al. Dan saat Lily berpikir mencari alasan untuk menolak hal itu, tiba-tiba….

__ADS_1


"Lily!" Panggil seseorang yang kini membuat Lily dan Al langsung menoleh ke arah datangnya suara itu.


__ADS_2