
Jason tersenyum dan mencium lembut kening Lily yang terlelap usai percintaan mereka. Jason turun dari ranjang, membenarkan selimut yang menutupi tubuh polos sang istri. Pria itu mengambil pakaiannya yang berserakan, memakai boxer dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. Untung saja hari ini hari minggu, hingga Jason tidak perlu untuk ke kantor.
Cukup lama Jason di kamar mandi, kini pria itu melangkah keluar dengan rambut yang masih basah, juga handuk kecil di tangan untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah. Pandangannya tertuju pada sosok wanita yang masih begitu tenang dalam tidurnya, rasanya tidak tega untuk membangunkan istrinya itu, sebenarnya niat Jason tadi juga ingin tidur menemani sang istri, tapi rasanya tidak mungkin, bagaimana anak-anaknya nanti, ya walaupun masih ada mertuanya, tapi Jason tetap saja merasa tidak enak, apalagi mertuanya baru saja kembali setelah menempuh perjalanan jauh. Pasti mereka juga masih butuh istirahat, Jason tidak sadar bahwa dia sendiri pun perlu istirahat, apalagi dirinya yang belum tidur sama sekali.
Jason keluar dari kamarnya untuk menuju kamar kedua princessnya, begitu membuka pintu keduanya juga sama, masih terlelap padahal jam sudah menunjukkan pukul 7, tidak biasanya putri-putrinya bangun jam segitu, mungkin selain karena libur, semalam kedua putrinya pun cukup malam tidurnya.
Jason melangkah mendekati ranjang, dia duduk di sisi ranjang kosong. Tangannya yang dingin, ia sapukan di wajah Cinta juga Aulia bergantian.
"Sayang, bangun sudah siang," ucap Jason berbisik kepada salah satu putrinya.
"Cinta masih ngantuk ayah, hari ini Cinta libur, Cinta mau bangun siang."
Jason kemudian membangunkan putrinya yang satu lagi.
"Aulia, tidak bangun sayang?"
Gadis kecil itu mengerjapkan matanya, hanya sebentar, lalu merubah posisi dan kembali memejamkan mata.
Jason kemudian akhirnya bangkit dan berlalu keluar. Dia kini berjalan menuruni anak tangga menuju dapur, membiarkan anak dan istrinya tidur lebih lama sembari menunggu sarapan siap dihidangkan.
Jason yang sedari tadi sibuk dengan peralatan masak sampai tidak sadar jika ada seseorang datang dan memeluknya dari belakang.
Jason tersenyum tahu siapa yang memeluknya saat ini. Dia menoleh dan saat itulah dirinya mendapat kecupan singkat di bibirnya.
"Morning kiss," ucap wanitanya yang membuat senyum tak luntur dari wajah Jason.
"Wangi," hanya kata itu yang Jason ucapkan.
"Iya wangi, kamu masak apa?" Sahut Lily.
"Kamu yang wangi sayang, Kamu baru selesai mandi?"
"Hmm," jawab Lily hanya dengan gumaman.
Jason mematikan kompor lalu berbalik. Hingga tatapannya beradu pandang dengan tatapan sang istri.
"Cepat sekali mandinya?"
Lily buru-buru memalingkan wajahnya, tidak berani melihat tatapan suaminya yang mengintimidasi.
"Kamu sebenarnya sudah bangun dari tadi kan?"
"Sayang masakannya nanti gosong."
"Jangan mengalihkan pembicaraan, jelas-jelas kamu sudah melihat aku tadi sudah mematikan kompor."
__ADS_1
Lily kemudian melepaskan tangan suaminya yang entah sejak kapan melingkar di pinggangnya jangan lupakan bibirnya yang kini dimanyunkan.
Jason hanya terkekeh melihat wajah istrinya itu.
"Tidak bisa apa tidak usa tanya seperti itu, kan aku jadi malu," gumam Lily yang kini berjalan menjauh, tapi masih bisa di dengar jelas oleh Jason.
Jason hanya membiarkan saja, tidak berniat menahannya, dia tahu pasti istrinya sekarang hendak membangunkan anak-anak mereka. Begitu melihat punggung istrinya yang sudah mulai menghilang dari pandangan, Jason kembali berbalik dan menyajikan hasil masakannya ke dalam piring, lalu membawanya ke meja makan, ini adalah masakan terakhir dirinya pagi ini.
"Akhirnya selesai," ucap Jason dan dirinya menoleh saat melihat ayah dan ibu mertuanya datang.
"Wah, sudah siap nih makanannya, maafkan ibu ya, ibu bangun terlambat." Kata Dea kemudian merasa tidak enak pada menantunya itu.
Jason tersenyum berjalan dan menarik kursi untuk ayah dan ibu mertuanya.
"Terima kasih," ucap mereka yang kini sudah duduk disana.
"Ale mana?"
"Istriku sedang membangunkan anak-anak, yah."
Alan menganggukkan kepalanya mengerti. Dia kemudian menerima piring yang sudah berisikan makanan dari sang istri.
"Oh ya, ayah dan ibu sudah kembali, mungkin kamu ingin mengajak Ale honeymoon lagi," ucap Alan yang sukses menghentikan langkah seseorang.
Jason duduk di kursinya menyiapkan makanan untuk anak-anaknya dan juga Lily. Setelah selesai barulah dia melipat tangan di atas meja menatap ayah dari wanita yang dia cintai itu.
Lily yang sedari tadi diam mendengarkan, tersenyum dan kini berjalan mendekat.
"Ngobrolin apa?" Tanya Lily membantu kedua putrinya untuk duduk di kursi pura-pura tidak mendengar percakapan tadi.
Dea menatap kedua cucunya, baik Cinta ataupun Aulia kini sudah terlihat cantik, Lily pasti sudah memandikan kedua anaknya itu.
"Ini, ayah tanya barangkali kalian mau jalan-jalan kemana gitu," jawab Alan.
"Oh, terus?"
"Kata suami kamu, kalian tidak ingin kemana-mana."
Lily mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.
"Serius sayang kamu tidak ingin kemanapun?" kembali ayahnya bertanya memastikan.
"Untuk saat ini sepertinya tidak yah, tidak tahu nanti mungkin Ale berubah pikiran, iya kan sayang?" Lily menoleh ke samping kanannya, menatap Jason.
"Iya." Jawab Jason tersenyum.
__ADS_1
"Loh, cucu kakek kenapa ini kok cemberut?"
Pandangan semuanya kini tertuju pada Cinta yang wajahnya ditekuk.
"Kenapa ibu sama ayah tidak pengen jalan-jalan? Kan Cinta pengen, iya kan dek?" Ucap Cinta yang kemudian meminta dukungan adiknya.
Cinta mencebikkan bibir karena ternyata adiknya sama sekali tidak merespon justru tampak asyik melahap makanannya.
Semua orang hanya bisa menahan tawa melihat wajah kesal Cinta.
"Adik, kak Cinta ngomong tidak dijawab!"
"Kak Cinta ngomong sama adek? Ngomong apa?" Gadis kecil itu justru bertanya.
Cinta yang sudah terlanjur kesal memilih menyantap makanannya, dan Aulia hanya menatap sang kakak dengan raut wajahnya yang bingung.
"Kenapa bu?"
"Tidak apa-apa, kamu lanjutkan makan saja."
Aulia dengan cepat mengangguk dan kembali melahap makanannya.
*
*
"Kalian mau ikut ayah tidak?" Tanya Jason pada anak-anaknya yang sedang bermain di atas karpet bulu di ruang keluarga bersama Lily tentunya. Lily tidak pernah lepas pengawasan terhadap kedua putrinya itu, kecuali kemarin, saat dia meninggalkan Aulia dengan kue buatannya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Lily menatap penampilan suaminya yang memakai pakaian casual yang menurutnya sangat tampan, karena biasanya pria itu akan pergi dengan setelan jas nya.
"Ke rumah Tuan Stevano, ada urusan sebentar."
"Mau ke rumah Kak Vira yah?"
Jason mengangguk sembari berjalan mendekat.
"Mau ikut," jawab serentak Cinta dan Aulia.
"Kalian bereskan dulu dong mainannya, nanti baru boleh ikut ayah."
Kedua gadis kecil yang mempunyai tinggi hampir sama itu, dengan segera membereskan mainannya, tidak mau jika ayahnya nanti justru akan meninggalkannya.
Jason tersenyum melihat kedua putrinya yang semangat membereskan mainan mereka. Jason menoleh saat merasa jika seseorang kini memperhatikannya.
"Kenapa menatapku seperti itu hmm?"
__ADS_1
Bukannya menjawab, Lily justru mengerucutkan bibirnya, melangkah menuju ke sofa dan duduk disana sambil bersedekap dada.