Please Love Me

Please Love Me
Part 65


__ADS_3

"Kenapa kita harus bersembunyi?" Jason menatap Lily bingung.


"Sst jangan berisik," kata Lily meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Jason.


Ceklek


Tak lama pintu terbuka, Lily bisa melihat jika seorang wanitalah yang masuk apalagi terdengar suara sepatunya yang ber hak tinggi itu.


"Kemana si bos?" Tadi sepertinya aku melihatnya berjalan ke ruangannya," kata Nathalie sambil melihat ke sekeliling. 


Ada yang terlintas dalam pikiran Nathalie, tapi Nathalie memilih mengacuhkannya dan kembali menutup pintu, karena bosnya tidak ada di sana.


Lily bernafas lega, saat Nathalie pergi dari ruangan bosnya itu. "Ah syukurlah dia sudah pergi," ucapnya kemudian.


"Kenapa memangnya kita harus sembunyi begini? Kau tahu aku sangat lapar, dari tadi pagi aku belum makan," protes Jason kemudian langsung bangun dan kembali duduk di sofa untuk melanjutkan makan yang sempat tertunda.


"Hei apa yang kau lakukan disitu? Ayo keluar, bagaimana jika ada yang melihatnya?" Lily langsung berlari saat Jason sudah menyuapkan satu sendok makanan yang tadi dibuatkan Lily.


"Memangnya apalagi? Kamu tidak lihat jika saat ini aku sedang makan, ayolah sini makan dulu!" Kini Jason justru meneruskan makannya setelah menawari Lily makan.


Lily mendekat sambil ikut menelan ludahnya. "Hmmm apakah enak?" Tanya Lily yang sudah ikut duduk di samping Jason sambil memandangi Jason yang makan dengan lahap membuat perutnya juga ikut meronta minta diisi padahal tadi pagi dirinya sudah sarapan.


"Hmm iya ini sangat enak, apa kamu mau?" Tanya Jason menatap Lily yang juga sepertinya ingin ikut makan, dan melihat itu Jason tersenyum karena sudah berhasil memprovokasi gadis itu.


Lily spontan mengangguk dan Jason tersenyum menang. Kemudian dia menyodorkan makanannya di depan Lily bermaksud menyuapinya.


"Ayo buka mulutmu, Ahk!" Perintah Jason sambil menyodorkan satu sendok makanan tepat di depan mulut Lily.

__ADS_1


Dengan senang hati Lily pun membuka mulutnya, dan memakan apa yang tadi Jason suapkan padanya.


Perlahan Lily mengunyah makanan itu, "Hmmm, hmmm, ini benar-benar enak, benar apa katamu, kamu beli ini dimana?" Tanyanya seakan lupa jika makanan itu memang buatannya sendiri.


"Pertanyaan apa ini? Apa dia benar-benar lupa jika dia sendiri yang memasak semua ini? Atau jangan-jangan Lily juga lupa apa yang terjadi dengannya saat ini?" Ucap Jason sambil memandangi Lily yang makan suapannya dengan lahap.


Gadis itu kemudian meminum minuman Jason yang tinggal setengah, setelah itu dia mengusap perutnya sambil bersandar karena merasa sangat kenyang.


Jason tersenyum untuk kesekian kalinya, saat Lily meminum di gelas yang sama dengannya, katanya jika meminum gelas yang sama berarti secara tidak langsung mereka sedang berciuman, dan Jason senang mengingat itu dan dia percaya begitu saja. Padahal Jason sangat jarang tersenyum bahkan lebih tepatnya tidak pernah tersenyum bahkan di depan Liora gadis yang dia anggap jika dia mencintainya pun, dia hanya tersenyum tipis hampir tak terlihat, tidak senyum dengan lebar seperti saat ini saat bersama Lily, hingga Jason benar-benar menyadari bahwa dia memang sudah sangat mencintai gadis yang sekarang duduk di sampingnya ini.


Jason melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, sekitar sepuluh menit lagi dia harus rapat, makanya tadi sekretarisnya Nathalie mencarinya pasti berkaitan dengan rapat itu, karena dia menyuruh Nathalie mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan saat rapat nanti.


Drt


Drt


Drt


"Halo," jawab Jason setelah menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.


"Hmm, baiklah aku akan bersiap, lima menit lagi kita bertemu di lobby," ucapnya kemudian dan langsung mematikan panggilannya sepihak.


"Kenapa? Dan siapa yang menghubungimu?" Tanya Lily penasaran.


"Apakah dia akan bertemu dengan Adik Ipar Jasmine itu? Apa mereka sudah janjian?" Ucap Lily dalam hati menatap Jason yang tidak langsung menjawab pertanyaannya.


"Maaf aku harus pergi sekarang," ucap Jason kemudian mencium kening Lily yang hanya diam dan kemudian segera berlalu meninggalkan Lily.

__ADS_1


Lily memegang dadanya, ada rasa sesak dan sakit bersamaan disana, "Apa ini kenapa rasanya masih saja sakit seperti ini, setelah sekian lama aku mencoba untuk melupakannya, kenapa justru aku semakin ingat? Semakin aku meyakinkan bahwa diriku baik-baik saja, tetapi ternyata aku sadar bahwa selama ini aku hanya berpura-pura karena nyatanya aku tidak baik-baik saja, aku masih sakit dan aku masih sangat mencintainya," Lily mengusap air matanya yang tanpa ijin membasahi kedua pipinya, kemudian dia pun membereskan bekas makan mereka dan keluar dari ruangan itu, menghadapi apa yang terjadi tadi membuat Lily lupa saat ini tentang apa tujuannya tadi jika dia sedang mengantar makanan untuk bosnya, dan makanan yang dibawanya dimakan Jason, yang Lily tidak tahu kenapa Jason ada di sana, Lily seakan lupa semuanya, gara-gara satu panggilan yang berhasil mengganggu pikirannya.


***


Lily berjalan masuk ke dalam rumah Al dengan langkah gontai, dia lihat Ayah Al sedang duduk sambil membaca koran dan Lily tidak kaget dengan hal itu, karena tahu jika saat ini Ayah Al memang tidak ke rumah sakit.


"Kamu sudah pulang?" Tanya Alan yang melihat Lily masuk ke dalam rumah, kemudian melipat korannya dan meletakkannya di atas meja ruang tamu.


"Iya Ayah," jawab Lily kemudian berjalan menghampiri Alan dan mencium punggung tangan pria paruh baya itu yang sudah dianggapnya seperti Ayahnya sendiri.


"Kenapa tidak memberitahu Ayah, jika Ayah tahu pasti Ayah jemput," ucap Alan yang melihat wajah Lily tampak muram dan tidak bersemangat sama sekali.


"Ah, tidak apa-apa Ayah, aku tidak ingin merepotkan Ayah," jawab Lily jujur. "Oh ya, Yah Lily pamit ke kamar ya, mau membersihkan diri," tambahnya kemudian berlalu setelah Alan menyetujuinya.


"Mmm Lily!" Panggil Alan yang membuat Lily otomatis menghentikan langkahnya.


"Kenapa Ayah?" Lily menoleh dan bertanya pada Alan, kenapa pria paruh baya itu memanggilnya.


"Nanti ikut Ayah sama Kak Al makan malam di luar ya, Ayah diundang makan malam sama keluarga pasien Ayah," ucap Alan akhirnya setelah tadi sempat ragu.


"Hmm baiklah Yah, kalau begitu Lily ke atas dulu ya akan bersiap.


Alan mengangguk dan Lily kemudian melanjutkan langkahnya menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya.


Lily menutup pintu dan tubuhnya meluruh, dia kembali memegang dadanya yang terasa sakit, Jason tidak kembali lagi setelah tadi bilang jika dirinya harus pergi.


Lily kembali menangis menumpahkan segala rasa sakitnya. Bahkan Jason tidak bilang jika dia akan pergi dan tidak akan kembali tapi Lily berharap jika pria itu hanya pergi sebentar dan akan segera kembali menemuinya, tapi ternyata harapan tinggal sebuah harapan.

__ADS_1


Setelah menumpahkan rasa sedihnya, Lily pun bergegas menuju ke kamar mandi, untuk membersihkan diri dan bersiap untuk ikut bersama Alan makan malam di luar, untuk memenuhi sebuah undangan.


__ADS_2