Please Love Me

Please Love Me
Bab 286


__ADS_3

Jack berdehem keras begitu sadar atas apa yang dikatakannya barusan. Dia menatap Alana yang menunduk dengan kedua pipi merona, sementara Liora sudah pergi meninggalkan sepasang manusia itu, merasa puas pada hasil kerjanya yang merubah Alana menjadi semakin cantik.


"Cepat ganti! Aku tunggu di depan, aku akan mengantarmu pulang."


"Oke," Alana mengangkat kepala, tanpa mengatakan apapun lagi pada pria itu, Alana mengangkat gaunnya tinggi-tinggi lalu pergi dari tempat itu untuk berganti pakaian sambil terus menggerutu tidak jelas.


Tanpa gadis itu sadari, Liora berada di balik dinding. Liora hendak menghampiri Alana, tapi tidak jadi begitu mendapat pesan dari suaminya. Liora mendekat ke arah Jack dan berpamitan padanya bahwa dia akan pulang sekarang. Dia tadi juga sempat menelpon Liana untuk pulang lebih awal hari ini.


"Jack, karena urusan kita sudah selesai, aku harus kembali sekarang," pamitnya kemudian.


"Baiklah berhati-hatilah di jalan," ucap Jack.


Liora mengangguk lalu berjalan pergi ke ruangannya untuk mengambil tas.


Senyum terus terukir di sudut bibir gadis itu, sambil bersenandung Liora berjalan keluar menuju mobil, dia harus sampai lebih dulu dari suaminya, Liora ingin menyambut kepulangannya.


Begitu sampai di kediamannya, Liora segera turun, dia melihat papi membuka mobil untuk maminya, buru-buru Liora datang menghampiri, bertanya akan kemana orang tuanya itu pergi.


"Mami sama papi mau kemana?" Tanya Liora membuat William yang baru saja menutup mobil terkejut dengan keberadaan putrinya yang tiba-tiba saja sudah ada di belakangnya.


"Maaf, aku kira papi tahu. Papi sama mami mau kemana?"


"Papi sama papi ada urusan mungkin tiga hari ini tidak kembali. Kamu tidak apa-apa sendiri? Baru saja Vano juga menghubungi papi jika dia dan istrinya akan menginap di rumah Alex selama seminggu ke depan."


"Hmm tidak apa-apa, papi tenang saja. Sebentar lagi Ronald juga akan pulang, dia sedang dalam perjalanan."


William menganguk-anggukan kepalanya. 


"Pantas saja kamu sudah pulang El," kini giliran Tiffa yang berbicara.


"Iya mi, El ijin sama Ibu, El ingin ada di rumah sebelum suami El pulang."


"Bagus dong," jawab Tiffa tersenyum, membuat Liora juga ikut tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudah, mami sama papi pergi dulu, kamu jaga diri baik-baik, jika ada sesuatu hubungi papi atau kakak-kakakmu."


"Iya pi, papi sama mami juga." Pandangan Liora kemudian tertuju pada supir yang baru saja masuk setelah tadi memasukkan barang ke dalam bagasi.


"Pak berhati-hatilah menyetir." Pesan Liora yang diangguki oleh sang sopir.


Begitu melihat mobil orang tuanya sudah menghilang dari pandangan, Liora segera masuk, dirinya ingin membersihkan diri, dan sudah tampil cantik begitu suaminya datang nanti. Namun baru saja, dirinya hendak menaiki tangga, pintu rumah terbuka, dirinya berhenti dan terdiam di tempatnya, berbalik dan menunggu siapa orang yang baru saja masuk, dan tak lama tampak seorang pria kini tersenyum ke arahnya.


"Baby aku pulang!" Ucap Ronald.


Liora dengan segera berlari, Ronald menjatuhkan barang bawaannya, bersiap menangkap tubuh sang istri yang kini justru melompat dalam gendongannya dan memeluk lehernya erat.


"Aku merindukanmu," ucap Liora yang tentu saja membuat Ronald tersenyum senang.


"Aku jauh lebih merindukanmu," balas Ronald, Liora menjauhkan kepalanya agar bisa melihat suaminya, sementara kedua tangannya masih melingkar indah di leher Ronald.


Tanpa aba-aba, Ronald mendekat dan mencium bibir Liora. Ciuman yang menggebu, menyalurkan rasa rindu mereka beberapa hari ini. Ciuman terlepas saat Liora merasa kehabisan oksigen.


Wajah Liora memerah sesaat setelah itu, apalagi saat dirinya melihat beberapa pelayan yang ternyata ada disana kini menundukkan kepala, tapi Liora yakin jika mereka melihat kejadian tadi.


Ronald terkekeh dibuatnya, "Bukannya kamu juga tadi menikmatinya," jawabnya enteng.


"Tapi aku malu," cicit Liora pelan.


"Bi, apa para Bibi tadi melihat sesuatu?" Tanya Ronald yang tentunya membuat para pelayan tahu, jika pria itu kini sedang berbicara dengan mereka.


"Tidak Tuan," jawab ketiganya kompak.


"Dengarkan sayang, mereka tidak melihatnya." Ucap Ronald santai.


"Kalian bisa melanjutkan pekerjaan! Oh ya Bi, salah satu bisa minta tolong bawakan barang-barangku ke kamar?" 


"Bisa Tuan," ucap salah satunya cepat.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Ronald kemudian berjalan menaiki tangga masih dengan Liora yang berada di gendongannya seperti bayi koala.


"Mami sama papi kemana?" Tanya Ronald karena dia sama sekali tidak melihat mertuanya, dia merasa rumah juga tampak sepi, biasanya Alno, Vira maupun Vier asyik bermain di ruang keluarga.


"Mami sama papi pergi, lalu Kak Vano sama Kak Jasmine seminggu ke depan akan menginap di rumah ayah Alex."


Ronald mengangguk mengerti, Liora membukakan pintu agar suaminya bisa masuk. Setelah itu Ronald menurunkan Liora di atas ranjang.


"Aku mau mandi dulu," ucapnya lalu mengecup kening Liora lama. Ronald berjalan ke arah kamar mandi dan masuk ke dalamnya.


Liora tersenyum, bangun dari duduknya begitu melihat kamar mandi tertutup. Dia melangkah ke walk in closet mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya, dia juga mengambil pakaian ganti untuk dirinya sendiri, dia juga ingin membersihkan diri, apalagi tadi pagi dia bekerja di luar. Liora meletakkan pakaiannya di atas ranjang. 


Liora menoleh saat terdengar suara pintu yang diketuk, Liora berjalan ke arah pintu untuk membukanya, dia yakin bibi yang datang membawa barang-barang suaminya yang tadi ditinggalkan begitu saja.


"Permisi Nona, ini barang-barang Tuan Ronald mau ditaruh dimana?" 


"Taruh di sini saja Bi, nanti biar aku yang membawa masuk."


Bibi mengangkat kepala menatap Liora tapi akhirnya dia mengangguk dan berpamitan setelah Liora mengucapkan terima kasih.


Liora membawa masuk barang milik suaminya, menutup pintu dan menguncinya. Dirinya terkejut saat tiba-tiba sepasang tangan melingkari perutnya. Wangi sabun menguar menyapa indra penciumannya, wangi yang sangat dia rindukan belakangan ini.


"Lepas dulu, aku juga mau mandi," ucap Liora yang khawatir tubuhnya bau.


"Hmm, sebentar saja, aku harus mengisi daya dulu," jawab Ronald yang justru membalik tubuh Liora dan kembali memeluknya erat.


Liora tersenyum dan membalas pelukan suaminya. "Hmm kurasa aku juga perlu mengisi daya sepertimu."


"Hmm isilah daya sampai penuh, karena setelah ini mungkin kita akan kembali mengeluarkan energi yang cukup besar."


Perkataan Ronald sukses membuat pikiran Liora traveling. Wajah Liora memerah memikirkan apa yang mungkin saja terjadi. 


"Sudah," ucap Liora yang segera melepas pelukan mereka dan dengan segera berlari ke kamar mandi, menutup pintu cukup keras membuat Ronald terkekeh pelan melihat tingkah istrinya.

__ADS_1


"Menggemaskan," gumam Ronald yang kemudian berjalan ke arah ranjang mengambil pakaian miliknya yang sudah disiapkan sang istri lalu memakainya, Ronald berbaring di atas ranjang, sambil menunggu istrinya selesai membersihkan diri.


__ADS_2