Please Love Me

Please Love Me
Part 82


__ADS_3

"Sebelumnya terima kasih Kak karena mau mengantarku pulang," ucap Dahlia yang kini masuk ke mobil Al dan duduk di kursi sampingnya.


"Hmm," jawab Al hanya dengan gumaman.


Dahlia baik-baik saja, dia sudah cukup mengenal Al dan dia sekarang mengerti Al memang bersikap seperti itu jika memang dirinya tidak terlalu kenal.


"Apa Ibumu di rumah?" Tanya Al memecah keheningan yang terjadi antara mereka berdua.


"Hah? Mmm maksud Kak Al?" Dahlia bertanya karena dirinya memang tidak tahu kenapa Al menanyakan Ibunya, terakhir kali mereka bertemu saat Lily diusir dari rumah.


"Apa mungkin Kak Al…?" Tanpa sadar Dahlia tersenyum.


"Jangan terlalu banyak berpikir, aku menanyakan Ibumu karena ada sesuatu yang penting yang ingin aku tanyakan tentang Ale," jawab Al yang seolah tahu apa yang Dahlia pikirkan.


"Oh," hanya kata itu yang menjadi respon Dahlia terhadap perkataan Al, bahkan senyum yang tadi tercetak di bibirnya langsung pudar begitu saja.


Dan Al menyadari itu semua karena tadi Al sempat melirik ke arah Dahlia.


"Ibu tidak ada di rumah, jika Kak Al ingin bertemu nanti aku kasih tahu Kak Al jika Ibu tidak pergi," jawab Dahlia kemudian membuang pandangan ke arah luar jendela mobil.


Dan mereka pun akhirnya sama-sama diam dalam perjalanan menuju ke rumah Dahlia.


***


"Wanita si*l*n!" Umpat seorang pria saat mengetahui bahwa wanita yang terakhir yang berkencan dengannya mempunyai tujuan lain saat mendekatinya, apalagi jika bukan karena dia masih satu keluarga dengan keluarga Gomes.


Wanita bernama Gracia, seorang model yang ternyata dulu juga sempat mendekati Suami dari sepupunya, ya dia tahu kebusukan wanita itu, saat melihat dan mendengar sendiri wanita itu berbicara dengan seorang pria yang tidak dia tahu siapa. 

__ADS_1


Mungkin ini lah balasan yang harus dia terima karena tidak mendengarkan apa yang Ayahnya katakan.


"Wanita semua sama saja!" Teriaknya sambil menuang anggur ke dalam gelasnya.


Bukan tanpa sebab Ronald mengatakan itu, dia ingat dulu juga Ayah dan dirinya ditinggalkan oleh wanita yang mereka sayang karena mereka bangkrut, dan sekarang disaat Ronald sudah hidup mewah lagi, dengan b*d*hnya dia menerima wanita yang biasa dipanggil Grace olehnya hanya karena dia selalu ada disaat dirinya butuh kepuasan. Bahkan dia berniat akan menjadikan dia satu-satunya tapi itu sebelum dia tahu fakta yang sebenarnya.


Tapi lihatlah kini justru dirinya tertipu, wanita itu ternyata punya maksud lain, untung saja sepupunya Flo memberitahunya tentang wanita itu, dan untuk membuktikan sendiri dia selalu menyuruh orang memantaunya dari kejauhan. Dan semalam dia melihat dan mendengar sendiri wanita itu bilang ke seseorang bahwa tujuannya sebentar lagi akan berhasil, yaitu masuk ke dalam keluarga Gomes, setelah tidak berhasil masuk ke keluarga Anderson.


Sebenarnya Ronald tidak masalah jika wanita itu menginginkan uangnya, tapi jika niatnya karena keluarga Gomes, tentu saja Ronald marah, dia menyayangi Paman, Bibi dan sepupunya, mereka yang selalu ada saat masa dimana dia dan Ayahnya terpuruk karena tidak memiliki apa-apa.


Tak lama terdengar langkah kaki masuk ke dalam Apartemennya.


"Ronald apa yang kau lakukan?" Teriak Mike menghampiri Putranya dan merebut gelas yang berisi anggur yang akan diminumnya.


"Ayah berikan padaku!" Ucap Ronald dengan suara tinggi.


"Si*l*n!" umpat Ronald lagi.


"Kau keterlaluan Ronald, kau bahkan mengumpat di depan Ayahmu sendiri, ini pasti karena wanita itu kan? Harus berulang kali Ayah katakan hentikan kebiasaan burukmu itu Ronald, dan carilah perempuan baik-baik untuk mendampingimu," ucap Mike yang mulai merendahkan suaranya. Karena jika dia terus berteriak, Putranya itu pasti akan semakin menjadi.


"Hahaha!" Tawa Ronald terdengar menggelegar di seluruh ruangan.


"Hahaha Ayah lucu sekali, wanita baik-baik kata Ayah? Bahkan tidak ada wanita baik-baik yang aku kenal, semua wanita sama saja!" Teriak Ronald lagi.


"Jadi rupanya benar karena wanita itu, apa yang dia lakukan sampai kau seperti ini? Dia meninggalkanmu, karena sudah bosan? Apa uangmu tidak cukup untuknya hingga dia bisa melepaskanmu begitu saja," ucap Mike dengan senyuman mengejek.


"Ronald yang sekarang tidak kekurangan Uang Ayah, bukan dia yang meninggalkanku, akulah yang meninggalkannya, seperti sebelum-sebelumnya aku yang selalu meninggalkan para wanita itu, asal Ayah tahu," racau Ronald semakin tidak jelas.

__ADS_1


"Minggu depan kau akan ikut Paman Davian, untuk membantunya mengurus perusahaan baru yang akan dikelolanya, bersiap-siaplah urus semuanya, dan Ayah juga memutuskan kau akan pindah ke negara itu selamanya," kata Mike kemudian meletakkan gelas itu kembali ke meja dan pergi begitu saja meninggalkan anaknya yang kini tengah menatap kepergiannya.


////


"Untuk apa kau disini? Jika kau diperintahkan untuk membujukku pulang, katakan aku tidak mau, aku akan tetap tinggal disini dan lebih baik sekarang kau pergi dari tempat ini!" Perintah Liora ketus pada Pria yang ada di depan pintu rumahnya, lebih tepatnya Ibu angkatnya.


"Aku kesini bukan karena perintah siapapun tapi karena memang keinginanku sendiri," jawab Jack, Asisten pribadi Kakak keduanya.


Liora mengernyitkan dahi bingung, mendengar perkataan pria yang bernama Jack itu.


"Jika tidak ada orang yang memerintahnya, lantas kenapa datang kesini?" Batin Liora terus berkata sendiri.


"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan, aku tahu kamu pasti suntuk kan karena hanya berdiam diri di rumah saja?" Kata Jack sambil tersenyum.


"Memangnya kau tidak bekerja, hingga berani mengajakku untuk keluar," kata Liora sambil bersedekap dada.


"Aku tidak bekerja hari ini, jadi aku berikan waktuku seharian ini untukmu, jadi bagaimana? Kamu mau kan pergi jalan-jalan bersamaku, selagi Kakakmu itu berbaik hati padaku memberikanku hari libur?" Tanya Jack sambil terus berusaha membujuk Liora agar mau pergi bersamanya.


Liora tampak berpikir akan ajakan Jack, dia sebenarnya memang bosan tapi dia malas untuk pergi kemanapun karena niatnya memang ingin menghindari semua orang, apalagi saat dia mendengar bahwa pria yang dicintainya kemarin menikah dengan gadis pilihannya yang tak lain adalah sahabat baik Kakak Iparnya. Bahkan dari kemarin, Liora pun terus menghubungi Jason tapi tidak pernah pria itu menjawab panggilannya sekalipun, justru yang terakhir nomo pria itu tidak aktif, Liora hanya ingin memastikan apa benar berita yang dia dengar, dia ingin memastikannya sendiri pada orang yang bersangkutan. Akan tetapi sayangnya pria itu justru mengabaikannya dan mungkin justru menghindarinya.


"Kenapa kau lama sekali berpikirnya? Aku hanya mengajakmu jalan-jalan bukan untuk menikah," kata Jack yang langsung mendapat pelototan tajam dari Liora.


"Oke, oke maaf, jangan melotot seperti itu, bisa-bisa nanti bola matamu keluar," tambah Jack lagi.


"Jack hentikan!" Kesal Liora.


"Baiklah aku tidak bercanda lagi, jadi bagaimana?" Tanya Jack menatap Liora menunggu jawaban gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2