Please Love Me

Please Love Me
Bab 224


__ADS_3

Lily terus saja menarik Liora agar masuk ke dalam, walaupun gadis itu sempat menolak Lily tidak peduli.


"Baiklah, aku bisa jalan sendiri, sekarang lepaskan!" Pinta Liora kepada Lily.


"Awas saja, kau tidak bisa kabur Kak," Lily menunjukkan kunci mobil Liora di tangannya. 


Begitu masuk, Lily langsung mengunci pintu dan mencabut kuncinya. Takut jika Liora nanti akan kabur sebelum dirinya menunjukkan sesuatu.


"Tunggu disini, dan jangan masuk sampai aku menyuruh Kak Liora masuk," kata Lily memperingati.


"Mau apa sih?"


"Jawab saja Kak!"


"Hmm, aku akan tunggu disini."


"Bagus!" Lily menepuk bahu Liora. Sebelum dirinya masuk ke ruang keluarga, yang tidak jauh dari posisi Liora saat ini. dimana di ruang keluarga ada seseorang yang sedang menunggu di sana. 


Sebelumnya Lily sudah menyuruh Bibi, untuk membawa tamu nya ke ruang keluarga dan meminta Bibi juga untuk menemani orang itu.


"Hai," sapa Lily membuat orang itu dan Bibi langsung menatap ke arahnya.


"Non Lily sudah pulang? Ya sudah kalau begitu, Bibi permisi dulu ya Non," pamit Bibi segera meninggalkan tempat setelah Lily mengiyakan.


"Silahkan diminum!" Lily mempersilahkan orang itu untuk meminum minuman yang sepertinya masih utuh belum tersentuh sama sekali.

__ADS_1


"Tolong katakan, kamu beneran mengenal El?" Tanya pria itu yang sepertinya tidak ingin buang-buang waktu.


"Hmm kenal, bisa dikatakan sangat mengenalnya, aku dengar kamu kekasihnya, apa benar Tuan Ronald?"


Pria yang ternyata adalah Ronald pun menggeleng, "Saya bukan kekasihnya, dia…pria itu suamimu?" Jawab Ronald, hingga kemudian pandangan Ronald beralih pada dua pigura berukuran besar yang terpasang di dinding, dimana disana ada foto Lily dan suaminya, serta satu fotonya adalah foto keluarga mereka, dimana ada Alan, Al, Jason dan Lily sendiri, foto yang diambil jauh sebelum Alan menikah dengan Dea.


Lily melihat kemana arah pandang Ronald, dan kemudian menjawab pertanyaan pria itu, "Iya dia suamiku, kenapa? Apa kamu mengenalnya? Oh iya aku hampir lupa, kalian bukankah menjalin hubungan kerjasama dengan suamiku."


"Apa pernah ada hubungan antara Liora dan Jason?"


"Kenapa kamu menanyakan itu kepadaku? Apa sebelum bertanya hal seperti itu, kamu tidak memikirkan perasaanku? Atau kamu sama sekali tidak punya perasaan, sampai menanyakan hubungan suamiku dengan perempuan lain kepada istrinya sendiri?"


"Ah maaf, aku tidak bermaksud, hanya saja…"


Ronald hanya diam, dia menatap Lily, fokus Ronald adalah jawaban Lily tentang hubungan Jason dan Liora. Dan begitu mendengar jawaban Lily, dia sebenarnya masih bingung, tapi yang bisa Ronald terka adalah benar bahwa ada sesuatu antara Jason dan El walaupun itu mungkin hanya di masa lalu.


"Kenapa kamu diam? Tidak bisa menjawab pertanyaanku yang begitu sederhana itu?"


"Bagaimana jika aku bilang bahwa aku mencintainya, apa mungkin kamu percaya? Jangankan mengatakan cinta yang tulus pada seseorang, berbuat baik pun kadang tidak dipercaya," kata Ronald lirih.


"Bagaimana orang akan percaya jika kamu tidak ada niat untuk membuktikannya? Jika kamu cinta harusnya kamu buktikan!"


"Jika aku buktikan tapi salah satu keluarganya menentang hubungan kami nantinya, bagaimana? Bukankah itu akan semakin menyakitinya?"


"Terus apa yang akan kamu lakukan? Kamu akan menghindar, kamu tidak akan menyatakan perasaanmu, kamu akan berpura-pura dan membiarkan semua hanya berjalan seperti biasanya? Dekat tapi tidak ada ikatan apapun? Bukankah seperti itu berarti kamu mempermainkan perasaannya, seperti yang kamu lakukan kepada wanita-wanitamu sebelumnya? Itu yang akan kamu lakukan? Benar bukan, jika selama ini kamu suka mempermainkan mereka?" Tanya Lily yang terkesan seperti sedang menginterogasi Ronald.

__ADS_1


"Aku tidak pernah berniat untuk mempermainkannya, hanya saja memang sepertinya takdir tidak membiarkan kita bersama, aku serius mencintainya, tapi aku menghormati keputusannya, aku tidak mau membuat keluarganya kecewa kepadanya, karena dia lebih memilih pria sepertiku. Kamu tidak akan mengerti, dia tumbuh di tengah keluarga yang menyayanginya, jika sampai dia menentang keluarganya hanya demi aku, dan dia kehilangan kasih sayang dari keluarganya, aku pasti akan sangat merasa bersalah."


Lily tersenyum saat Ronald bilang dirinya tidak mengerti, Lily jelas-jelas mengerti maksud Ronald.


"Jadi… kamu memutuskan untuk menyerah bukan? Lalu untuk apa kamu datang kesini jika kamu sudah menyerah dulu sebelum berjuang? Bukankah kamu harus berjuang dulu, berjuang sekuat tenaga, dan pasrahkan hasil akhirnya, karena apapun hasilnya nanti, yang terpenting kamu sudah berjuang dan berusaha keras."


*


*


Sementara itu Liora yang berada di ruang tamu, akan menyusul Lily masuk ke dalam ruang keluarganya, tapi langkahnya terhenti, saat dirinya mendengar suara pria yang dia rindukan. Pria yang belakangan ini selalu menghantui pikirannya. Liora menajamkan telinga, ingin mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Liora meremas bajunya saat Ronald sepertinya menyadari hubungan antara dia dan Jason sebelumnya, tapi tiba-tiba jantungnya berdebar dengan kencang saat pria itu bilang juga mencintainya, artinya perasaan Liora tidak bertepuk sebelah tangan, Ronald juga memiliki perasaan yang sama padanya, membuat dia begitu senang hingga tanpa sadar senyum kini terbit di sudut bibirnya. Tapi tiba-tiba senyum Liora luntur begitu mendengar perkataan Ronald selanjutnya, dirinya begitu sedih saat mengingat jika kakaknya Max tidak menyukai Ronald bahkan tidak merestui jika dia bersama Ronald. Bahkan yang membuat Liora lebih sedih, karena Ronald sama sekali tidak mau berjuang untuk cinta mereka, Ronald memilih menyerah, membuat Liora kecewa, mendengar keputusan pria itu."


Liora menghela nafasnya, dan berjalan melangkah mendekat.


"Sudahlah Lily, jika dia tidak mau berjuang dengan niat di hatinya, percuma saja jika dipaksa," ucap Liora tiba-tiba, membuat Ronald terkejut, bahkan pria itu kini sudah berdiri dan menatap Liora.


"Kamu dengar sendiri kan Kak? Dia bahkan tidak mau berjuang, lalu untuk apa kamu masih berharap padanya? Lebih baik lupakan, dan carilah pria yang jauh lebih baik darinya," ucap Lily menatap Ronald dan Liora bergantian.


"El, maksudku bukan seperti itu, aku hanya… aku bisa jelaskan semua," kata Ronald menghampiri Liora dan meraih tangan gadis itu, tapi dengan cepat Liora menepisnya. 


"El…"


"Selesaikan masalah kalian!" Ucap Lily kemudian meninggalkan mereka berdua, masuk menuju ke kamarnya.


"El, aku bisa jelaskan semua," ucap Ronald kembali ingin meraih tangan Liora tapi pria itu kembali menarik tangannya saat melihat Liora yang kini justru menatapnya tajam.

__ADS_1


__ADS_2