Please Love Me

Please Love Me
Bab 350


__ADS_3

Jason segera menutup pintu, takut jika teriakan ibunya tadi sampai terdengar oleh Lily.


"Masa bu? Tapi ayah tadi sudah masuk kok," kata Jason yang melihat sendiri ayah mertuanya sudah masuk lebih dulu.


"Atau mungkin ayah di kamar anak-anak bu, atau kamar kami yang di lantai atas."


Dea terdiam membenarkan ucapan menantunya yang mungkin saja benar.


"Ya sudah, ibu akan coba cek ke atas." Dea lalu berjalan menaiki tangga, yang segera disusul oleh Jason yang juga merasa penasaran.


"Kamu cek di kamarmu, ibu akan cek di kamar anak-anak," kata Dea menoleh menatap Jason yang kini berjalan di belakangnya.


Jason hanya mengangguk, yang terpenting dia harus melangkah  lebih cepat menuju lantai atas. Dan begitu sampai, mereka pun berpisah.


Dea berhenti lebih dulu di kamar cucu-cucunya, sementara Jason, dia melangkah beberapa langkah lagi menuju kamarnya sendiri.


"Kosong," ucap Jason begitu membuka pintu, tapi Jason tetap melangkah masuk, lalu berjalan ke arah kamar mandi, barangkali ayah mertuanya ada disana. Tapi hasilnya nihil. 


"Bagaimana bu?"


"Tidak ada, hanya Uli di kamarnya, dia memang tidur dari setengah jam lalu," jelas Dea.


Di dua kamar itu, baik Jason ataupun Dea sama sekali tidak ada yang menemukan Alan.


"Hanya Uli? Maksud ibu? Lalu Cinta mana?" Tanya Jason khawatir.


"Oh pulang sekolah tadi, Ian menjemputnya, Ian mengajak Cinta main ke rumahnya.


Jason pun mengangguk mengerti, lalu pandangan keduanya, kini tertuju pada pintu kamar Al, dari dalam sana, mereka bisa mendengar suara tangisan bayi.


Dea dan Jason sama-sama menghela nafas, Jason yakin pasti putranya baik-baik saja, kan dia bersama dengan kakeknya, Jason hanya memastikan saja, apalagi melihat wajah khawatir ibu mertuanya tadi.


Dea perlahan membuka pintu kamar putranya.


"Ya ampun ayah, dari tadi aku dan Jason nyariin loh, rupanya ayah ada disini."


Ternyata tidak hanya ada Alan tapi juga Al yang sepertinya tengah menenangkan keponakannya yang menangis kencang.


"Kamu sudah pulang Al?"


"Hmm iya bu," Al mendekat, mencium punggung tangan ibu sambungnya itu.


Dea menatap horor suaminya, karena telah membuat dirinya harus mondar-mandir, padahal orang dicarinya ternyata ada di kamar Al.


"Maaf, tadi ayah mau membawa Senja ke kamar kalian, tadi Ale baru saja tidur, ayah tidak ingin membangunkannya. Dia pasti lelah. Ayah juga sebenarnnya akan membawa Senja ke kamar anak-anakmu, tapi Aulia juga sedang tidur. Saat ayah akan membawa ke kamar kalian, Al tiba-tiba keluar dan meminta ayah membawa Senja ke kamarnya. Ya sudah, ayah tidak tahu kalau kalian mencarinya," jelas Alan panjang lebar.

__ADS_1


"Lain kali kamu kasih tahu dong yah, ibu kan khawatir."


"Iya, iya maaf."


"Sudah dong interogasi-interogasi nya, ini Senja nangis loh, Al bingung bagaimana menenangkannya," panik Al karena Senja tidak berhenti menangis.


Jason mendekat, mengangkat Senja yang ditidurkan Al di ranjang. Lalu menimang-nimangnya, hingga tangis Senja pun akhirnya berhenti.


"Kok bisa?"


"Ya bisa, makanya cepat punya anak, nanti juga bisa," jawab Jason.


"Istri aja belum, anak."


"Yah kan calonnya sudah ada Al, ayah siap kok kapan saja melamar dia untukmu."


Al menatap Jason tajam, ini gara-gara adik iparnya itu, jika Jason tidak membahas anak atau istri, pasti ayahnya tidak akan membahas hal seperti itu.


"Nanti yah, kalau waktunya sudah tiba, Al ingin menuntaskan semua cita-cita Al dulu."


"Kamu yakin, Velove masih tetap mau menunggumu, bagaimanapun dia wanita dan butuh kepastian."


Al mendekat dan memegang kedua bahu Akan  dari samping.


"Tapi kamu sudah pacaran sama Velove loh, itu artinya kamu nyaman sama dia, kamu punya komitmen untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi."


"Namanya jodoh yah tidak tahu semua. Yang nikah aja bisa saja cerai, apalagi yang hanya pacaran, sudah Al tidak mau membahas hal ini lagi, jika Al serius dengan seorang gadis dan akan menikahinya, Al pasti akan ngomong ke ayah, Al akan meminta ayah untuk meminta gadis itu menjadi istri Al."


Alan menghembuskan nafas berat. "Ya sudah, terserah kamu saja," komentarnya.


"Ayo bu!" Alan segera mengajak istrinya untuk keluar dari kamar putra mereka, jika terus disini, Alan takut tidak bisa mengontrol situasinya.


Al duduk di atas ranjang mengusap wajahnya kasar, ayah nya seperti tengah marah padanya, tidak lebih tepatnya merasa kecewa. Bagaimanapun ayah Velove adalah teman ayah Al.


"Sorry." Jason merasa bersalah, karena ucapannya tadi membuat akhirnya Alan marah sama Al.


"Hmm tidak apa-apa, cepat atau lambat hal seperti ini pasti suatu saat akan dibahas juga, justru aku berterima kasih, karena kamu mempercepat semua hal yang harusnya akan dibahas kelak." Al menepuk bahu Jason dan setelahnya pria itu melangkah keluar.


Kini Jason hanya tinggal berdua dengan putranya di kamar Al. Dia tidak tahu, jika candaannya dianggap serius oleh mertuanya. Sungguh Jason merasa bersalah pada Al.


Senja kini kembali terlelap, Jason kemudian membawa putranya itu keluar. Saat melewati kamar kedua putrinya, Jason sejenak berhenti. Dengan sedikit susah payah dia membuka pintu, tampak Aulia masih nyenyak tidurnya membuat Jason bisa bernafas lega.


Menuruni tangga perlahan, kini Jason telah sampai di lantai satu. Lalu dia berlalu hendak ke kamarnya, tapi berhenti saat melihat putri kecil berlari ke arahnya.


"Ayah!" Cinta berlari mendekatinya.

__ADS_1


Jason tersenyum, mengacak rambut Cinta membuat gadis kecilnya itu mengerucutkan bibirnya kesal.


Bagaimana tidak kesal, jika rambut Cinta berantakan karena perbuatan Jason.


"Ayah sudah pulang?"


"Hmm iya, kalau belum, mana mungkin ayah ada disini," jawab Jason membuat Cinta mengangguk mengerti.


"Ayo kesana ayah!" Cinta menunjuk pada sofa di ruang keluarga.


"Ayo cepetan yah, Cinta ingin melihat adiknya."


"Ya sudah ayo!"


Ayah dan anak itu, kemudian melangkah bersama. Jason kemudian duduk diikuti oleh Cinta yang duduk di sampingnya.


"Halo adek, ini kak Cinta,"


Cinta memperkenalan dirinya lalu mengajak ngobrol adiknya yang belum bisa apa-apa.


Jason tersenyum melihat dan interaksi sang putri.


"Sayang, kalian disini?"


Jason dan Cinta sama-sama menoleh.


"Iya, ini bu, adiknya lucu"


"Iya, adek lucu kata kak Cinta," ucap Lily membungkukkan badan mengelus lembut wajah putranya.


"Tadi dari mana?"


"Kamar Al, Senja  sedang bersamanya tadi, aku dan ibu menyusulnya.


"Kak Al?"


"Iya Al."


"Kak Al di rumah?"


"Hmm iya, mungkin sekarang ada di dapur."


"Oh ya sudah, kalau begitu aku kesana."


Jason hanya mengangguk, membiarkan Lily bertemu kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2