Please Love Me

Please Love Me
Bab 263


__ADS_3

Lily duduk di lantai kemudian membelai wajah suaminya dengan lembut. 


Lily terkejut saat tangannya tiba-tiba ditangkap.


"Apa kau sudah puas menyentuh wajah suami tampanmu ini hmm?" 


Jason kini tersenyum dan membuka matanya. Dan Lily justru menangis membuat Jason langsung bangun dan meminta istrinya duduk di sampingnya. Lily menurut dan langsung memeluk suaminya.


"Maafkan aku, aku…"


"Sst sudahlah, aku tidak apa-apa, oh ya kamu sudah sarapan belum?"


Lily pun menggeleng di pelukan suaminya.


"Ya sudah ayo makan! Aku juga lapar."


Lily mengangguk, kemudian melepaskan pelukan dan bangun dari duduknya. 


Keduanya kini melangkah ke dapur bersama.


"Yayah!" Teriak Cinta sambil bertepuk tangan begitu melihat ayahnya.


Jason tersenyum dan langsung mengambil alih putrinya yang ada di pangkuan Alan.


"Wah putri Ayah sudah wangi," Jason menciumi seluruh wajah putrinya.


"Kamu sepertinya kurang tidur," ucap Alan yang langsung mendapat tendangan di kakinya dari sang istri di bawah meja.


Alan menatap sang istri yang memberi isyarat menunjuk ke arah Lily dengan dagunya.


"Ah ayo makan!" Kata Alan saat melihat putrinya hanya menunduk.


"Ayo sayang!" Jason menarikkan kursi untuk Lily, membiarkan istrinya itu untuk duduk.


Lalu mereka semua kini makan dengan tenang, tanpa bersuara yang terdengar dentingan suara garpu dan sendok juga celotehan Cinta.


*


*


Ronald menoleh saat melihat pintu terbuka, pria itu langsung berjalan dan membukakan pintu, saat melihat kekasihnya datang menghampirinya.


Berbeda Liora yang kini mengernyitkan dahinya bingung, dalam hati bertanya-tanya.

__ADS_1


"Bukankah semalam dia marah? Kenapa pagi-pagi sekali sudah ada disini?" 


"Ayo masuk! Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Kini bergantian dengan Ronald yang mengernyitkan dahi bingung melihat tatapan Liora padanya.


Liora menggeleng kemudian segera masuk ke dalam mobil. Ronald duduk di kursi kemudi dan melajukannya.


"Sudah makan tadi?" Tanya Ronald karena kekasihnya kini malah terlihat sibuk dengan ponsel.


"Sudah."


"Oh."


Liora yang tidak tahan meletakkan ponsel ke pangkuannya dan menatap Ronald.


"Hanya oh?"


"Lalu?"


"Kamu tidak menjelaskan apa-apa? Bukannya kamu semalam marah padaku? Lalu kenapa tiba-tiba kamu pagi-pagi sudah ada di depan rumah menjemputku?"


"Memangnya salah aku pagi-pagi di depan rumah calon istriku sendiri? Bukannya biasanya juga seperti itu? Dan lagi aku tidak marah padamu, aku hanya kesal semalam karena kamu lebih membela pria itu. Tapi kalau sudah ya sudah, aku tidak ingin memicu pertengkaran apalagi karena memperpanjang masalah sepele, yang jika dibesar-besarkan justru akan merusak hubungan kita. Aku hanya minta sama kamu, jika ada apa-apa kamu kasih tahu aku sebelumnya, bukannya aku melihat sendiri atau sampai mendengar orang lain."


"Maaf."


Liora mengangguk mengerti, sambil mengobrol tak terasa kini mobil Ronald sudah ada di depan butik.


Liora segera turun setelah melepas seatbeltnya.


"Seperti biasa nanti pulangnya aku jemput," ucap Ronald yang kemudian kembali mengemudikan mobilnya.


Bukan ke arah kantor, tapi Ronald melajukan mobilnya ke tempat janjiannya. Ya Ronald sudah membuat janji dengan seseorang.


Ronald masuk ke sebuah restoran dan menuju ruang VIP yang sudah di pesan atas namanya. Dengan diantarkan pelayan, Ronald sampai di tempat itu, dan ternyata orang yang membuat janji dengannya sudah datang.


Ronald langsung duduk setelah berjabatan tangan dengannya.


"Saya tidak ingin berbasa-basi dengan Anda. Saya minta kepada Anda untuk menjauhi calon istri saya, Tuan Jack."


"Rupanya Anda terus terang sekali menunjukkan rasa tidak suka Anda pada saya, Tuan Ronald" Jack tersenyum lalu mengambil gelas minumannya dan segera meneguknya.


"Lebih baik Anda pesan makanan dulu, saya tahu Anda belum makan kan, karena pagi-pagi harus menjemput Liora."


"Tidak."

__ADS_1


"Kalau Anda menolak berarti Anda mengizinkan saya untuk tetap mendekati Liora, lagian janur kuning belum melengkung, tentunya saya masih punya kesempatan."


"Kau…"


"Cepat pesan makanan, setidaknya Anda harus menghargai niat baik saya yang meluangkan waktu untuk menemui Anda sebelum saya pergi."


"Maksud Anda?"


"Kita bicarakan nanti setelah makan." Kata Jack yang kini memesan makanan untuknya, diikuti oleh Ronald.


"Katakan apa maksud yang Anda katakan tadi?"


"Bukankah tadi saya sudah katakan jika kita akan membahas…"


"Selagi kita menunggu makanan, apa kita hanya akan diam saja?"


Jack menghela nafasnya dan saat akan mengatakan, telepon Jack berbunyi. Pria itu berpamitan pada Ronald untuk menjawab panggilan telepon dulu.


Dengan terpaksa Ronald pun akhirnya mengiyakan.


Cukup lama Ronald menunggu Jack yang tidak kunjung kembali, bahkan sampai makanan yang mereka pesan sudah datang dan mulai dingin, membuat Ronald kesal setengah mati dan bangkit tapi saat hendak melangkah, pintu terbuka dan muncul Jack dari balik pintu.


"Maaf sudah menunggu lama, mari Tuan Ronald kembalilah duduk." Ucap Jack mempersilahkan Ronald untu duduk di tempatnya lagi.


Ronald jelas memasang raut wajah kesalnya, dia rasanya sudah seperti dipermainkan oleh Jack. Keduanya kini mulai memakan makanan mereka. Ronald buru-buru menghabiskan makanannya, berharap jika cepat selesai dan mereka langsung berbicara. Tapi sia-sia usahanya karena Jack menolak berbincang dengan alasan belum menghabiskan makanannya, tidak, terlihat jelas sekali jika Jack sengaja memperlama makannya.


"Lama sekali! Apa perlu aku suapkan biar cepat habis," Ronald menatap Jack tidak suka, menyandarkan tubuh dan melipat kedua tangannya di depan dada.


"Wah, Anda romantis sekali rupanya, jika Anda tidak keberatan…"


"Tidak, lupakan apa yang saya katakan tadi, sudah lewat masa aktifnya," ketus Ronald.


Jack tersenyum melihat wajah kesal Ronald sambil secepat mungkin menghabiskan makanannya.


Setelah selesai, Jack mengambil minuman dan langsung meneguknya kembali.


"Saya tahu, tanpa saya meminta pun, Anda pasti akan menjaga Liora, tapi saya tetap ingin menitipkan Liora pada Anda, jaga dia baik-baik dan satu lagi...selalu bahagiakan dia. Jika sampai dia menangis karena Anda, saya tidak segan-segan untuk merebutnya dari Anda."


"Apa sebenarnya maksudmu?" Tanya Ronald yang memang tidak tahu maksud apa yang dikatakan Jack.


"Aku harus pergi, dan tolong sampaikan maafku pada Liora karena saya akan pergi tanpa berpamitan kepadanya dulu," kata Jack yang sudah memutuskan hal itu sejak lama.


"Itu artinya kamu tidak akan kembali lagi kesini?" Tanya Ronald menatap Jack.

__ADS_1


Jack bangkit dan menepuk bahu Ronald, "Ya, jadi ingat pesanku baik-baik," ucapnya kemudian lalu pergi meninggalkan Ronald.


__ADS_2