
"Apa yang tadi kau lakukan? B*d*h! B*d*h!" Sebenarnya kau itu kenapa sih Al?" Al memukul setir kemudinya dan terus berbicara pada dirinya sendiri mengingat apa yang terjadi tadi di rumah Dahlia.
Al memegang dadanya, ada rasa aneh yang dirasakannya, "Kenapa? Kenapa aku tidak suka ada pria lain yang dekat dengannya? Apa mungkin aku menyukainya?" Gumam Al menenggelamkan wajahnya di setir kemudi dan setelah beberapa menit tampak memikirkan sesuatu yang entah apa itu, Al pun kemudian memutuskan keluar dari mobilnya mencoba untuk tidak lagi memikirkan hal tersebut.
"Ayah di rumah?" Kata Al yang melihat Ayahnya tengah menyantap makan siang sendirian.
"Hmm, Ayah ingin istirahat saja beberapa hari ini."
"Ya itu memang harus, dari dulu sampai sekarang Ayah terlalu sibuk dengan pekerjaan Ayah, sampai lupa bagaimana caranya bersantai dan memanjakan diri Ayah sendiri," Al menarik kursi yang ada di depan Ayahnya dan duduk di sana.
"Hmm kau benar, oh ya kapan Ale pulang?" Kata Alan yang sudah sangat merindukan putrinya.
"Entahlah, memangnya Ale belum menghubungi Ayah? soalnya Ale maupun suaminya juga tidak memberitahu Al kapan mereka pulang," ucap Al yang memang tidak mendapat kabar apapun dari Adik dan Adik Iparnya.
"Kemarin sih bilangnya hari ini akan pulang, tapi sampai sekarang belum juga sampai," ucap Alan yang memang mendapat pesan dari Jason dan Lily yang bilang bahwa hari ini akan kembali.
"Oh jadi Ayah pulang cepat, pengen istirahat atau karena memang mau menunggu Ale pulang nih?" Kata Al menggoda Ayahnya yang tidak berkata jujur bahwa merindukan putri satu-satunya.
"Hmm Bisa iya, bisa juga enggak," kata Alan kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Makanlah! Ayah tahu kamu belum makan kan? Jadi sekarang temani Ayah, kita jarang sekali kan makan siang bersama?" Ucap Alan menyuruh Al untuk makan bersamanya.
Alan pun yang memang merasakan lapar, mengambil piring dan akhirnya ikut makan bersama Ayahnya.
Di tengah makan mereka, ada pesan masuk dari Jason bahwa kepulangan mereka diundur satu hari, jadi mereka akan pulang besok pagi.
"Ale baru akan pulang besok pagi," ucap Alan lesu karena dirinya harus menunda bertemu dengan putrinya.
"Ale menghubungi Ayah?" Tanya Al yang merasa iri, karena dirinya tidak mendapat kabar apapun tentang kepulangan Ale.
"Hmm bukan, Jason yang menghubungi Ayah."
__ADS_1
Setelah itu, keduanya pun makan dengan tenang.
"Ayah ke kamar dulu," pamit Alan begitu makannya sudah selesai.
Alan duduk di atas ranjangnya, diambilnya sebuah foto di lacinya dimana di dalam foto itu, adalah foto dirinya dan sang istri, Alan membongkar bingkai itu, ternyata di dalamnya ada sebuah foto lagi, foto Alan bersama seorang gadis, Alan mengingat foto itu, diambil saat dirinya merayakan hari jadian yang ke 2, yang artinya Alan dan gadis di dalam foto itu sudah berpacaran selama 2 tahun.
"Kenapa aku harus bertemu denganmu lagi? Kau tahu, aku belum siap untuk bertemu denganmu, kesalahanku terlalu besar padamu," ucapnya mengelus foto itu.
"Maafkan aku Dee, aku benar-benar minta maaf," tanpa terasa air mata Alan menetes membasahi foto yang di pegangnya.
*
*
"Sayang kita sebenarnya mau kemana?" Lily bertanya untuk kesekian kalinya kepada sang suami, tapi selalu saja dia mendapat jawaban yang sama.
"Kamu juga akan tahu nanti," rasanya Lily bosan mendengar jawaban itu. Sementara Jason hanya terkekeh melihat wajah kesal istrinya.
"Kamu ngambek?" Tanya Jason melirik istrinya yang sekarang hanya diam saja.
"Sudah tahu tanya," jawab Lily ketus, tanpa mau menoleh ke arah suaminya.
"Jangan ngambek begitu dong sayang, nanti cepat tua loh," kata Jason berusaha membujuk istrinya yang merajuk.
Bukannya senang atas bujukan suaminya, Lily justru dibuat kesal pada ucapan terakhir Jason.
Jason menghela nafas, dirinya hanya ingin memberi kejutan, tapi istrinya sudah merajuk duluan, karena Jason tidak memberitahukan kemana tujuan mereka akan pergi.
"Jika aku beritahu sekarang, bukan kejutan lagi dong namanya," ucap Jason dalam hati sambil sesekali melirik istrinya yang masih betah dalam posisi yang sama.
"Sudahlah, lebih baik melanjutkan saja untuk tidak memberitahunya, lagian juga sebentar lagi akan sampai," batin Jason lagi.
__ADS_1
Jason kemudian hanya fokus mengemudi, membiarkan istrinya seperti itu dulu, Jason tidak mau kejutan yang sudah disiapkan akan sia-sia, jika sampai Jason memberitahukannya saat ini juga.
"Lebih baik kita pulang saja," ujar Lily setelah tadi dirinya hanya diam saja.
Jason langsung menoleh dan menatap istrinya yang kini juga menatapnya.
"Sayang apa sih yang kamu bicarakan, gara-gara seperti ini saja kamu langsung marah, sabar ya, sebentar lagi kita sampai kok, dan kamu akan tahu kemana tujuan aku membawamu."
"Kenapa tidak katakan saja sih, aku sudah lapar, tapi kamu ngajakin aku muter-muter tidak jelas seperti ini," Lily pun akhirnya mengatakan kenapa dirinya sampai marah.
"Kamu sudah lapar?"
"Hmm," jawab Lily hanya dengan gumaman.
"Tahan sebentar, lima menit lagi kita akan sampai," kata Jason yang tidak tega melihat istrinya yang kelaparan.
Dan benar apa yang Jason katakan, lima menit kemudian mereka telah sampai ke tempat tujuan.
"Sayang kita sudah sampai," kata Jason yang baru saja menghentikan mobilnya tapi dirinya tidak mendengar istrinya merespon ucapannya dan begitu menoleh ke samping arah tempat duduk istrinya, bisa Jason lihat mata Lily terpejam dengan nafas yang terdengar teratur.
Ternyata Lily kini tertidur. Jason merapikan rambut istrinya, tidak tega membangunkan sang istri yang tampak lelap, akhirnya Jason kembali memutari jalan di sekitar situ berulang kali sampai akhirnya Lily terbangun sendiri.
"Sudah sampai?" Tanya Lily mengucek matanya yang rasanya sulit terbuka. Bertepatan dengan Jason yang kembali sampai setelah berputar selama lima kali.
Jason menghentikan mobilnya dan segera menahan tangan Lily, "Jangan dikucek seperti itu nanti bisa merah," larangnya kemudian.
"Kamu tunggu disini!" Jason melepas seatbeltnya kemudian turun dan berlari ke pintu sampingnya dan membukakan pintu itu untuk istrinya.
"Ayo turun!" Ajak Jason mengulurkan satu tangannya sementara tangan yang lain ada di pintu bagian atas, guna menghalangi agar kepala istrinya tidak kepentok.
Lily pun menyambut uluran tangan suaminya. Dan turun dari mobil. Jason meraih tangan Lily dan menggandengnya setelah menutup pintu mobil dan membawanya ke tempat yang sudah dia siapkan.
__ADS_1
Lily terperangah begitu melihat sesuatu di depannya, Lily menoleh ke arah suaminya dan Jason kini tersenyum menatap Lily.