
Lily meraba ranjangnya sebelahnya, kosong, Lily tidak merasakan keberadaan Jason di sampingnya. Lily bangun dan mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja nakas, waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi, tapi suaminya sudah tidak ada.
Lily memutuskan untuk turun dari tempat tidur, dia kemudian berjalan ke kamar mandi, suaminya juga tidak ada disana. Langkah wanita itu kini tertuju ruangan di sebelah kamar mandi, walaupun rasanya tidak mungkin Jason ada disana di jam itu, tapi Lily tetap mengeceknya, dan di tempat itu juga kosong, Lily kemudian keluar dari kamar, langkah kakinya terhenti tepat di depan kamar Al yang pintunya sedikit terbuka, dengan perlahan Lily masuk ke sana, suasana yang temaram karena hanya lampu tidur yang menerangi, tapi bisa Lily lihat dengan jelas jika kedua pria dewasa sedang tidur saling berhadapan dengan seorang anak kecil yang tidur di tengah-tengah mereka, Lily tersenyum melihat itu, rupanya Jason kini tidur bersama Al dan Cinta, Lily tidak tahu apa yang terjadi hingga akhirnya kakak dan suaminya memilih tidur bersama.
Lily perhatikan putrinya yang tampak nyaman dalam dekapan kedua pria yang dicintainya itu, tidak ingin mengganggu mereka, Lily memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Seperti tadi, Wanita itu melangkah perlahan kemudian menutup pintu pelan-pelan, agar tidur ketiga orang yang disayanginya tidak terganggu.
Lily kembali merebahkan dirinya di ranjangnya yang empuk, rasa kantuk yang memang masih dirasakannya membuatnya cepat kembali terlelap, hingga tiba-tiba, Lily terbangun saat merasa ada pergerakan di tempat tidurnya, Lily membuka mata dan rupanya Jason kini telah kembali ke kamar mereka.
"Hmm tidur lagi saja ini masih pukul 4," ujar Jason.
"Pukul 4?"
"Hmm iya," Jason kini melingkarkan tangan di tubuh sang istri memeluknya erat.
"Sepertinya aku baru saja tertidur, ternyata sudah jam 4 saja," ucap Lily yang kini menarik tangan Jason menjadikan lengan suaminya sebagai bantal.
"Kamu baru tidur?"
"Hmm iya, tadi aku mencarimu karena kamu tidak ada, ternyata kamu malah tidur sama Kak Al. Padahal aku yang sangat merindukannya kenapa jadi kamu yang tidur bersamanya?"
"Tadi tengah malam Cinta rewel, dan Al bingung harus apa, dia menelponku dan meminta ke kamarnya, dan aku malah ketiduran tadi," jelas Jason pada sang istri kenapa tiba-tiba dirinya pindah tidur di kamar Al.
"Kenapa tidak membangunkanku?" Lily mendongak menatap suaminya.
"Kamu tidur nyenyak, dan aku tidak tega buat bangunin kamu, lagian Cinta rewel tadi karena haus saja kok, jadi tidak perlu mengganggu tidur kamu, karena kamu mempunyai seorang suami seperti aku yang selalu sigap mengurus anak," jawab Jason dengan percaya diri.
"Hmm kau benar dan aku beruntung karena mendapatkan suami sepertimu," ujar Lily tersenyum lalu mengecup bibir suaminya sekilas, tapi Jason justru menarik tengkuk sang istri dan kembali menciumnya.
*
*
Kring
__ADS_1
Kring
Liora meraba-raba tempat tidurnya mencari benda yang terus berbunyi tanpa henti, Liora membuka sedikit matanya, dan mematikan bunyi itu, dilihatnya waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi, dengan segera Liora bangun dan bergegas ke kamar mandi. Liora akan bersiap karena jam 7 Jack akan berangkat.
Waktu yang biasanya cukup lama Liora habiskan untuk membersihkan diri kini hanya lima belas menit saja, Liora tidak ingin terlambat menemui Jack. Liora menuju walk in closet dan buru-buru bersiap, setelah selesai dirinya berjalan cepat menaiki anak tangga.
"El kamu mau kemana sayang?" Tanya Tiffa yang melihat putrinya dengan penampilannya yang cukup rapi.
"El mau pergi sebentar Mi," ucap Liora yang kini berjalan menghampiri maminya dan mencium punggung tangan wanita itu.
"Kamu mau mengantarkan kepergian Jack?" Tanya Tiffa dan Liora tampak terkejut mendengar pertanyaan maminya.
"Mami tahu jika Jack akan pergi?"
"Ya mami tahu, Jack sudah brrpamitan sama mami."
"Jadi hanya aku Jack tidak berpamitan," gumam Liora.
"Memangnya Jack tidak bilang sama kamu? Lalu kamu tahu dari siapa jika Jack pergi?"
"Kamu akan pergi bersama kakakmu?"
"Kak Max?"
"Iya, Kak Max juga semalam bilang jika dia akan mengantarkan kepergian Jack."
Liora terdiam, "Tidak El pergi sendiri," ucapnya kemudian.
"Hati-hati di jalan, dan tidak perlu ngebut," pesan Tiffa pada putrinya.
"Iya Mi, El berangkat sekarang," setelah mengatakan itu, Liora pun segera berjalan menuju mobilnya, melajukannya membelah jalanan ibu kota yang sudah mulai cukup padat pagi itu.
"Macet lagi," gerutu Liora sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
__ADS_1
Liora membunyikan klakson berkali-kali, perlahan kendaraan di depannya sudah mulai jalan, dan Liora segera menyalip kendaraan-kendaraan itu, lalu menambah kecepatan mobilnya berharap agar cepat sampai.
Tak lama gadis itu telah tiba di bandara. Liora berlari masuk, mengedarkan pandangan mencari sosok Jack. Liora terus mencari hingga pandangannya tertuju pada dua orang pria yang dikenalnya, tanpa sadar Liora menghela nafas lega.
"Jack! Kak Max!" Panggil Liora membuat kedua pria itu menoleh.
"Liora,"
"El,"
Ucap Jack dan Max bersamaan melihat siapa seseorang yang kini berjalan mendekat ke arah keduanya.
Liora melangkah cepat dan memeluk Jack.
"Kenapa pergi tidak bilang-bilang?" Tanya Liora yang kini sudah meneteskan air mata, walau Liora tidak mencintai pria itu, tidak bohong jika Liora juga merasa kehilangan jika pria itu benar-benar pergi, apalagi Jack selama ini selalu ada disisinya bahkan saat dia terpuruk sekalipun, karena rasa sakit hatinya waktu itu terhadap Jason.
Jack menatap Max, seolah bertanya apa Max yang memberitahu Liora tentang kepergiannya, dan Max hanya menjawab dengan kedikan di kedua bahunya.
"Kenapa tidak menjawab?" Tanya Liora lagi yang kini sudah melepas pelukan mereka dan menatap Jack.
"Maaf, jika aku bilang dan kamu mengantarkan aku seperti sekarang ini, justru semakin membuatmu berat untuk meninggalkanmu."
"Ya sudah, jika berat untuk meninggalkanku, maka kamu tinggal disini saja."
"Tidak seperti itu juga, aku harus tetap pergi."
"Kenapa karena aku?" Liora kembali meneteskan air matanya.
Jack menggeleng, tangannya terulur menyeka air mata yang kini membasahi wajah Liora.
"Bukan karena siapa-siapa, aku hanya ingin mencari suasana baru saja."
"Kamu bisa mencari suasana baru di dekat sini, jika kamu bosan bekerja dengan Kak Max, kamu bisa bekerja dengan kak Jason atau Kak Stevano, masih banyak tempat, jadi kamu tidak perlu pergi."
__ADS_1
"Aku tidak akan pergi, asalkan kamu mau menikah denganku," ucap Jack yang membuat Liora langsung mundur beberapa langkah, tidak menyangka jika Jack akan berkata seperti itu.