Please Love Me

Please Love Me
Bab 285


__ADS_3

Liora menatap tidak percaya siapa yang saat ini berjalan melangkah dan duduk tepat di seberangnya, lalu pria itu juga kini tengah menatapnya, menatap dengan tatapan yang sulit diartikan, sementara Alana menatap keduanya bingung, hatinya tiba-tiba saja merasa terusik melihat jika calon suaminya menatap wanita lain dengan tatapan penuh cinta. Ya Alana, tahu tatapan seperti itu, karena dirinya juga pernah merasakannya. Sebelum bersama Jack, Alana juga menjalin hubungan, yang akhirnya dia akhiri setelah mengambil keputusan berat itu.


"Jack, aku tidak menyangka jika ternyata kamu yang akan menjadi calon suami Alana, kamu kapan kembali? Kenapa tidak memberi kabar?" Liora menatap Jack penuh selidik membuyarkan  Alana yang sibuk menerka-nerka hubungan keduanya.


"Semalam aku baru saja kembali. Aku tidak menyangka jika ternyata kamu yang akan mendesainnya dari sekian banyak desainer ternama," jawab Jack seraya menatap Alana yang menjatuhkan pilihannya pada Liora untuk mendesain gaun pernikahan mereka.


"Ya aku memang belum terkenal, tapi suatu saat…"


"Ya, aku yakin suatu saat kamu akan menjadi desainer yang hebat," ucap Jack memotong pembicaraan Liora.


"Dan maaf karena tidak bisa menghadiri pernikahanmu," tambahnya sungguh-sungguh. Walaupun jujur dalam hatinya masih begitu sulit melupakan cinta pertamanya itu. Apalagi rasa cinta itu sudah dia pendam sangat lama, tumbuh subur di hatinya, tapi tidak berbuah.


"Its oke tidak masalah," jawab Liora tersenyum.


"Oh ya berhubung kamu sudah disini, bagaimana kalau kita sekalian ke butik saja? Biar Alana sekalian mencoba gaunnya dan kurasa jas untukmu, aku bisa membuat sesuai keinginanmu, anggap saja sebagai hadiah pernikahanmu," ucap Liora pada Jack, sebenarnya banyak pertanyaan di dalam benaknya, tapi Liora juga tidak mau terkesan terlalu ingin tahu tentang kehidupan Jack. Dia juga tidak ingin terlalu dekat lagi dengan Jack, karena bagaimanapun ada hati yang harus dia jaga.


Liora melihat Jack menatap calon istrinya, dan ada yang mengganjal di hati Liora. 


"Apa jangan-jangan…" Liora buru-buru menepis pemikiran yang tiba-tiba terlintas.


"Jack bukan pria seperti itu," tambahnya dalam hati.


"Liora, kamu baik-baik saja?" Jack menaik turunkan tangannya di depan wajah gadis itu saat Liora justru ketahuan melamun.


"Ah aku baik-baik saja, bagaimana kalian mau kan?"


"Iya, ayo! Aku sudah mengajakmu dari tadi, tapi kamunya malah sibuk melamun."


"Benarkah?"


"Hmmm, apa yang kamu lamunkan? Apa kamu berubah pikiran dan tidak rela aku menikah dengan gadis lain dan kamu mau bersamaku?" Celetuk Jack yang membuat kedua gadis itu menatapnya dengan tatapan berbeda.


Liora bahkan sangat terkejut, tidak menyangka jika Jack akan mengatakan hal itu terlebih di depan calon istrinya. Liora menatap Alana, dia tidak tahu apa yang ada di pikiran gadis itu sekarang mendengar perkataan barusan. Kecanggungan menyapa ketiganya, hingga tak lama terdengar tawa Jack.


"Serius banget, aku hanya bercanda, jika sampai hal itu terjadi aku akan bonyok di tangan Ronald," ucap Jack kemudian.


"Bohong, jelas kamu sungguh-sungguh mengatakannya," dalam hati Alana mengatakan itu.


"Jack kau membuatku takut, dan lihatlah Alana, kau sampai membuatnya hanya terdiam seperti itu, bercandamu sungguh tidak lucu, bagaimana jika Alana menganggapnya serius?"

__ADS_1


"Itu memang serius," jawab Jack tapi hanya dalam hati.


"Haha, kamu tidak menganggapnya serius kan Lana?" Tanya Jack pada Alana yang sedari tadi bahkan keberadaan gadis itu seperti tidak dianggapnya.


"Tidak," jawab Alana yang kemudian mengambil tasnya. Disusul Jack yang kini juga bangun dari duduknya.


Liora pun segera bangun karena Jack dan calon istrinya ternyata sudah berdiri dan bersiap untuk pergi. Ketiganya kemudian berjalan bersama ke arah parkiran.


"Bagaimana kalau kita pergi bersama di mobilku saja?" Ucap Jack menawarkan.


"Kedua gadis itu melihat ke arahnya, Liora dengan cepat menolak tawaran Jack.


"Aku membawa mobil, kalian berdua saja. Ya sudah aku jalan dulu ya, aku tunggu di butik."


Setelah mengatakan itu, Liora dengan segera masuk ke mobil dan melajukannya, meninggalkan sepasang calon pengantin yang menurut pandangan Liora masih sama-sama canggung, antara satu yang lainnya, mereka mungkin baru saling mengenal, pikir Liora.


Liora memperhatikan diam-diam dari dalam mobil, melihat Jack dan calon istrinya yang hanya saling diam. Tidak ingin ikut campur urusan orang lain, Liora memilih pergi, gadis itu melambaikan tangannya saat Jack dan Alana menatapnya.


Kini Liora sudah sampai di butik tempatnya bekerja, gadis itu turun dari mobil melangkah masuk ke ruangannya lebih dulu, untuk meletakkan barang bawaannya. 


Klunting


Matanya berbinar saat melihat pesan yang diterimanya, senyuman bahkan mengembang, membaca berulang-ulang kali, takut jika dia salah baca. Liora terlihat senang saat mengetahui bahwa itu benar-benar nyata.


Tok


Tok


Ketukan pintu terdengar.


"Masuk!"


Tak lama seorang wanita seumuran dengannya muncul dari balik pintu.


"Tamu Anda sudah datang Bu."


"Baiklah, suruh mereka masuk!"


Wanita tadi mengangguk walaupun bisa dipastikan jika Liora tidak melihatnya karena pandangan gadis itu masih saja tertuju pada layar ponsel yang sepertinya ada sesuatu berharga disana.

__ADS_1


"Bahagia banget," celetuk seseorang yang sedari tadi ditunggunya.


"Hmm jelas dong, bagaimana tidak bahagia, saat mendapat kabar dari suaminya bahwa dia akan pulang, hmm apalagi aku sangat merindukannya," kata Liora dengan senyuman yang lebar membayangkan wajah suaminya.


"Lebay!"


"Aku tidak lebay, sekarang saja kamu belum merasakannya, awas saja nanti, jika kalian sudah menikah dan Alana pergi, kamu pasti akan merindukannya, iya kan Alana?" Ujar Liora yang juga meminta persetujuan Alana.


Alana hanya tersenyum, dalam hati berkata, jika itu tidak mungkin, karena dia tahu bagaimana hubungan mereka.


"Oh ya, kita bisa coba sekarang? Satu jam lagi, aku ada urusan penting," Alana sengaja mengatakan itu, ingin segera pergi dari situasi saat ini.


"Oh baiklah, tunggu sebentar." Liora menekan nomor kemudian memanggil seseorang masuk ke dalam ruangannya.


Tak lama terdengar ketukan pintu, dan wanita tadi kembali datang.


"Iya Bu."


"Kamu antarkan klien kita untuk mencoba gaunnya ya."


"Hmm baik bu," jawabnya pada perintah Liora, kemudian wanita itu beralih menatap Alana.


"Mari Nona!" Wanita tadi mempersilahkan Alana untuk mengikutinya, meninggalkan Jack dan Liora hanya berdua.


Liora segera melakukan tugasnya, dan setelah selesai, gadis itu mengajak Jack ke tempat lain.


"Kamu tunggu disini!" Setelah mengatakan itu, Liora pergi meninggalkan Jack.


Jack memilih duduk di sofa yang ada disana sambil menunggu Liora. Pria itu mengambil ponsel dan sibuk entah melakukan apa.


Tak


Tak


Terdengar langkah sepatu hak tinggi mendekat. Jack yang dari tadi fokus dengan ponselnya, mengangkat kepala dan terperangah menatap gadis yang berdiri di hadapannya.


"Bagaimana cantik kan?" Tanya Liora melihat tatapan Jack yang bahkan sampai tidak berkedip.


"Cantik." Satu kata lolos dari bibir Jack membuat senyum Liora mengembang.

__ADS_1


__ADS_2