
"Huft," Lily menghembuskan nafasnya perlahan untuk kesekian kalinya, jujur saja dirinya merasa gugup saat ini, tapi Lily berpura-pura biasa-biasa saja.
Tidak seperti novel yang Lily baca di saat malam pernikahannya, sang gadis lupa membawa pakaian dan meminta tolong suaminya untuk mengambilkannya hingga mereka berakhir melakukan.., "Ah rasanya aku tidak sanggup memikirkan hal itu, Lily, Lily lagian ini nyata, kenapa kamu bandingkan dengan cerita yang kamu baca itu, padahal saat ini kamu juga sudah mengenakan setelan baju tidur lengkap, sudah jangan memikirkan hal yang tidak-tidak, tapi yang iya-iya saja" gumamnya pada dirinya sendiri kemudian kembali mengatur nafasnya.
Ceklek
Perlahan Lily membuka pintu kamar mandi setelah mengurangi sedikit rasa gugupnya, begitu dia keluar sesuatu yang langka kini ada dihadapannya, berupa pemandangan yang sungguh luar biasa di atas ranjang pengantin mereka hingga membuat Lily berdecak kesal.
Lily pun kemudian melangkah menghampiri Suaminya yang kini tengah sibuk dengan ponsel, tidak tahu dirinya sedang chat dengan siapa, karena pria itu tampak fokus, bahkan kehadiran Lily yang kini berjalan mendekat ke arahnya pun, Lily bisa menebak jika suaminya tidak menyadari hal itu.
"Apa ponsel lebih menarik dibanding istrimu? Apalagi di malam pertama kita sebagai sepasang suami istri?" Tanya Lily sambil menyilangkan tangannya di depan dada.
"Eh sayang kamu sudah selesai mandinya, sejak kapan? Kenapa tidak memanggilku?" Tanya Jason yang baru menyadari keberadaan istrinya yang kini berdiri sambil bersedekap sambil menatap dirinya.
"Kenapa tidak memanggil, kamu aja yang terlalu sibuk dengan ponsel, jika seperti itu kenapa tidak kamu nikahi saja ponsel itu," kesal Lily.
"Maaf aku terlalu fokus, tadi aku sedang mengecek email masuk," jawab Jason yang kemudian meletakkan ponselnya dan bangun dari tempat tidur, berdiri dan menghampiri istrinya itu.
"Stop!" Kata Lily menghentikan langkah suaminya.
"Lebih baik kamu mandi dulu, aku sudah siapkan air hangat untukmu mandi, nanti keburu dingin airnya," Lily kemudian berjalan menuju koper milik Jason yang entah sejak kapan ada di situ, tadi Lily melihatnya saat dirinya baru masuk ke kamar.
Sementara Jason hanya berdiri mematung, saat dihampiri istrinya justru melangkah meninggalkannya.
__ADS_1
"Ini milikmu kan?" Tanya Lily menunjuk koper yang sedang dipegangnya.
Setelah itu, Lily pun membongkar isi koper dan mengambil baju tidur pria yang resmi menjadi suaminya itu.
"Ini bajumu, biasakan pakai di kamar mandi," kata Lily menyerahkan setelan baju tidur dengan warna yang sama dengan yang dipakainya. Bukan ingin pamer tentang mereka memakai baju tidur couple, Lily memilih baju tidur itu, karena hanya itu satu-satunya yang berwarna cerah. Dan Lily ingin melihat suaminya memakai pakaian dengan warna yang berbeda seperti yang sehari-harinya pria itu kenakan.
Jason pun hanya pasrah menerima itu. Melihat suaminya yang tidak beranjak sedikitpun, Lily akhirnya mendorong tubuh Suaminya agar segera masuk ke dalam kamar mandi.
"Mandi dulu!" Kata Lily kemudian menutup pintu kamar mandi, setelah suaminya masuk.
Lily kemudian berjalan lagi ke tempat semula dimana koper suaminya berada, kemudian membereskan baju-baju Suaminya, memasukkannya ke dalam lemarinya yang masih terdapat banyak tempat kosong, karena memang tidak memiliki banyak pakaian.
Begitu selesai Lily segera merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang sudah dia rindukan, setelah seharian ini ditinggalkannya.
"Nyamannya," Lily meregangkan badannya.
Lily melirik lagi ke arah pintu kamar mandi, kemudian saat dirasa aman, dirinya segera mengambil ponsel Jason yang ternyata tidak dikunci hingga bisa membuat Lily bebas mengecek isi di dalamnya.
"Fotoku?" Lily terkejut saat ternyata di dalam ponsel Jason banyak terdapat fotonya, dan fotonya itu seperti diambil diam-diam.
"Kapan dia mengambil foto-foto ini? Tanya Lily pada dirinya sendiri sambil sesekali melirik ke arah pintu kamar mandi.
"Kenapa tempatnya seperti tidak asing, dimana ya?" Lily berpikir mengingat-ingat tempat saat dia ada di foto itu.
__ADS_1
"Ah sudahlah, ada yang jauh lebih penting," gumamnya kemudian membuka pesan, Lily menaik turunkan layar.
"Ini tidak salah?" Lily kembali bertanya pada dirinya sendiri. Karena isi pesan itu hanya ada enam nama, Tuan Besar, Nyonya Tiffa, Tuan Muda, Nyonya Muda, Liora dan Love.
"Tunggu, Love siapa?" Karena penasaran Lily pun membuka isi chat suaminya dengan yang bernama Love, hanya beberapa detik saja, Lily langsung mengembangkan senyumnya begitu tahu jika nama Love adalah dirinya.
Ceklek
Terdengar suara pintu terbuka, Lily langsung meletakkan kembali ponsel suaminya kemudian dirinya menarik selimut dan memejamkan mata, pura-pura tidur.
Jason tersenyum melihat Lily tidur membelakanginya. Dirinya benar-benar tidak menyangka akan menikah dengan gadis yang belakangan ini berhasil mengobrak-abrik hatinya.
Sempat putus asa dan menyerah saat mendengar gadis itu akan menikah dengan pria lain, tapi rupanya takdir berkata lain, dirinya yang akhirnya menikah dengan gadis itu.
Begitulah takdir, kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi. Bahkan yang hampir menikah saja, jika memang tidak ditakdirkan berjodoh ya akhirnya berpisah juga, dan itulah kisah Lily.
Jason naik ke atas ranjang tepat di samping istrinya. Jason kemudian mengecup puncak kepala istrinya, "Selamat tidur istriku, aku tahu kamu pasti lelah, aku tidak akan mengganggumu," kata Jason kemudian mengganti lampu dengan lampu tidur.
Jason teringat tadi belum jadi membalas email dari Stevano yang membahas pekerjaan yang ditinggalkan hari ini, hingga Jason memutuskan mengambil ponselnya untuk membalas email tersebut sebelum dirinya tidur.
Jason mengernyitkan dahi saat dia menghidupkan ponselnya justru dia langsung berada di riwayat obrolan dengan salah satu nama di kontaknya yang hanya berisi 6 orang itu.
Jason tersenyum kemudian melanjutkan maksudnya mengambil ponsel tadi, dan setelah selesai Jason langsung merebahkan tubuhnya dan memeluk sang istri dari belakang.
__ADS_1
Jason sekarang tahu jika istrinya pura-pura tidur, tapi Jason membiarkan itu, dengan tidur memeluk istrinya saja, baginya sudah membuat bahagia, jadi Jason tidak akan menuntut istrinya untuk melakukannya sekarang.
"Kamu tahu sayang, aku bahagia, sangat-sangat bahagia karena pada akhirnya aku bisa memilikimu, begitu bahagianya aku sampai aku bingung harus mengatakan apa lagi untuk mengungkapkan perasaanku. Asal kamu tahu, kemarin saat pertemuan itu, aku menolak Liora di depan orang tuanya, aku gila bukan, bisa melakukan hal itu pada putri Tuan Besar. Ya aku memang gila dan itu semua aku lakukan karena aku mencintaimu, aku sudah memberikan seluruh hatiku untukmu, dan siapapun itu tidak bisa merubahnya bahkan gadis yang aku sukai sewaktu kecil, kehadiranmu benar-benar membuatku tidak bisa berpaling pada siapapun, I love you Aleandra Licya Horison," Jason memeluk istrinya semakin erat, hingga rasanya sulit untuk dilepaskan.