Please Love Me

Please Love Me
Bab 309


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, itulah yang saat ini Lily rasakan, bahkan kini Cinta sudah masuk sekolah taman kanak-kanak. Lily kini sedang membuat kue untuk merayakan ulang tahun Aulia yang ke 3. Putri kecilnya itu kini juga sudah tumbuh besar.


"Ibu, Uli mau kue rasa stlobely." Kata gadis itu yang sedang duduk di karpet sambil bermain bonekanya, sementara Lily terlihat sedang menghias kue yang dipenuhi potongan buah stroberi sesuai keinginan putri kecilnya itu.


"Oke, Uli tidak mau bantuin Ibu nih?" 


"Hmmmm…" gadis kecil itu tampak mengetuk-ngetukan jari telunjuknya di dagu, seolah sedang berpikir.


"Iya, Uli mau bantu," jawabnya kemudian.


"Ya sudah sini!" 


Gadis kecil itu, berjalan mendekat, duduk di samping ibunya. Lily memang membawa kuenya ke ruang keluarga agar bisa sekalian menemani putrinya bermain. Ayah dan ibunya sedang pergi. Honeymoon, itulah yang ayahnya selalu katakan, ada-ada saja, padahal cucunya sudah dua. Sementara Jason, pria itu jelas masih di kantor karena ini masih jam sepuluh pagi, dan Cinta putri pertama Lily belum pulang, biasanya akan pulang jam 11 nanti.


"Mana Ibu?" 


"Uli cuci tangan dulu ya!" Ucap Lily, pandangan Lily tertuju pada seorang pelayan yang memang sedang membersihkan ruangan itu.


"Bu, tolong bantu Uli cuci tangan ya," Lily memanggil pelayan itu untuk membantu Aulia.


Pelayan itu segera mendekat dan mengajak Aulia untuk ke dapur, mencuci tangannya.


Selesai mencuci tangan gadis kecil itu kembali dan duduk lagi di samping Lily.


"Sini! Uli bantuin ibu seperti ini ya?" Lily mencontohkan kepada putrinya.


"Uli sudah mengerti?"


Gadis itu mengangguk, dengan tangan kecilnya yang bergerak perlahan Uli menyusun potongan buah stroberi seperti yang dicontohkan ibunya tadi.


"Pintarnya anak ibu," kata Lily bangga, karena diberitahu sekali, Aulia langsung mengerti.


"Ibu, tinggal bentar ya sayang."


Melihat anaknya yang fokus, Lily pun memilih bangun dan beranjak pergi. Dan setelah lima menit, Lily kembali dan terkejutnya Lily saat melihat kue yang sudah dari pagi dibuatnya sudah tidak utuh. Pandangan Lily tertuju pada putrinya yang duduk membelakanginya.


"Uli menghadap ke ibu!" Pinta Lily pada putrinya itu.


Gadis kecil itu menoleh, dan Lily hanya menggelengkan kepala saat melihat mulut belepotan putrinya, tak hanya itu, tangan Aulia juga sama. Karena sepertinya putrinya itu, langsung mencomot kue itu.


"Aduh sayang, kenapa dimakan kue nya?"


Uli menunjukkan deretan giginya, senyum ala iklan pasta gigi.


Bagaimana mungkin Lily marah melihat wajah putrinya yang justru tampak menggemaskan. Lily tersenyum kemudian berjalan menghampiri putrinya.


"Ayo bersihkan tangan sama wajah kamu. Duh putri ibu kenapa jadi kayak seperti badut ini."


"Hehe!"


Kemudian Aulia menoel hidung Lily dengan tangannya yang masih kotor.

__ADS_1


"Ibu juga kayak badut." 


Setelah mengatakan itu, Aulia berlari dan Lily mengejarnya.


"Ketangkap!" Ucap Lily menangkap tubuh putrinya.


Ibu dan anak itu, kemudian menoleh saat mendengar suara langkah kaki mendekat.


"Ayah, kok sudah pulang?" Lily berdiri, menggandeng tangan kiri putrinya yang tidak begitu kotor.


"Hmm iya, ambil berkas ketinggalan."


"Kenapa tidak menelpon saja? Biar aku nanti antarkan sekalian jemput Uli."


Jason mengecup kening Lily, dan menjilat hidung Lily, tidak lebih tepatnya kue yang menempel di hidung sang istri.


"Manis," ucapnya.


"Ih, malah mengalihkan pembicaraan lagi."


"Hehe, sekalian alasan sayang, biar bisa ketemu kamu."


"Ya kan kalau aku ke kantor, nanti juga ketemu."


"Tapi di kantor tidak bebas."


"Dasar."


Tampaknya Jason belum menyadari apa yang terjadi.


"Ya kan aku pengen buat yang spesial buat orang yang spesial juga untuk orang yang spesial. Tapi sepertinya gagal deh, dan seperti yang kamu katakan tadi, kita beli saja, nanti aku akan hubungi toko kue langganan kita untuk memesannya."


"Loh kenapa? Bukannya…" ucapan Jason terpotong saat melihat wajah putrinya.


"Siapa ini?" 


Jason berpura-pura tidak mengenali putrinya.


"Ih, ayah ini Uli."


"Uli? Wajah Uli tidak seperti ini."


"Ibu...ini ayahnya."


"Tuh, padahal baru ditinggal sebentar," ucap Lily.


Jason lalu berjongkok, dan melingkarkan tangan di tubuh Aulia.


"Kenapa kue nya dimakan sekarang? Tidak nunggu teman-teman sama kak Cinta pulang?"


"Hehe, itu kalena Uli pengen nyoba ayah. Ayah cium Uli sekalang!"

__ADS_1


"Tidak, ayah tidak mau." Jawab Jason.


Uli mengerucutkan bibirnya lucu seperti ikan, Jason kemudian menatap sang istri yang hanya mengedikan kedua bahu. Dan saat Jason lengah, Aulia dengan cepat mencium pipi ayahnya, membuat pipi Jason juga ikut belepotan karena ulah gadis kecil itu.


"Yeah Uli menang!" Teriaknya senang.


Lily berjalan menjauh, untuk membersihkan bekas kue yang juga tercecer di lantai.


"Sayang kamu mau kemana?"


"Membersihkan kapal remuk, kamu cuci muka gih, sekalian sama Uli." 


"Ayo ayah!" Uli sudah mengalungkan kedua tangan di leher ayahnya.


Jason bangun dan segera membawa Uli ke kamar mandi, untuk mencuci tangan dan wajah putrinya.


*


*


"Kamu mau sekalian ikut gak?" Tawar Jason saat melihat istrinya yang kini sudah bersiap-siap untuk menjemput Cinta.


"Hmm boleh deh, nanti pulangnya saja aku naik taxi, sekalian mau beli kue juga."


"Hmm, rasanya aku tidak ingin berangkat lagi deh ke kantor," ucap Jason yang kini berjalan mendekat dan memeluk Lily dari belakang.


Lily tahu jika sudah seperti ini, suaminya pasti tengah menginginkan sesuatu.


"Sayang..."


"Benarkan, nada suaranya aja sudah manja-manja seperti itu," batin Lily berbicara.


"Sayang, kok diam sih."


"Kenapa sayang?"


"Setelah ibu dan ayah pulang, bagaimana jika kita yang pergi honeymoon."


Lily terdiam, dia menatap suaminya dari pantulan kaca di depannya.


"Mau ya? Kita kan sudah lama tidak ada waktu berdua, kamu terlalu sibuk mengurus anak-anak."


Lily membalik tubuhnya dan tatapan keduanya bertemu, "Maaf sayang, sepertinya tidak bisa deh, kamu tahu bagaimana Aulia, kasihan ibu sama ayah jika kita tinggalkan Aulia."


Wajah Jason berubah datar, pria itu melepas pelukannya begitu saja.


"Aku tunggu di luar!" Ucap Jason, lalu keluar terlebih dahulu.


Lily menghela nafas berat, sungguh Aulia tidak bisa ditinggalkan, anak keduanya itu terlampau aktif, ada saja tingkahnya, jika ditinggalkan bersama ayah dan ibunya, takutnya kedua orang tua Lily itu kewalahan, apalagi usia mereka yang membuat mereka pasti akan lebih mudah lelah. Dan Lily sama Jason memang tidak ada niat untuk membayar baby sitter, karena Lily ingin menyaksikan sendiri tumbuh kembang anak-anaknya, selain itu, Lily juga tidak ingin anaknya lebih dekat dengan orang lain.


Lily mengambil tas nya, lalu segera menyusul Jason, dia akan membicarakan ini lagi nanti, dan meminta pengertian suaminya. 

__ADS_1


__ADS_2