Please Love Me

Please Love Me
Bab 340


__ADS_3

"Lihatlah sayang putri kita, dia bisa menjaga Alvi, aku yakin nanti jika putra kita lahir, aku yakin Cinta bisa menjaga adiknya," bisik Jason pada sang istri yang duduk di sampingnya.


"Kamu baru tahu, selama ini juga Cinta bisa diandalkan saat aku memintanya menjaga Uli."


Jason mengangguk membenarkan ucapan istrinya. 


"Eh kalian ini malah sibuk berduaan, ayo bergabung dengan yang lain," tegur Jasmine pada sahabatnya itu.


"Sayang, aku ke sana dulu," pamit Lily meninggalkan Jason, lalu dia ikut bersama Jasmine, bergabung dengan Bunga, Liora juga anak-anak mereka.


"Walaupun cuma dirayakan keluarga, tapi ramai ya," komentar Lily.


"Iya, satu keluarga saja, banyak anggotanya," sahut bunga, menunjuk anak-anak.


"Iya kau benar Bunga, aku saja sudah 6, kamu 4," Jasmine ikut menimpali. Jasmine tetap saja memanggil adik iparnya itu Bunga, seperti waktu itu Bunga memperkenalkan dirinya.


"Mungkin saja, habis ini kita nambah lagi menyusulmu Ly, iya gak kakak-kakak?" Balas Liora.


"Aamiin," sahut keempat wanita itu kompak membuat para suami mereka yang berkumpul tidak jauh dari sana ikut menoleh membuat keempat wanita itu tertawa.


"Gak kerasa ya, bentar lagi anak kamu akan lahir," Jasmine menoleh ke arah Lily sambil mengelus perutnya.


"Iya mine, rasanya aku sudah tidak sabar menunggu kehadirannya di dunia ini," Lily menanggapinya dengan seulas senyum di bibir.


"Lengkap ya Ly, sudah anak cewek sekarang cowok, aku masih cowok semua," Jasmine dan Lily kompak menatap Bunga.


"Mungkin kalau kak Bunga hamil lagi, nanti perempuan anaknya," jawab Lily yang ikut diberi anggukan oleh Jasmine, sedang Liora, wanita itu tadi berpamitan untuk sebentar ke belakang.


Bunga tersenyum, mengaminkan dalam hati.


"Ya, doakan saja."


"Aku tinggal ya," Lily berjalan pergi menghampiri Aulia yang tiba-tiba menangis, dan sedang ditenangkan oleh suaminya. 


Tidak jauh dari anak dan suaminya Stevano tengah memeluk Vian putra mereka. Lily yakin jika ada perseteruan diantara kedua anak itu, Lily memang sering melihat Aulia yang kerap saja mengikuti Vian, selama ini Vian juga baik-baik saja tidak mempermasalahkannya, tapi entah apa yang terjadi hingga membuat keduanya kini ribut.


"Kenapa sayang?" Tanya  Lily pada suaminya.


"Tidak apa-apa, tadi Aulia tidak sengaja menyenggol Vira, Vian marah karena kakaknya jatuh, makanya membalasnya," kata Jason menjelaskan.


"Ayo sini sama ayah," Jason mengangkat tubuh putrinya, membawanya menjauh.


"Kamu temani Cinta saja, aku ajak Uli jalan-jalan sekitaran rumah biar nangisnya berhenti."


Lily mengangguk, mengelus lembut rambut putrinya sebelum akhirnya Jason membawa Uli pergi dari sana.


Lily melihat ke arah putri pertamanya yang kini sedang mengelap mulut Alvi yang belepotan dengan tisu. Lily tersenyum melihat itu, tak lama terlihat Liora berjalan mendekat menghampiri Alvi yang sedang bersama putrinya, mengusap rambut Cinta sebentar dan mengajak putranya pergi dari sana.

__ADS_1


Lily melambaikan tangan saat Cinta celingukan kesana kemari, mungkin mencari keberadaannya, benar saja begitu melihatnya, Cinta langsung berlari menghampirinya. Lily merentangkan tangan menyambut sang putri agar masuk dalam dekapannya.


"Ayah sama dek Uli mana bu?"


"Tadi ayah mengajak dek Uli keluar sebentar, biar berhenti nangisnya."


"Oh iya, tadi dek Uli tidak sengaja menyenggol kak Vira, Cinta mau datang untuk misahin, tapi dek Alvi menumpahkan es krim, jadi Cinta bersihin dulu, takut dek Alvi nya kepeleset, tadi Cinta juga lihat ayah datangi adik Uli juga."


"Ah iya tidak apa-apa, ada ayah juga."


"Bu."


"Hmm kenapa sayang?" Lily menunduk agar bisa melihat wajah putrinya.


"Kak Ian gak diundang kesini ya?"


"Iya, soalnya adek Alvi tidak kenal sama Kak Ian, makanya kak Ian tidak diundang, kenapa? Cinta kangen sama Kak Ian?"


Putri Lily itu hanya mengangguk pelan membuatnya tersenyum.


"Besok kan sekolah, biasanya kak Ian datang kan? Jadi Cinta bisa bertemu disana."


Wajah Cinta masih saja ditekuk, Lily kemudian menepuk kursi di sebelahnya meminta putrinya itu untuk duduk.


"Masih lama tidak bu, Cinta ingin pulang. Bagaimana jika kak Ian datang dan Cinta tidak di rumah, kasihan nanti kak ian nya nunggu Cinta lama."


"Sepertinya masih lama sayang, kan kakeknya dek Alvi  belum datang."


"Yah terus gimana bu?"


"Ibu telepon nenek ya, tanya apa kak Ian datang ke rumah atau tidak?"


"Iya bu, iya, nanti kalau kak Ian benar-benar datang, kita langsung pulang ya."


Lily hanya mengangguk saja, toh dirinya tidak yakin jika Ian akan datang, anak laki-laki itu pasti juga ingin waktu untuk bermain bersama teman laki-lakinya.


Lily mengambil ponselnya di dalam tas, ada beberapa panggilan tak terjawab dari nomor ayah juga ibunya. Ada pesan juga, Lily buru-buru membuka pesan, di sana ada foto Ian yang tengah duduk sambil menonton televisi.


"Ian datang menanyakan Cinta," Lily membaca tulisan yang ada di bawah foto yang ibunya kirimkan. 


Lily menatap putrinya yang juga tengah menatapnya.


"Kak Ian pasti datang ke rumah ya bu?"


Lily mengangguk, tidak mungkin jika dia berbohong.


"Coba bu telepon nenek. Beritahu nenek, Cinta pulang sebentar lagi."

__ADS_1


Lily melihat Cinta yang tampak antusias, akhirnya dia hanya bisa menuruti permintaan putrinya.


"Sini bu Cinta yang bicara sama nenek," Cinta meminta ponsel Lily dan berjalan menjauh.


Lily hanya menggeleng melihat tingkah putrinya. 


"Kenapa? Kamu pusing?" Jason datang dan duduk di samping istrinya, membiarkan Uli duduk di pangkuannya.


"Tidak, aku baik-baik saja," Lily mengelus pipi Uli, mata putri kecilnya itu terlihat sembab.


"Cinta mana?" Jason bertanya saat mengedarkan pandangan tapi tidak menemukan keberadaan putri sulungnya.


"Cinta tadi…" Lily melihat ke sekeliling, seperti apa yang suaminya lakukan tadi.


"Nah itu dia!"


Cinta berlari membuat rambutnya yang diikat tinggi bergerak ke kanan ke kiri.


"Ayo ayah, ibu, kita pulang sekarang!"


Jason mengernyit menatap istrinya, kenapa tiba-tiba Cinta datang dan mengajaknya pulang.


"Bagaimana sayang? Tidak apa-apa kalau kita pulang sekarang?" Bukannya menjawab kebingungan Jason, Lily justru bertanya meminta pendapat suaminya itu.


"Ayo ibu! Kasihan kak Ian nanti nunggunya kelamaan."


Jason kini sedikit tahu kenapa Cinta minta pulang.


"Ya sudah, aku bicara dulu sama Ronald dan Liora," Jason memindahkan Aulia dari pangkuannya, berdiri lalu meninggalkan anak-anak dan istrinya, ke tempat Liora dan Ronald yang sedang berbincang dengan Tiffa juga William.


Tak lama, Jason pun kembali dengan menggendong Alviandra bersama dengan Liora yang berjalan di sampingnya.


"Kenapa buru-buru pulang?" Tanya Liora kepada Lily begitu sudah sampai di hadapannya.


"Hmm tidak apa-apa kak, ini Cinta nya pengen pulang, ada temannya soalnya."


"Ya sudah, tidak apa-apa, kalian hati-hati di jalan ya."


"Ayo kak Cinta, Aulia kasih kadonya sama dek Alvi!" Pinta Lily yang tadi sudah mengeluarkan dua bungkusan kado dari tasnya.


Masing-masing dari putrinya memegang satu, dan secara bergantian Cinta dan Aulia memberikannya pada anak Liora.


Liora segera mengambil alih Alvi dari gendongan Jason, membiarkan pria yang pernah disukainya pulang.


"Terima kasih ya, ayo aku antar ke depan."


Lily bangun dibantu Jason yang kini menggandeng anak-anak mereka sekaligus berpamitan pada yang lainnya. Lily juga sempat meminta maaf pada Jasmine karena  tidak bisa menepati janjinya.

__ADS_1


__ADS_2