Please Love Me

Please Love Me
Part 38


__ADS_3

"Pagi,'' sapa Jason ketika melihat Lily berjalan ke arah dapur.


"Hmm pagi, maaf aku bangun kesiangan," kata Lily merasa tidak enak karena Jason yang seorang pria malah sibuk di dapur.


"Tidak apa-apa, sekarang ayo duduk! Aku bikin nasi goreng spesial untukmu," Jason tersenyum sambil meletakkan dua piring nasi goreng diatas meja makan, nasi goreng berbentuk hati.


"Terima kasih," ucap Lily tersenyum kemudian menarik kursi dan duduk di sana.


"Kamu bisa memasak?" Tanya Lily menatap nasi goreng di depannya, tampilannya memang cantik, tapi Lily belum tahu bagaimana rasanya karena dia belum mencoba.


"Coba saja makan! Kamu akan tahu jika sudah mencicipinya," jawab Jason sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


"Hmmm ini enak loh," kata Jason sambil mengunyah.


Lily yang penasaran pun akhirnya mencicipi nasi goreng buatan pria itu.


"Bagaimana?" Jason meminta jawaban Lily rasa nasi goreng buatannya.


"Hmmm ini enak sekali," Lily kemudian menyuap nasi goreng itu dengan lahap.


Jason tersenyum, gadis yang dicintainya menyukai masakan buatannya, tidak sia-sia Jason bangun pagi-pagi untuk berbelanja bahan-bahan masakan dan berkutat di dapur yang jarang sekali digunakan.


"Pelan-pelan," Jason memberi segelas air pada Lily ketika gadis itu tersedak, karena makannya yang seperti orang kelaparan.


Lily langsung meneguk habis minuman yang tadi di berikan Jason.


Jason kemudian mengusap bibir Lily dengan ibu jarinya.


Tubuh Lily menegang saat dengan tiba-tiba Jason melakukan itu, Lily langsung mengambil tisu di meja itu, yang letaknya tidak jauh dari posisinya.


"Aku bisa membersihkannya sendiri," kata Lily.


"Telat, aku sudah selesai membersihkannya," jawab Jason cuek kemudian kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Kita akan kemana?" Tanya Lily kemudian setelah beberapa menit yang lalu sempat hening.


"Ke suatu tempat yang pastinya kamu akan suka."


"Darimana kamu tahu aku bakalan suka?" Tanya Lily karena Jason sok tahu pada apa yang dia sukai.


"Darimana ya..? Jason mengatakan dengan ekspresi seperti orang yang sedang berpikir.


"Tidak perlu dijawab, kelamaan mikirnya," kesal Lily kemudian melanjutkan makannya hingga tandas.

__ADS_1


***


Kini Lily dan Jason berada di dalam mobil, menuju ke tempat seperti yang sudah Jason rencanakan. Tak lama mereka pun sampai, di sebuah danau yang luas.


Jason turun ke dalam perahu dan mengulurkan tangannya mengajak Lily untuk ikut turun bersamanya.


"Aku takut," kata Lily yang ragu menerima uluran tangan dari Jason.


"Tidak apa-apa, ada aku," Jason mencoba menenangkan Lily. "Kamu tidak akan tahu jika ini sangat seru kalau kamu tidak mau turun," tambah Jason mencoba merayu Lily agar ikut turun dengannya.


Dengan masih ada rasa keraguan di dalam hatinya, perlahan Lily menerima uluran tangan Jason.


Tap 


Kini Lily sudah berada di perahu, Jason membantu Lily duduk di depannya.


"Bagaimana? Indah bukan pemandangannya?" Jason melihat Lily memandangi sekitar danau.


"Iya indah sekali, coba saja jika ada alunan musik, pasti suasananya tambah romantis," tanpa sadar Lily mengatakan itu dengan masih melihat sekeliling.


"Aku sudah mempersiapkan juga untukmu," Jason mengambil gitar dan memetikkan jarinya pada gitar itu, dan perlahan Jason mulai bernyanyi, suaranya berpadu dengan petikan gitar. Lily juga sekali-kali ikut bernyanyi. Mereka terhanyut dalam suasana apalagi lagu yang Jason nyanyikan mendukung suasana mereka.


"Kamu ternyata bisa memainkannya? Aku kira kamu tidak bisa," kata Lily setengah mengejek.


"Hmm, aku akui memang suaramu bagus," puji Lily jujur tanpa menutupi.


"Kamu beruntung jadi orang pertama yang mendengar aku bernyanyi dan mungkin akan menjadi satu-satunya," ucap Jason dengan bangganya.


Jason tersenyum senang saat mendapat pujian dari gadis yang dicintainya.


"Sini gantian aku yang memainkannya," Lily merebut gitar yang ada di tangan Jason. 


Jreng


Lily memetik senar gitar dan bernyanyi.


Jason terkejut ternyata Lily juga bisa bermain gitar, bahkan suaranya terdengar merdu. Tidak salah rupanya Jason menyukainya.


Bagaimana kalau kita berfoto," tanya Jason setelah Lily selesai bernyanyi. Jason berharap Lily menyetujui permintaannya, setidaknya dia memiliki foto dengan Lily, untuk dijadikan kenang-kenangan jika nanti dirinya merindukan gadis itu.


Lily kemudian berpindah dan duduk di samping Jason, kemudian berfoto dengan menggunakan ponsel pria itu dengan terus berganti-ganti gaya.


Setelah lelah berputar-putar, Jason mengajak Lily untuk turun dan mencari minuman segar.

__ADS_1


Sinar matahari mengenai wajah Lily dan Jason dengan cepat menggunakan tangannya untuk menghalangi sinar matahari. 


Lily tersenyum, Jason juga ikut tersenyum. Dan tak lama mereka pun sampai ke tempat tujuan.


Jason memesan minuman sementara Lily duduk menunggunya. Hingga beberapa menit kemudian Jason datang membawa dua es kelapa muda utuh.


"Minumlah! Kamu pasti haus," kata Jason menyerahkan satu kelapa itu pada Lily.


Lily pun langsung menyambar minuman yang diberikan Jason dan meminumnya hingga habis.


Jason hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Lily. 


"Terima kasih," kata Lily setelah minuman itu habis. Kemudian mereka pergi ke tempat selanjutnya.


Mereka berdua duduk di tempat di ketinggian, sambil menikmati pemandangan di bawahnya. Jason mendekatkan wajahnya ke wajah Lily, dan saat hampir saja bibirnya menempel pada gadis yang duduk di hadapannya, tiba-tiba terdengar ponsel berbunyi. Ponsel itu bukan milik Jason tapi milik Lily, kemudian terlihat Lily menjawab panggilan itu.


"Halo Kak Al," jawab Lily.


Jason kesal mendengar jika Lily mendapat telepon dari laki-laki yang waktu itu, karena Jason mendengar jika Lily menyebut nama Al.


"Kamu dimana? Kenapa rumah tampak sepi? Apa terjadi sesuatu? Kamu membuatku khawatir Lily, sejak semalam aku menghubungimu, tapi nomormu tidak aktif," tanya Al khawatir karena tidak bisa menghubungi calon kekasihnya.


"Hah Kak Al dirumah? Maaf Kak aku sedang pergi dan lupa untuk menghubungi Kakak, ponselku semalam juga kehabisan baterai, aku baik-baik saja, dan Kak Al tidak perlu khawatir," kata Lily menyesal karena membuat orang di seberang telepon terdengar khawatir.


"Kamu pergi sendiri?" Tanya Al lagi.


"Aku bersama temanku, kita sedang mengadakan acara semacam perpisahan gitu," kata Lily.


"Tidak apa-apa kan aku mengatakan seperti itu, karena memang benar adanya seperti itu, dan lagian aku juga tidak sepenuhnya berbohong," tambah Lily dalam hati.


"Have fun, dan jaga dirimu baik-baik, nanti kita ketemu ya, ada hal penting yang ingin aku sampaikan," kata Al.


"Kenapa tidak katakan sekarang saja?" 


"Nanti saja, kamu lanjutkan acaramu!" Jawab Al.


"Kak Al jangan bikin aku penasaran, cepat katakan sekarang! Ada apa? Hal penting apa yang ingin Kak Al katakan?


"Rahasia, gak seru kalau dikatakan sekarang, ya sudah kita lanjutkan nanti ya obrolannya, yang penting sekarang aku tahu bahwa kamu baik-baik saja," kata Al memutuskan panggilan setelah Lily mengiyakan.


Apa Jason sungguh bisa membiarkan Lily mencoba membuka hatinya pada pria yang tadi menelpon, mendengarkan mereka berbincang? karena jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam sebenarnya Jason tidak rela.


  

__ADS_1


__ADS_2