
"Siapa?" Tanya Jason setelah Lily mengakhiri panggilannya, Jason berpura-pura tidak tahu siapa yang menelponnya.
"Kak Al," jawab Lily kemudian meletakkan ponselnya ke dalam tas.
"Ada apa? Apa ada sesuatu penting sampai dia menelponmu?" Jason menatap Lily ingin tahu.
"Tidak tahu, Kak Al tidak mengatakan apa-apa, dia hanya datang ke rumah dan tahu jika aku sedang pergi," jawab Lily jujur. "Oh ya kita mau kemana lagi?" Tanya Lily mengalihkan pembicaraan.
"Ayo nanti kamu akan tahu," Jason bangun dan menggandeng tangan Lily mengajaknya kembali ke mobil untuk menuju ke tempat selanjutnya.
Kini Jason membawa Lily ke sebuah tempat akuarium yang sangat besar. Lily merasa takjub melihat pemandangan itu, bahkan Lily mengajak Jason berfoto menirukan gaya ikan yang ada di dalam akuarium itu.
Setelah seharian berjalan-jalan kini Lily dan Jason memutuskan untuk pulang, hari kini mulai gelap. Mentari kini berganti tugas dengan sang bulan.
"Huft akhirnya sampai," kata Lily menyandarkan tubuhnya pada kursi di ruang tamu Jason.
"Apa kamu lelah," tanya Jason begitu masuk, setelah memarkirkan mobilnya.
"Hmm iya, tapi aku sangat senang, terima kasih Jason, terima kasih karena seharian ini, kamu memberikan hari yang indah, datang ke tempat-tempat yang bahkan belum pernah aku kunjungi," kata Lily tulus.
"Tidak perlu berterima kasih, karena memang ini tujuanku, berusaha untuk membuatmu bahagia, menciptakan satu hari yang indah hingga kamu tidak bisa melupakannya, melupakan kenangan indah kita ini," jawab Jason dan tentunya dengan begini kamu akan selalu mengingatku dan tidak pernah sedikitpun berniat untuk melupakanku," tambah Jason dalam hati.
__ADS_1
"Mandi dan istirahatlah, besok pagi aku antarkan kamu pulang!" Kata Jason mengusap puncak kepala Lily dan berlalu menuju ke kamar yang ditempati Ayahnya dulu sewaktu masih hidup.
Lily memegang puncak kepala bekas usapan Jason. Kemudian dirinya pun tersenyum. "Kenapa tidak sejak saat itu saja kamu seperti ini, dengan begitu aku tidak akan melibatkan Kak Al dan menyakitinya? Tapi jika sudah seperti ini aku harus bagaimana? Aku senang karena cintaku akhirnya terbalaskan tapi sayangnya balasan cinta itu datang terlambat," gumam Lily dengan tatapan sendu sambil melihat punggung Jason yang sudah jauh dari pandangan.
Lily kemudian beranjak dan menuju ke kamar Jason untuk mandi dan beristirahat seperti apa yang telah pria itu perintahkan.
Setelah selesai mandi Lily mencoba menghubungi Jasmine, menceritakan apa yang terjadi antara, dirinya, Al dan Jason, hingga setelah cukup lama mengobrol Lily pun ketiduran.
***
Jason terlihat mondar-mandir di kamarnya sehabis mandi, dirinya benar-benar merasa bimbang saat ini.
"Apa yang harus aku lakukan? Apa aku akan seperti yang aku katakan kepada Lily kemarin? Yaitu dengan menjauhinya, atau aku harus egois dan akan memperjuangkan cinta ku?" Jason terus saja bergumam seperti itu sejak 5 menit yang lalu.
Jason mendekat melihat Lily yang tampaknya ketiduran, diambilnya ponsel yang ada di dalam genggaman gadis itu dan meletakkannya di atas meja. Jason kemudian membenarkan posisi tidur Lily agar lebih nyaman. "Sepertinya kau benar-benar kelelahan, hingga tidurmu sangat pulas seperti ini," ucap Jason kemudian mengecup bibir Lily yang tadi siang gagal dikecupnya.
"Selamat tidur," Jason menyelimuti Lily sebatas dada, kemudian dirinya berjalan menuju sisi ranjang yang kosong di sebelah Lily, dan direbahkan tubuhnya disana.
Jason mengangkat sedikit kepala Lily, menelusupkan tangannya di belakang tengkuk Lily dan dijadikannya lengannya itu untuk bantalan gadis yang kini terlelap tepat di depan matanya, kemudian Jason memeluk Lily erat seakan takut untuk melepaskannya. Untung saja tidur Lily tidak terusik atas apa yang Jason lakukan.
"Semoga mimpi indah, mmm bukan tepatnya semoga kamu memimpikanku," kata Jason mengecup kening Lily dan ikut memejamkan matanya menyusul Lily menuju ke alam mimpi.
__ADS_1
***
Lily bangun dan mengerjapkan matanya, dan betapa terkejutnya ia, saat membuka mata, ada sesuatu yang berat melingkar di tubuhnya. Bahkan Lily merasa jika saat ini kepalanya menghadap dada seseorang.
Lily mendongak dan bisa dilihat jika saat ini, Jason Lah yang kini tidur memeluknya.
Lily menyentuh wajah Jason yang terlihat tenang saat tidur, tidak seperti biasa yang terlihat tidak pernah tersenyum, yang ditampilkannya hanya wajah tanpa ekspresi.
Lily jadi mengingat perkataan sahabatnya semalam, jika dia harus bertanya pada hatinya, meyakinkan dirinya sendiri, langkah apa yang harus diambil sebelum terlalu jauh menyakiti dua pria itu, karena kata Jasmine hanya diri sendirilah yang bisa menentukan jalan mana yang terbaik untuk hidup kita, karena kembali lagi jika kedepannya kita sendiri yang akan menjalani dan kita sendiri pula yang saat ini merasakan, dan orang lain tidak akan tahu, jika orang lain memberikan pendapat atas pilihan itu belum tentu itu yang terbaik karena orang lain itu tidak tahu bagaimana kita menjalaninya selama ini.
"Maafkan aku..," kata Lily kemudian dengan perlahan menyingkirkan tangan Jason yang melingkar di perutnya, dan kemudian bangu dari tidurnya saat berhasil menyingkirkan tangan pria yang semalam memeluknya.
Lily kemudian menuju ke dapur, menyiapkan sarapan untuk Jason, setelah itu dibersihkannya semua bekas dia memasak.
Lily tersenyum saat memandang makanan buatannya, kemudian dia menulis sesuatu di kertas dan ditaruh di meja di bawah gelas yang berisi segelas jus.
Kemudian Lily kembali ke kamar mengambil tasnya, kemudian kembali mendekat dan menatap wajah Jason cukup lama.
"Semoga kamu bisa melupakanku, dan biarkan cinta ini kusimpan sendiri, hingga tiba waktunya aku juga bisa menghapus rasa cinta ini, walaupun aku tidak tahu kapan waktu itu akan terjadi," Lily mengecup kening Jason dalam dan kemudian keluar dari kamar pria itu, lalu meninggalkan rumah Jason.
Lily terus menengok ke belakang menatap sendu rumah yang kini semakin jauh dari jangkauannya ketika dia semakin melangkah maju. "Semoga ini benar-benar yang terbaik, selamat tinggal pria dingin, kuharap kau bisa menemukan kebahagiaanmu, terima kasih karena memberikanku satu hari yang indah, dan aku tidak akan pernah melupakan hari ini. Lily kemudian masuk ke dalam mobil yang tadi dipesannya. Lily duduk dan menghapus air matanya. "Jalan Pak!" Ucapnya kemudian pada sang supir.
__ADS_1
Air mata Jason menetes begitu saja, sebenarnya Jason terbangun saat dia tidak merasakan jika orang yang tidur disampingnya tidak ada, Jason terdiam dan sibuk dengan pikirannya, hingga tak lama pintu kamarnya terbuka dan dapat dipastikan Jika itu Lily. Jason memejamkan matanya kembali berpura-pura tidur, dan dapat dia dengar apa yang tadi Lily katakan, bahkan kecupan di keningnya dari Lily hingga saat ini masih terasa hangat dirasakannya.