
Seorang pria sedang bersimpuh menatap sendu di depan satu pusara. Dia memilih datang di sore hari selepas mengurus beberapa urusannya yang sejak pagi tadi sudah menyita waktunya.
Pesan-pesan terakhir yang dia kirimkan sejak tiga tahun lalu masih dia simpan dalam memori handphonenya. Dan itu masih juga berwarna abu. Sampai akhirnya dia dikejutkan dengan berita kematiannya yang begitu mendadak. Itulah komunikasi terakhirnya dengan Raisya yang tak kunjung berbalas.
"Ra.. aku datang..." Dia mengusap sebuah nama yang ada di batu nisan yang ada di depannya.
"Maafkan aku ya Ra! Kamu pasti kecewa sama aku." Jacky menyeka air matanya yang jatuh didera kesedihan. Bagaimana tidak sesih, apa yang menimpa Raisya selama ini, adalah. akibat perbuatan Jacky. Dirinyalah yang membuat Raisya terperangkap di sarang pembunuh berdarah dingin dengan menukar pekerjaan Raisya dan Ratna dengan perpindahan divisi. Dan sialnya itu malah di acc oleh Adam, dengan alasan Raisya akan lebih baik jika berada di divisi pemasaran.Disana potensinya bisa berkembang lebih baik dan bisa membantu meringankan pekerjaan Nathan.
Karena drama yang dibuatnya lah Raisya bisa sampai di bawah kungkungan Nathan merasakan kesakitan juga penderitaan selama berada divisi pemasaran. Semua tidak ada yang menaruh curiga dengan niat Jacky saat itu.
Maksud hati ingin menundukkan, malah mencelakakan Raisya yang berakhir dengan celakanya Raisya karena jatuh dari tangga rumah Nathan.
Ya kalau waktu itu Jacky tidak memindahkan Raisya ke divisi pemasaran mungkin ceritanya tidak makan berakhir seperti ini. Mungkin dia akan bahagia bercanda dengan teman satu divisinya dan bisa menjalani kehidupan secara normal seperti biasanya.
Jacky menyesal? Tentu. Dari sekian banyak orang yang menyalahkan diri, maka dirinya lah yang paling menyalahkan diri.Merasa bersalah. atas perbuatan yang direncanakannya tanpa memikirkan apa akibatnya. Walaupun secara tidak langsung dia menghilangkan nyawa Raisya, tapi dirinya lah yang telah mengatur pertukaran pekerja antara Raisya dan Ratna. Dengan tujuan ingin Raisya memohon-mohon padanya, setelah dia merasakan menderita ada di bawah divisi sang psikopat Nathan.
Jacky memang terlalu serakah ingin mencintai dua orang sekaligus, tanpa ingin kehilangan keduanya. Apalagi setelah kejadian dia men*** Sherly di depan Raisya dan Nathan. Dia menebak bahwa Raisya akan menjauh darinya dan tidak akan mau berhubungan lagi dengannya seperti sebelumnya.
Jacky tidak ingin kehilangan Raisya, tapi juga tak bisa menolak Sherly. Hatinya bercabang tak mau melepaskan salah satunya.
Memang rencana perusahaan akan memberangkatkan divisi pemasaran ke Korea setelah Nathan selesai menuntaskan pekerjaannya selama satu bulan. Dalam jadwalnya dia akan mengunjungi Korea bersama Raisya, nah disaat itulah yang Jacky tunggu-tunggu, dimana Raisya akan lari padanya, karena tidak kuat menghadapi cobaan yang dilakukan Nathan. Dia berharap Raisya akan datang padanya dengan sepenuh hati karena ingin bersamanya.
Namun harapan itu hanya tinggal sebuah harapan yang menguap ke langit bersamaan berita kematian Raisya yang jatuh dari tangga.
Inilah cara mencintai keluarga Alberto, semuanya mempunyai kemiripan. Kalau kata pepatah buah tak makan jatuh jauh dari pohonnya.
"Ra.. aku bingung.. apa yang akan aku lakukan. Rasanya aku sudah tak punya gairah hidup bersamaan dengan kamu terbaring disini. Aku jahat Ra..Bahkan aku lebih jahat dibanding si ular kobra itu. Aku tak pantas mendapatkan maaf darimu." Jacky sesenggukan mengakui semua dosa-dosanya, walau dalam pusara itu hanya berisikan cacing dan makhluk tanah, tapi seolah Raisya sedang ada di depannya.
__ADS_1
"Mas.. masih lama? Sudah mau gelap." Sherly yang ada di belakang Jacky mengingatkan kekasihnya yang akan menjadi suaminya sebentar lagi. Semenjak kematian Raisya, hidup Jacky jadi amburadul. Dia dihukum rasa bersalah dan menyalahkan dirinya sehingga tiada hari tiada kegiatan yang hanya diisinya dengan mabuk-mabukan. Itu membuat Nancy ibunya Jacky sangat khawatir dengan masa depan putra bungsunya, sehingga dia meminta bantuan pada Sherly untuk mengembalikan semangat hidupnya, dengan imbalan dia mendapatkan restu untuk bisa menikah dengan Jacky.
Sherly rela mengorbankan karirnya hanya untuk menemani Jacky agar dia bisa kembali menjadi manusia normal. Berkat Sherly, Jacky bisa bangkit dari keterpurukannya dan kembali mengelola perusahaan cabang Korea didampingi Sherly selama ini.
Jacky menoleh ke belakang, lalu tersenyum tipis. Sherly sudah menghapus rasa cemburu untuk wanita yang ada di dalam tanah itu. Pikirnya buat apa mencemburui orang mati. Yang terpenting buat dia sekarang adalah bagaimana Jacky bisa menikahinya sesegera mungkin agar dia tak jatuh lagi ke tangan perempuan lain.
Sherly merasakan sambutan Jacky jadi hambar. Tidak sehangat dahulu. Bahakan beberapa Jacky menolak mentah-mentah jika Sherly men***nya.
Kring
Kring
Kring
Suara handphone Jacky berbunyi.
Dia bangkit berdiri setelah mengguyur makan itu dengan sebotol air mineral dan bunga-bunga yang dibelinya sewaktu mau datang ke makam.
Jacky dari awal kedatangan agak menaruh curiga, karena ada taburan bunga yang masih terlihat baru. Jacky tak ambil pusing mungkin salah satu keluarganya tadi berkunjung. Karena hari ini tepatnya tiga tahun Raisya meninggal.
Jacky lantas berjalan beriringan dengan Sherly meninggalkan makam.
"Kamu masuk duluan! Aku mau merokok dulu!" Pinta Jacky pada Sherly.
"Ya baik.. tapi jangan lama!" Sherly masuk duluan ke dalam mobil lalu dia asik berselancar dengan handphonenya.
Jacky duduk di kursi yang ada di trotoar jalan sambil menyalakan rokok. Walaupun dia sudah jarang mabuk. Tapi Jacky jadi pecandu rokok sejam kematian Raisya. Batang-batang nikotin itu mampu menjadi temannya di saat hatinya sedang gundah.
__ADS_1
Jacky mengambil benda pipih dari saku kemejanya, tertera nama. Ratna yang ada di layar handphonenya.
Dia menekan kembali nomor Ratna yang sudah mati.
"Halo."
"Halo Jack. Elu sekarang dimana Jack?" Orang diseberang telepon terdengar tidak sabar.
"Elu.. tanya ke kabar gue duluan.. Ini nelepon kaya kebelet aja!" Protes Jacky sambil mengepulkan asap-asap ke udara.
"He.. iya deh. Apa kabar Jack?" Tanya Ratna sambil terkekeh.
"Basi ah! Gue lagi ada di pemakaman Raisya." Ucap Jacky menjawab pertanyaan Ratna.
"Lah baperan banget lu! Eh Jack.. gue mau tanya. Kalau dokter Sarah mantan kakak ipar elu punya adik perempuan gak?"
"Lah dikira mau tanya-tanya gue!"
"Eh.. serius bro! Jawab cepetan!"
"Seingat gue sih, dia punya adik tiri tapi laki-laki."
"Kalau selain itu?"
"Ya.. gak tau!
"Gue curiga Jack.. Raisya belum mati!"
__ADS_1
"Apa??"