Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Kloningan


__ADS_3

"Eh Rat... elu kalau menghalu jangan ketinggian! Susah turun mpok!" Jacky semu mengejek Ratna, karena dalam pikiran dia, tidak mungkin Raisya hidup lagi.


"Eh.. kresek! Gue gak halu. Gue baru prediksi aja. Tadi gue ketemu sama dokter Sarah di mall sama. adiknya. Kok namanya sama Jack?"


"Lah.. beneran elu ketemu Sarah? Lu minta no handphonenya gak?" Jacky hanya fokus meminta nomor handphone tidak pada inti pembicaraan Ratna.


"Eh.. gue lupa eung! Gue saking fokusnya lihat Raisya jadi gak keingetan minta nomornya dokter Sarah." Ratna menyesal, kenapa. hal sepenting itu bisa terlewatkan.


"Apa Raisya?" Jacky mengerutkan dahi.


"Ihh.. elu bolot banget. Tadi kan gue lagi ngomongin Raisya!" Kesal Ratna.


"He he iya iya. Sorry.. Soalnya gue juga gak fokus, masa Raisya hidup lagi? Kalau pun iya, gue rasa kloningan kali." Jacky malah bercanda.


"Ah.. elu.. gue tutup aja handphonenya!" Ratna dengan hormon ibu hamilnya emosinya gampang naik turun.


"Eh.. jangan. Gini aja! Gue.. kayanya ke rumah elu deh! Sekalian udah lama gak ketemu elu. Gue kangen ribut sama elu Rat!"


"Eh.. kalau ke rumah gue bawa cemilan segudang. Kan elu sekarang udah jadi bos!"


"Hooh lah.. tuh pesenan elu sudah gue kirim ke kurir! Males gue nenteng kresek. Disangka gue babu elu Rat!"


"Lah elu.. segitu aja gak ada ikhlasnya. Elu nanti nenteng anak apa nyuruh kurir juga?" Sela Ratna masih seperti dulu kalau ketemu Jacky pasti keduanya kaya Tom and Jerry.


"Ya enggak lah.. ntar gak dikasih jatah sama. emaknya.. Ha ha " Jacky tertawa lepas. Rasanya Jacky sudah lama tidak tertawa seperti ini.


"Hei.. honey. Merokoknya sudah?" Sherly berteriak. dari jendela mobil sambil melihat Jacky yang sedang tertawa.


"Eh.. itu colon bini elu manggil, sana! Nanti disangka selingkuh lagi." Suara Sherly yang keras sampai terdengar ke telinga Ratna.


"Iya gue cabut dulu. Mau nganterin dia dulu ke apartemen. Terus gue nyusul ke rumah elu Rat. Sekalian masakin gue dong! Gue kangen sama. ayam gepreknya si Raisya."

__ADS_1


"Lah ente... ada ngasih... harus balas budi. Ogah ah! Beli aja!" Ratna yang sudah hamil besar agak malas bergerak apalagi dia hamil kembar.


"Lah.. please. Gue mau masakan elu Rat!" Jacky menghiba.


"Perasaan gue yang hamil, tapi napa elu yang ngidam?" Ratna mengerutkan dahi, tak habis pikir dengan kelakuan Jacky yang meminta ayam geprek buatannya. Padahal kalau beli online pun banyak di warung--warung cafe.


"Iya lah.. tuan besar, gue masakin. Tapi.. tanggung biaya cheff nya!" Canda Ratna yang akhirnya harus mengalah pada Jacky.


"Oke aaiapp mama baby." Lantas pembicaraan mereka pun berakhir. Karena Sherly sadari menatap Jacky dengan kesal, alasan minta merokok malah ngobrol asik entah dengan siapa.


"Aku antar ke apartemen ya! Aku ada perlu dulu sama pegawai gue." Jacky meminta izin pada Sherly, agar tidak salah paham. Padahal dia bisa saja tidak pergi begitu saja tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu. Tapi Jacky bertekad sejak sekarang dia ingin memperbaiki sikapnya apalagi, yang namanya berhubungan dengan pasangan.


"Pegawai apa mantan?" Selidik Sherly dengan semu tak senang.


"Dia teman baik. Sudah menikah lagi hamil besar." Jawaban Jacky langsung meruntuhkan kecurigaan Sherly.


Tak lama kemudian mobil Jacky sampai di sebuah apartemen mewah miliknya. Dia hanya menurunkan Sherly dan langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah Ratna.


Ting tong


Ting tong


"Sayang... maafkan. Mungkin itu Jacky, bisakah kau bukakan pintu?" Ratna yang sedang menata meja untuk makan meminta Irwan membuka pintu.


"Baik.. mama baby." Irwan berjalan ke depan dan membukakan pintu. Dilihatnya Jacky yang sudah ada di depan pintu dengan penampilan berbeda.


"Weis.. bos oppa akhirnya mendarat di rumah gue." Irawan langsung menyambut kedatangan Jacky dengan ramah.


"Ayu masuk! Mama baby ada di dapur. Mau langsung ke dapur saja?" Tanya Irwan pada Jacky.


"Ayoo.. aku kangen sama bini elu Ir! Imbuh Jacky tanpa canggung.

__ADS_1


"Eish.. kangen-kangenan.. gak boleh! Dia bukan gadis lagi. Dia sekarang sudah jadi mama baby." Tolak Irwan tak mau istrinya dikangenin laki-laki lain.


"Lah.. cemburu.., Sudah untung lu si Ratna mau sama elu!" Imbuh Jacky.


"Sama-sama diuntungkan! Bukan begitu mama baby?" Irwan menoleh pada Ratna.


Ratna membangunkan bibirnya.


'Eh.. elu lucu banget Rat! Boleh gue pegang perut elu.. gemes banget liatnya.


"Eh.. enak aja! Buruan kawin, jangan megang-megang bini orang. Pamali!" Irwan langsung memeluk Ratna takut keburu Jacky menyentuh perut istrinya.


"Wah posesif banget. Gue sumpahin anak lu mirip gue!" Jacky menarik kursi sambil melihat menu yang ada di meja makan.


"Amit-Amit!" Irwan menyebikan mulutnya.


"Elu.. benaran ngidam Jacky? Tuh air liur netes!" Ucap Ratna yang memperhatikan Jacky seperti seminggu tak makan. Matanya membesar begitu melihat ayam geprek dan tumis kangkung sudah tersedia di meja.


"Wah.. sudah mama baby, keburu imsak. Biarin tuan besar langsung makan. Seperti dia memang lapar." Irwan menarik kursi untuk Ratna, dilihatnya Ratna seperti kepayahan. Irwan duduk di samping Ratna dan menyiduk nasi dan sayur juga ayam tepung untuk Ratna.


Begitu pun Jacky yang sudah tak canggung lagi, langsung mengisi piringnya dengan aneka masakan yang dibuat Ratna, tak terkecuali ayam geprek dan tumis kangkung yang biasa Raisya makan. Rupanya kebiasaan itu menular pada Jacky. Setelah mencoba ternyata menu itu enak sekali sampai ketagihan.


"Rat.. ceritain dong, apa yang tadi elu katakan di telepon!" Rupanya Jacky bukan hanya kangen ayam geprek tapi memang penasaran dengan cerita Ratna.


"Aku tadi jalan ke mall sama Irwan. Buat beli kebutuhan baby yang kurang."


"Begitu keluar dari pintu lift aku lihat dokter Sarah masuk ke dalam toko perhiasan. Aku samperin aja karena posisinya memang sudah deket, lagian dia juga liatin aku Jack."


"Terus?" Jacky masih mengunyah makanannya. Sedangkan Ratna agak leluasa berbicara karena makan dengan sayur mudah ditelan.


"Ya aku say hello menyapanya. Pas lagi bicara sama dokter Sarah ada dua orang masuk lalu berdiri di samping dokter Sarah. Aku melihat dokter Sarah kaya yang gugup gitu loh Jack."

__ADS_1


"Terus?"


"Ya.. dokter Sarah mau tidak mau, memperkenalkan aku sama adiknya. Aku langsung kaget lho Jacky suaranya mirip banget sama Raisya, dan belum hilang kaget aku, dia ternyata namanya sama, Raisya juga. Aku jadi melongo Jack. Rasanya kaya melihat Raisya di depanku walau mukanya berbeda. Tapi aku rasa ada bagian-bagian yang masih kukenal Jack."


__ADS_2