
"Ma.. ini mobil siapa?" Michel agak heran melihat Raisya turun dari mobil pajero sport keluaran terbaru.
"Mobil orang. Tadi mobil mama mogok dan dibawa ke bengkel." Raisya segera memasangkan safety belt nya.
"Hmmm siapa ma? Tante Ratna?" Michel masih penasaran dengan pemilik mobil yang dipakainya.
"Bukan. Punya dokter Ferdi." Raisya menjawab sambil melajukan mobil.
"Dokter Ferdi? Siapa dia?" Michel langsung waspada mendengar ada laki-laki asing yang dekat dengan Raisya.
"Tetangga kita." Raisya langsung melajukan mobil rasanya ingin cepat rumah. Kepalanya agak berdenyut.
"Kok.. mama kenal sama dia. Terus dia baik lagi minjemin mobilnya. Jangan-jangan dia ada hati ke mama. Terus sejak kapan mama kenal sama dia. Kita kan baru juga pindah ma. Hati-hati ma, takutnya modus." Panjang lebar Michel mewanti-wanti Raisya.
"Iya.. sayang." Raisya tak ingin panjang lebar.
Tak sampai lima belas menit mobil yang dikendarai Raisya sampai di depan rumahnya.
"Michel turun duluan ya! Mama mau mengembalikan mobilnya dulu.
" Jauh gak ma?" Michel agak khawatir kalau Raisya cuman sendirian mengembalikan mobil itu.
"Deketlah!"
"Ikut ma!" Michel tak mau turun ingin ikut bersama Raisya.
"Panas sayang... kasian Arsel di rumah gak ada temennya." Raisya tak ingin Michel kepanasan dan tidak tenang karena Arsel tidak ada teman bermainnya.
"Iya deh ma. Tapi mama jangan lama-lama ya! Kalau bisa jangan sampai masuk rumah orang! Nanti Michel telepon kalau mama lama." Anak ini posesif banget.
"Iya sayang... ngapain juga mama lama-lama. Mama juga ingin segera istirahat.
" Kalau begitu bagaimana kalau dokter Ferdi suruh bawa mobilnya kesini ma?" Michel belum menyerah dengan Raisya. Dia tak ingin perhatian Raisya teralihkan pada orang lain.
"Ya ampun.. anak cantik. Kamu tuh kenapa? Masa iya kita yang pinjem yang punyanya harus bawa. Kan kurang sopan." Raisya menggelengkan kepalanya.
"Dokter Ferdi masih bujang atau sudah berkeluarga ma?" Pikiran Michel terus saja dihantui kekhawatiran.
"Ya ga tahu sayang.. mama juga baru ketemu." Kepala Raisya semakin berdenyut.
__ADS_1
"Wah.. beneran mama baru ketemu? Terus dipinjemin mobil? Wah.. beneran mencurigakan ma.. " Ucap Michel terus-terusan membuat Raisya semakin kesal.
"Ya udah.. mama gak jadi mengembalikan mobilnya." Raisya turun dari mobil sambil cemberut.
"Ma.. mama... ma... " Michel berlari mengikuti Raisya masuk ke dalam rumah.
"Apa lagi?" Raisya membalikkan badannya melihat Michel.
"Mama marah?" Michel seperti menyesal.
"Mama sakit kepala Chel.. kalau kamu nanya terus kaya gitu."
"Iya deh.. Michel minta maaf." Michel menunduk.
Raisya menarik badan Michel dan memeluknya.
"Kamu sekarang shalat lalu makan! Habis itu temenin Arsel tidur siang. Mama mau bobo dulu di kamar atas.
"Iya ma." Michel merenggangkan pelukannya. Michel mengganti pakaian sekolah lalu mengikuti perintah Raisya.
Raisya langsung ke kamar atas, tepatnya kamar bekas Nathan lalu membaringkan badannya. Kepalanya serasa berdenyut lebih sakit.
Di lain tempat dokter Ferdi juga sedang beristirahat di atas kasur sambil melihat profil foto Raisya bersama Arsel juga Michel.
Aneh aja.. Dari sekian banyak perempuan kenapa aku tertarik sama dia ya? Terus tadi ngapain juga di klinik? Apa sedang berobat? Ah.. tolong jangan sampai hatiku tertarik sama perempuan yang bersuami. Bisa-bisa aku terkena masalah. Apa lebih baik aku bawa mobilnya sekarang gitu? Takutnya suaminya terburu pulang dan aku dianggap pebinor mereka.
...Dokter Ferdi bangkit dari kasurnya. Mengganti pakaiannya dengan kaos putih dan celana jins selutut lalu mengambil kunci motornya sportnya. Dia berniat melihat dulu ke rumah Raisya apakah dia sudah pulang atau belum....
"Mau kemana mas Ferdi?" Salah satu pembantunya mang Ius menanyakan majikannya yang sudah mengeluarkan motornya kesayangannya.
"Mang ikut yuk! Saya mau bawa mobil." Ajak dokter Ferdi pada mang Ius.
"Jauh mas?" Mang Ius harus tutup-tutup dulu kalau memang jaraknya cukup jauh.
"Deket mang. Kunci gerbang aja!" Saran dokter Ferdi pada mang Ius.
Mang Ius langsung mengunci pintu gerbang dan langsung menaiki motor dokter Ferdi berboncengan.
"Lah.. mas, ini rumah siapa?" Mang Ius agak heran, sejak kapan majikannya gaul dan kenal. dengan tetangga. Komplek ini memang dihuni kebanyakan WNA dan biasanya mereka kurang kenal baik dengan tetangga.
__ADS_1
"Teman." Dokter Ferdi memarkirkan motornya dan turun dari motor diikuti mang Ius.
"Sore pak... " Dokter Ferdi memberi hormat pada mang Syarif penjaga rumah.
"Sore mas. Ada yang bisa saya bantu?" Mas Syarif melihat dokter Ferdi.
"Mmm..kalau bu Raisya ada pak?" Ucap dokter Ferdi dengan ujung kelopak matanya dia mencuri pandang ke dalam rumah.
"Anda siapa?" Mang Syarif tidak langsung memberitahu keberadaan Raisya.
"Saya dokter Ferdi, yang punya mobil ini pak." Dokter Ferdi memperkenalkan dirinya sambil menunjuk mobil yang sedang terparkir.
"Ohh.. sebentar saya tanyakan dulu ya." Mang Syarif segera menelpon bi Siti.
"Bi.. kalau bu Raisya sedang apa ya? Ini ada tamu yang mau membawa mobil." Ucap mang Syarif yang sedang berjaga di depan gerbang.
"Sebentar mang saya lihat dulu. Kayanya sih lagi tidur." Ucap bi Siti yang melihat Raisya tadi naik ke lantai dua.
"Saya tunggu ya bi. Tamunya sedang ada di depan." Ucap mang Syarif.
"Baik. Saya lihat dulu ya mang." Bi Siti menutup teleponnya.
"Silahkan tunggu dulu pak! Bu Raisya nya sedang dilihat dulu. Tadi sih ada." Mang Syarif mempersilahkan dokter Ferdi untuk duduk di kursi yang ada di halaman rumah.
"Baik terimakasih." Dokter Ferdi dan mang Ius duduk di kursi sambil mengamati sekeliling rumah.
"Mas Ferdi sudah lama kenal sama yang punya rumah?" Tanya mang Ius masih penasaran.
"Ssttt.. " Dokter Ferdi meletakkan jari telunjuknya di bibir.
"Mmm.. baru kenal ya? Apa... gebetan?" Mang Ius setengah berbisik ke dokter Ferdi. Mata dokter Ferdi langsung melotot. Mang Ius malah menahan senyum. Insting mang Ius sangat tajam mengenai majikannya. Karena dia sudah cukup lama bekerja dengan dokter Ferdi. Dia tahu betul karakter dokter itu. Semenjak putus dengan pacarnya yang dulu, dokter Ferdi tidak pernah membawa perempuan mana pun ke rumahnya.
Bi Siti masuk ke dalam kamar Michel, bertujuan ingin melihat apakah Raisya sedang di kamar itu atau tidak. Ternyata Michel sedang menemani Arsel tidur siang.
"Ada apa bi?" Michel bicara perlahan takut Arsel bangun.
"Ada tamu mama, katanya mau ambil mobilnya." Jawab bi Siti.
"Sebentar Michel lihatbke atas." Michel keluar dari kamarnya lalu naik ke atas.
__ADS_1
"Ma.. mama.. mama kenapa?"