Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Senior vs junior


__ADS_3

"Ra... kok kamu jadi demam begini? Kamu makan dulu ya sayang! Aku suapin." Jacky kaget ketika melihat Raisya menggigil langsung memegang keningnya Raisya.


"Gak tau, kenapa aku pusing sama badan aku ngilu semua." Jawab Raisya yang sama-sama tidak mengerti dengan badannya sendiri.


"Ya udah, makan dulu! Nanti makan obat. Padahal belum masuk ronde kok sudah tepar begini. Apa harus di cas gitu biar kamu sembuh?" Jacky berbisik ke telinga Raisya.


"Ih.. orang lagi sakit malah mesum!" Raisya meringis menahan sakit kepala.


"Ayo duduk! Aku sudah pesan bubur." Jacky membantu Raisya untuk duduk bersandar dibantu bantal di belakang punggungnya.


Perlahan aisya bangun dari tidurnya lalu bersandar pada bantal untuk menopang tubuhnya yang agak lemes.


"Bismillah. Ayo a..!" Jacky sudah menyiduk bubur lalu mendekatkan pada bibir Raisya. Raisya pun menyantap sendok berisi bubur yang disodorkan Jacky ke dekat mulutnya.


Cup


Jacky langsung mengecup bibir Raisya.


"Ih.. nanti kamu tertular bagaimana? Jangan dulu deket-deket!" Raisya heran melihat sikap bucinnya Jacky yang tak mau lepas dari menyentuhnya.


"Justru harus dekat. Biar aku tranfer energi positif buat kamu. Apalagi kalau kamu sampai positifnya sama aku, aku akan terus membagikan kepositifan aku sama kamu Ra!" Jacky malah semakin menggoda Raisya.


"Ayo a lagi!" Jacky kembali menyiduk bubur dan menyuapi Raisya.


"Kok aku mual gitu ya Jack? Rasanya pengen muntah." Raisya merasakan lambungnya seperti penuh, dan ingin mengeluarkan setiap makanan dan minuman buang masuk.


"Itu kayanya masuk angin makanya harus dipaksa makan biar gak mual." Jacky kembali menyiduk bubur lalu menyuapi Raisya dengan telaten.


"Udah ah Jack! Kalau dipaksain nanti malah muntah." Raisya memberhentikan Jacky untuk menyuapinya. Perutnya seperti dikocok mabuk perjalanan begitu makanan masuk ke dalam perutnya.


"Baik. Ini minum dulu obatnya. Mudah-mudahan baikan. Kalau masih tidak enak badan kita langsung aja ke rumah sakit." Ucap Jacky sambil. menyimpan mangkuk bubur di meja dan menyodorkan segelas air hangat dan sebutir pil anti demam yang tadi dia pesan lewat pelayan hotel.

__ADS_1


"Sudah Jack." Raisya menyodorkan gelas pada Jacky setelah meminum obat anti demamnya.


"Kamu tidur aja dulu! Aku mau beres-beres." Jacky menyelimuti badan Raisya sampai ke punggungnya.


"Gak pa-pa aku tidak membantumu Jack?" Raisya tidak enak hati melihat Jacky mengemas baju-baju sendirian.


"Gak pa-pa sayang. Kamu cepet sembuh aja! Biar aku bisa main lagi sama Ra." Mesum Jacky memang seperti menjadi.


"Mmm.. dikira mau apa kalau aku sembuh." Keluh Raisya sambil memejamkan matanya.


Jacky mengumpulkan barang-barang dan mengemasnya ke dalam koper. Baju-baju kotor dimasukkannya ke dalam tas khusus agar tidak tercampur dengan baju bersih. Disiapkannya baju ganti yang akan dipakai di atas kursi sofa agar pas kepulangan tak lagi susah harus membongkar koper.


Setelah beres mengemas barang, Jacky menelepon seseorang, siapa lagi kalau bukan sang asisten, Reza.


"Za.. bisa siapin dokter obgyn gak sama psikolog? Hari ini gue mau membawa istri gue ke rumah sakit. Dia demam." Jacky menyuruh Reza menyiapkan janji temu dengan dokter kandungan. Sebelum pulang dia berencana memeriksakan kondisi Raisya terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kecurigaan.


"Baik Pak Jacky. Saya akan siapkan. Tapi kenapa tidak ke dokter umum?" Reza agak mengernyitkan dahi.


"Baik Pak Jacky. Kalau sudah siap konteks saja. Nanti saya jemput ke hotel." Ucap Reza selalu siap sedia.


"Ma kasih ya Za!" Jacky menutup teleponnya.


Jacky berjalan mendekati ranjang lalu duduk di tepian kasur. Ditatapnya wajah istrinya yang tidur tenang setelah makan obat demam.


Perlahan dia naik ke atas kasur lalu Jacky ikut tidur di samping Raisya. Perlahan tangannya melingkar di pinggang Raisya. Sebentar Raisya menggeliat lalu tertidur kembali. Ada rasa damai merasuk ke dalam sukma. pasangan suami istri ini. Keinginannya ingin selalu saja menghabiskan berdua. Rindu yang sudah lama dipendam belum puas ditumpahkan. Rasa tenang, cinta dan damai menjadi satu. Jacky pun tertidur di samping Raisya dengan memeluk erat tubuh istrinya.


Tak terasa dua jam sudah mereka tertidur bersama.


"Jack.. aku mau ke kamar mandi dulu." Bisik Raisya perlahan sambil mengangkat tangannya yang kekar dari pinggangnya.


"Mmm... " Jacky menggeliat. Dia melepaskan pelukannya langsung melihat jam dinding yang ada di kamar hotel.

__ADS_1


"Sekalian aku juga mau cuci muka Ra! Aku papah kamu ya takutnya kamu masih pusing." Jacky bergeser dari ranjang dan turun untuk memapah Raisya.


Raisya patuh mengikuti arahan Jacky. Dia sangat senang mendapatkan perhatian dari suaminya ini. Begitu lembut dan penuh perhatian.


"Kamu duduk aja dulu! Aku mau gosok gigi." Jacky setelah mencuci muka dia menggosok giginya siap-siap akan meninggalkan hotel.


"Aku juga mau cuci muka Jack." Pinta Raisya berdiri mendekat ke wastafel.


"Ayo.. aku cuciin muka kamu. Sekaligus aku gosokin juga." Jacky begitu sigap merawat Raisya.


"Gak usah Jack, aku bisa sendiri." Tolak Raisya tak ingin merepotkan Jacky.


"Gak pa-pa sayang... menit demi menit aku ingin melukis kebahagian bersama kamu. Nanti kalau kamu sehat aku gosokin bagian lainnya. Ya?"


"Wah.. kamu mesum gak habis-habis ya?" Raisya menggeleng-geleng kepalanya heran menghadapi sikap Jacky.


"Gak pa-pa. Harusnya kamu senang di mesumin suami sendiri. Kalau suami sudah gak mesum berarti dia ada wanita lain di luar sana. Kamu mesti curiga." Jacky mulai mencuci wajah Raisya dan menyiapkan sikat gigi untuk Raisya.


"Iya deh.. " Raisya menyerah begitu saja.


"Aku gosok sendiri aja Jack.. soalnya kalau digosokin agak kagok." Raisya ingin menggosok giginya sendiri.


"Iya baik. Nih sikatnya!" Jacky menyodorkan sikat gigi yang sudah dipasang odol di atasnya. Raisya mulai menggosok giginya.


Setelah selesai mereka berdua masuk lagi ke kamar untuk mengganti baju.


"Aku kok lemes begini ya Jack? Apa kurang vitamin ya?" Badan Raisya terasa lemas sekali setelah tadi dilanda demam.


"Iya nanti aku kasih vitamin." Ucap Jacky sambil berbisik.


"Ih.. ada-ada aja kamu mah. Masa vitamin kaya gituan!" Raisya yang mendengar bisikan Jacky agak merinding. Mendengarkannya aja sudah meremang, apalagi mengalaminya.

__ADS_1


"Aku nunggu lama lho.. buat vitamin itu. Kamu gak kasian si dia puasa lama? Aku aja seniornya sering menderita apalagi junior nya."


__ADS_2