Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Sah


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Ini adalah hari yang seharusnya menjadi hari spesial yang disambut gembira oleh para pasangan manusia. Dimana mereka akan mengikat janji suci dalam pernikahan merajut cinta dalam sebuah bahtera rumah tangga dan berbuah surga yang selama ini di cita-citakan.


Berbeda dengan Raisya dan Nathan. Pernikahan ini hanyalah sebatas sebuah perjanjian yang mana satu sama lain saling membutuhkan dan saling melindungi.


Raisya yang sudah nampak cantik bercahaya dengan make up yang minimalis dari tangan profesional dengan balutan kebaya putih dari rancangan seorang perancang terkenal yang ada di Bali terlihat anggun.juga menarik bagi siapapun yang melihatnya. Model rambut yang disanggul modern terlihat anggun. Pernak-pernik bekilau diatas sanggul menambah kecantikan alamiah Raisya.


Sarah menatap lekat adiknya. Dia sangat sedih sekali memberikan adiknya ke tangan keluarga Alberto yang notabene dia sangat membencinya.


"Kamu cantik sekali Raisya.' Ucap Sarah sambil meneteskan air mata. Betapa pun pernikahan Raisya memang lebih menyedihkan daripada pernikahan dirinya waktu itu. Selain rasa yang mereka rasakan berbeda, juga pesta itu dibuat sesederhana mungkin.


Ya.. hanya dihadiri ayahnya Raisya dan Sarah semata dari pihak Raisya. Sedangkan dari pihak Nathan ada tuan Alberto dan Michel. Ditambah 2 saksi sebagai syarat sah nikah yaitu Reza dan satu asisten dari tuan Alberto itu sendiri.


2 petugas KUA yang sudah siap mengesahkan keduanya sudah datang dan sudah duduk di meja yang sudah disediakan.


Nathan dengan pakaian jas putihnya nampak gagah dan tampan. Walaupun dia sudah mempunyai anak, ini adalah pernikahan pertamanya.


Seperti layaknya laki-laki lain, dihari pernikahannya ini Nathan pun merasa jantungnya berlompatan. Ada getar yang tak bisa digambarkan dirasakan Nathan. Jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya dan perasaan deg-deg an menyelimuti dadanya.


"Hah.. kenapa juga aku harus gemetar seperti ini. Semoga hari ini aku tak salah mengucapkan ijab qobul nya." Nathan hanya bisa bicara dalam hati mengatasi rasa cemasnya yang mulai menyerang.


Meski ini adalah pernikahan di bawah satu perjanjian tapi anehnya dia merasakan pernikahan ini begitu nyata. Bagaimana tidak, dia sudah dua kali menjalin hubungan dengan dua perempuan tapi keduanya pun tak sampai pada meja pernikahan.


Raisya yang duduk di samping Nathan merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Nathan. Jantungnya dipompa lebih cepat dan keringat dingin mulai turun di beberapa titik.


Ah kenapa juga aku seperti ini? Semoga saja dia tidak salah mengucapkan ijab qobulnya


Rupanya dua orang beda kelamin itu sedang memanjat doa yang sama pada waktu yang sama.


Semua mata sedang menatap serius pada pasangan yang sudah siap dinikahkan.

__ADS_1


Begitu ayahnya Raisya selesai mengucapkan akad sambil memegang tangan Nathan, maka Nathan dengan lancar mengucapkan ijab qobul pernikahan tanpa sedikitpun melakukan kesalahan. Semua orang yang ada di ruangan itu sontak bertepuk tangan dan melepas nafas lega.


Detik itu sepertinya para malaikat ikut meramaikan doa ke langit untuk kebaikan kedua insan.


Nathan seolah terlepas dari beban yang menghimpit dadanya begitu ijab qobul itu selesai diucapkan.


Tapi jangan salah, ini ada awal dari satu perjuangan kehidupan sepasang manusia untuk melanjutkan janji-janji suci yang sudah tertulis di atas langit. Tuhan tidak akan mentolerir siapa saja yang mempermainkan janji ikatan suci itu.


Setelah selesai mengucapkan ijab qobul, petugas mengucapkan kata Sah dan mengiringinya dengan doa-doa kebaikan untuk pasangan yang baru selesai mengucapkan janji suci itu.


"Sekarang cincinnya boleh dipakaikan!" Salah satu petugas mengarahkan Nathan untuk memakaikan cincin pada jemari Raisya.


Nathan perlahan mengambil tangan Raisya lalu menyematkan cincin itu di jari manisnya. Dan Raisya meraih punggung tangan Nathan dan menciumnya.


Dengan segan Nathan pun mengecup kening Raisya dengan khidmat.


Acara pernikahan pun selesai. Dan satu persatu mengucapkan selamat pada kedua mempelai dengan rasa dan kata yang berbeda-beda.


"Jangan menangis! Di hari bahagia ini tak boleh ada tangisan. Kamu harus bahagia Raisya. Kakak ucapkan selamat berbahagia. Semoga kalian selalu sehat juga panjang umur." Ucap Sarah dengan penuh emosi.


"Kakak.. aku menyayangimu." Raisya mengeratkan pelukannya bulir-bulir air mata tak kuasa ditahannya, akhirnya cairan bening itu lolos juga dari kelopak matanya.


Nathan yang ada di samping Raisya menunduk terharu.


Sarah melepaskan pelukannya, karena kalau tidak Raisya akan menangis lama. Sarah bergeser lalu mendekati Nathan.


"Selamat berbahagia. Aku titip adikku. Jangan pernah ada air mata lagi ya. Aku harap kamu akan yang pertama dan yang terakhir buat Raisya." Sarah msenyalami Nathan.


Nathan hanya mengangguk. Tak ada kata-kata janji yang bisa diucapkan pada Sarah.


"Bunda.. " Michel langsung memeluk Raisya dengan senyum bahagianya. Dia sangat senang sekali Raisya akhirnya bisa menjadi ibu sambungnya.

__ADS_1


Raisya mengusap pucuk kepala Michel lalu menciumnya.


"Selamat ya! Semoga kalian bahagia selamanya." Ucap tuan Robert dengan senyum mengembang. Akhirnya dia bisa bernafas lega Nathan bisa menikahi Raisya.


"Terima kasih." Raisya terlihat tidak bersemangat.


Tuan Robert sambil menuntun Michel beralih pada Nathan. Tuan Robert merangkul erat putranya dengan sejuta haru dan senang menumpahkan segala beban dan kekhawatiran nya saat ini. Dia bahagia sekali akhirnya Nathan menemukan pasangan dan menikah. Kini di sisa umurnya yang tidak muda lagi dia bisa menarik nafas tenang sejenak melihat kebahagiaan putranya Nathan.


"Papih.. " Emosi Nathan seolah membuncah matanya terlihat berkaca-kaca menerima pelukan hangat dari ayahnya.


"Daddy.. selamat ya!" Michel tersenyum manis menatap wajah ayahnya yang tampan. Hari ini Michel begitu bahagia melihat pernikahan ayahnya yang sangat Michel nantikan.


Nathan memeluk Michel. "Terimakasih kasih sayang. Kamu telah menemani daddy selama ini. Daddy sangat sayang sama Michel." Keduanya berpelukan.


Tidak banyak yang hadir. Semua orang telah memberikan selamat pada kedua mempelai dan acara pernikahan pun lebih cepat selesai.


Keduanya pergi menuju hotel yang sudah disiapkan oleh tuan Robert.


"Kenapa cuman ada satu bad?" Raisya yang baru masuk kamar melayangkan protes melihat hanya ada satu tempat tidur yang sudah dihias romantis dengan taburan bunga-bunga di atasnya.


"Sudahlah.. Kamu bisa tidur disitu! Aku akan mengambil kamar yang lain." Sesuai perjanjian yang ada dalam kertas itu keduanya telah sepakat untuk tidak ada kontak fisik selama pernikahan.


Nathan keluar dari kamar itu tanpa ingin berdebat panjang.


"Ih.. ngapain juga sih dia menyiapkan ini?" Raisya mendengus kesal.


Raisya membuka baju pengantin dan hendak mengganti dengan baju biasa.


Klekk


Pintu kembali terbuka. Sontak Raisya kaget melihat Nathan masuk.

__ADS_1


__ADS_2