Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Bikin dia menyukaimu


__ADS_3

"Ah.. basah." Jacky mendengus kesal. Ketika terburu-buru buang air kecil celananya basah terkena air.


"Sya... pinjam celana Nathan dong! Celana gue basah." Jacky berteriak dari dalam kamar mandi.


"Ya ampun... ganggu aja nih orang!" Raisya menggerutu. Lantas dia naik ke kamar atas dan membuka kamar mendiang suaminya. Membawa satu stel ****** ***** dan celana luaran.


Deg


"Apa ini?" Raisya melihat sesuatu di bagian kotak penyimpanan ****** *****.


"Raisya... " Jacky berteriak dari dalam. kamar mandi.


"Iya." Raisya langsung menutup lemari dan langsung keluar dari kamar. Menuruni tangga dan memberikan celana itu dari celah pintu yang terbuka sedikit. Jacky mengeluarkan tangannya dengan menahan pintu di belakangnya. Dia mengambil celana yang diberikan Raisya.


"Ah... lega... " Tak lama kemudian Jacky keluar dari toilet yang ada di ruang makan.


"Eh... om ngompol ya?" Arsel meledek Jacky yang tadi berteriak-teriak meminta celana.


"Papa tidak ngompol sayang.. celana papa basah kena air pas tadi cuci." Jacky agak malu juga diledek anak kecil.


"Ih.. om.. jolok" Arsel tetap tidak percaya pada alasan Jacky. Anak itu tetap menganggap Jacky mengompol di celana.


"Papa gak jolok sayang.. papa kebasahan air. Arsel gak percaya? Yuk mau cium celana papa?" Jacky balik menggoda Arsel.


"Mama... om. nakal. Suluh cium celana om." Arsel berlari menghampiri Raisya.


"Jacky... malah menggoda Arsel sih!" Raisya langsung mengangkat tubuh Arsel karena dia cemas kalau omongan Jacky benar-benar akan menyuruh mencium celananya.


"He... aku suka dia.. gemes banget." Jacky langsung mencubit pipi Arsel.


"Mama.. om nakal.. " Arsel langsung menangis karena lumayan sakit pipinya dicubit Jacky. Pipinya yang bule agak merah karena dicubit Jacky.


"Om... ngapain sih godain orang melulu? Bikin berisik aja!" Michel yang sedang menonton pun ikut berkomentar.


"Abis kalian bikin gemes aku aja sih!" Jacky tertawa senang.

__ADS_1


"Pulang sana! Ngapain ngikutin kita kesini sih?" Michel kesal melihat Jacky karena membuat ulah dan membuat Arsel menangis. Untuk tangisnya tidak kencang, kalau kencang bisa gempa serumah.


"Ih.. jutek amat sih gadis." Jacky menghampiri Michel lalu memeluk Michel erat dan menggelitiknya.


"Mama... mam.. ma.. " Sekarang giliran Michel yang berteriak-teriak minta tolong sama Raisya karena dengan jahilnya Jacky menggelitik Michel.


"Ampun Jacky kamu kaya anak kecil aja sih! Heboh jadinya dua anak." Raisya menegur kelakuan Jacky yang membuat keributan di dalam rumah.


Bi Siti geleng-geleng kepala melihat keributan di dalam rumah. Sudah lama rumah ini sepi seperti tidak ada penghuninya. Sekarang rumah ini menghangat karena kedatangan keluarga Nathan.


"Assalamu'alaikum." Tuan Robert dan istri datang dengan menenteng aneka kresek juga dus. Sopirnya di belakang pun tak kalah repotnya membawa barang belanjaan yang dibawa oleh tuan Robert.


"Ya ampun.. papih.. mamih.. itu bawa apa? Sampe sebegitu banyaknya?" Jacky heran melihat pasutri yang sudah setengah abad itu sibuk menenteng barang belanjaan.


"Nih mamih.. begitu ke mall kalap. Segala dibeli sampe papih jadi kuli. Dasar perempuan.. hobi sekali belanja." Tuan Robert langsung duduk di sofa dan begitu juga istrinya. Semua barang dibereskan Raisya dibantu bi Siti.


Tak lama kemudian bi Siti menyodorkan tiga gelas cangkir berisi teh di atas meja.


Bi Siti menata aneka makan di atas piring dan menyuguhkan ke ruang tengah. Dan sebagian lagi ada yang disimpan di kulkas dan di meja makan.


"Belum pih. Kayanya masih di jalan." Jacky asik tidur-tiduran di samping Michel.


"Papih mau makan sekarang? Raisya sudah siapkan." Ucap Raisya menawarkan makan untuk tuan Robert dan semuanya.


"Bentar lagi Sya! Nunggu Reza dulu." Tuan Robert sedang menunggu kedatangan Reza yang tadi disuruh membeli sepeda dan ikan.


"Mending sekarang aja pih. Nanti kalau sudah ada sepeda Arsel pasti gak mau makan." Ucap Jacky sambil mendongak ke atas melihat tuan Robert yang sedang duduk di sofa.


"Baiklah.. ayo makan semuanya." Tuan Robert berdiri lalu diikuti Istrinya juga Jacky.


"Michel.. makan dulu sayang! Nanti dilanjutkan nontonnya."


"Iya ma." Michel mengikuti duduk di meja makan.


"Raisya.. kamu beneran mau tinggal di sini?" Di sela-sela makan tuan Robert menanyakan keinginan Raisya yang mau pindah ke rumah mendiang Nathan.

__ADS_1


"Iya pih.. " Jawab Raisya sambil menyuapi Arsel.


"Aku juga pij!" Jacky ikur-ikutan menjawab.


"Ish... om!" Michel agak melebarkan matanya ke arah Jacky. Itu membuat Jacky tersenyum melihat respon Michel yang membuatnya gemas.


"Sekolah anak-anak bagaimana?" Sekali lagi tuan Robert ingin memastikannya.


"Di dekat sini ada sekolah bagus pih. Ada mulai jenjang tk sampai Sma. Kemungkinan Raisya akan memindahkan Michel dan Arsel di sana. Biar Raisya memudahkan antar jemput sekolahnya." Ucap Raisya beralasan.


"Sebaiknya apa tidak pake sopir? Kamu bisa cari kegiatan lain, atau mau kerja lagi?" Tuan Robert tahu kemampuan Raisya yang di atas raya-rata pekerja. Sangat menyayangkan kalau kemampuannya hanya untuk mengurusi Michel dan Arsel.


"Ya.. nanti sekakli-kali pih. Kalau Raisya masih ada waktu, mau Raisya anatar jemput saja agar perkembangan sekolahnya bisa dipantau." Raisya tak ingin kedua anak itu terbengkalai dari perhatiannya."


"Ya sudah... papih besok mau menyuruh renovasi rumah Nathan agar bisa ditempati dengan nyaman." Tuan Robert ingin merenovasi rumah Nathan agar bisa lebih nyaman kalau ditempati banyak orang nantinya.


"Kenapa pih? Ini juga nyaman kok pih?" Raisya melihat rumah Nathan masih belum lama ini memang sudah direnovasi.


"Kalau papih sama mamih kesini, memangnya ada kamar lain lagi? Kamar Arsel saja kan belum ada." Ucap tuan Robert sambil mengamati sekeliling dalam rumah.


"Sekalian pih, buatkan kamar buat kita berdua." Jacky mengajukan keinginannya.


"Maksudnya?" Raisya agak melongo.


"Ya.. buat kita lah. Memang aku sama kamu mau tidur di bekas Nathan gitu? Aku ogah ah.. " Jacky sudah membayangkan dirinya akan menikah dengan Raisya dan tidak mau menggunakan kamar bekas Nathan.


"Aish.. om. Kenapa ngebet banget pengen nikahin mama. Lagian mama juga berencana menikah dengan om!" Michel melayangkan protes.


"Ya.. baiklah...kalau kamu tidak mengizinkan. Papa Jacky akan bawa mama Raisya ke apartemen saja. Bagaiamana?" Jacky melihat Michel juga Arsel.


"Mama.. gak boleh nikah sama om. Om nakal." Arsel sekarang manyun mendengar rencana Jacky akan membawa Ibunya bersamanya.


"Jangan gitu dong! Mama gak ada yang jagain nantinya." Jacky membuat alasan.


"Jacky.. jangan terus-terusan menggoda. Kamu kalau mau serius buat mereka menyukaimu!"

__ADS_1


__ADS_2