Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Hubungan tanpa status


__ADS_3

"Ra.. " Seseorang memanggil nama Raisya di balik pintu kamar kostan nya. Raisya hanya menatap ke arah pintu tanpa sedikit pun keinginan untuk membukanya.


"Ra.., Ini aku Jacky. Aku ingin bicara sebentar sama kamu Ra!" Jacky menepikan telinganya di daun pintu mendengar pergerakan dari dalam kamar Raisya.


Raisya menatap sebentar lalu kembali memejamkan matanya. Dia sedang ingin menulikan hatinya tak ingin peduli pada orang yang sedang berdiri di depan pintu.


"Ra.. aku tahu kamu ada di dalam sana. Bisa buka dulu sebentar Ra pintunya?" Jacky bicara lembut. Berharap Raisya membuka pintunya dan Jacky ingin berbicara dengan Raisya tentang semua kesalahpahaman nya.


Raisya merasa lelah hati. Selama ini Raisya adalah tipe wanita penyabar. Tidak egois dan sering mengalah pada siapapun. Termasuk pada Jacky. Walaupun tak dipungkirinya Jacky selama ini sudah baik pada Raisya apalagi di akhir-akhir ini banyak membantu selama Raisya ada di rumah sakit.


Selama mengenal Jacky, Raisya banyak memahami sifatnya yang cenderung emosional dan pendendam. Hampir sama dengan Nathan cuman bedanya Jacky tidak kasar secara fisik tapi sering kasar secara lisan dan perbuatan.


Setelah hari ini dan melihat dengan mata kepalanya sendiri Raisya seperti lelah hati. Seringkali Jacky berbicara mesra seolah memuji dan memberikan kepercayaan diri pada Raisya dan sesaat kemudian dia bisa tak peduli sama sekali seperti layaknya orang tak saling kenal.


Dan lain waktu dia bisa sangat baik sekali dan diwaktu yang bersamaan pula dia bisa menjadi orang yang paling tega diantara para teman untuk menyakitinya. Seperti di waktu dia menolong memindahkan ke rumah sakit dan dalam. waktu bersamaan dia malah memasukkannya ke dalam kandang singa.


Perasaan Raisya sering tergonjang-ganjing manakala Jacky selalu baik memperlakukan dirinya dibandingkan wanita-wanita lain layaknya seorang kekasih tapi di lain waktu dia melihat Jacky seperti orang lain yang sama sekali tidak mempunyai kepekaan terhadap perasaan wanita.


Kini Raisya tak ingin lagi perasaannya dipermainkan oleh sebuah ilusi atau harapan yang berupa angan. Dia tak ingin perasaannya terluka lebih dalam di saat dirinya terlalu membuka perasaannya pada Jacky.


Lebih baik dia menata kembali perasaannya juga pikirannya saat ini. Ya lebih baik dia tak memberikan harap pada dirinya sendiri juga angan yang tak mungkin diraih. Sebaiknya kita saling menjadi asing layaknya kita adalah orang lain yang tak harus saling menerima ataupun memberi sejak. awal.


"Ra.. aku ingin bicara sebentar saja!" Nada bicara Jacky penuh harap agar pintu itu terbuka dan Raisya seperti biasa akan selalu mengalah. Tapi apa yang ditunggunya tak jua membuka pintu malah memadamkan lampu dan memilih musik dari headsetnya untuk menutup telinganya agar tak mendengar lagi orang yang sedang menghiba di depan pintu.

__ADS_1


Malam ini Raisya yang sedang haid lebih milih langsung tidur dan tak membersihkan badannya terlebih dahulu. Apalagi suasana badmood nya sedang naik dilevel teratas.


Buat Raisya tidur adalah obat terbaik untuk mengatasi suasananya hari ini.


Jacky yang sudah berdiri cukup lama di depan pintu kamar kostan Raisya akhirnya mengalah dan kembali ke dalam mobilnya.


Jacky kembali mengeluarkan benda pipinya dan mengetik pesan untuk Raisya.


"Ra.. aku pamit. Aku khawatir lama tak pulang dan lama tidak bertemu denganmu. Aku cuman mau bilang minta maaf." Beberapa kali Jacky memperbaiki tulisannya dan kembali menghapusnya dan pada akhirnya dia memutuskan kalimat itu yang akan dikirim pada Raisya.


Tanda centang dua terlihat di layar handphone. Jacky menunggu reaksi perubahan dari centang dua putih menjadi biru.


Layar itu tak juga mengubah tanda. Jacky pun memanaskan mobilnya sambil menatap ke arah bangunan dimana Raisya tertidur selama ini. Setelah cukup waktu Jacky melajukan kemudi pulang ke rumahnya.


Esok pagi Raisya memutuskan untuk mengemas barang dari kosannya. Tak banyak barang yang dia miliki. Jadi memudahkan Raisya untuk mengangkut barang yang dia punya.


Raisya memesan ojeg online dan berhenti sebelum gedung perusahaan. Dia berjalan kaki dan meneliti sekitar lingkungan itu. Ada sebuah warung kopi di sudut trotoar. Raisya melangkahkan kakinya untuk mengunjungi warung kopi itu dengan pura-pura membeli sebotol air mineral.


"Maaf pak. Boleh tanya kalau di sekitar sini ada tempat kostan?" Raisya duduk di atas dipan sambil meneguk air yang telah dibelinya.


"Ada mbak. Coba lihat gang sebelah sana! Masuk saja mbak. Di sana ada tempat banyak pilihan tempat kostan." Laki-laki paruh baya pemilik warung kopi menunjukkan pada Raisya arah tempat kost-kostan.


"Oh iya baik Pak. Terima kasih." Raisya berdiri lalu melangkah menuju satu gang yang telah ditunjukkan pemilik warung kopi.

__ADS_1


Sementara itu di rumah Jacky, dia telah mempersiapkan semua perbekalan untuk terbang ke Korea. Tuan Robert yang mencium bau-bau bibit masalah langsung memutuskan mengirimkan Jacky ke cabang Korea. Jacky tak bisa menolak apa yang sudah diputuskan ayahnya. Karena berani saja membantah papahnya tak akan segan-segan mencari kelemahan Jacky agar Jacky tunduk atas perintahnya.


"Kamu hati-hati selama di sana. Mata-mata papih ada di mana-mana. Mamih cuman mendoakan kamu agar pekerjaan kamu lancar dan sukses." mamihnya merapihkan baju Jacky layaknya masih seperti anak kecil.


"Iya mih! Jangan khawatir!" Jacky tersenyum walaupun dalam hatinya sedang dirundung mendung. Sepanjang malam dia hanya bolak-balik membuka layar handphone dan sulit memejamkan mata.


"Oke sarapan dulu! Ingat kamu jangan pernah mendekati Sherly lagi!"


"Mih... " Jacky rupanya agak keberkatan dengan somasi mamihnya untuk hal ini.


"Kamu mau dibelit ular? Apa jadinya jika kamu punya keturunan dari wanita itu? Sungguh merusak keturunan." Mamihnya tidak setuju jika Jacky berhubungan dengan Sherly. Apalagi sekarang Sherly ada agenda pemotretan di Indonesia.


Jacky menghela nafas.


"Kamu tidak turun?" Mamihnya melihat Jacky malah duduk di tepian ranjangnya.


"Duluan aja dulu! Nanti aku menyusul." Jacky sengaja tidak langsung turun sebelum menghubungi seseorang.


"Ya sudah!" Mamihnya melengos meninggalkan Jacky.


Jacky langsung menekan nomor seseorang yang dari semalam dia ingin hubungi.


Tapi beberapa kali Jacky hubungi nomor tadi tak juga mengangkatnya.

__ADS_1


"Ra.. kamu beneran marah sama aku?" Jacky langsung termenung. Lalu dia bersiasat untuk menundukkan Raisya agar tunduk dibawah keinginannya. Dia menghubungi bagian HRD dan bicara padanya. Setelah deal menyepakati sesuatu, Jacky tersenyum licik. Dia yakin sebentar lagi Raisya akan menghubunginya karena tidak bisa berkutik.


Jacky turun ke bawah bergabung bersama di meja makan. Dia duduk dengan mengulum senyuman.


__ADS_2