Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Doa Restu


__ADS_3

Empat orang yang duduk satu meja itu berbeda ekspresi. Ada yang melihat dengan ekspresi rindu, sayang, benci dan datar. Tentu bukan sembarangan ekspresi, melainkan semua yang mereka tunjukkan adalah bagian dari hatinya masing-masing.


"Ayo dimakan!" Ayahnya Jason tak lepas menatap Jason dan Raisya silih berganti. Rasa sayangnya selama ini yang terpendam, begitu Jason dan Raisya datang seolah mendapatkan penyaluran. Sejak Jason menghubunginya, dia begitu bahagia. Ayahnya Jason sengaja menyuruh semua pelayan menyiapkan persiapan untuk menyambut Jason. Dan tidak disangka ternyata Jason membawa seseorang yang diduga adalah calon menantunya.


"Iya Terima kasih." Jason dan Raisya kompak menjawab.


Berbeda dengan ibu tirinya Jason. Sejak awal kedatangan Jason dia memasang wajah kecut. Meski cantik kalau memasang wajah kecut jadi terlihat menyeramkan. Kalau bukan karena terpaksa dia tak ingin berada di meja yang sama dengan anak tirinya yang selama ini dibencinya.


Adapun Recky sang kakak tiri, dia memasang wajah datar. Dia tak peduli dengan kedatangan adiknya, yang penting buat dia posisi sebagai ahli waris tidak digeser oleh adik yang tak diharapkannya itu.


Raisya memperhatikan satu persatu orang yang berada di meja makan itu. Dan yang paling mengganggu pandangan nya yaitu seorang perempuan muda, cantik yang duduk dekat Recky. Sejak kedatangannya pandangan perempuan itu tak lepas dari Jason.


"Mungkinkah dia masih menyimpan perasaan untuk Jason?" Itu yang digumamkan Raisya dalam hatinya.


Raisya menoleh pada Jason, Jason membalas nya dengan senyuman. Perasaan Raisya benar-benar tidak tenang. Ternyata memang benar kata Jason, menghadapi keluarga Jason lebih menakutkan ketimbang menghadapi keluarga nya sendiri yang terasa friendly.


Setelah acara makan bersama, ayahnya Jason mengajaknya mengobrol bersama di ruang keluarga.


"Ayah senang kamu bisa datang. Bagaimana dengan kabar pekerjaan mu?" Tanya ayahnya Jason yang sudah tidak sabar mendengar cerita Jason.


"Baik yah. Semuanya baik-baik saja. Aku sengaja mengambil cuti kerja untuk memperkenalkan Raisya pada ayah dan semuanya. Kami... berniat akan melangsungkan pernikahan. Dan kami.. memohon restu ayah juga ibu untuk pernikahan kami." Ucap Jason tak ingin menunda-nunda niatnya memberitahu ayahnya akan niat kedatangannya ke Singapura.

__ADS_1


"Oh ya? Wah.. ayah sangat senang sekali mendengar nya. Ngomong-ngomong dimana kalian bertemu? Dan apa pekerjaanmu nak?" Ayahnya Jason begitu ramah bertanya pada Raisya. Dia melihat sosok Raisya sangat sopan juga terlihat baik. Dia yakin kalau Raisya adalah perempuan baik.


"Kami... sebenarnya pernah bertemu waktu semasa Sma. Dan kembali dipertemukan ketika saya ditugaskan bekerja sebagai audit di perusahaan Jason belum lama ini." Jawab Raisya sambil tersenyum ramah membalas senyum calon mertuanya itu.


Recky yang tadinya datar melirik ke arak keduanya. Pembicaraan keduanya seolah telah menyita perhatian nya.


Berbeda dengan istrinya yang bernama Mei, ketika mendengar pembicaraan itu seolah ada api cemburu yang berkobar di dadanya. Tidak dipungkiri rasa cinta pada Jason masih hadir dalam hatinya. Meski dia sudah menikah dengan Recky, diantara keduanya tidak ada perasaan yang sama seperti perasaan dirinya pada Jason. Apalagi setelah 5 tahun menikah keduanya belum juga dikaruniai anak.


Ternyata sebelum Jason mengenalnya, Jason telah mengenal Raisya lebih dulu. Pantas saja ketika dia memilih Recky, Jason tidak terlalu peduli. Itu yang berada dipikiran Mei sekarang.


"Oh ya? Wah.. perjalanan cinta kalian unik sekali." Ayahnya Jason tersenyum senang, melihat Jason dan Raisya terlihat saling menyukai satu sama lainnya. Dia berharap putranya bisa menemukan jodohnya dan hidup bahagia bersama.


"Iya yah. Kami insyaallah akan menggelar acara pernikahannya dengan sederhana saja. Dan Raisya ingin acaranya diadakan di Amerika dimana ayahnya Raisya tinggal. Jadi kami harap, pada waktunya ayah berama keluarga bisa hadir menyaksikan pernikahan kami." Ucap Jason.


Deg


Berita itu seperti menyayat hati Mei. Meski dia telah menikah, ada perasaan tak rela melepaskan Jason harus menikahi perempuan lain. Dia begitu egois ingin memiliki Jason padahal dia sendiri sudah berstatus nyonya Recky.


"Oh.. begitu. Ayah tidak keberatan dengan rencana kalian mau menggelar acara pernikahan dimanapun. Ngomong-ngomong keluarga Raisya memang tinggal di sana?" Tanya ayahnya Jason ingin tahu lebih banyak.


"Ayah saya bersama ibu sambung saya tinggal di Amerika. Sedangkan ibu kandung saya tinggal di Bandung." Jawab Raisya jujur.

__ADS_1


Ayahnya Jason agak mengernyitkan dahi.


"Jadi kamu anak korban perceraian?" Ibu tirinya Jason tiba-tiba menyahut. Seolah mendapatkan kesempatan untuk menghina anak tirinya.


"Betul. Orang tua kami bercerai. Dan masing-masing sudah menikah kembali. Dan belum lama ini ayah sambung saya baru meninggal." Jawab Raisya menjawab apa adanya. Dia harus berkata jujur agar tidak menjadi kesalah pahaman diantara keluarga Jason. Meski sikap ibu tirinya Jason bicara dengan nada sinis, Raisya tidak begitu tersinggung. Dia sudah siap dengan konsekuensi nya.


"Oh.. begitu. Tidak apa-apa. Setiap orang punya masa lalu. Tak usah menjadi beban. Kita akan menjadi keluarga jadi ada baiknya saling tahu siapa keluarga kita masing-masing." Jawab ayahnya Jason tak ingin Raisya merasa malu di hadapan semuanya.


"Iya. Terima kasih atas pengertian ayah pada Raisya. Jason sangat senang jika ayah mau merestui kami berdua. Meski kami bukan pasangan sempurna, tapi kami berusaha ingin saling mencintai dan ingin saling membahagiakan." Ucap Jason sambil menggenggam tangan Raisya. Memberikan kepercayaan diri padanya. Dan juga berusaha meyakinkan ayahnya Jason.


"Baik. Ayah tidak akan mengatur kamu harus menikah dengan siapa. Kamu sudah dewasa. Dan kamu tahu mana yang terbaik. Ayah mendukung semua keputusan kamu. Dan ayah berharap pernikahan kalian langgeng dan bahagia selamanya." Mata ayah Jason berkaca-kaca. Dia tak kuasa menahan haru. Hari dimana dia akan menyaksikan anak dari perempuan yang dicintainya harus menikah dengan perempuan pilihannya.


"Terima kasih ayah atas restu dan doanya. Semoga ayah dan keluarga selalu bahagia juga dan selalu dilimpahi keberkahan." Jason langsung memeluk ayahnya sambil duduk bersimpuh. Selama ini dia ingin sekali memeluk laki-laki yang disebut ayah, tapi keadaan yang selalu menghalangi keduanya saling menumpahkan rasa itu.


Ayahnya Jason pun balas memeluk Jason. Akhirnya cairan bening yang sedari ditahannya menetes juga.


Setelah puas berpelukan, keduanya saling menguraikan pelukan. Dan keduanya menyeka masing-masing kelopak matanya. Semua orang yang berada di ruangan itu ikut terharu. Tapi hanya ibu tirinya saja yang tidak merasakan hal itu. Rasa sakit hati yang masih bertengger sampai sekarang menghalangi hatinya merasakan hal itu.


Setelah menyeka air mata nya Jason bergeser ke arah ibu tirinya. Meski dia tahu bahwa ibu tirinya membencinya, tapi dia tetap harus hormat padanya.


"Ma.. izinkan aku meminta doa restu mama.. "

__ADS_1


__ADS_2