
Anwar juga Aisyah melihat ke arah Raisya setelah mendengar komentar Jacky. Keduanya tahu kedua orang ini mungkin sedang bersitegang. Aisyah mengerutkan dahi pada suaminya. Dia takut ada pertengkaran di meja makan yang bisa dilihat anak-anak.
"Wah ayam geprek buatan mbak Raisya enak ya! Aku baru tahu kesukaan mbak Raisya ternyata enak di lidah." Anwar ingin menetralisir ketegangan antara Jacky dan Raisya. Tadi dia melihat wajah Raisya agak cemberut.
"Iya aku juga baru tahu. Wah nyesel aku baru tahu sekarang." Aisyah menimpali omongan suaminya.
Jacky pun berhenti bicara setelah melihat situasi tidak nyaman di meja makan.
"Ayah.. tadi mommy pesan katanya tolong dibeliin puding buah yang ada di toko kue yang deket sekolahan aku. Terus tadi kata mommy kalau bisa jangan terlalu siang, soalnya suka habis." Untung anak itu buru-buru menyampaikan pesan ibunya. Jadi Raisya agak bisa bernafas lega, kalau Jacky tidak akan berlama-lama di rumahnya. Semakin lama malah semakin tidak nyaman. Apalagi akan membahas tentang pekerjaannya yang barusan belum dijawabnya.
Jacky mengeluarkan nafas kasar sambil melihat Michel. Sepertinya dia merasa kesal. Anak itu seolah mendukung situasi. Dengan cara halus dia seperti mengusir nya dari rumah Raisya. Padahal. dia ingin sekali berlama-lama di rumah itu dengan alasan mengantar Michel.
Kamu.. tak tahu berterimakasih Michel. Aku sudah membantumu agar bisa datang kesini. Eh kamu malah mengusirku dengan halus.
Jacky berbicara dalam hati.
"Ma.. kata paman besok kita mau ke kebun binatang. Apa benel ma?" Anak itu memang belum pernah mengunjungi kebun binatang. Selama ini dia hanya melihat aneka binatang dari layar handphone dan televisi saja. Kalau jalan-jalan pun dia hanya ke mall dan arena permainan. Arsel begitu antusias begitu tadi Anwar mengajaknya ke kebun binatang.
"Kamu mau nak?" Raisya mencondongkan badannya mendekati Arsel.
"Aku juga mau ma.. kita kan belum pernah jalan-jalan ke kebun binatang. Apalagi kebun binatang di taman Safari temen-temen aku rata-rat malah sudah pernah ke sana." Michel juga seperti ingin pergi ke sana juga mendengar Arsel bicara pada Raisya.
"Ya udah besok kita ke sana ya!" Ucap Raisya mengabulkan permintaan anak-anak.
"Kamu gak bisa Michel. Kamu sekarang juga harus pulang. Mommy kamu sendirian di rumah. Kamu malah mau senang-senang." Jacky menahan Michel agar tidak ikut dengan Raisya besok.
"Ih.. ayah... kok gitu sih? Mommy tadi kan sudah memberi izin sama Michel buat menginap. Kenapa tiba-tiba harus pulang?" Michel cemberut tak ingin mengikuti permintaan Jacky.
__ADS_1
"Kata ayah pulang, ya pulang!" Jacky tak mau perintahnya dibantah Michel.
Michel langsung berdiri dari kursi dan menghentakkan kakinya lalu melengos meninggalkan meja makan.
Semua orang melihat ke arah Jacky. Suasana makan jadi berubah canggung karena Jacky tidak bisa mengendalikan diri dari rasa emosinya.
"Sebaiknya jangan membentak anak di depan banyak orang! Itu tidak baik." Raisya lalu berdiri hendak meninggalkan meja makan menyusul Michel yang marah.
"Arsel makan sama ammah ya! Mama mau bujuk kakak dulu." Aisyah berpindah duduk menempati kursi Raisya dan sekarang duduk di dekat Arsel.
Arsel mengangguk patuh.
"Ayo habisin nasinya sayang! Apa mau ammah suapin?" Tanya Aisyah pada Arsel dengan lemah lembut.
"Telimakasih tante. Acel makan sendiri. Kata Glen ma, Acel halus mandili." Anak kecil sudah dididik mandiri setelah berpisah dari Raisya. Karena Arsel adalah calon generasi penerus keluarga Alberto di masa yang akan datang.
Mereka pun melanjutkan acara makan.
Jacky pun berdiri meninggalkan kursi hendak menyusul Raisya.
Raisya yang sudah berada di kamar Michel sedang mengusap-ngusap punggung Michel yang sedang sesenggukan menangis.
Raisya tak bisa berbuat banyak pada anak itu setelah ibunya Michel mengambil alih pengasuhan.
"Sayang.. anak mama yang cantik. Kamu bisa pergi ke kebun binatang sama ayah juga mommy." Raisya berusaha memberikan pengertian agar anak itu tidak terlalu sedih.
Raisya menjeda bicaranya sambil mengusap-ngusap punggung Michel yang kini sudah abg. Tanpa terasa waktu susah berlalu begitu cepat. Anak yang dulu sering rewel dengan tangisan halilintar nya kini sudah beranjak jadi gadis remaja yang cantik.
__ADS_1
"Tapi.. Michel maunya sama mama juga Arsel. Apalagi mama mau pergi. Michel mau sama mama sampai besok." Rengeknya dengan manja.
"Mmm... tapi kasihan kan mommy kamu lagi sakit juga butuh kamu sayang.. " Ucap Raisya membujuk anak itu agar luluh.
"Itu alasan ayah saja ma.. tadi mommy gak bilang apa-apa kok! Ayah tak mau Michel bahagia sama mama. Ayah Jacky jahat!" Michel menangis lagi sambil membenamkan mukanya di bantal.
Tanpa mereka sadari Jacky berdiri di pintu kamar Michel. Melihat juga mendengar pembicaraan antara Michel dan Raisya. Apa yang dikatakan Michel memang benar. Dia ingin kebersamaan dengan Raisya dan menikmati kebahagiaan bersama. Hatinya merasa sakit melihat Raisya hanya bahagia sendiri sedangkan dirinya merana. Jadi dia terpaksa mengambil Michel agar Raisya bisa memperbolehkan dirinya ikut besok pagi dengan alasan mengantar Michel.
Jacky menghampiri Michel dan duduk di samping Raisya.
"Maafkan ayah Michel.. ayah cuman tak ingin mommy kamu kesepian. Kamu tahu sendiri mommy sakit. Kita akan bersamanya menemaninya dalam suka dan duka. Kita pulang dulu, besok kita pergi ke kebun binatang bersama bagaimana?" Ucap Jacky membujuk Michel.
Raisya yang ada di samping Jacky terdiam. Satu sisi dia membenarkan apa yang dikatakan Jacky. Satu sisi keegoisannya berkata lain. Dia merasa iri, kenapa dirinya tidak diperlakukan lemah lembut seperti Sherly waktu itu.
"Michel bangun dulu! Lihat ayah! Kamu kan sayang mommy kamu?" Jacky kembali membujuk gadis abg itu.
Michel bangkit dari tidurnya dia menyeka air matanya sambil tertunduk. Raisya memeluk Michel dan membawanya ke dalam dada. Diciumnya pucuk kepala Michel dengan lembut.
"Sebaiknya anak mama yang cantik ikut pulang sama ayah. Kasihan mommy kamu sendirian. Dia pasti kesepian. Kamu boleh besok pergi ke kebun binatang asal perginya dari rumah. Nanti kita bisa bertemu di sana. Bagaiamana?" Tanya Raisya sambil mengusap punggung gadis itu.
Michel mengangguk patuh.
"Nah gitu dong! Makannya kita lanjut lagi yuk! Nanti abis itu kita makan rujak. Tante Aisyah sudah bikin rujak kesukaan kamu lho!" Raisya mengajak Michel untuk melanjutkan acara makannya.
"Udah kenyang ma... " Jawab Michel masih dengan muka lipatan.
"Ya udah.. kalau begitu bantuin mama bereskan meja! Nanti kita makan-makan rujak di belakang." Raisya pun tak ingin memaksa anak abg yang emosinya sedang labil itu.
__ADS_1
Michel mengangguk. Lalu ketiganya pun berdiri dari ranjang dan melangkah ke ruang makan.