
Dengan trauma yang dimiliki Raisya, Jacky tidak mau terburu-buru menyentuh istrinya. Meski dia berhak, tapi dia menginginkan Raisya benar-benar menikmati sentuhannya bukan karena paksaan.
"Kamu lapar ga Ra? Bagaimana kalau kita jalan cari makan?" Jacky yang sudah nampak segar mengajak Raisya jalan ke luar hotel.
"Mmm.. terserah kamu deh Jack." Jawab Raisya menyerahkan pilihan pada suaminya.
"Kamu cape gak? Kalau capek kita pesan antar saja ke kamar?" Jacky melihat Raisya tidak begitu antusias.
"Mmm... terserah kamu aja! Aku sih ikut saja." Lagi-lagi Raisya menyerahkan urusan itu pada Jacky.
'Ya udah sayang... kayanya kamu cape. Dua kali ditanya jawabannya terserah terus." Jacky merangkul Raisya dengan penuh kelembutan.
"Maafin akunya Jack.. kamu kayanya kecewa?" Raisya menoleh ke arah Jacky.
"Enggaklah.. aku gak kecewa. Malah aku bahagia. Akhirnya aku bisa menikah dengan kamu. Meski harus menunggu lama sampai ke arah ini." Jacky mengelus pipi Raisya dengan penuh kekaguman.
"Aku pesan dulu ya!" Jacky melepaskan pelukannya dari Raisya.
Raisya mengangguk patuh.
Melalui pesawat penghubung antara kamar dan resepsionis Jacky memesan beberapa makanan siap antar ke kamarnya.
"Sudah?" Raisya melihat Jacky yang kembali menutup telepon.
"Sudah. Sebentar lagi mungkin datang." Jacky kembali duduk di samping Raisya.
"Sini bersandar sama aku. Aku kangen banget bermesraan sama kamu." Jacky menarik tubuh Raisya agar bersandar di tubuh nya.
Raisya dengan sungkan menyandarkan diri di dads bidang Jacky.
Jacky mengecup pucuk kepala Raisya, lalu turun ke kening. Perlahan dia mengangkat dagunya menatap wajah Raisya penuh damba.
"Aku boleh kan nyentuh kamu kaya gini?" Jacky bertanya terlebih dahulu dikhawatirkan Raisya tidak nyaman.
Raisya mengangguk pelan.
Kedua netra beradu saling menatap ada gelenyer asing yang masuk ke dalam hati sepasang suami istri. Jacky mendekati bibir Raisya.
Hmmmm. Jacky mencicipi manisnya bibir Raisya. Jacky merasakan ciuman yang begitu nikmat. Rasanya sangat berbeda dengan ciuman-ciuman yang pernah dilakukannya sebelum menikah.
Oh inikah surga dunia sesungguhnya?
Gumam Jacky dalam hati. Dia memperdalam ciuman itu pada Raisya. Raisya menutup mata. menikmati indahnya sentuhan dari sesuatu yang halal. Dia begitu pasrah menerima sentuhan Jacky tanpa takut dan khawatir. Segalanya sekarang menjadi ibadah. Meski dia belum siap seutuhnya jika Jacky meminta lebih.
Jacky segerakan melepaskan ciuman yang semakin memanas. Dia takut tidak bisa mengendalikan dirinya. Dia sudah berjanji tidak akan menyentuh Raisya lebih sebelum segalanya jelas.
__ADS_1
"Kamu cantik banget." Jacky mengelus bibir Raisya dengan ibu jarinya. Matanya tak mau lepas menatap istrinya yang sudah lama didambakan.
"Ah.. aku jadi ingin meluk kamu terus Raisya." Jacky dengan gemasnya memeluk Raisya.
"Mmm.. jangan terlalu kenceng! Aku sesak nih." Protes Raisya.
"Oh.. Sorry sayang.. " Jacky melonggarkan pelukannya.
"Ra.. kamu senang gak menikah sama aku?" Jacky menatap kembali wajah istrinya. Dia tak bosan-bosannya melihat Raisya.
"Mmm." Jawab Raisya singkat. Meski dulu Raisya pernah berharap banyak pada Jacky untuk menikahinya. Tapi seiring waktu dan ujian yang datang, Raisya butuh menata kembali perasaannya pada Jacky.
"Aku bahagia banget Ra... sekian tahun aku menyukaimu, aku malah diuji ragu. Tapi ketika kamu dimiliki orang lain ada rasa tak rela jika kamu menjadi milik laki-laki lain." Jacky menghela nafas panjang mengingat masa-masa itu, ketika Raisya dimiliki oleh Nathan.
"Jack... Apa suatu hari nanti kamu tidak akan menyesal menikah denganku?" Tanya Raisya sambil menatap wajah Jacky. Dia ingin melihat kejujuran di mata Jacky.
"Enggak Ra.. aku insyaallah tidak akan menyesal. Apapun yang dahulu terjadi, aku malah ingin meminta maaf padamu. Aku terlalu banyak dosa sama kamu Ra. Mungkin kesalahan aku tak termaafkan sama kamu." Jacky mengelus pipi Raisya. Raisya tak melihat kebohongan di mata Jacky. Kejujuran yang keluar dari hati Jacky terlihat tulus.
"Apa yang terjadi diluar kehendak manusia. Terkadang ada yang bisa dikendalikan sesuai harapan, ada juga yang tidak. Apa yang lalu biarlah berlalu. Tapi... Jack... aku bingung saat ini dan ke depannya." Raisya akhirnya mengungkapkan kekhawatiran nya.
"Apa yang kamu khawatirkan sayang? Ceritalah!" Jacky menyimak apa yang akan diungkapkan Raisya.
"Bagaimana kalau aku hamil anak orang lain? Apa. kamu akan kecewa? Terus bagaimana ke depannya jika anak itu ingin ikut ibunya? Apa kamu sanggup menghadapi ujian itu? Aku sangat khawatir Jacky.. kamu akan kecewa dan meninggalkan aku." Ucap Raisya yang dalam hati kecilnya dia ingin Jacky selalu ada di sampingnya.
"Lalu bagaimana kalau kelahiran bayi itu akan membawa masalah? Aku bingung Jacky.." Jika boleh jujur Raisya tak mau kehilangan Jacky.
"Kita akan hadapi bersama. Kita berdoa saling menguatkan dan minta sama yang di atas sesuatu yang terbaik buat rumah tangga kita. Aku sudah lelah Raisya berpisah sama kamu. Apapun yang terjadi kamu harus kuat! Kamu jangan pergi sendirian menghadapi masalah. Sekarang ada aku sebagai suamimu. Kamu bisa mengandalkan aku Ra!" Jacky kembali memeluk Raisya. Ada kedamaian yang mereka rasakan dalam hati keduanya. Apakah ini yang dinamakan sakinah?
Ting tong, Ting tong
Suara belt di pintu kamar hotel membuyarkan kenikmatan suami istri itu.
"Aku buka dulu ya! Siapa tahu pelayan pengantar makanan." Jacky melepaskan pelukannya dan turun dari ranjang.
"Selamat malam tuan. Makanannya sudah siap." Dua orang pelayan mengantarkan roda yang berisi pesanan ke dalam kamar hotel president suite yang sekarang sedang ditempati Jacky dan Raisya.
"Iya terimakasih. Ini buat kalian." Jacky memberi satu lembar uang merah pada pelayan pengantar sebagai tips.
"Oh.. Terima kasih tuan. Selamat menikmati hidangannya! Kami permisi." Kedua pelayan itu keluar dari kamar hotel setelah menata makanan itu di atas meja makan.
"Iya." Jacky menutup pintu lalu melangkah mendekati Raisya.
"Ayo makan dulu! Keburu dingin makanannya." Ajak Jacky pada Raisya.
Raisya mengangguk lalu turun dari ranjang king size. Dia melangkah ke ruang tamu duduk di sofa.
__ADS_1
"Aku suapin ya!" Jacky yang sudah membawa nasi beserta lauk pauk di atas piring menawari Raisya untuk menyuapinya.
"Gak usah! Aku bisa makan sendiri kok!" Raisya menolak tawaran Jacky.
"Kamu jangan menolak sayang.. Mulai sekarang aku ingin membuat warna hidup kita lebih indah. Aku akan membuat kenangan yang tak bisa dilupakan bersama kamu. Jadi mau ya aku suapi?" Jacky duduk di samping Raisya dengan memegang piring yang sudah berisi nasi beserta lauk pauk nya.
"Tapi.. " Raisya agak sungkan harus disuapi Jacky.
"Jangan menolak! Satu suapan satu ciuman. Oke?"
"Wah.. ternyata ada udang dibalik piring." Jawab Raisya akhirnya menemukan keinginan suaminya.
"He he.. habis... kita sudah melewatkan banyak waktu. Jadi aku akan mengisi waktu yang terbuang dengan penuh kemesraan sayang. Kita kan pengantin. Jadi nikmati saja malam kita dengan kebucinan." Jacky terkekeh berhasil memperdaya istrinya yang belum bisa disentuh.
"Ish.. kaya masih muda aja!" Protes Raisya.
"Eit.. jangan salah.. diusia kita tuh lagi matang-matangnya bercinta. Jadi kalau belum matang rasanya gak bakal enak. Makanya sekarang kita puas-puaain ya. Aaa.. " Jacky menyuruh membuka mulut Raisya.
Raisya membuka mulutnya menerima suapan Jacky.
Cup
Jacky mengecup bibir Raisya yang sudah disuapinya.
"Ih... " Raisya dengan manja menepuk bahu Jacky.
"He he.. Sini sayang.. aku ingin mencoba bibir kamu. Rasanya sekarang kaya apa ya?" Jacky malah menarik tengkuk Raisya dan mendaratkan bibirnya di bibir Raisya. Ini kejahilan Jacky yang tak bisa dibayangkan Raisya.
"Hmmmp.. " Raisya langsung melotot begitu Jacky menyambar bibirnya yang berisi makanan.
Pesan author bagi para readers, ambil hikmahnya buang jeleknya dari cerita novel author ini.
Ya sentuhan yang dilakukan sebelum menikah dan sesudah menikah nikmatnya akan berbeda. Jangan pernah mengambil sesuatu sebelum waktunya. Karena kalau diambil diwaktu sebelum panen... itu adalah kenikmatan sesaat. Jangan terkecoh ya!
Jadi lakukan dengan pasangan yang sah! Selain ibadah, nikmatnya itu berbeda. Bumbunya bumbu cap SAH 😍😍😍😍😍
Terimakasih semuanya.
Jangan lupa mampir di karya author yang lain dan tetap dukung terus semua karya-karya author.
########
Ada permohonan maaf bagi readers semua. Berhubung kemarin karya author belum di acc Editor. Jadi sama author ditambahin bab lanjutan untuk syarat karya tamat.
Mohon maaf🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1