Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Bertandang mendadak


__ADS_3

"Maksudnya?" Tuan Robert belum jelas dengan maksud Raisya.


"Iya pih. Tadi mendadak Arsel rewel terus Michel juga ada masalah di sekolahnya. Jadi Raisya bingung pih. Bagaimana untuk memenangkan Arsel juga Michel. Akhirnya Raisya mengikuti keinginan anak-anak yang ingin pulang dan tak mau pulang lagi ke rumah papih." Raisya sedikit mengada-ada. Meski sebenarnya ada sebagian yang benar.


"Maksud kamu Michel ada masalah apa. di sekolahnya?" Tuan Robert langsungnya naik pitam mendengar cucunya mendapatkan masalah.


"Raisya sih tidak jelas pih, soalnya Michel tidak mau bercerita banyak. Tapi tadi sempet mengatakan katanya ada yang mengatai Michel anak haram. Pantesan saja pas Raisya jemput anaknya sudah duluan pulang. Untung saja Michel tidak kabur pih, Raisya keburu mengejarnya. Itu yang membuat Raisya membawa anak-anak pulang kesini. Semoga papih bisa memaafkan kita. Dan papih tidak marah." Raisya agak deg-deg an juga akan menunggu reaksi tuan Robert yang diberitahu Raisya seperti itu.


"Kurang ajar! Besok papih akan ke sekolah. Papih akan bereskan yang menghina Michel." Perhatian tuan Robert jadi teralihkan pada masalh Michel bukan pada kepindahan Raisya.


"Gak usah pih. Biar Raisya saja yang bereskan. Raisya besok akan pindahkan sekolah Michel ke sekolah yang deket dari komplek aja. Biar Raisya bisa pantau lebih mudah. Sekolah itu memang tidak cocok untuk Michel. Sekolah anak orang kaya memang mulutnya tidak sekolah pih." Raisya berapi-api memprovokasi tuan Robert.


"Papih akan bereskan dengan yang punya yayasannya, karena tidak mampu mendisplinkan anak-anak didiknya." Tuan Robert memegang dadanya yang sedang menahan marah.


"Tapi.. pih." Raisya tidak melanjutkan bicaranya


Dia khawatir juga kalau nanti tuan Robert akan mengambil tindakan yang terlalu keras.


"Tenang aja. Jangan sampai cucu papih ada yang mengganggu lagi. Nanti papih siapakan bodyguard buat Michel dan Arsel." Tuan Robert seperti biasa akan protektif pada anggota keluarganya.


"Wah.. pih jangan sebegitunya nanti Michel ngambek lagi sama Raisya. Repot juga Raisya merayunya pih." Raisya bingung bjika Michel nanti akan protes.


"Ya udah nanti papih akan cari cara agar tidak ada lagi yang mengganggu cucu papih." Tuan Robert melunak.


"Iya baik pih. Terimakasih." Ucap Raisya dengan harapan tuan Robert tidak mempersulit keadaan.


"Eh.. papih pengen lihat cucu papih sedang apa. Ganti video call!" Titahnya mulai kembali ke mode on.


"Baik pih." Raisya mengubah dari panggilan ke vidio call.


"Tuh.. pih... lagi lihatin kolam ikan. Mereka pada ketawa-ketawa." Ucap Raisya sambil menunjukkan pada Michel dan Arsel yang sedang asik di depan kolam ikan.


Tuan Robert ikut tersenyum melihat kegembiraan cucunya yang terlihat bahagia.


"Papih pengen bicara sama mereka Sya!" Tuan Robert tidak sadar bahwa Jacky dan istrinya juga ikut melihat di belakang.

__ADS_1


"Hai.. Michel.. Arsel... kalian sedang apa?" Tuan Robert menyapa cucunya.


"Oppa.. acel lagi jaling anak ikan. Mau Galuh Acel di akualium. Nanti mau disimpan deket kasul Acel. Anak itu menunjukkan ikan yang sudah berhasil. ditangkapnya.


"Wah.. bagus ya ikannya?" Tuan Robert begitu senang melihat Arsel. menunjukkan hasil. tangkapannya.


"Iya oppa. Kata kakak ikan disini banak. Udah punya cucu kaya oppa. Tuh.. ikan besar itu kakeknya ikan ini oppa." Arsel dengan lucunya terus saja berceloteh.


" Iya entar oppa ke sana lihat kakek ikan. Sekalian oppa juga mau bawa ikan baru buat nemenin. mereka." Tuan Robert semangat sekali ingin membelikan ikan untuk Arsel.


"Benelan oppa mau beli banak buat kolam ini?" Tanya Arsel sambil berpikir.


"Iya Arsel. Nanti oppa pilih yang bagus-bagus biar nantinya bisa kawin sama ikan di sana." Jawab tuan Robert antusias.


"Omma juga mau ikut ah kalau oppa kesana." Tiba-tiba istrinya tuan Robert menimpali pembicaraan.


"Eh omma.. kalau kecini bawain Acel mainan. Acel mau main sepeda sama kakak.. sama mama. Juga mobil-mobilan. Disini gak ada mainan buat Acel." Pinta Arsel mengingat obrolan tadi bersama Michel.


"Oke.. Sekarang juga papa Jacky yang ke sana. Bawain Arsel mainan. Kalau Michel mau apa sayang? Mau bawain pacar tidak?" Jacky menggoda Michel yang agak jutek.


"Ya udah sekarang saja kita ke sana! Biar Reza saja yang belikan semuanya. Biar gak menunggu besok." Istrinya tuan Robert seperti mendapatkan semangat baru.


"Hayuu... " Mereka bertiga kompak bersuara.


"Ya udah oppa tutupa dulu ya! Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam." Jawab Raisya menutup telepon juga.


"Ma.. oppa beneran mau kesini?" Michel mengkhawatirkan sesuatu.


"Mmm. Iya." Jawab Raisya.


"Ma.. oppa gak bakal menyuruh kita pindah lagi ke sana? Bagaimana kalau oppa maksa mama sam kita pindah lagi?" Michel yang sudah cukup mengerti sangat cemas jika tuan Robert akan memaksanya untuk pindah lagi.


"Mmm.. Michel bujuk ya! Biar oppa baik sama kita.. " Ucap Raisya sambil memeluk Michel.

__ADS_1


"Mmm... gadis mama bau acem. Mandi ah!" Raisya menyuruh Michel mandi. Karena sejak pulang sekolah mereka pulang sekolah mereka belum mandi.


"Abis itu sholat ashar ya! udah sore nih. Mama juga sama belum sholat.


"Baik ma!" Michel membawa Arsel juga agar mandi dibantu bi Siti.


Setelah shalat mereka nonton TV di ruang keluarga bersama-sama. Raisya membantu bi Siti di dapur menyiapkan seadanya bahan.


"Besok kita belanja ya bi buat kebutuhan dapur. Soalnya gak ada apa-apa." Raisya membuka tutup kitchen melibat semua wadah kosong.


"Iya nyonya. Semenjak tuan tidak ada saya tidak berbelanja." Bi Siti tertunduk.


"Ga pa-pa bi. Sekarang banyak makanan instan bisa order kapan saja. Untuk sekarang saya pesan saja biar bisa dimakan banyak oleh semuanya." Ucap Raisya sambil. mengetikkan beberapa menu makanan melalui aplikasi.


"Tuan besar sama nyonya mau dateng ya?" Tanya bi Siti agak bingung.


"Iya bi. Jangan khawatir nanti saya pesan saja buat makan malam. Bibi itu masak apa?" Tanya Raisya pada bi Siti.


"Saya masak balado telur aja nyonya. Sama sayur pecay. Soalnya stok di kulkas cuman ada itu."


"Iya gak pa-pa."


Kring


Kring


Kring


Panggilan di handphone Raisya berbunyi. Raisya menggeser tanda hijau.


"Sya.. kita udah ada di depan nih!" Jacky langsung menelpon Raisya memberitahukan kedatangan mereka.


"Wah.. cepet banget sampainya." Raisya kaget mereka sudah sampai lagi di rumah Nathan.


"Iya.. cepetan buka pintu.. ini kaya di kunci. Gue kebelet pipis." Jacky sudah menahan sejak turun dari mobil.

__ADS_1


"Iya.. ya." Raisya berlari ke depan membuka pintu. Jacky berlari cepat begitu pintu terbuka.


__ADS_2