
Malam ini Arsel tidur dengan ibunya Raisya sedangkan Raisya tidur dengan Ratna, si kembar tidur dengan babysitter, dan Irwan tidur dengan adiknya Raisya yaitu Dira.
Setelah lelah bermain juga asik bercengkrama dengan keluarga Raisya, mereka akhirnya masuk kamar dan mengistirahatkan badannya yang seharian ini lelah dalam perjalanan dan asik bermain.
####
Pagi itu adalah pagi yang cukup membuat semua orang sibuk. Raisya sudah cantik didandani. Jantungnya dad dig dug tak bisa dikendalikan. Bahkan beberapa dia bolak-balik ke toilet entah buang air kecil atau sekedar melepaskan sesuatu yang sering melilit di perutnya. Badannya agak sedikit lemas juga agak gemetar.
"Sya.. kamu siap?" Ratna menatap. wajah sahabatnya yang sedikit memucat. Mungkin saking tegang dan nervous akan melakukan akad nikah pagi ini.
"Mmm.. " Raisya menjawab pendek. Tangannya meraih tangan Ratna untuk sekedar pegangan. Gaun yang dipakai Raisya cukup menyulitkannya untuk berjalan. Karena kain batik yang membelit kakinya benar tidak luas.
"Sya.. tangan kamu dingin banget. Kamu tegang ya?" Ucap Ratna yang cukup mengerti apa yang dirasakan sahabatnya itu.
"Mmm.. "
"Bismillah... tarik nafas!" Ratna mengarahkan Raisya agar mengurangi ketegangannya.
"Kamu duduk di sana! Kamu mau mengintip pengantin prianya?" Ucap Ratna menggoda Raisya.
"Ih.. apaan sih kamu?" Raisya tertunduk malu.
"Nathan cakep banget lho Sya! Coba kalau dari dulu dia baik ya. Dia cakepnya pasti pake banget." Ratna melongok ke ruang acara melihat persiapan akad yang akan dimulai.
Jantung Raisya dag dig dug menanti sahnya akad yang akan di ikrarkan Nathan. Dia ikut merasakan ketegangan.
Nathan masih terlihat dipapah oleh tuan Robert juga Reza. Area mulutnya masih menggunakan alat bantu oksigen.
Salah satu penghulu melihat Nathan yang lemah.
__ADS_1
"Apakah anda siap tuan Nathan?" Tanyanya menanyakan kesiapan Nathan.
Nathan mengangguk.
"Baik.. anda bisa perlahan mengikuti ikrar akad untuk memudahkan Anda bicara. Mari kita mulai acara akad ini dengan membaca istighfar tiga kali. Selanjutnya ikuti saya." Salah satu petugas KUA itu menuntun Nathan perlahan agar Nathan bisa mengikutinya.
Nathan membuka alat bantu oksigennya. Terlihat dia menarik nafas panjang untuk segera mengisi paru-parunya. Dia mulai mengucapkan ijab qobul dengan perlahan. Semua orang dalam ruangan itu ikut merasakan tegang melihat Nathan mengucapkan ikrar dengan nafas tersenggal-senggal. Dada Nathan terasa sesak dan nyeri seperti dihimpit benda besar di dada begitu alat bantunya terlepas. Wajahnya kian memucat menahan sakit di dadanya. Rasa sakit semakin tak tertahankan manakala urat-urat di dadanya seperti ditarik karena oksigen yang mestinya memasok paru-parunya menipis. Nathan menahan alat bantunya demi keinginannya yang kuat untuk mengucapkan ikrar akad nya. Begitu kalimat terakhir selesai diucapkan, Nathan memegang dadanya. Suaranya langsung terhenti dia langsung terkulai lemas dan badannya langsung jatuh ke pinggir.
Sontak semua orang terkejut melihat Nathan seperti tak bergerak. Reza yang kebetulan ada di samping langsung meraih badan Nathan dan kembali memasangkan alat bantunya. Tapi Nathan tak tak kunjung bergerak.
Tuan Robert menatap kaku melihat keadaan Nathan yang tak berdaya.
"Cepat buka pintu mobil! Kita bawa ke rumah sakit." Jacky kebetulan duduk berada di belakang para tamu langsung memerintahkan sopirnya. Berniat membawa Nathan segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Reza menggelengkan kepala. Dia membuka alat bantu pernafasan Nathan yang tidak berfungsi menandakan Nathan sudah tidak bisa bernafas.
Semua orang terkejut. Melihat pengantin yang baru saja mengucapkan ikrar akad nikah ternyata sudah tiada.
####
"Sya... bangun!" Ratna membangunkan Raisya karena kaget. Keringat basah keluar di sekitar kening Raisya.
"Rat.... " Raisya menangis lalu memeluk Ratna erat.
Ratna mengelus lembut punggung sahabatnya. "Kamu bermimpi buruk Sya... "
"Mmm.. Aku takut Rat... aku... " Suaranya terpotong untuk menceritakan mimpinya.
"Ayo beristighfar!" Ratna menuntun Raisya yang masih dalam suasana keterkejutannya karena bermimpi buruk.
__ADS_1
"Astaghfirullahalazim." Ucap Raisya mengulang-ngulang istigfar sambil memeluk Ratna.
Perlahan hatinya tenang dan melonggarkan pelukannya. Raisya menyeka air matanya dan melihat Ratna.
"Rat.. aku mau ambil wudhu untuk shalat tahajud.' Ratna mengelus kening Raisya yang nampak masih berkeringat akibat mimpi buruknya.
"Iya." Ratna mengangguk mengiyakan permintaan Raisya. Dia turun dari ranjang lalu berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Setelah selesai mengambil air wudhu, Raisya menggelar sajadah lantas mengambil mukenanya dari dalam lemari untuk melakukan shalat tahajud.
Raisya dengan khusyuk melakukan tahajud sambil memanjatkan doa-doa. Air matanya tak kuasa ditahannya. Sepanjang shalat Raisya terus berderai air mata. Hatinya sedang mengaduh dan mengeluh kepada Sang Pemilik Jagat. Berharap Dia berkenan mengabulkan doa-doanya dan membantunya untuk mengambil keputusan atas semua masalahnya.
Ada rasa ketakutan yang mendera Rat setelah tadi bermimpi buruk. Dia takut sekali jika mimpinya tadi menjadi kenyataan.
Setelah selesai shalat Raisya mengangkat kedua tangannya menengadahkan ke langit untuk bermunajat memohon petunjuk dan bantuan pada Allah Subhanawata'ala agar hidupnya dilancarkan, dimudahkan dan senantiasa selalu dalam. lindungan-Nya.
Tak lupa dia mendoakan semua orang yang dicintainya terutama yang saat ini sedang terbaring sakit. Siapa lagi kalau bukan Nathan.
"Keesokan paginya Raisya kembali berbicara dengan ibunya di kamar. Setelah bermunajat memohon petunjuk kepada Sang Pemilik Jagat, dia memantapkan diri untuk menerima lamaran tuan Robert untuk Nathan. Tetapi meski begitu dia akan meminta izin kepada ibunya agar dia merestui pernikahannya ini.
"Mah.. Raisya mau meminta izin sama mamah agar mamah merestui Raisya dan Nathan untuk kembali rujuk." Dengan tangan bergetar Raisya menggenggam tangan ibunya sambil bersimpuh di lantai.
"Sya.. " Ibunya mengelus rambut Raisya dengan penuh kasih sayang.
"Bagaimana? Mamah keberatan?" Ucap Raisya memastikan Ibunya terlebih dahulu. Dia ingin ibunya ridho terhadap apa yang akan diambilnya untuk langkah kembali dengan Nathan.
"Buat mamah.. apa yang terbaik untukmu. Mamah bakal dukung." Ibunya Raisya tidak banyak protes atas keinginan Raisya untuk kembali rujuk dengan Nathan. Meski hatinya sangat berat untuk melepaskannya tapi apa boleh buat. Dia tidak bisa mencegah ataupun melarangnya.Apalagi diantara mereka sudah ada Arsel. Dia pasti membutuhkan sosok seorang ayah.
"Terimakasih mah. Raisya minta doa restu nya!" Raisya langsung memeluk Ibunya haru.
__ADS_1
"Mamah doakan yang terbaik buat kamu Sya. Semoga pernikahan kamu yang sekarang bisa lancar. Jangan sampai kamu menderita. Mamah kepingin kamu bahagia." Cairan bening segera turun dari kelopak mata Ibunya Raisya. Banyak kekhawatiran yang dirasakan Ibunya Raisya. Dia tak Ingin anaknya kembali terluka batinnya dan tersiksa jiwanya jika harus kembali rujuk.
Raisya melonggarkan pelukannya dan menatap ibunya sendu.